Pekerjaan Baru untuk Arman

Pagi yang cerah, Arman sudah bersiap dengan pakaian milik Salim,kemeja putih celana chinos hitam, rambut tersisir rapi,

membuat yang melihat nya pastilah terpesona.

biasanya Arman hanya mengunakan celana jeans dan kaos oblong.

kini tampil rapi, karena akan interview di kantor nya paman Arin. Bagaskoro.

tin tin..... tinnn.. suara klason mobil Arin di depan rumah Salim, karena hendak menjemput Arman, sesuai janji nya kemarin..

Arin membuka kaca mobilnya,

ia melambai kan tangan nya kepada Ayu, dan Arman. tak lama muncul lah salim dari belakang yang sudah tampak rapi, karena memang jam kerja pagi.

Arman membalas dengan senyuman.

lalu ia berpamitan kepada Ayu dan Salim.

"Hanya do'a yang bisa saya berikan untuk mu Man,, semoga akan sukses nantinya... "ujar Salim, seraya memeluk Arman.

"terima kasih atas do'anya bro,, kebaikan mu, sudah lebih dari cukup untuk ku.. " ucap Arman, dengan mata berkaca-kaca.

Ayu dan Salim mengantar hingga mobil Arin lenyap dari pandangan,mereka pun masuk dengan bergandengan tangan, dan salim bersiap untuk berangkat.

sebelum masuk jam kantor, Arin mengajak Arman untuk sarapan di pinggir taman.

sebenarnya Arman ingin menolak, tetapi ia menghargai Arin.

karena di rumah selalu tersedia sarapan setiap pagi, yang di sajikan oleh Ayu.

Ayu memang senang memasak, karena nya ia tidak menyewa bibik di rumah untuk membantu nya beberes rumah,dan Ayu juga belum membutuhkan nya.

Namun.. sedang asyik mereka menikmati sarapan nya, Bayu datang menghampiri,

" ooooo... rupanya laki-laki ini yang membuat kamu tidak pernah mengangkat telephone dari ku.. " ujar Bayu dengan ketus.

"bukan urusan mu.. " jawab Arin tanpa menoleh.ia merasa sebal acara sarapan nya merasa terganggu.

"ooo,, tidak bisa... " Bayu mengerakan telunjuk nya ke kanan dan kiri.

"kamu itu,, calon istriku sayang,,, kamu harus ikut dengan ku... ,Ayo,, ku antar.. ke kantor,, denganku.. " paksa Bayu, seraya menarik tangan Arin yang sedang menyuap.

Arman yang merasa tadi nama nya di sebut, walau secara tidak langsung,, langsung bangkit berdiri.

"maaf bung,, kami sedang sarapan, setidak nya biarkan dulu Arin selesai kan sarapan nya.. " tegur nya dengan sopan

"oia kenalkan nama saya Arman.. " Arman mengajak kenalan, namun tangan nya di tepis dengan kasar oleh Bayu.

"saya tidak butuh untuk kenal dengan mu.. " bentak nya.

"ayo Arin... ikut aku,, kau adalah calon istriku jadi kau harus nurut padaku.. " sekali lagi Bayu menarik pergelangan tangan Arin.

"maaf tolong jangan kasar kepada perempuan biar saya yang mengantar nanti..apa anda tidak takut di buat babak belur oleh orang-orang,, " ujar Arman.

Bayu menoleh sekeliling, tampak para pengunjung taman kota, sedang memperhatikan dirinya, bahkan ada yang mengeluarkan kata-kata tak enak di dengar oleh Bayu.

ia memilih cari aman, dari pada di keroyok oleh pengunjung sebanyak itu,apa lagi mayoritas nya para ibu-ibu.

ia memilih pergi.

sebelum ia pergi.. tak lupa memepet Arman,,

sambil berbisik,

"kita masih ada urusan... " bisik nya dengan senyuman miring di bibirnya.

"sudahlah bang, jangan di gubris,, itu cowok memang agak rada-rada..

saya menyesal sudah mengenal nya.. " ujar Arin.

Arman hanya menangapi dengan tersenyum kecut.

karena ia tidak ingin terlalu dalam mengetahui jati diri Arin.

selesai sarapan mereka berdua beranjak pergi ke kantor.

setelah, menyerahkan segala berkas milik Arman.

Arin mengajak Arman berkeliling dan memperkenalkan segala fasilitas kantor.

tiba-tiba, ponsel Arman berdering..

tampak nomor Baru sedang memanggil..

Haloooo.... selamat siang dengan bapak arman, di tunggu di ruang direktur utama..

"baik pak.. " sahut Arman.

ia bergegas ke ruangan pak Bagas.

selamat pak Arman.. anda di terima di perusahaan PT ADIKARYA ini, mohon kerja sama nya, untuk memajukan perusahaan ini bersama-sama..

Bagas menjabat tangan Arman.

Arman menyambutnya serta dengan senyuman bahagia.

"terimakasih paman...paman telah memberikan kepercayaan kepada Arman,, Arin percaya kalau bang Arman adalah orang baik.. " ucap Arin.

"ya, saya berharap demikian.. " sahut Bagas.

"Arin sekarang lebih baik,kau antarkan Arman ke ruangan nya,. " titah Bagas.

"baik paman.. " Arin pun mengajak Arman keluar dari ruangan paman nya.

Setelah sampai di ruangan lantai dua, Arin membuka kan pintu,sebuah ruangan terpampang luas dan lengkap dengan alat-alat nya.

Arman berdecak kagum.

"semoga abang betah ya di sini.. " ucap Arin.

" abang pelajari saja dulu berkas -berkas di kantor ini, kalau ada yang ingin di tanyakan sebaik nya jangan sungkan,bukankah kita sudah berteman,kalau begitu,saya pamit, dan selamat bekerja,.." Arin melambaikan tangan sambil tersenyum.

Arman mengangguk dan tidak lupa mengucapkan terimakasih.

Arin kembali pergi keruangan paman nya.

"bagaimana paman,,? " tanya Arin,

"hemmmmm... kau bertemu dimana dengan dia,.? Bagas bertanya balik kepada Arin.

"aku,, secara tidak sengaja bertemu di rumah Ayu, paman.. dia sangat membutuhkan pekerjaan,," ujar Arin.

"seperti nya di bisa bersosialisasi dengan pekerjaan nya nanti.. kita lihat saja nanti.. " sahut Bagas.

"seperti nya begitu paman.. " timpal Arin.

"kalau di lihat-lihat kau seperti nya suka dengan nya...? " celetuk Bagas,dengan tatapan menyelidik.

membuat Arin tersenyum malu.

"kami baru kenal paman, saya gengsi dong mau menyatakan nya duluan..

dia baik dan suka menolong tanpa pandang usia.. " ucap Arin.

Bagas menganguk-anguk, ia paham keponakan nya, sedang jatuh cinta.

di ruangan lain, Salim sedang bercakap dengan rekannya..

"apakah kau percaya dengan adanya manusia harimau,sebab beberapa hari ini, sedang riuh dengan tersebar nya, suara harimau pada malam hari, dan berita -berita di surat kabar.. " ucap Salim.

"ahh.. mana mungkin zaman sekarang ini ada, yang begituan,,

cerita tentang siluman itu hanya ada di novel, ataupun di dongeng.." ujar rekan nya,, Panji.

"kalau pun ada, saya malah ingin melihat ny secara langsung dan ingin mengajak nya berkelahi..hahaha..mungkin seru jadinya berkelahi dengan harimau jadi-jadian.. " Panji tertawa terbahak-bahak. tanpa menyadari bahwa ucapan nya itu mengundang malapetaka.

"itu, sih namanya nantangin.."

Ujar salim.

setelah selesai bercengkerama mereka pun kembli melanjutkan pekerjaan nya, masing-masing.

malam hari nya, panji sedang keluar bersama kekasihnya,untuk menikmati suasana malam yang dingin.

mereka hanya berdua dengan sebuah mobil milik panji.

perjalanan mereka melewati sebuah perkebunan kota, yang memang sangat rindang pada siang hari, dan sangat menyeramkan pada malam hari.

tepat di tengah perkebunan itu, mobil panji tiba-tiba macet,, mati total, panji turun memeriksa kondisi mobil,,

"abang mau cek mobil dulu,,, jangan keluar dan kunci pintu nya.. " titah panji.

kekasihnya mengangguk cemas.

lanjut ke bab selanjut nya...

ikuti terus kisah menarik nya yang hanya ada di novel **leluhur dari Ayah**.

jangan lupa like nya nya,,

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!