Sesuai permintaan kaisar, Elios pergi ke ruang kerja sang paman. Di sana Kedrick menunggu, ia senang saat melihat keponakannya datang menghampiri.
“Yang Mulia Anda memanggil saya?”
“Oh, ayolah. Jangan menggunakan bahasa formal Elio, hanya kita berdua di ruangan ini.”
Elios menghela nafas, “Ada apa paman memanggilku?”
“Ya, kau seperti tidak rela berada di sini. Tampaknya kau tidak bisa jauh dari putri Targayen, kau mencintainya?”
“Haruskah aku menjawabnya? Paman, jika kau hanya ingin membicarakan ini aku pergi.”
Kedrick tertawa, “Kenapa kau kesal? Paman kan hanya bertanya. Baiklah, aku memanggilmu kemari untuk membicarakan masalah itu dan juga Lucian akan pulang hari ini,”
“Dia mengirim surat untuk bertemu secara pribadi, makanya paman kemari. Entah apa yang ingin dibicarakannya.”
“Paman tak perlu khawatir tentang masalah itu, aku dan dia sedang mengurusnya.”
Saat keduanya tengah berbicara tentang masalah kerajaan, seorang pelayan memberi tahu bahwa Lucian telah tiba dan kini berada di depan ruangan.
“Kenapa wajahmu tegang? Suruh pangeran mahkota masuk.”
“B-baik Yang Mulia.”
Pelayan tersebut segera membukakan pintu, dan tampaklah sosok yang rupanya hampir mirip Elios, hanya rambut berwarna emas dan mata biru itu yang membedakan keduanya.
Di tangannya Lucian menggendong seorang anak laki-laki, kaisar merasa aneh kenapa putranya membawa seorang anak di pertemuan pribadi mereka.
“Lucian, siapa anak itu?” tanya Kedrick.
Dengan suara berat Lucian menjawab, “Ayah, dia putraku.”
Jawaban Lucian berhasil membuat kedua orang di hadapannya terkejut. Mata Kedrick membulat, tangannya langsung memegang jantungnya yang tiba-tiba sakit, dan sekian detik kemudian kaisar roboh ke tanah.
...****************...
Di sisi lain, Lise yang menunggu Elios terlihat menantinya di ujung ruangan sambil memakan dessert.
“Kakak kau tidak berubah, ya.”
Suara yang tak asing itu membuat Lise mendongak. Tampaklah sosok wanita dengan kecantikannya yang memikat.
Esmeralda tersenyum, “Kakak sudah lama tidak bertemu. Sepertinya kakak sangat bahagia dengan pernikahan, sampai-sampai melupakan keluarga Targayen.”
“Aku pikir kakak akan berubah setelah menikah, ternyata masih dengan kebiasaan buruk itu,”
“Kakak harus berubah, agar kakak ipar tidak berpaling pada wanita lain,” ucap Esme sembari menutup mulutnya dengan kipas.
Carlisle balas tersenyum. “Esme aku senang bisa bertemu denganmu di sini, kuharap kabar ayah dan ibu juga baik-baik saja. Tapi maaf, Elios tetap menerima apa pun itu tentang diriku.”
“Kakak tidak perlu menjaga penampilan atau memutar balik fakta untuk memikatnya.”
Sindiran halus Lise berhasil membuat Esmeralda kesal. Sang adik pun tertawa kecil. “Syukurlah jika kakak ipar tidak begitu.”
Para bangsawan yang melihat Lise dan Esmeralda bersama mulai bergosip tentang keduanya.
“Setelah melihat Duke, saya menyadari jika Nona Esme lebih cocok dengannya.”
“Banar, pasti akan sangat sempurna jika Nona Esme lah yang ada di samping Duke.”
“Terlepas dari putri pertama Duke Targayen mulai berubah, dia tetaplah wanita jahat. Jangan lupakan bagaimana ia bisa menikah dengan Duke Alastair.”
“Ya, saya rasa pencaplokan tanah hanya kedok agar ia bisa menikah dengan Duke.”
“Apa yang dipikirkan Duke Alastair sampai ingin menerima wanita jahat itu sebagai istrinya.”
“Lihatlah saat Nona Esme dan Duchess Alastair bersama, mereka bagai langit dan bumi.”
“Kecantikan Nona Esme benar-benar tidak dapat ditandingi oleh siapa pun.”
Tentu Lise dapat mendengar bisikan para bangsawan yang bergosip ria tentangnya. Namun Lise sama sekali tidak peduli, ia sudah terbiasa akan cemoohan orang-orang terhadapnya.
Selagi mereka tidak merendahkan tuan Duke, terserah mereka ingin berbicara seperti apa. Batin Carlisle
Selain Esme tak satu pun bangsawan ingin mendekat ke Carlisle, julukan buruk yang ia miliki dan tatapannya yang selalu tajam membuat para bangsawan enggan berbicara dengannya.
Di saat bersamaan Elios kembali ke pasta, ia segera menghampiri Carlisle.
“Maaf, telah membuatmu menunggu lama.”
“Tidak masalah, Anda tidak perlu meminta maaf. Lagi pula ada saudari saya yang menemani di sini,”
Elios memutar pandangannya ke arah Esmeralda.
“Dia saudarimu?” tanya Elios pada sang istri tuk memastikan.
“Ya, tuan saya adik nyonya Duchess. Perkenalkan nama saya Esmeralda Targayen. Mengejutkan bahwa sekarang kita menjadi keluarga.”
Duke mengangguk, “Saya yakin Anda telah mengetahui nama saya. Mengingat pernikahan ini terjadi karna seseorang.”
Esmeralda tertawa kecil. “Maaf atas kesalahan kakak yang membuat Anda harus menikah dengannya.”
Duke tersenyum sinis. “Ya, terima kasih atas waktu Anda, Lady. Sayangnya saya dan saudari Anda harus undur diri sekarang,” balas Elios sambil menarik tangan Carlisle.
“Baiklah. Kakak sampai jumpa di lain waktu, tolong sempatkan waktumu mengunjungi ayah dan ibu nanti.”
Elios membawa Carlisle keluar dari pasta menuju istana kaisar, ia berniat untuk berpamitan pada sepupu dan pamannya itu sebelum pulang. .
“Tuan ini bukan jalan pulang, ke mana kita pergi?”
“Istana kaisar,” jawab Elios singkat.
“Tuan, maaf jika pertanyaan saya lancang. Apa yang membuat kaisar memanggil Anda di tengah pesta yang masih berjalan? Lalu kenapa kaisar juga belum kembali ke pesta?”
“Ada pekerjaan, dan kaisar pingsan saat mengetahui putra mahkota mempunyai seorang anak.”
“Apa! Kapan putra mahkota menikah? Kenapa Yang Mulia Putra mahkota menyembunyikan pernikahannya?”
“Aku tidak tahu, dia belum bercerita karna kaisar tiba-tiba pingsan.”
Tak lama keduanya sampai di depan kamar Kaisar. Elios yang masih menggenggam tangan Lise itu pun membawa istrinya masuk.
Tampak Kaisar yang telah sadarkan diri terbaring lemas di atas ranjang. Tatapannya sendu saat melihat Lise dan Elios datang. Kaisar tak sendirian di kamar tersebut, ada Lucian dan putranya yang menemani.
Lise segera menunduk memberi salam, “Salam untuk Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia pangeran mahkota.”
Lucian mengangguk. Sama seperti Elios tidak ada tatapan merendahkan saat ia menatap Lise.
“Aku ucapkan selama untuk pernikahan kalian.”
Elios dan Lise mengangguk, barulah kemudian Elios membicarakan maksud dan tujuan ke kamar kaisar. Di saat sang suami berbicara, perhatian Lise malah teralihkah ke anak di pangkuan putra mahkota.
Apa itu putra Yang Mulia? Sepertinya dia baru berusaha 5 tahun. Dia setampan ayahnya, tidak dia lucu dan tampan. Batin Lise.
Aku penasaran kenapa putranya mahkota malah menyembunyikan istri dan anak selucu itu,
Lamunan Lise buyar kala Lucian berbicara.
“Aku tahu kalian pengantin baru, tapi melihat keadaan Kaisar tinggallah di istana untuk sementara waktu.”
“Apalagi besok tamu dari kerajaan lain akan datang, termasuk mantan kekasihmu Elios.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Ayu Septiani
waaah akan ada mantan kekasih Elios
2024-11-12
0
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Hhmm
2024-12-13
0
Bzaa
wahh mantan yg meresahkan
2024-11-19
0