Bertemu salim

tok tok tok...

tok tok tok.. tak jua ada jawaban.

memang sudah larut malam, mungkin penghuni nya sedang beristirahat,

ketika Arman hendak membalikan badan...

ceklek...

" maaf ada apa ya, malam -malam begini bertamu... ?"

seorang wanita muda membukakan pintu hanya selebar badan nya saja, mungkin ia takut yang bertemu orang jahat.

"maaf saya mengganggu, apakah benar ini rumah nya salim..?" tanya Arman dengan sopan.

"iya benar,, anda siapa nya ya?? "

"kenalan saya Arman teman kecilnya Salim, saya ingin bertemu dengan nya,, " ujar Arman.

"baik lah, saya panggil kan dulu.. " wanita itu pun kembali masuk kedalam rumah nya.

Arman bernafas lega, setidak nya malam ini ada untuk beristirahat.

tampak terdengar suara langkah kaki dari dalam rumah,Arman pun menoleh,,

Saliiiiiim....

Armaaaaannn heeii kau rupanya....

mereka pun berangkulan, melepas kangen, karena sudah sekian lama tak jumpa.

"waaah kau ini, semakin dewasa semakin gagah saja,,, tapi sayang kau masih juga sendiri..., "Salim mulai berkelakar

"aaahh.. kau ini,, bisa saja... " ujar arman sembari menepuk pundak salim dengan keras, hingga yang di tepuk nya sampai mengaduh..

di balas dengan tawa salim dan istri nya,

Ayu,,

Ayu senang karena keakraban mereka,

tak terasa ikut tersenyum melihat tingkah kedua nya yang suka berkelakar.

"ya sudah,, ayo kita masuk,, nanti akan saya tunjukan dimana kamar untuk mu.. "ajak Salim.

Arman pun mengangguk.

"oia, bagaimana kabar ayah mu Arman..?? "

Salim bertanya tentang ayah nya arman.

"ayahku sudah meninggal lim,, " sahut Arman dengan suara lirih...

"hhhhh.... " Salim menahan nafar terkejut mendengar jawaban Arman.

inna lillahi wainna ilaihi rojiu'un.

saya turut berduka Man,,,

salim diam sejenak,lalu....

"ilmu ayah mu..?? "

"iya,, di turunkan ke saya, sayalah pemegang ilmu itu sekarang lim, saya sekarang tak tahu harus berbuat apa.. " ujar Arman..

membuat salim merasa iba, sebab salim tahu betul,sepak terjang keluarga Arman,termasuk prewangan ayahnya.

"yang sabar ya man,, semoga nanti ada jalan keluar nya.. " salim memberi kekuatan, walaupun hanya sebatas ucapan,, ia pun bingung harus bagaiman.

"ya sudah, lebih baik kamu istirahat dulu man, ayo ku antar ke kamarmu.. ".

Arman berjalan mengikuti Salim, rumah salim lumayan luas.

"nah ini, kamar untuk mu,, tinggalah sesuka hatimu,, kalau butuh apa-apa saya harap jangan sungkan..,, semoga tidurmu nyenyak."

salim berlalu seraya tersenyum.

ia tahu, Arman cukup lelah dan butuh istirahat.

beruntung lah Arman memiliki sahabat baik seperti salim.

malam pun berlanjut.

baru saja Arman hendak menutup matanya.

tiba tiba saja tubuhnya bergetar, aura nya, merasakan seseorang datang padanya

tidaakkk... jangaannnn...

jangan sekarang bagai mana kalau penghuni ruang ini tahu....

Arman mencoba menahan energi yang keluar dari dalam tubuhnya,

tapi tak ayal, tubuhnya malah menegang kaku,, bulu-buku halus mulai tumbuh ditangan nya,mulutnya mengggerang....

Nenek,,, datang menengok ku

ooh tidak bisa jangan sekarang....

Arman benar-benar tak bisa mengendalikan lagi,, meskipun ia sekuat tenaga menutup mulut nya agar tidak mengaum.. takut membangunkan para pemilik rumah.

akhirnya jatuh terguling ke lantai dan terkapar.

taring nya sudah mencuat keluar,,matanya terus melotot.

Ayu yang samar-samar mendengar suara harimau,, ia ketakutan, dan membangunkan Suami nya,,

mas... masss banguun,,

di goyang pundak suami nya dengan kuat agar suaminya bangun.

hhhhmmm ada yg apa diikk..

salim pun dengan berat membuka matanya dan duduk di samping Ayu,,

mas dengar gx sih,, ada suara harimau..

Ayu takut mass...,bagaimana kalau harimau itu masuk kerumah kita..

Ayu memeluk suami nya,, dengan wajah pucat.

Salim tersadar,,

Arman....

iya yang paham betul akan kondisi Arman.

hanya bisa mengucap istigfar..

Astagfirullah...

sungguh kasihan Arman,,,

pasti ia sangat menderita..

wajahnya nya sedih, membayangakan bagaimana tersiksanya menjadi Arman.

maaasss.... kok malah bengong sih..

suara ayu membuyarkan lamunan nya,,

emmm.. itu mungkin harimau yang lepas,, sepertinya sudah di tangani oleh pawanganya,,sudah lah, kembali tidur,, masih malam,, ayoo..

salim menenangkan sambil mengusap kepala ayu,,, agar tidak takut.

ia tidak mungkin menceritakan kepada ayu sekarang.

Ayu pun mengikuti saran suami nya,, ditariknya selimut dan di peluk nya suami nya,, ia masih sangat takut.

namun Ayu sedikit percaya dengan ucapan suami nya.

Di lain rumah, tetangganya Salim yang rumah nya tidak seberapa jauh.

pak... Buk.. tadi dengar suara harimau ngak..?

tanya di sulung.ia keluar dari kamar nya menghampiri Bapak dan ibunya beserta adik perempuan nya,yang sedang menyantap camilan di meja makan.

tidak....

mereka serempak mengelangkan kepala nya.

"tapi bener pak.. tadi Rudi mendengarnya... "

Rudi ngeyel

"apa mungkin suara harimau jadi -jadian ya pak.. " sahut delia

"husssst.. jangan Ngawur ah, mana ada harimau jadi-jadian di zaman modern seperti sekarang ini.. "ujar Yitno,bapaknya seraya menyuap nasi kemulut nya.

"sudah-sudah,, mari kita makan dulu.. " timpal Tini ibunya.

mereka pun melanjutkan makan bersama nya.meskipun hati Rudi masih ada yang mengganjal.

sementara wujud Arman sudah menjadi Harimau seutuhnya, lalu kepalanya menjadi kepala Arman.

hrrrrrrrr........

Keesokan harinya.

tetangga salim heboh, mereka berbondong sekeluarga mendatangi rumah salim.

"pak salim, apakah kalian mendengar suara harimau semalam..?? tanya pak yitno

"iya saya dan istri saya juga mendengar nya, mungkin saja ada harimau yang lepas.. " jawab salim, berusaha menyakinkan tetangganya.

"saya mengira, kalau suara itu berasal dari rumah mu..." Yitno masih penasaran.

ia curiga salim memelihara Harimau.

"Lho,saya mengira kalau suara nya berasal dari rumah bapak... " ujar Salim, membalikkan ucapan pak Yitno.

Yitno segera membalikan tubuhnya, ia mengajak istri dan anaknya berpamitan.

Salim kembali ke dalam rumah nya.

ia melihat Arman sedang duduk di kursi depan rumah nya.

tampak sedang frustrasi,

wajah nya letih, dan matanya sembab,,seperti tidak tidur semalaman.

Ya Allah.. kalau diri hamba ini mencelakakan orang, menakuti orang,cabutlah nyawa ku ini ya Allah..hamba ikhlas,

aku tidak sanggup rasanya menanggung semua ini...

rintih Arman,, air matanya membanjiri pipinya.

seraya meremas rambut nya.

"Ada apa Arman... " tanya Salim. ia sangat prihatin dengan keadaan Arman.

Arman yang tersadar akan kehadiran Salim segera mengusap air matanya,

"tidak apa-apa salim,, Saya hanya ingin bicara dengan mu saja.. "

ujar Arman memaksa tersenyum kecut.

"mari kita di dalam saja.. " ajak Salim.

"kau harus sabar Arman.. " ujar salin menguatkan.

"kau tau apa yang terjadi dengan ku semalam lim...?

kau pasti mendengar suara auman ku kan..? "

tanya Arman.

"aku mendengar nya,, istri ku dan juga tetangga di sebelah rumahku datang padaku pagi tadi...." ucap salim dengan tenang

hhaaahhh... arman terkejut.

"aku malu lim,aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, ketika leluhur ayahku datang mengunjungi ku..

aku takut ini akan meresahkan para warga.. "

ujar Arman tampak lesu.

"aku mengerti, ini semua bukan kehendak mu.. " timpal Salim

"tolonglah aku salim,, bagaiman caranya agar bisa terbebas dari ilmu leluhur ayahku ini.."

desak Arman.

"tekad mu harus bulat Arman.,

nanti kita bicarakan lagi, sekarang mari kita sarapan dulu, supaya fisikmu kuat.. " salim merangkul Arman dan membawa nya ke meja makan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!