Merantau

Yang bener lu dit.. apa gax salah liat.." ujar aryo.

"bener orang gue yang ikut nganter Arman ke mobil pick up milik keponakan nya kyai Imran kok.. " ujar dito.

"rencana arman ke medan,mau ngapain dit.. "

tanya yang lain.

"kalau gx salah sih, katanya mau merantau,mencari pekerjaan.. "jawab dito seraya menyeruput kopi nya.

"kasihan ya si Arman, dulu sewaktu ayah nya masih hidup,mereka cuma berdua, sekarang jadi sebatang kara..

itulah obrolan mereka di warung kopi.

sementar arman sudah sampai di kota Medan.

"Man.. saya cuma bisa mengantar sampai di sini saja, sebab saya harus mengantar pesanan klien saya... saya minta maaf,, "ujar salman yang merupakan sopir mobil pick up,

"tidak apa-apa kang justru saya berterima kasih, sebab akang, saya bisa sampai di sini.."balas Arman dengan membungkuk

"rencananya kamu mau ke mana man,, "tanya nya.

"kebetulan saya punya teman disini, namanya salim, saya akan mencari nya.. " sahut Arman.

"baiklah kalau begitu, sampai jumpa arman, dan berhati-hatilah.."

akhirnya mereka pun berpisah dengan lambaian tangan.

Arman sedang mencari kediaman Salim, yang merupakan teman kecilnya, dulu pernah bercerita, sewaktu salim sedang berkunjung ke pulau jawa, di rumah Arman.

Salim mendirikan sebuah warung kecil, di pinggir jalan, ia berjualan aneka minuman dan jajanan.

akhirnya setelah di suatu tempat yang ciri-cirinya yang di ceritakan Salim,Arman pun langsung menghampiri warung tersebut.

"maaf pak, boleh saya numpang tanya.. "

"iya, ada apa ya mas.. "jawab si bapak

"bukan nya ini dulu warung milik Salim ya pak..? " tanya bara.

"iya benar,dulu si Salim memang berjualan di sini, tetapi sekarang warung ini sudah di jual ke saya,, soalnya Katanya mau kejakarta.."ujar si bapak penjual minuman itu.

"huuh sayang sekali... "ujar Arman seraya mengela nafas dalam-dalam.

"maaf, kalau boleh tau,, mas ini dari mana ya..?" tanya nya.

"saya dari pulau jawa pak, sengaja merantau ke sini.. " jawab Arman.

"ya sudah, mampir dulu sini,, kita ngopi dulu..." tawar nya dengan ramah.

lama Arman termangu,ke mana ia harus mencari tempat tinggal sementara.

ketika Arman sedang asyik menyeruput kopi nya,, tiba-tiba terdengar suara samar-samar teriakan minta tolong dan anehnya hanya dia yang mendengar nya.

sementara di tempat lain, seorang wanita sedang berjalan dengan santai, mungkin ia baru pulang bekerja,

karena asyik nya berjalan, hingga tanpa di sadari ya ada dua pasang mata yang memperhatikan nya, dari balik pohon.

kedua pasang mata itu terus menguntitnya, hingga...

aaaaaa..... aaaaaaaaakkk..

gadis itu kaget bukan main, langkah nya di hadang oleh brandalan itu.

halo.. cantikkkk,,

temenin abang yuuuk..

ditariknya tangan nya dengan paksa, dan di bawa ke tengah perkebunan itu.

lepaskan saya..,,. tidaaaakk....

toloooooong,, toloooong sayaaa...

gadis Itu meronta-ronta.

percuma kamu teriak minta tolong, karena di sini tidak ada orang hahaaaa haaaa..

brandalan itu,tertawa cekikikan.

bluuusshhh.....

belum sempat mereka dengan aksinya,

sesosok pria melesat, menghantam,kepala kedua brandalan itu,,

aaaaakkkkkhhh.... sialaaaaan..

siapa ituuuu....!!!!

mereka celingak-celinguk mencari keberadaan pria itu,

aaaarrrrrggggghh.. aaaaauuuummm.

bayangan Arman, mengaum,memperlihatkan sosok nya, berwajah sangar, taring mencuat,matanya memancarkan sinar kuning.

"kurang ajaaaaar... rupanya ada yang ingin bermain-main dengan kita kawan.. ayo sikat abiiisss... " brandalan itu mulai mengepung arman dengan kuda-kuda siap menyerang,

perkelahian pun tak terelakkan,dua lawan satu.

namun arman yang sedang di kendalikan oleh sosok harimau,antara setengah sadar, ia sangat lihai dalam bertempur,setiap gerakan nya, mengandung tenaga dalam tingkat tinggi.

sehingga membuat lawanya babak belur, terpelanting hingga beberapa tombak.

kabuuuuuurrr...

begitulah jeritan si berantakan kepada kawan nya. melihat lawannya bukan orang sembarangan.

huuuuhhhhff.. si gadis bernafas lega, ia keluar dari persembunyian nya di balik pohon.

"kamu gx apa-apa kan? " tanya Arman.

"nggak.. aku nggak apa apa,, Iya terimakasih ya, karna udah nolongin aku,,Iya namanya siapa bang..?

"nama saya Arman.. " jawab nya sambil berjabatan tangan.

terasa ada aliran hangat yang menjalar di antara kedua nya seraya tersipu malu.

"nama saya Andini.. " balasnya dengan senyum tertunduk malu.

"emmmm.. abang tinggal di mana, kalau Andini boleh tau... ?".

"saya baru di sini, dan sedang mencari tempat tinggal.. " jawab Arman simple.

"kalau begitu abang,untuk sementara ikut saya aja gimana...?

nanti kalau udah dapat tempat tinggal abang boleh kok pindah,

mati biar Andini yang bilang sama papa, papa orang nya baik kok.... "ujar andini, ia antusias kepada Arman.

"tapi.... apa tidak merepotkan kan kalian nantinya...?"Arman ragu sejenak.

"tentu saja tidak, lagi pula anggap saja ini ucapan terimakasih ku atas pertomongan abang tadi..."ucap Andini.

"hhhmmmm.. baiklah.. "Arman pun mengiyakan permintaan Andini.

singkat cerita sampailah di sebuah rumah besar tempat kediaman Andini dan keluarga nya.

pa... maa..

kenalin ini teman Andini, namanya Arman.

Bang Arman ini katanya sedang tempat tinggal,nah untuk sementara ini boleh kan paa.. untuk tinggal disini...

pinta Andini.

"kalau boleh tau,nak Arman ini, sudah berapa lama di sini,?? tanya Burhan, papanya Andini.

"saya, baru om, tiba di kota medan in, ini baru pertama kalinya.. "jawab Arman seraya membungkuk sopan.

"naah paa, bang Arman ini, yang udah nolongin andini dari berandal yang ganguin Andini tadi,untung aja ada bang Arman,, kalau nggaaak... hak tau deh nasib Andini bagaiman pa.. " Andini menceritakan kejadian yang menimpanya.

"oooohh yaa.. lantas bagaimana mana keadaan Kalian berdua.. ?"tanya Burhan khawatir.

"untung nya, bang Arman jago silat pa, jadi mereka terbirit-birit... "Andini sesekali menatap Arman yang hanya diam dan senyum mendengar kan Andini bercerita.

Burhan tampak sedang menganguk-angguk kagum, sementara mamanya Andini, Sinta hanya tersenyum memeluk putrinya,,karena putrinya baik-baik saja.

"oia pa, katanya papa sedang mencari tenaga,buat penjaga gudang,bagai mana kalau papa tawarkan pada bang Arman,mungkin saja bang Arman mau.. "pinta Andini.

"bagaimana Arman, apakah kamu mendengarkan kan permintaan putriku ini.. ?" tanya Burhan dengan serius.

"saya, akan mencoba nya om.. ."jawab Arman.

"Andini, kamu antarkan nak Arman ke paviliun ,untuk beristirahat. "ujar Burhan.

"baik paa,

ayo bang..." ajak Andini.

"saya izin pamit om, tante.. "ujar Arman seraya menunduk.

di balas oleh anggukan kedua nya.

setelah punggung mereka berdua hilang dari ia pandangan.

Shinto berbisik kepada suaminya,,

"sepertinya dia anak baik-baik, tingkah lakunya sopan lagi.. "

"mudah-mudahan ia seperti itu.. "tampaknya dengan anggukan.

mereka berdua lantas meninggalkan ruangan,lalu berjalan melangkah ke paviliun,

Arman melihat sekeliling,begitu luas,bersih,adem.

aaahhhh... nyaman sekali,, desis nya dalam hati.

Andini membukakan pintu,, tampak lah rumah Induh yang besar,bersih,rapi.

"naaah,, bang, ini tempat tinggal nya, memang sudah sering di bersih kan, oleh saya dan mama, jadi abang tingal menempati nya, tidak perlu repot untuk beberes... "Andini melihat sekeliling ruangan takutnya ada yang masih berantakan.

Arman masih canggung dan masih melihat sekeliling takjub,, jadi ia hanya membalas pertanyaan Andini, dengan sekadar saja.

membuat Andini merasa Gemas dan ingin

mencubitnya.. tetapi tak mungkin ia lakukan.

Terpopuler

Comments

RisingPhoenix

RisingPhoenix

Karya yang menarik, klw ada kesempatan silahkan mampir di karya saya, Pendekar Sakti Thung Seng. 🙏🏼😃

2024-05-30

1

Cheng Lin2194

Cheng Lin2194

Karya yang bagus kayak gini pasti harus diikuti sampai akhir 💪

2023-10-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!