Ini tidak bisa di biarkan ki.. kita harus secepat nya, membunuh Arman,.." ki barjo terus mendesak ki Anom, agar ia lekas membantu nya menyelesaikan misi nya, dan tidak di brondong pertanyaan oleh Bayu.
"kau tenang saja ki barjo,
aing masih ayak lobak jin suruhan aing he he he.. ,
tinga'li engke' pueting nyak".
(kau tenang saja ki barjo,
saya masih punya banyak jin suruhan saya,, he he he
liat nanti malam ya..)
ki Anom, tertawa seringai,, ia memiliki rencana untuk membunuh Arman, dengan bantuan jin peliharaan nya, yang bernama ki tirtyo, ia jin yang menyerupai manusia,biasa bergentayangan di dua alam, jika di alam nya ia menyerupai makhluk bertubuh besar, bertanduk tiga, bermata merah serta kuku kaki dan tangan bertaring panjang hitam.
namun jika di alam manusia, ia berperawakan lelaki gagah, memakai belangkon berkumis tipis,
ia sangat ahli memanipulasi dalam menyerang korban nya.
"kau jangan lupa ki Barjo,bayaran untuku 3 kali lipat.. " pinta ki Anom,
"kau tenang saja ki, di lelaki itu pasti mau mengeluarkan uang besar, apa lagi kalau rencana kita berhasil, karena ia sudah terlalu sesumbar kepada kawannya, menantang nya kalau ia bisa meniduri Arin, walau hanya satu malam,," ujar ki Barjo.
*
*
*
jalung sedang berbincang dengan para leluhur dan ayah ibu nya.
ia ia mengetahui apa yang akan di rencanakan oleh para dukun itu, ia pun mengumpulkan kan keluarga nya, untuk membahas nya,
"ayah ibu... apakah jalung harus memberi pelajaran kepada manusia-manusia itu,sebab mereka sudah sangat di luar batas.. " tanya jalung.
"jangan dulu anakku.. kita lihat dulu sampai sejauh mana mereka berani bertindak,, bukan kan sudah pernah kau beri pelajaran melalui jin peliharaan mereka...lagi pula kita punya batasan agar tidak terlalu ikut campur dalam dunia mereka, yang maha kuasa bisa murka, karena kita melanggar batasan kita.. " ayah jalung memberi nasihat panjang lebar.
"kau pantau saja, namun ketika cucuku lengah dan dalam bahaya, kau segera lah membantu nya" ujar ibu nya.
"baik ayah..baik ibu.., titah kalian akan jalung laksanakan..
jalung pamit.... " jalung menunduk kan kepala.
"berhati-hatilah anakku, ayah dan ibu selalu memantau dari sini.. " ucap ayah nya.
jalung pun melesat di kegelapan malam, ia harus sampai di kamar Arman, sebelum terlambat,karena malam ini,ki Anom mengirim ki tirtyo, untuk menculik Arin.
sementara ki tirtyo telah mengubah dirinya menjadi ular besar yang siap menelan Arman, suara nya mendesis, namun Arman dan Arin tidak menyadari, mereka tengah tertidur lelap.ketika ular itu sedetik lagi memangsa Arman, jalung merubah dirinya menjadi harimau besar,lalu mengigit badan ular besar itu, dan melemparkan nya keluar jendela, membuat Arman dan Arin terbangun,
seperti suara ayah, sedang berkelahi,,.. gumam Arman.
iya Bang.... ada apa ya...? Arin balik bertanya.
"ayo kita lihat bang,... " ajak arin.
" tidak sayang, itu malah berbahaya, sebaik nya kita tetap di kamar ini saja, kita lihat lewat jendela.. " lalu arman pun menyibak kan tirai nya,
tampak lah ayah nya sedang berkelahi dengan sosok ular jelmaan ki tirtyo,
kedua nya tampak unggul.
melihat ayah nya terdesak,
Arman pun berbisik pada istri nya.
"kau jangan ke mana-mana,tetap lah disini, abang mau membantu Ayah,.. " ucap Arman.
"baik bang,,, berhati-hatilah ! " ujar Arin.
Arman menganguk, lalu melesat keluar, dan langsung menghantam tubuh ki tirtyo.
buks.... buks..... craaass...
tendangan dan cakaran menghantam tubuh ki tirtyo,
namun tubuh ki tirtyo malah menghilang bak di telan bumi.
arman dan jalung menelisik setiap celah sudut pepohonan,
namun tak tampak jua batang hidung ki tirtyo.
sementara di dalam kamar Arin, arin tidak menyadari ada sosok hitam menyelinap di dalam kamar nya, arin masih sibuk memperhatikan suami dan mertua nya, hingga kehadiran ki tirtyo di belakang punggung nya, hampir membuat nya pingsan.
aaaaaakkk....tolooooong...
suara arin mengejutkan Arman.
namun ki tirtyo menotok jalan darah di leher Arin, sehingga Arin tak bisa bergerak, lalu ki tirtyo membawa arin melesat melalui atap rumah nya, tanpa sepengetahuan Arman,
arman yang masih di luar ruangan menyadari kebodohan nya, telah meninggalkan Arin sendirian,
ia berlari ke dalam kamar,, daaan...
kamar nya sudah kosong ia memeriksa setiap ruangan mencari Arin...
ariiiinn.... Ariiiiin....
jalung yang mengikuti Arman, ia mendengus mencium bau ular,
"seperti nya, istrimu telah di bawa ular bau itu arman, cepat kejarlah sebelum jauh, firasat ayah, mereka belum jauh, gunakan mata batinmu..! "ujar Jalung.
arman pun berkonsentrasi memusatkan giliran nya guna menjangkau keberadaan ki tirtyo,benar saja memang belum jauh, untung nya, arman cepat menyadari keselamatan Arin di dalam kamar tadi. jika tidak mungkin Arin sudah di bawa jauh, dan akan bertambah rumit.
dengan bantuan braja,Arman berhasil menjangkau tubuh ki tirtyo yang di selimuti kekuatan hitam nan kelam, kekuatan itu hanya bisa di jangkau oleh seseorang yang mempunyai kekuatan mumpuni, namun Arman begitu mudah menarik kekuatan itu, hingga ki tirtyo yang menganggap enteng lawan, harus jatuh tersungkur, karena serangan dari Arman.
ia terlalu percaya diri bisa membawa kabur Arin, hingga lupa kalau ki tirtyo bisa menghilang dan menghapus jejak nya dengan mudah kalau ia mau,
akhirnya karena kelalaian nya, ia harus menanggung risiko berhadapan dengan Arman.
dengan serangan jitu, membuat ki tirtyo kewalahan, akhirnya ia harus melepaskan Arin dari bahu nya, lalu menghadapi Arman dengan seribu kemarahan nya.
jalung yang melihat Arin tergeletak ditanah lalu menyelimuti nya dengan kekuatan, agar tak dapat di tembus oleh kekuatan jahat yang ingin membawa nya pergi.
sementara Arman masih berusaha melumpuhkan ki tirtyo.
jalung memagari sekeliling agar ki tirtyo tidak dapat melarikan diri.
sebuah hantaman telak dari Arman, mengenai perut dalam ki tirtyo,hingga terpental dan memuntahkan darah hitam..
aaaa.. ammpuuuun...
ujar ki tirtyo,memohon belas kasihan Arman, melihat dirinya terkepung dan tak mampu melawan, ia hanya bisa pasrah jika harus menerima pukulan dari Arman, di belakang nya ada jalung yang siap menerkam jika ia melarikan diri, jalan satu-satu nya adalah meminta maaf..
"siapa yang sudah mengirim mu kemari.... !"
bentak Arman.
namun ki tirtyo engan menjawab, ia hanya menunduk.
sekali lagi Arman menggertak nya, hingga ciut nyali nya.
"katakan!!!!, siapa majikan mu!!
"aaa... aku diii.. di. suruh ki Anom..
bluusshhhh.... tubuh ki tirtyo menghilang.
jalung sudah membebaskan kan pagar gaib nya, ia tak perlu panjang lebar, hanya tau inti nya saja, siapa dalang di balik semua ini.
*
*
kampreeet..... sialan ...
mereka sudah tau, pasti Arman akan mencari ku.. " dengus ki Anom kesal.
ki Anom dan ki Barjo menyaksikan pertempuran melalui kembang setaman.
"iya,, pasti Arman akan mencari ku juga ki... " ujar ki Barjo.
"sudah berbagai cara ku lakukan untuk menghabisi nyawa bocah tengik itu.. tetapi tetap saja gagal...
hingga beberapa jin kesayangan ku harus lenyap oleh nya... ".
ki Anom mengererutu habis habisan.
"aku akan membunuh Arman dengan cara ku sendiri..... ".
next.......
maafkan daku ya thor.
daku lagi sakit seminggu ini,
jangan lupa like, vote dan bintang nya nya sobat...
hanya sebagian kecil bagi kalian, namun itu adalah penyemangat bagiku untuk membuat karya karya berikut nya.
*** *** *** *** ***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments