Tepat seminggu sudah kepergian Elios ke Torren, dan Carlisle masih tetap sama. Karna nafsu makannya yang berkurang berat badannya pun menurun.
Gaun yang ia pesan secara mendadak sudah selesai beberapa hari yang lalu, tapi Lise beberapa kali harus memperbaiki karna berat badannya itu.
“Nyonya saya mengakui Anda lebih baik mengenakan gaun itu setelah tubuh Anda mengurus,” puji Alie yang matanya tak lepas memandang Lise mencoba gaun merah tersebut.
Lise menatap sang pelayan, “Aku juga merasa begitu Alie, rasanya sedikit lebih ringan untuk bergerak.”
“Benarkan, bagaimana jika kita merayakannya dengan makan banyak camilan. Kebetulan ini sudah waktunya makan siang.”
Ekspresi Duchess berubah sinis, “Alie kau ingin berat badanku kembali?”
Alie tertawa puas berhasil menggoda tuannya. “Baiklah Nyonya saya akan menyiapkan makanan yang lebih sehat untuk Anda.”
“Kalau begitu saya permisi sekarang.”
Belum sempat Carlisle menjawab sang pelayan langsung berlari meninggalkan kamar tuannya.
“Alie tunggu? Kau belum membantuku melepaskan gaun!”
Walau Carlisle berteriak Alie tetap tak mendengar dan terus berlari. Meninggalkan Duchess seorang diri di kamar.
“Dia bahkan belum membantuku melepaskan gaun lagi!” gerutu Duchess.
Lise akhirnya memutuskan keluar mencari pelayan yang bisa membantunya, saat ia berjalan ke lantai bawah Duchess dikejutkan dengan kedatangan Elios.
Melihat Elios yang berjalan masuk ke Mansion entah mengapa membuat Lise merasa tenang, pikirannya yang kalut karna pesta hilang begitu saja.
Padahal ia tak merindukan Elios, tapi melihat suaminya itu datang ia merasa seluruh bebannya hilang dalam sekejap.
Senyum Carlisle merekah, ia segera menghampiri sang suami yang berhenti di ambang pintu.
“Selamat datang kembali, Tuan.”
Elios tak membalas, ia menatap Carlisle dari atas sampai bawah.
“Selama aku pergi apa kau sakit?”
Lise menggeleng, “Tidak Tuan, saya baik-baik saja.”
“Sungguh? Kau banyak berubah dari sebelumnya, apa kau makan dengan baik?”
“Ya, saya makan dengan baik. Hanya saja memang akhir-akhir ini saya terlalu banyak pikiran.”
“Tuan Anda pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh kan, ayo masuk dan beristirahatlah,” ucap Carlisle mengalihkan pembicaraan.
“Oh, iya, ini sudah waktunya makan siang, apa Anda ingin makan terlebih dahulu?”
Tahu sang istri mengalihkan pembicaraan membuat Elios tak ambil pusing dan setuju untuk makan siang bersama.
Ketika keduanya sampai di ruang makan, para pelayan langsung menyiapkan beberapa menu tambahan untuk Elios. Alie yang berada di sana diam-diam memperhatikan ekspresi Carlisle.
Wajahnya tuannya tampak lebih bahagia setelah kedatangan Duke, jauh berbeda dari sebelumnya yang selalu tampak murung.
...****************...
Selesai makan siang bersama, Alie langsung membantu Carlisle melepas gaun. Dari pantulan cermin sang pelayan masih melihat ekspresi bahagia tuannya.
“Sepertinya Anda sangat senang tuan Duke datang. Anda bilang tidak merindukannya, tapi begitu bahagia saat tuan datang.”
Carlisle tertawa kecil, “Alie aku memang merindukannya, tapi saat dia datang aku begitu senang.”
“Aku juga tidak tahu mengapa. Mungkin karna dia salah satu orang yang mau menganggap keberadaanku sama sepertimu.”
“Dia menerimaku, dia tidak menggagapku sampah, dan dia menghargai setiap pendapatku. Tuan Duke jauh berbeda dari orang-orang di ibu kota.”
“Dia sahabat yang berharga bagiku Alie.”
“Apa maksud Anda sahabat, Nyonya? Tuan Duke kan suami Anda.”
“Y-ya maksudku sahabat sekaligus pasangan hidup,” kilah Carlisle.
Carlisle sendiri tidak tahu sampai kapan pernikahan mereka akan bertahan, yang ia tahu dirinya harus menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk tetap memiliki tempat di rumah tersebut.
Aku akan menyerah jika dia menikah lagi, aku akan pergi dan hidup sederhana di suatu tempat jika dia sudah menemukan cintanya, batin Carlisle.
Kusadari terlalu egois memilih untuk tetap bertahan di Mansion ini jika dia mencintai wanita lain.
Tuan Elios mungkin memang mengatakan dia hanya akan menikah satu kali, tapi siapa yang akan tahu kedepannya.
Setidaknya mari kita nikmati waktu yang ada sekarang Carlisle.
...****************...
Keesokan harinya Carlisle dan Elios memulai perjalanan ke Ibu kota Valencia, tak lupa Alie juga ikut bersama tuannya. Tidak ada masalah selama perjalanan mereka ke Ibukota, menurut perkiraan sang suami setidaknya butuh waktu 8 hari untuk sampai di Valencia.
Ya, bisa dibilang lebih singkat dari pada perjalanan Carlisle yang membutuhkan waktu 2 minggu untuk sampai di Oraballe.
“Nyonya sepertinya kita akan cepat sampai kali ini, sangat berbeda dengan kita yang sebelumnya.”
“Itu wajar Alie, kita hanya menggunakan kereta biasa dan membawa banyak barang ke Oraballe, berbeda dengan kali ini yang hanya membawa sedikit barang.”
Selama perjalanan, Lise benar-benar merasa tak tenang, ia selalu gelisah. Takut Elios mengalami apa yang selama ini telah ia dapatkan di pesta.
Di sisi lain, kabar tentang Duke monster dan penjahat yang akan menghadiri pesta sudah tersebar ke seluruh bangsawan ibu kota. Mereka tak sabar melihat seperti apa pasangan itu nanti.
Seorang Marchioness mengadakan pesta teh kala itu, dan mereka yang hadir menjadikan berita tersebut sebagai topik utama pembicaraan. Esmeralda, sang ratu sosial menjadi salah satu nona bangsawan yang hadir di sana, namun tak sedikit pun ia ingin membela sang kakak.
“Nona Esmeralda, katanya saudara Anda akan datang dengan suaminya benarkah itu?” tanya pemilik pesta.
“Saya juga tidak tahu Nyonya Frederica, setelah menikah kakak tidak pernah mengirim surat untuk kami. Jadi saya tidak tahu Kakak akan datang atau tidak.”
“Ya, sepertinya itu fakta. Nona Esmeralda saya jadi tidak sabar melihat pasangan baru itu, mendengar julukan mereka orang-orang bilang mereka cocok bersama,” ucap Frederica sambil menutup mulutnya dengan kipas.
“Benar saya Juga mendengar itu, padahal Duke jarang bahkan hampir tidak pernah hadir ke pesta kerajaan, tapi anehnya di acara ini dia hadir.”
Esmeralda tertawa, “Para Nona dan Nyonya kita lihat saja seperti apa pesta menyenangkan itu nanti. Jika berita itu benar saya pun tidak sabar melihat wajah kakak ipar saya.”
Salah satu Nona bangsawan menyahut, “Nona Esmeralda, saya mendengar rumor bahwa Duke memiliki wajah buruk seburuk julukannya, saya takut Duke akan mengacau pesta karna itu.”
“Itu hanya rumor, kita belum tahu kebenarannya Nona,” balas Esmeralda.
Kakak kau harus datang, aku berharap Duke seperti yang dirumorkan sehingga sinar kepopularitasanku semakin bertambah, batin Esmeralda.
Untunglah kau dengan suka rela ingin menikah dengannya kakak, aku tidak tahu apa yang terjadi jika aku menikah dengannya. Bagaimana mungkin seorang wanita cantik bersanding dengan seorang monster kan
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Ayu Septiani
Esmerelda sepertinya bakal kecewa dan menyesal setelah mengetahui ketampanan duke Ellios
2024-11-12
0
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Orang jaman dulu sama sekarang ga ada bedana ternyata
2024-12-13
0
Bzaa
setelah bertemu moster itu pasti kalau akan menyesal es
2024-11-19
0