Bab 11 - Gerbang dan Panti

Malam dengan cepat kembali datang, Carlisle yang telah selesai dengan pekerjaannya kembali ke kamar lebih awal. Wanita itu langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

Pikirannya dipenuhi dengan ajakan Elios, ia takut jika sang suami direndahkan atau ditertawakan karna memiliki istri sepertinya.

Bagaimana jika mereka menertawakan dirinya karna aku? Apa Duke tidak malu membawaku?

Apa aku batalkan saja niatanku ikut dengannya. Batin Carlisle.

Alasan Carlisle sampai kini belum mengelilingi Oraballe pun sebenarnya bukan hanya karena dirinya sibuk, melainkan juga untuk menghindari tatapan sinis dan buruk orang-orang terhadap dirinya.

Jika nanti aku berjalan di samping tuan Elios, kira-kira apa yang akan mereka pikirkan? Baiklah aku akan berjalan jauh di belakangnya, sehingga tidak ada yang mencemooh tuan Elios.

Di tengah kegelisahan Carlisle, Alie datang menyusul. Pelayan itu terlihat membawa nampan berisi camilan dan kue untuk tuannya.

“Permisi Nona, saya datang membawa camilan untuk Anda,” ucap sang pelayan sembari meletakkan nampan tersebut di atas meja.

Carlisle kembali bangkit, dari atas ranjang dapat ia lihat betapa menggiurkannya dessert dan cookies yang Alie bawa untuknya.

“Alie bawa kembali makanan itu. Aku sedang tidak berselera memakannya,” perintah Carlisle.

Mendengar itu Alie tertegun, tak menyangka tuannya akan menolak. Karna selama ia bekerja dengan Carlisle tak pernah sekali pun wanita itu menolak makanan yang Alie bawa. Tapi kini untuk pertama kalinya Lise menolak.

“Nyonya sungguh? T-tapi tadi Anda juga melewatkan makan malam.”

“Aku benar-benar tidak berselera Alie. Entah kenapa rasanya nafsu makanku benar-benar hilang.”

“Anda tidak papa, Nyonya? Apa Anda sakit.”

Lise menggeleng, “Tidak aku baik-baik saja, kau tak perlu khawatir.”

“Sungguh?”

“Ya, aku bersungguh-sungguh,” balas Carlisle lagi.

“Baiklah Nyonya, kalau begitu saya permisi. Tapi jika Anda butuh sesuatu tolong panggil saya,” balas Alie sembari mengambil kembali nampan tersebut.

“Selamat malam untuk Anda, Nyonya.”

Carlisle mengangguk, “Selamat malam untukmu juga Alie.”

Ya, setelah Elios mengajaknya pergi, nafsu makan Carlisle pun ikut menghilang, ia bahkan tak fokus dengan pekerjaannya karna masalah tersebut.

Entah apa yang terjadi, tapi saya harap apa yang menjadi tujuan Anda tercapai Nyonya Carlisle. Batin Alie di perjalanan menuju dapur.

...****************...

Pagi harinya. Setelah sarapan Duke terlihat berada di luar Mansion dengan kereta kuda di sampingnya, ia menunggu kedatangan Carlisle yang masih bersiap-siap.

Sambil menunggu Elios pun berbicara dengan Berkant, komandan kesatria yang akan ikut bersama mereka. Tak berselang lama yang ditunggu akhirnya datang,

Duke pun menghentikan percakapannya dengan Berkant, dan mengarahkan pandangannya ke Carlisle

“Kau sudah siap?” tanya Elios kala melihat Carlisle telah keluar dari Mansion.

Carlisle tersenyum tipis sambil mengangguk. “Ya, saya sudah siap.” Walau dalam dada jantungnya berdetak kencang.

Elios lalu masuk terlebih dahulu ke kereta kuda, ia kemudian menyodorkan telapak tangannya ke Carlisle. Bukannya menerima bantuan, Lise malah menatap Elios dengan tatapan ragu.

“Jangan khawatir kau tidak akan jatuh,” ucap Duke seolah tahu maksud tatapan Carlisle.

Lise akhirnya menerima bantuan Elios. Tidak seperti keraguan Lise, Elios memiliki tenaga yang benar-benar kuat untuk menarik dirinya.

“Terima kasih atas bantuan Anda,” ucap Carlisle yang telah duduk di bangku kereta.

Setelah masuk ke kereta dan Berkant menaiki kudanya, mereka segera pergi meninggalkan Mansion. Selama perjalanan tersebut tak ada yang bicara baik antara Duke ataupun Duchess, keduanya sama-sama diam sambil melirik ke jendela masing-masing.

Tak butuh waktu lama untuk ketiganya sampai di gerbang masuk Oraballe, seperti sebelumnya Elios juga membantu Carlisle untuk turun.

Para kesatria yang berjaga di depan gerbang Oraballe itu pun menunduk memberi hormat saat melihat Duke dan Duchess datang.

Elios dan Berkant lalu mulai berbicara dengan para kesatria tersebut. Carlisle tak mengerti apa yang mereka bicarakan, ia hanya menunggu di dekat kereta kuda sambil matanya menatap ke sekeliling.

Tempat itu bersih dan tertata rapi, tak terlihat tembok pagar yang mengeropos, atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar. Di kiri dan kanan jalan ditumbuhi pepohonan yang terlihat selalu di rawat.

Tempat ini benar-benar sempurna, tuan Elios benar-benar mengelola wilayahnya dengan baik, pantas saja dia sangat betah di sini.

Selain Oraballe tuan Duke memiliki dua wilayah lain, apa yang lainnya juga sama seperti ini? Jika iya dia sangat hebat. Batin Carlisle.

Karna terlalu sibuk memperhatikan sekitar, Carlisle tak menyadari jika Elios kini telah berada di sampingnya. Saat tatapan Carlisle berpindah dan bertemu dengan mata Elios sontak saja membuatnya terkejut.

“M-maaf saya tak menyadari kehadiran Anda di dekat saya.”

“Tidak masalah,” balas Elios singkat dengan ekspresi datar yang tak berubah.

“Ke mana perginya para kesatria? Apa pekerjaan Anda sudah selesai?”

Elios hanya membalas dengan anggukan dan kemudian masuk ke kereta, seperti sebelumnya ia juga menyodorkan tangannya untuk Carlisle.

“Naiklah, kita harus mengunjungi beberapa panti.”

Tak ingin banyak berkomentar Carlisle menurut saja apa yang diinginkan sang suami.

...****************...

Sesampainya di panti asuhan, Lise langsung disambut dengan pemandangan anak-anak yang bermain di depan halaman.

Sama seperti gerbang Oraballe panti dan daerah sekitar cukup bersih, yang lagi-lagi berhasil membuat Lise terkesima.

Bagaimana tidak, beberapa daerah yang pernah Carlisle kunjungi tak satu pun yang sebersih dan serapi wilayah Oraballe.

“Tuan apa semua wilayahmu seperti ini?”

Alis Elios terangkat, bingung dengan maksud pertanyaan Lise.

“Maksud saya apa semua wilayah Anda sebagus Oraballe?”

Tak sempat menjawab, di saat bersamaan tiba-tiba tiga wanita berlari keluar dari panti dan berhenti tepat di hadapan Elios dan Carlisle, ketiganya langsung menduduk memberi hormat.

“Selamat datang tuan dan nyonya Duchess, maaf atas keteledoran kami. Kami benar-benar tidak tahu jika tuan dan nyonya akan datang berkunjung hari ini.”

“Tidak perlu meminta maaf, salahku yang datang kemari tanpa memberi tahu.”

“Tidak masalah, Tuan. Malah kami sangat senang Anda datang kemari dengan membawa Duchess baru Alastair.”

“Nyonya Duchess perkenalkan saya Elena, pengasuh di panti ini,” ucap wanita tua yang berada di tengah.

Wanita setengah baya di kiri Elena juga memperkenalkan dirinya sebagai Diana dan wanita muda di kanan bernama Alica. Carlisle mengangguk sambil tersenyum.

Ketiga wanita itu lalu membawa Elios dan Lise ke dalam panti. Di sana keduanya dijamu dengan teh dan pai apel. Tanpa berbasa-basi Duke langsung mengatakan maksud dan tujuannya.

Tentu saja Elena tahu sejak awal, setiap Duke datang kemari pasti untuk memastikan bantuan benar-benar datang ke panti dan digunakan dengan baik.

“Bagaimana, apa ada yang kurang?” tanya Elios pada Elena

“Ya, kami menerima semuanya seperti biasa. Apa Anda ingin melihat barang dan catatannya?”

Elios mengangguk.

“Kalau begitu tolong ikuti saya, Tuan,” ucap wanita tua yang kemudian pergi bersama Elios menuju gudang.

Sedangkan Carlisle ia masih di ruang tamu bersama dua wanita lain. Suasana menjadi hening saat itu, yang Lise lihat ekspresi mereka tampak takut padanya.

Aku pikir mereka akan memandang rendah diriku seperti orang-orang di ibu kota, tapi nyatanya mereka sangat ramah. Batin Lise.

Walaupun mereka terlihat takut padaku, ya pada akhirnya sama saja, tapi ini lebih baik dari pada harus melihat padangan jijik dan cemoohan orang-orang.

“Apa kalian sudah lama bekerja di sini?” tanya sang Duchess yang mencoba memecah keheningan.

“Ya, kami sudah bekerja di sini sejak Duke dan Duchess terdahulu,” balas Diana.

“Berarti kalian sudah mengasuh banyak anak sampai saat ini,”

“Ya, Anda benar, bahkan beberapa anak yang dulu kami asuh juga ada yang bekerja di sini.”

“Sungguh?”

Diana mengangguk, “Mereka bilang adalah hal yang menyenangkan bisa mengabdi di tempat mereka tumbuh besar.”

“Salah satunya gadis yang duduk di sebelah kita,” ucap Diana sembari menunjuk Alica.

Alica tersenyum malu mendengar dirinya di sebut. Membuat Lise ikut tersenyum karna wajah manis Alica.

Alica sepertinya seusia dengan Esmeralda. Andai saja Esme bisa sebaik Alica mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi. Batin Carlisle.

“Apa yang mengurus panti hanya kalian bertiga?”

“Tidak Nyonya, masih ada 5 orang lagi. Tapi mereka sedang sibuk, jadi tidak bisa menghadap Anda dan Tuan,”

Sang Duchess mengangguk sambil matanya melihat ke sekitar.

“Apa Anda ingin melihat bagian panti Nyonya? Kami bisa menunjukkannya jika Anda ingin.”

Diana dan Alica akhirnya membawa Carlisle mengelilingi panti, mulai dari dapur hingga kamar anak-anak, semuanya bersih dan fasilitas yang digunakan pun Lise tak menemukan kerusakannya

Orang-orang yang bekerja di panti juga terlihat baik dan tulus, dapat Carlisle rasakan rasa aman dan nyamannya panti tersebut.

Mereka semua benar-benar membangun tempat ini sebagai rumah, jauh berbeda dengan panti yang pernah aku temui selama ini.

Setelah berkeliling Diana dan Alica membawa Carlisle melihat anak-anak yang bermain di luar. Anak-anak itu tampak sangat bahagia, Lise bahkan tak melihat mereka mengenakan pakaian compang-camping atau lusuh.

Saat ia sibuk memperhatikan anak-anak tersebut, Carlisle lagi-lagi tak menyadari kedatangan Elios yang kini berada di sampingnya.

“Kau suka tempat ini?” tanya Elios yang tentu saja membuat Carlisle terkejut.

“Oh, astaga! Maaf, saya tak menyadari kehadiran Anda. Ya, saya menyukai tempat ini,”

“Melihat mereka bahagia entah mengapa membuat saya ikut bahagia,” jawab Carlisle yang terus saja memperhatikan anak-anak.

Elios mengikuti arah pandangan Carlisle. “Aku pikir kau tidak menyukai tempat seperti ini.”

Tak ingin mengganggu keduanya Diana mengajak Alica untuk pergi, yang tentunya setelah meminta izin pada Elios dan Carlisle.

Untuk beberapa saat tidak ada yang bicara di antara keduanya, sampai Lise mengalihkan pandangannya ke arah sang suami.

“Tuan maaf jika saya lancang, bisakah saya meminta sesuatu pada Anda?”

Elios mengangguk, “Apa yang kau inginkan?”

Terpopuler

Comments

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

Kota bersih pemandangan, kayana bikin betah 🫠😊

2024-12-13

0

Bzaa

Bzaa

karena tekanan dari keluarga jdi bikin gak pede

2024-11-19

0

Andi Ilma Apriani

Andi Ilma Apriani

crazy up thoorr

2023-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Gantikan Pernikahannya
2 Bab 2 - Kita Ditakdirkan
3 Bab 3 - Menikah
4 Bab 4 - Mansion Oraballe
5 Bab 5 - Aku suamimu
6 Bab 6 - Kedatangan Elios
7 Bab 7 - Salah Paham
8 Bab 8 - Makan Bersama
9 Bab 9 - Batu Jalanan
10 Bab 10 - Mengajak Pergi
11 Bab 11 - Gerbang dan Panti
12 Bab 12 - Paling Sempurna
13 Bab 13 - Penerusnya?
14 Bab 14 - Jalan Bersama
15 Bab 15 - Kita Akan Datang
16 Bab 16 - Anda Hamil?
17 Bab 17 - Menurut Rumornya
18 Bab 18 - Kakak, kau harus datang
19 Bab 19 - Pusat Perhatian
20 Bab 20 - Kedatangan Lucian
21 Bab 21 - Kau ingin membalas dendam?
22 Bab 22 - Mantan Kekasih
23 Bab 23 - Rakyat Biasa
24 Bab 24 - Ratu Lezarde
25 Bab 25 - Elios dan Riona
26 Bab 26 - Jangan Berbuat Nekat
27 Bab 27 - Kian ikut bersama kalian
28 Bab 28 - Harus Berakhir
29 Bab 29 - Rencana Pembunuhan
30 Bab 30 - Rencana Pembunuhan 2
31 Bab 31 - Rencana Pembunuhan 3
32 Bab 32 - Kilas Balik
33 Bab 33 - Kilas Balik 2
34 Bab 34 - Bunuh Diri
35 Bab 35 - Ulang tahun
36 Bab 36 - Alice sang Ratu
37 Bab 37 - Kedatangan Riona
38 Bab 38 - Sebagai Istri Palsu
39 Bab 39- Cincin Duke
40 Bab 40 - Awal Terungkapnya Rahasia
41 Bab 41 - Fakta Yang Terungkap
42 Bab 42 - Fakta Yang Terungkap 2
43 Bab 43 - Fakta Yang Terungkap 3
44 Bab 44 -Fakta Yang Terungkap 4
45 Bab 45 - Fakta Yang Terungkap 5
46 Bab 46 - Menunggu Kedatangan
47 Bab 47 - Hari Yang Sama
48 Bab 48 - Serangan
49 Bab 49 - Seorang Pembunuh
50 Bab 50 - Tak bersalah
51 Bab 51 - Berpisah
52 Bab 52 - Tidak di Valencia
53 Bab 53 - Bagaimana bisa kembali?
54 Bab 54 - Ratu dan Lise
55 Bab 55 - Surat dan Akhir
56 Bab 56 - Kisah Bahagia (Tamat)
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 - Gantikan Pernikahannya
2
Bab 2 - Kita Ditakdirkan
3
Bab 3 - Menikah
4
Bab 4 - Mansion Oraballe
5
Bab 5 - Aku suamimu
6
Bab 6 - Kedatangan Elios
7
Bab 7 - Salah Paham
8
Bab 8 - Makan Bersama
9
Bab 9 - Batu Jalanan
10
Bab 10 - Mengajak Pergi
11
Bab 11 - Gerbang dan Panti
12
Bab 12 - Paling Sempurna
13
Bab 13 - Penerusnya?
14
Bab 14 - Jalan Bersama
15
Bab 15 - Kita Akan Datang
16
Bab 16 - Anda Hamil?
17
Bab 17 - Menurut Rumornya
18
Bab 18 - Kakak, kau harus datang
19
Bab 19 - Pusat Perhatian
20
Bab 20 - Kedatangan Lucian
21
Bab 21 - Kau ingin membalas dendam?
22
Bab 22 - Mantan Kekasih
23
Bab 23 - Rakyat Biasa
24
Bab 24 - Ratu Lezarde
25
Bab 25 - Elios dan Riona
26
Bab 26 - Jangan Berbuat Nekat
27
Bab 27 - Kian ikut bersama kalian
28
Bab 28 - Harus Berakhir
29
Bab 29 - Rencana Pembunuhan
30
Bab 30 - Rencana Pembunuhan 2
31
Bab 31 - Rencana Pembunuhan 3
32
Bab 32 - Kilas Balik
33
Bab 33 - Kilas Balik 2
34
Bab 34 - Bunuh Diri
35
Bab 35 - Ulang tahun
36
Bab 36 - Alice sang Ratu
37
Bab 37 - Kedatangan Riona
38
Bab 38 - Sebagai Istri Palsu
39
Bab 39- Cincin Duke
40
Bab 40 - Awal Terungkapnya Rahasia
41
Bab 41 - Fakta Yang Terungkap
42
Bab 42 - Fakta Yang Terungkap 2
43
Bab 43 - Fakta Yang Terungkap 3
44
Bab 44 -Fakta Yang Terungkap 4
45
Bab 45 - Fakta Yang Terungkap 5
46
Bab 46 - Menunggu Kedatangan
47
Bab 47 - Hari Yang Sama
48
Bab 48 - Serangan
49
Bab 49 - Seorang Pembunuh
50
Bab 50 - Tak bersalah
51
Bab 51 - Berpisah
52
Bab 52 - Tidak di Valencia
53
Bab 53 - Bagaimana bisa kembali?
54
Bab 54 - Ratu dan Lise
55
Bab 55 - Surat dan Akhir
56
Bab 56 - Kisah Bahagia (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!