“Sejak awal kau tampak tak nyaman, apa kau begitu tak suka makan bersamaku?” tanya Elios lagi.
Carlisle menggeleng. “Tidak bukan seperti itu. Tolong jangan salah paham.”
“Jujur ini kali pertama saya makan bersama setelah belasan tahun yang lalu. Selama berada di Mansion keluarga Targayen saya selalu makan terpisah dari anggota keluarga lainnya. Ayah dan ibu mereka tak suka melihat saya makan bersama mereka.”
“Mereka bilang jika saya ada di sana maka nafsu makan mereka akan hilang ... dengan kata lain mereka merasa jijik melihat putrinya sendiri, apalagi dengan rupa saya yang seperti ini,” jelas Carlisle dengan tenang, seolah telah terbiasa dengan perlakuan buruk keluarganya.
“Itu sebabnya saya memiliki kebiasaan yang menurut Anda itu buruk.”
Carlisle tertawa kecil. “Maaf, Anda jadi mendengar cerita tak penting dari saya.”
“Mereka tak pantas disebut sebagai orang tua,” balas Elios dengan ekspresi datarnya yang tak berubah.
“Aku tidak mempermasalahkan bagaimana dirimu, Nyonya Alastair. Yang terpenting kau mengikuti aturan dan memenuhi tanggung jawabmu sebagai Duchess.”
“Tidak berlebihan dan tidak juga bermasalah,” ucap Elios lagi dengan penuh penekanan.
Carlisle mengangguk, ia menyadari bahwa pikirannya tentang Elios salah. Pria itu memang selalu sibuk dan mementingkan pekerjaan, tapi ia tidak ingin Carlisle juga berlebihan dalam bekerja.
“Dan kuulangi sekali lagi, mulai sekarang kita akan makan bersama. Walau pernikahan ini hanya di atas kertas, kau tetap bagian dari keluarga Alastair sekarang.”
Elios terdiam sesaat sambil mengunyah makanannya lalu kembali melanjutkan kata-katanya.
“Kau tahu seperti apa pernikahan ini, aku bahkan tidak hadir saat kau pertama kali datang ke Oraballe. Aku selalu sibuk dengan pekerjaanku dan begitu juga ke depannya.”
“Itulah mengapa aku ingin kita makan bersama, sehingga kita berdua bisa membicarakan hal-hal penting yang terlewatkan.”
Carlisle kembali mengangguk. “Tuan, kalau begitu saya ingin bertanya pada Anda satu hal.”
“Apa yang ingin kau tanyakan?” tanya Elios
“Tuan Anda menerima saya karna keterpaksaan, apa Anda akan mempertahankan pernikahan ini sampai akhir?
Mendengar itu Elios terdiam sesaat sembari menatap wajah Carlisle yang menanti jawabannya.
“Karna aku melihat keteguhanmu, dan pernikahan ini akan bertahan tergantung perbuatanmu di sini.”
“Jika kau membuat banyak kesalahan, maka itulah akhir dari pernikahan ini.”
Pria itu kemudian berdiri dari kursinya. “Aku sudah selesai,” ucapnya sambil berjalan meninggalkan ruang makan.
Carlisle yang ditinggalkan sendiri mulai kembali fokus pada makannya, Ia sudah puas dengan jawaban singkat Elios. Carlisle tersenyum bahagia, dan matanya berkaca-kaca menahan tangis.
Ia senang bahwa Elios mau menerima dirinya dan tak jijik makan di satu meja yang sama, sangat jauh berbeda dengan perlakuan keluarga kandungnya sendiri.
‘Makanlah di tempat lain Carlisle, aku jadi tak berselera karenamu’
'Kau seharusnya sadar diri seperti apa dirimu. Aku tak percaya bisa memiliki putri sepertimu."
‘Kakak tolong kau makan di tempat lain saja, wajahmu membuatku takut untuk makan’
Kata-kata Esmeralda dan sang ibu yang sampai saat ini masih diingat olehnya. Cukup sakit memang, tapi masih dianggap sebagai anggota keluarga saja sudah sangat bersyukur bagi Carlisle.
“Semoga kau selalu bahagia Tuan Elios, semoga apa pun tujuanmu kau bisa mencapainya,” ucap wanita tersebut mendoakan sang suami.
...****************...
Di Ibu kota kekaisaran Valencia, tepatnya di Mansion keluarga Targayen. Esmeralda yang berada di kamarnya terlihat tengah bersiap-siap untuk menghadiri pesta teh bangsawan lain.
Meski begitu wajah Esmeralda tak menunjukkan rasa senang sama sekali, ia cenderung murung dan tak bersemangat.
“Masalah apa yang membuat wajah Anda jadi murung, Nona?” tanya Pelayan yang tengah menyisir rambut tuannya itu.
Esmeralda yang menatap bosan perhiasan di meja riasnya beralih melirik sang pelayan dari pantulan cermin.
Esmeralda menghela nafas. “Padahal aku belum bercerita, tapi kau sudah tahu aku punya masalah Alice.”
“Tentu saja, siapa yang tidak mengenal Anda? Ratu sosial yang selalu bersemangat menghadiri pesta. Tapi lihatlah sekarang, wajah cantik Anda tidak tersenyum sama sekali."
Wanita itu tertawa kecil, “Ya, kau tahu, sekarang aku merasa tak percaya diri untuk datang ke pesta para bangsawan.”
“Anda selalu cantik Nona. Apa yang membuat Anda tak percaya diri?” tanya pelayannya lagi.
“Aku tahu, tapi sejak dia pergi aku merasa tak lengkap.”
“Kenapa? Bukankah bagus jika wanita jahat itu pergi. Sehingga tidak ada lagi yang menghina keluarga Targayen karna dirinya.”
Esmeralda tertawa. “Justru karena itu Alice aku merindukan dia. Seperti permata di antara batu jalanan, dianggap paling berharga bukan?”
“Tapi jika permata di antara permata langka lainnya? Tentu kau sudah tahu jawabannya,”
“Alice Semakin buruk dirinya di mata orang lain, maka semakin terang pula sinar kepopularitasanku.”
Alice tersenyum remeh, baginya Carlisle benar-benar tak pantas dibandingkan dengan Esmeralda dari segi apa pun itu. “Tanpa nona Carlisle, Anda sudah sangat bersinar Nona.”
"Apa yang bisa dibanggakan dari Nona Carlisle? Dia hanya mempermalukan keluarga Targayen, dan selalu membuat masalah."
Esmeralda tersenyum puas, “Ya, kau tak akan mengerti Alice. Tapi membicarakan dirinya membuatku bertanya-tanya seperti apa kondisinya sekarang.”
“Saudara tersayangku itu bahkan tak pernah mengirimkan surat. Sepertinya dia hidup bahagia di sana, sampai- sampai melupakan keluarganya.”
“Aku jadi penasaran sepeti apa wajah kakak iparku itu. Padahal dia keluarga kaisar, tapi aku sama sekali tak pernah melihatnya hadir di pesta kerajaan.”
“Nona, Anda tahu betul rumor tentang Duke Monster itu. Sudah pasti karna wajahnya yang buruk rupa itu dia malu untuk hadir ke pesta. Saya yakin Nona Carlisle hidup menderita di sana, mungkin sebentar lagi kita akan mendengar kabar kematiannya.”
Esmeralda kembali tertawa, “Alice jangan berbicara buruk tentang mereka. Lain kali jaga cara bicaramu, jika itu bangsawan lain kau sudah dihukum karna perkataanmu.”
Tak ada rasa marah dalam diri Esmeralda mendengar saudaranya sendiri direndahkan oleh seorang pelayan, padahal demi dirinya Carlisle rela berkorban. Tapi Esmeralda malah lebih takut jika pelayannya itu mendapatkan hukuman karna cara bicaranya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Jadi penasaran yg di sebut wajah buruk tuh kaya gimana 🤔
2024-12-13
0
Bzaa
Esmeralda gak sebaik namanya
2024-11-19
0
Ayu Dani
Emang dasar bangke nih Esmeralda
2024-08-22
0