“Tapi mulai sekarang jangan terlalu banyak menyiapkan makanan untukku Alie.”
Ekspresi wajah Alie berubah, “Kenapa Nyonya, apa Anda tidak menyukai kuenya?:
Carlisle menggeleng, “Alie, setelah jalan-jalan kemarin aku mendapati banyak hal, yang membuatku sadar betapa tamak dan rakusnya aku.”
Duchess tersenyum tipis, “Aku juga bertemu dengan seorang anak yang mengajarkanku artinya bersyukur, itu pertemuan paling indah dalam hidupku.”
Alie terenyuh mendengar jawaban tuannya. Meski Lise tak menjelaskan secara detail, ia dapat merasakan perasaan tuannya.
“Baik Nyonya, saya mengerti. Saya akan menyiapkan makanan sesuai yang Anda perintahkan saja.”
“Terima kasih kau ingin mengerti tentangku Alie.”
Acara minum teh Carlisle dan sang pelayan berakhir dengan cepat, suasananya memang nyaman tapi ia tidak ingin mengganggu para kesatria berlatih.
Karna selama di taman ia beberapa kali saling bertemu pandang dengan Elios. Tentu saja hal tersebut bisa membuyarkan konsentrasi Duke saat berlatih.
Di perjalanan menuju kamarnya Carlisle masih saja berbincang dengan sang pelayan.
“Nyonya saya dengar dari Silas Anda akan pergi ke pesta kali ini, apa itu benar?”
Lise mengangguk pelan.
Wajah Alie berubah senang, “Sungguh! Kalau begitu ayo kita pesan gaunnya, Nyonya.”
“Tidak bukan hanya itu tapi juga perhiasan, model rambut, sepatu...”
Seolah menyadari sesuatu, Alie terdiam sesaat. “Ah, Nyonya sekarang aku permisi, aku ingin mempelajari model rambut yang cocok untuk Anda ke pesta,”
“Anda harus sempurna di pesta kali ini!” teriak Alie yang langsung berlari meninggalkan tuannya.
“Alieee, tunggu!” Meski Carlisle berteriak memanggilnya Alie tetap tak mengidahkan.
Carlisle mendesah kesal saat sang pelayan hilang dari pandangan. Di saat bersamaan seseorang berbicara padanya, tentu Lise tak asing dengan suara tersebut.
“Silakan jika kau ingin menyiapkan dirimu mulai dari sekarang.”
Carlisle menoleh ke belakang, “Duke, saya tidak tahu Anda di sini, pelatihan Anda sudah selesai?”
Sang suami mengangguk dan menyamakan posisinya dengan sang istri. Keringat terlihat membasahi tubuh dan kemeja putih yang ia kenakan, sehingga otot tubuhnya pun tampak dari kain tipis itu.
“Sejak pagi kulihat kau tampak murung, apa karna butik di sini tidak sebaik ibu kota?” tanya sang suami membuka pembicaraan.
Carlisle menatap sang suami, bibirnya tersenyum. “Saya mengakui kemampuan Anda yang peka terhadap sekitar, tapi dugaan Anda tidak benar.”
“Tidak ada masalah dengan gaun, semuanya baik-baik saja.”
Alis Elios berkerut seolah ragu dengan jawaban sang istri.
“Saya hanya sedikit khawatir apa yang akan terjadi di pesta nanti. Tapi saya mencoba untuk tidak memikirkan lebih jauh. Oh, ya Tuan bagaimana dengan luka Anda? “
“Mulai membaik,”
“Kau menyukai tempat tadi?” tanya Elios lagi.
Duchess mengangguk, “Taman Mansion Anda begitu indah dan menangkan, saat duduk di sana saya seolah di sambut oleh bunga-bunga yang bermekaran itu.”
Duke terdiam sesaat lalu mulai berbicara sambil berjalan menyusuri lorong. “Sebagian bunga di sana ditanam sendiri oleh ibuku, baginya itu menyenangkan dan memberikan rasa tenang saat pikirannya sendang kalut.”
Di akhir perkataannya Elios menatap Carlisle yang juga menatap lekat dirinya, tepat saat itu Duke merasa dadanya begitu sakit. Sesaat ia menghentikan langkahnya dan sang istri pun ikut berhenti.
“Duke apa Anda sakit?” tanya Carlisle kala melihat Elios memegangi dadanya dengan ekspresi menahan sakit.
Wajah Lise berubah panik, “Anda ingin saya memanggil dokter?”
Sang suami menggeleng, “Aku baik-baik saja. Mungkin karna terlalu lelah berlatih.”
“Kalau begitu biarkan saya membawa Anda ke kamar, dan tolong jangan tolak bantuan saya.”
...****************...
Sesampainya di kamar Elios, Carlisle langsung menuntun sang suami untuk duduk di sofa. Tak tinggal diam Duchess langsung memberikan segelas air yang tersedia di kamar tersebut.
“Apa Anda punya riwayat penyakit jantung, Tuan?”
Elios menggeleng, “Tidak sama sekali.”
“Lalu kenapa Anda bisa seperti itu?”
“Aku juga tidak tahu.”
"Sebelumnya tak pernah seperti ini," ucap Elios lagi.
Merasa percuma mengajukan pertanyaan, Lise akhirnya terdiam sambil menatap Elios yang tidak lagi terlihat kesakitan.
“Mungkin Anda benar, terlalu lelah membuat Anda seperti itu.”
“Biar saya membantu Anda menyiapkan pakaian, tapi melihat kondisi Anda, apa akan tetap memutuskan pergi?”
“Aku tidak mungkin membatalkan perjalananku hanya karena masalah kecil. Kau tak perlu membantu, aku bisa menyiapkan semuanya sendiri.”
"Baiklah jika itu mau Anda."
Carlisle menatap sekitar, ini kali pertamanya masuk ke kamar sang suami. Aroma Musk tercium memenuhi kamar, dan saat melihat perapian mata Carlisle terkunci dengan pigura besar yang tergantung di atasnya.
Lukisan seorang wanita muda bergaun putih, rambut coklatnya di sanggul dan matanya berwarna biru, lalu di depannya duduk seorang pria yang rupanya begitu mirip dengan Elios.
“Tuan, apa itu lukisan Duke dan Duchess terdahulu?”
Elios mengangguk, “Itu lukisan kedua orang tuaku.”
Mereka benar-benar tampan dan cantik, begitu serasi menjadi pasangan. Batin Carlisle
Kini Carlisle mengerti dari mana Elios mendapatkan ketampanan dan karismanya. Dia perpaduan sempurna dari orang tuannya.
...****************...
Malam dengan cepat kembali datang, kali ini Carlisle ikut mengantar kepergian Elios bersama Silas. Setelah sang suami selesai meletakan barangnya ke atas kuda, pria itu berjalan mendekati sang istri.
“Aku pergi, jaga dirimu baik-baik.”
Carlisle menganggukkan kepalanya. “Anda juga, kembalilah dengan selamat.”
“Silas jaga Duchess dan segera tulis surat padaku jika ada masalah mendesak.”
“Baik, tuan.”
Elios pun menaiki kudanya, dan kuda itu berangkat menerjang angin malam yang dingin. Saat sang suami tak lagi terlihat, Silas segera mengajak Carlisle untuk masuk.
Ketika keduanya berjalan masuk Carlisle tiba-tiba teringat akan lukisan yang dilihatnya di kamar Duke.
“Silas apa yang menyebabkan Orang tua Duke meninggal? Lalu kenapa lukisan mereka hanya tergantung di kamar tuan Duke saja?”
Mendapati pertanyaan tiba-tiba dari Carlisle membuat Silas menatap tuannya sesaat dan tersenyum kemudian.
“Kedua orang tua Duke meninggal karena kecelakaan, kereta mereka tergelincir dan jatuh dari tebing. Sampai saat ini mayat Tuan dan Nyonya terdahulu tidak pernah ditemukan.”
“Kenangan menyakitkan itu membuat tuan Elios memerintahkan kami menyingkirkan seluruh lukisan dari Mansion dan menyisakan satu di kamarnya.”
Jawaban Silas cukup membuat dada Carlisle merasa sesak, ia dapat membayangkan seperti apa hidup Elios selama ini. Melihat wajah Silas berubah sedih, Lise mengurungkan niatnya untuk kembali mengajukan pertanyaan lain.
Dapat ia simpulkan kepergian Duke dan Duchess terdahulu bukan hanya meninggalkan luka untuk Elios, melainkan untuk pelayan dan orang-orang di wilayahnya.
...****************...
Selama kepergian Elios, Carlisle sering kali kehilangan nafsu makannya. Memikirkan pesta itu membuat dirinya frustrasi. Biasanya ia melimpahkan rasa frustrasinya dengan makan, tapi jangankan untuk makan melihat menunya saja sudah membuat Carlisle tak berselara.
“Nyonya lagi-lagi Anda hanya makan sedikit, ada apa dengan Anda?”
Carlisle yang berdiri di depan cermin kamarnya hanya diam sambil menatap Alie yang sibuk membantunya mengenakan gaun
“Nyonya sejak kepergian tuan Anda jadi begini, apa Anda merindukannya?” tanya Alie yang tangannya masih sibuk mengikat tali gaun.
Lise menggeleng.
“Lihatlah kita baru mengukur gaun ini kemarin lusa, dan sekarang semakin longgar.”
“Nyonya kau benar tidak apa-apa?”
“Oh, apa jangan-jangan ... Anda hamil?”
Seketika ekspresi Carlisle yang murung berubah. “Alie jangan mengatakan hal yang tidak-tidak! Mana mungkin aku hamil,”
“Hah apanya yang tidak-tidak? Memangnya hubungan Anda dan Duke terlarang? Sampai Nyonya mengatakan itu tak mungkin.”
Wajah kesal Carlisle melemah, ia menghela nafas panjang. “Bukan begitu, tapi memiliki anak di saat seperti ini tidak memungkinkan. Duke sibuk dan aku juga sibuk.”
“Aku tidak tahu kenapa pikiranku selalu tertuju pada pesta itu, aku takut akan mempermalukan tuan Elios di sana.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Bzaa
kl udah makin longgar berarti lesli udah langsung antara donk
2024-11-19
0
Ayu Septiani
tenang lah Lise, Ellios sudah siap dengan konsekwensinya
2024-11-12
0
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Moga aja berubah jadi cantik
2024-12-13
0