Bab 8 - Makan Bersama

“Tidak perlu, dengan begini aku bisa mengawasinya.”

Elios kembali melanjutkan langkahnya memasuki ruang kerja, ia berdiri di depan meja Carlisle.

“Silas kau sudah menemui tuan Duke?” tanya Carlisle yang mengira orang yang ada di hadapannya itu sang kepala pelayan.

Karna pertanyaannya tak dibalas, Carlisle pun mendongak, ia diam seribu bahasa saat tahu Elios-lah yang berdiri di depannya. Lama keduanya saling menatap, sampai akhirnya salah satunya mulai angkat bicara.

Lagi-lagi kenapa aku lupa jika bekerja di ruangan yang sama dengannya. Batin Carlisle.

“M-maaf, saya salah mengira Anda,” ucap Carlisle terbata-bata.

“Tidak Masalah, kau terlihat serius dengan pekerjaanmu. Wajar jika kau tak memperhatikan sekitar,” balas Elios sembari berjalan ke mejanya sendiri.

“Mulai sekarang kita akan berbagi ruangan yang sama. Kuharap kau tidak terganggu karna aku dan kau menepati janjimu,” ucap Elios mengingatkan.

“Saya tidak akan lupa pada janji yang saya ucapkan. Anda tenang saja, saya akan selalu memenuhi tugas dan tanggung jawab sebagai Duchess,” jawab Carlisle dengan tenang.

Mendengar jawaban Carlisle, Elios tersenyum simpul. “Baguslah jika kau tahu kewajibanmu, Nyonya Alastair.”

Baru kali itu Carlisle melihat Elios tersenyum. Meski ia tahu senyum tersebut untuk mengancam dirinya, tapi entah mengapa Carlisle merasa kagum akan sosok yang dingin itu.

Andai dia bisa menjadi pria baik dan hangat, pasti tidak ada yang takut padanya. Julukan monster membuatnya benar-benar ditakuti. batin Carlisle.

Carlisle kemudian membalas dengan anggukan pelan. Pembicaraan keduanya pun terhenti, baik Duchess maupun Duke keduanya kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Hanya kesunyian yang menemani keduanya kala itu. Hingga tak terasa waktu mulai menjelang siang, dan sepasang suami istri itu masih saja berkutat dengan pekerjaannya.

Ketika Silas datang menemui mereka, barulah sepasang suami istri itu menghentikan aktivitas mereka.

“Selamat siang tuan Duke dan nyonya Duchess. Maaf jika saya mengganggu pekerjaan tuan dan nyonya, saya kemari ingin memberitahu jika sekarang sudah waktunya makan siang.”

“Baiklah, kau boleh pergi,” balas Elios sembari beranjak dari duduknya.

“Baik Tuan,” jawab Silas

Silas kemudian mengarahkan pandangannya ke Carlisle. “Dan untuk Anda, nyonya? Apa menu makan siang di bawa kemari seperti biasa?”

Carlisle mengiyakan pertanyaan Silas. “Pekerjaanku masih belum selesai, kau bawa ke ruang kerja saja.”

Silas mengangguk. Saat pria itu ingin berbalik keluar, Elios menghentikannya.

“Tetap berada di tempatmu Silas.”

Mendengar kata-kata tuannya sontak membuat Silas berhenti dan kembali berbalik menghadap Elios.

“Kau tidak perlu mengantarkan makanan ke ruang kerja. Duchess akan makan siang bersamaku,” ucap Elios tegas dengan mata yang menatap tajam ke arah Carlisle.

Merasa tak ada yang salah dengan dirinya Carlisle balas menatap Elios penuh tanya.

Silas terdiam, tapi kemudian wajahnya tersenyum dan mengangguk pelan. “Baik, Tuan.”

Ya, berbeda dengan Carlisle yang kebingungan Silas malah merasa senang, baginya apa yang dilakukan Elios menjadi bukti bahwa tuannya itu benar-benar mencintai Carlisle.

Dirinya tak peduli dan seolah menutup mata jika pernikahan mereka terjadi karena perjodohon. Dalam hatinya Silas hanya meyakini satu hal, bahwa Elios dan Carlisle saling mencintai.

Setelah kepergian Silas ruang kerja itu pun kembali sunyi, hanya suara langkah kaki Elios yang terdengar berjalan menuju meja sang istri.

“Selama di sini apa kau selalu melakukan kebiasaan burukmu itu?” tanya Elios memecah kesunyian.

“Maksud Anda? A-apa saya tidak bisa makan di ruang kerja?” Carlisle balik bertanya.

“Aku tidak melarang, tapi semua punya waktu Carlisle.”

Alis mata Carlisle terangkat. “Bukanlah Anda sendiri yang mengatakan jika saya harus bertanggung jawab sebagai Duchess?”

“Aku memang menuntutmu untuk melakukan tugas dengan baik, tapi aku tidak memintamu melupakan waktu,” balas Elios

“Mulai hari dan seterusnya kita akan makan bersama. Tidak ada lagi yang memilih untuk makan di kamar atau di ruang kerja.”

Carlisle tak membalas, ditatapnya mata yang menatap tajam ke arahnya itu, dan setelahnya ia tertawa kecil.

“Tuan apa itu tidak terlalu berlebihan? Anda mungkin bisa kehilangan nafsu makan jika melihat saya makan bersama Anda.”

“Lagi pula selama di Mansion keluarga Targayen pun saya selalu makan terpis—“

“Tidak ada alasan, Nyonya Alastair. Patuhilah apa yang sudah ditetapkan," balas Elios memotong perkataan Carlisle.

“Mungkin bagi orang lain makan terpisah adalah hal biasa, tapi tidak denganku dan peraturan di Mansion ini.”

“Sekarang tinggalkan pekerjaanmu. Aku akan menunggu di ruang makan,” ucap Elios lagi yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Carlisle seorang diri.

Wanita itu menghela nafas, ia merasa sulit mengerti jalan pikiran Elios. Namun apa daya, ia sangat sadar akan posisinya dan tak ada pilihan lain selain mematuhi aturan dari sang suami.

"Sebenarnya apa yang salah dengan makan terpisah?"

"Andai dia tahu jika kehadiran diriku bisa membuatnya kehilangan nafsu makan."

...****************...

Di ruang makan dapat Carlisle lihat Elios yang duduk diam menunggunya. Menyadari hal tersebut tanpa berlama-lama Carlisle segera duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Elios.

“Maaf, karna saya Anda harus menunggu lama.”

Elios tak membalas, ia hanya melirik Carlisle sekilas, lalu mulai memakan hidangan yang disajikan.

Melihat itu Carlisle tak melanjutkan pembicaraan lagi, ia mengikuti apa yang dilakukan Elios dan makan dalam diam. Meski suasanya begitu tak nyaman, Carlisle tetap berusaha tenang.

“Apa kau menyukai Oraballe?” tanya Elios tiba-tiba.

Carlisle mengangguk, “Meski saya belum mengelilingi tempat ini, tapi melihat pemandangan dari Mansion saja sudah sangat menyenangkan,” balas Carlisle sambil menyuap daging ke mulutnya.

“Lalu pekerjaanmu? Apa ada sesuatu yang ingin kau keluhkan padaku?”

Carlisle menggeleng. “Tidak ada, semua baik-baik saja.”

“Justru saya yang harus bertanya pada Anda, apa Anda baik-baik saja makan bersama saya?”

Elios yang tadinya fokus dengan makanannya akhirnya mendongak. “Kau lihat? Tidak ada yang salah denganku.”

“Sejak awal kau tampak tak nyaman, apa kau begitu tak suka makan bersamaku?” tanya Elios lagi.

Terpopuler

Comments

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

Kebiasaan di asingkan sama keluarga sendiri.. Jadi aga aneh

2024-12-12

0

Bzaa

Bzaa

awal yg baik makan bersama, setelah itu bobo bersama😆

2024-11-19

0

Ayu Dani

Ayu Dani

dari awal part sampai ini part sedih gue bacanya rasanya sakit bgt mbayangin jadi mc nya

2024-08-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Gantikan Pernikahannya
2 Bab 2 - Kita Ditakdirkan
3 Bab 3 - Menikah
4 Bab 4 - Mansion Oraballe
5 Bab 5 - Aku suamimu
6 Bab 6 - Kedatangan Elios
7 Bab 7 - Salah Paham
8 Bab 8 - Makan Bersama
9 Bab 9 - Batu Jalanan
10 Bab 10 - Mengajak Pergi
11 Bab 11 - Gerbang dan Panti
12 Bab 12 - Paling Sempurna
13 Bab 13 - Penerusnya?
14 Bab 14 - Jalan Bersama
15 Bab 15 - Kita Akan Datang
16 Bab 16 - Anda Hamil?
17 Bab 17 - Menurut Rumornya
18 Bab 18 - Kakak, kau harus datang
19 Bab 19 - Pusat Perhatian
20 Bab 20 - Kedatangan Lucian
21 Bab 21 - Kau ingin membalas dendam?
22 Bab 22 - Mantan Kekasih
23 Bab 23 - Rakyat Biasa
24 Bab 24 - Ratu Lezarde
25 Bab 25 - Elios dan Riona
26 Bab 26 - Jangan Berbuat Nekat
27 Bab 27 - Kian ikut bersama kalian
28 Bab 28 - Harus Berakhir
29 Bab 29 - Rencana Pembunuhan
30 Bab 30 - Rencana Pembunuhan 2
31 Bab 31 - Rencana Pembunuhan 3
32 Bab 32 - Kilas Balik
33 Bab 33 - Kilas Balik 2
34 Bab 34 - Bunuh Diri
35 Bab 35 - Ulang tahun
36 Bab 36 - Alice sang Ratu
37 Bab 37 - Kedatangan Riona
38 Bab 38 - Sebagai Istri Palsu
39 Bab 39- Cincin Duke
40 Bab 40 - Awal Terungkapnya Rahasia
41 Bab 41 - Fakta Yang Terungkap
42 Bab 42 - Fakta Yang Terungkap 2
43 Bab 43 - Fakta Yang Terungkap 3
44 Bab 44 -Fakta Yang Terungkap 4
45 Bab 45 - Fakta Yang Terungkap 5
46 Bab 46 - Menunggu Kedatangan
47 Bab 47 - Hari Yang Sama
48 Bab 48 - Serangan
49 Bab 49 - Seorang Pembunuh
50 Bab 50 - Tak bersalah
51 Bab 51 - Berpisah
52 Bab 52 - Tidak di Valencia
53 Bab 53 - Bagaimana bisa kembali?
54 Bab 54 - Ratu dan Lise
55 Bab 55 - Surat dan Akhir
56 Bab 56 - Kisah Bahagia (Tamat)
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 - Gantikan Pernikahannya
2
Bab 2 - Kita Ditakdirkan
3
Bab 3 - Menikah
4
Bab 4 - Mansion Oraballe
5
Bab 5 - Aku suamimu
6
Bab 6 - Kedatangan Elios
7
Bab 7 - Salah Paham
8
Bab 8 - Makan Bersama
9
Bab 9 - Batu Jalanan
10
Bab 10 - Mengajak Pergi
11
Bab 11 - Gerbang dan Panti
12
Bab 12 - Paling Sempurna
13
Bab 13 - Penerusnya?
14
Bab 14 - Jalan Bersama
15
Bab 15 - Kita Akan Datang
16
Bab 16 - Anda Hamil?
17
Bab 17 - Menurut Rumornya
18
Bab 18 - Kakak, kau harus datang
19
Bab 19 - Pusat Perhatian
20
Bab 20 - Kedatangan Lucian
21
Bab 21 - Kau ingin membalas dendam?
22
Bab 22 - Mantan Kekasih
23
Bab 23 - Rakyat Biasa
24
Bab 24 - Ratu Lezarde
25
Bab 25 - Elios dan Riona
26
Bab 26 - Jangan Berbuat Nekat
27
Bab 27 - Kian ikut bersama kalian
28
Bab 28 - Harus Berakhir
29
Bab 29 - Rencana Pembunuhan
30
Bab 30 - Rencana Pembunuhan 2
31
Bab 31 - Rencana Pembunuhan 3
32
Bab 32 - Kilas Balik
33
Bab 33 - Kilas Balik 2
34
Bab 34 - Bunuh Diri
35
Bab 35 - Ulang tahun
36
Bab 36 - Alice sang Ratu
37
Bab 37 - Kedatangan Riona
38
Bab 38 - Sebagai Istri Palsu
39
Bab 39- Cincin Duke
40
Bab 40 - Awal Terungkapnya Rahasia
41
Bab 41 - Fakta Yang Terungkap
42
Bab 42 - Fakta Yang Terungkap 2
43
Bab 43 - Fakta Yang Terungkap 3
44
Bab 44 -Fakta Yang Terungkap 4
45
Bab 45 - Fakta Yang Terungkap 5
46
Bab 46 - Menunggu Kedatangan
47
Bab 47 - Hari Yang Sama
48
Bab 48 - Serangan
49
Bab 49 - Seorang Pembunuh
50
Bab 50 - Tak bersalah
51
Bab 51 - Berpisah
52
Bab 52 - Tidak di Valencia
53
Bab 53 - Bagaimana bisa kembali?
54
Bab 54 - Ratu dan Lise
55
Bab 55 - Surat dan Akhir
56
Bab 56 - Kisah Bahagia (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!