“Tidak perlu, dengan begini aku bisa mengawasinya.”
Elios kembali melanjutkan langkahnya memasuki ruang kerja, ia berdiri di depan meja Carlisle.
“Silas kau sudah menemui tuan Duke?” tanya Carlisle yang mengira orang yang ada di hadapannya itu sang kepala pelayan.
Karna pertanyaannya tak dibalas, Carlisle pun mendongak, ia diam seribu bahasa saat tahu Elios-lah yang berdiri di depannya. Lama keduanya saling menatap, sampai akhirnya salah satunya mulai angkat bicara.
Lagi-lagi kenapa aku lupa jika bekerja di ruangan yang sama dengannya. Batin Carlisle.
“M-maaf, saya salah mengira Anda,” ucap Carlisle terbata-bata.
“Tidak Masalah, kau terlihat serius dengan pekerjaanmu. Wajar jika kau tak memperhatikan sekitar,” balas Elios sembari berjalan ke mejanya sendiri.
“Mulai sekarang kita akan berbagi ruangan yang sama. Kuharap kau tidak terganggu karna aku dan kau menepati janjimu,” ucap Elios mengingatkan.
“Saya tidak akan lupa pada janji yang saya ucapkan. Anda tenang saja, saya akan selalu memenuhi tugas dan tanggung jawab sebagai Duchess,” jawab Carlisle dengan tenang.
Mendengar jawaban Carlisle, Elios tersenyum simpul. “Baguslah jika kau tahu kewajibanmu, Nyonya Alastair.”
Baru kali itu Carlisle melihat Elios tersenyum. Meski ia tahu senyum tersebut untuk mengancam dirinya, tapi entah mengapa Carlisle merasa kagum akan sosok yang dingin itu.
Andai dia bisa menjadi pria baik dan hangat, pasti tidak ada yang takut padanya. Julukan monster membuatnya benar-benar ditakuti. batin Carlisle.
Carlisle kemudian membalas dengan anggukan pelan. Pembicaraan keduanya pun terhenti, baik Duchess maupun Duke keduanya kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Hanya kesunyian yang menemani keduanya kala itu. Hingga tak terasa waktu mulai menjelang siang, dan sepasang suami istri itu masih saja berkutat dengan pekerjaannya.
Ketika Silas datang menemui mereka, barulah sepasang suami istri itu menghentikan aktivitas mereka.
“Selamat siang tuan Duke dan nyonya Duchess. Maaf jika saya mengganggu pekerjaan tuan dan nyonya, saya kemari ingin memberitahu jika sekarang sudah waktunya makan siang.”
“Baiklah, kau boleh pergi,” balas Elios sembari beranjak dari duduknya.
“Baik Tuan,” jawab Silas
Silas kemudian mengarahkan pandangannya ke Carlisle. “Dan untuk Anda, nyonya? Apa menu makan siang di bawa kemari seperti biasa?”
Carlisle mengiyakan pertanyaan Silas. “Pekerjaanku masih belum selesai, kau bawa ke ruang kerja saja.”
Silas mengangguk. Saat pria itu ingin berbalik keluar, Elios menghentikannya.
“Tetap berada di tempatmu Silas.”
Mendengar kata-kata tuannya sontak membuat Silas berhenti dan kembali berbalik menghadap Elios.
“Kau tidak perlu mengantarkan makanan ke ruang kerja. Duchess akan makan siang bersamaku,” ucap Elios tegas dengan mata yang menatap tajam ke arah Carlisle.
Merasa tak ada yang salah dengan dirinya Carlisle balas menatap Elios penuh tanya.
Silas terdiam, tapi kemudian wajahnya tersenyum dan mengangguk pelan. “Baik, Tuan.”
Ya, berbeda dengan Carlisle yang kebingungan Silas malah merasa senang, baginya apa yang dilakukan Elios menjadi bukti bahwa tuannya itu benar-benar mencintai Carlisle.
Dirinya tak peduli dan seolah menutup mata jika pernikahan mereka terjadi karena perjodohon. Dalam hatinya Silas hanya meyakini satu hal, bahwa Elios dan Carlisle saling mencintai.
Setelah kepergian Silas ruang kerja itu pun kembali sunyi, hanya suara langkah kaki Elios yang terdengar berjalan menuju meja sang istri.
“Selama di sini apa kau selalu melakukan kebiasaan burukmu itu?” tanya Elios memecah kesunyian.
“Maksud Anda? A-apa saya tidak bisa makan di ruang kerja?” Carlisle balik bertanya.
“Aku tidak melarang, tapi semua punya waktu Carlisle.”
Alis mata Carlisle terangkat. “Bukanlah Anda sendiri yang mengatakan jika saya harus bertanggung jawab sebagai Duchess?”
“Aku memang menuntutmu untuk melakukan tugas dengan baik, tapi aku tidak memintamu melupakan waktu,” balas Elios
“Mulai hari dan seterusnya kita akan makan bersama. Tidak ada lagi yang memilih untuk makan di kamar atau di ruang kerja.”
Carlisle tak membalas, ditatapnya mata yang menatap tajam ke arahnya itu, dan setelahnya ia tertawa kecil.
“Tuan apa itu tidak terlalu berlebihan? Anda mungkin bisa kehilangan nafsu makan jika melihat saya makan bersama Anda.”
“Lagi pula selama di Mansion keluarga Targayen pun saya selalu makan terpis—“
“Tidak ada alasan, Nyonya Alastair. Patuhilah apa yang sudah ditetapkan," balas Elios memotong perkataan Carlisle.
“Mungkin bagi orang lain makan terpisah adalah hal biasa, tapi tidak denganku dan peraturan di Mansion ini.”
“Sekarang tinggalkan pekerjaanmu. Aku akan menunggu di ruang makan,” ucap Elios lagi yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Carlisle seorang diri.
Wanita itu menghela nafas, ia merasa sulit mengerti jalan pikiran Elios. Namun apa daya, ia sangat sadar akan posisinya dan tak ada pilihan lain selain mematuhi aturan dari sang suami.
"Sebenarnya apa yang salah dengan makan terpisah?"
"Andai dia tahu jika kehadiran diriku bisa membuatnya kehilangan nafsu makan."
...****************...
Di ruang makan dapat Carlisle lihat Elios yang duduk diam menunggunya. Menyadari hal tersebut tanpa berlama-lama Carlisle segera duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Elios.
“Maaf, karna saya Anda harus menunggu lama.”
Elios tak membalas, ia hanya melirik Carlisle sekilas, lalu mulai memakan hidangan yang disajikan.
Melihat itu Carlisle tak melanjutkan pembicaraan lagi, ia mengikuti apa yang dilakukan Elios dan makan dalam diam. Meski suasanya begitu tak nyaman, Carlisle tetap berusaha tenang.
“Apa kau menyukai Oraballe?” tanya Elios tiba-tiba.
Carlisle mengangguk, “Meski saya belum mengelilingi tempat ini, tapi melihat pemandangan dari Mansion saja sudah sangat menyenangkan,” balas Carlisle sambil menyuap daging ke mulutnya.
“Lalu pekerjaanmu? Apa ada sesuatu yang ingin kau keluhkan padaku?”
Carlisle menggeleng. “Tidak ada, semua baik-baik saja.”
“Justru saya yang harus bertanya pada Anda, apa Anda baik-baik saja makan bersama saya?”
Elios yang tadinya fokus dengan makanannya akhirnya mendongak. “Kau lihat? Tidak ada yang salah denganku.”
“Sejak awal kau tampak tak nyaman, apa kau begitu tak suka makan bersamaku?” tanya Elios lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Kebiasaan di asingkan sama keluarga sendiri.. Jadi aga aneh
2024-12-12
0
Bzaa
awal yg baik makan bersama, setelah itu bobo bersama😆
2024-11-19
0
Ayu Dani
dari awal part sampai ini part sedih gue bacanya rasanya sakit bgt mbayangin jadi mc nya
2024-08-22
0