“Apa kau tahu seperti apa Duke Alastair?”
Untuk sesaat Alie terdiam. “Maaf, Nona. Meski tuan Duke terkenal karna julukannya, tidak terlalu banyak informasi tentang tuan Duke.”
“Orang-orang hanya tahu bahwa Duke salah satu keluarga kaisar. Terkenal karna kekejaman, dan kebengisannya terhadap musuh. Selebihnya tidak ada informasi lain.”
“Sungguh?” tanya Carlisle seolah ragu.
Alie menangguk, “Bahkan hingga kini tak ada yang pernah melihat seperti apa wajah tuan Duke, kecuali orang-orang yang bekerja dengannya.”
“Dia sangat tertutup?”
“Ya, Nona, tapi dari desas-desus tuan Duke menghindar dari banyak orang karna wajahnya yang buruk rupa, entah itu benar atau bohong. Hanya itu yang saya tahu, Nona.”
“Baiklah, kau boleh pergi, Alie”
“Baik Nona.”
Setelah kepergian Alie, Carlisle masih diam membeku di tempat, ia merasa pusing memikirkan apa yang terjadi ke depannya, apa lagi Duke Alastair terkenal kejam.
Yang Carlisle tahu sebagai bangsawan pun tak lebih dan tak kurang seperti yang Alie sampaikan. Ia tidak tahu banyak tentang orang yang akan menjadi suaminya itu.
Apa aku bisa menghadapi pria itu? Bisa saja dia langsung membunuhku setelah bertemu, tidak bagaimana pun itu aku tidak boleh takut padanya. batin Carlisle.
Saat Carlisle berniat menyantap sarapannya, sang ayah tiba-tiba datang, wajah pria tua itu terlihat panik.
“Ada apa ayah?”
“Cepat bersiap, kaisar memanggilmu.”
Dahi Carlisle mengernyit, “Tunggu, bukankah ini terlalu cepat?”
...****************...
Di Istana, kaisar yang berada di ruang kerjanya tampak menatap pemandangan di luar jendela. Pagi itu hujan tiba-tiba turun dengan lebatnya, membuat udara pagi semakin dingin.
Kedrick menghela nafas, ia menyandarkan tubuhnya di dinding sembari menyilangkan lengan.
“Cuaca benar-benar tidak dapat diduga, persis seperti apa yang dilakukan Duke Targayen. Bukan begitu Elio?” tanya Kedrick yang sadar akan kedatangan Elios.
Elios tak membalas, ia langsung duduk di salah satu sofa.
“Elio, jika pamanmu bertanya maka jawablah.”
“Ya, ya, aku tidak peduli siapa pun wanitanya,” balas Elios sembarang.
Mendengar jawaban sang keponakan, tentu membuat kaisar yang tadinya fokus menatap pemandangan beralih menatap tajam padanya.
“Kau tidak bisa menjawab seperti itu, itu sangat penting Elio.”
“Bisa-bisanya Duke Targayen memberikan putri pertamanya itu, jelas-jelas putri keduanya yang membuat kesalahan,” gerutu Kedrick.
“Padahal aku sudah membayangkan bagaimana kau menikah dengan wanita tercantik di kekaisaran ini.”
“Paman, kecantikan tidak dapat menjamin wanita itu bisa bersikap dewasa dan bertanggung jawab akan tugasnya. Lihatlah bagaimana wanita itu membuat kesalahan dan orang lain yang harus menanggungnya.”
“Ya, aku tahu, tapi putri pertama Duke Targayen terkenal akan sikapnya yang buruk, persis seperti wajahnya yang buruk rupa, dia sangat berbeda dengan adiknya.”
“Sekarang aku mengerti betapa liciknya Duke Targayen, karna putri keduanya terlalu berharga, dia langsung melemparkan putri pertamanya yang tak berguna itu,” sambung Kedrick.
“Aku tidak peduli dia wanita seperti apa, ini hanya pernikahan politik.”
“Jangan memusingkan dirimu sendiri, Paman. Jika putri Targayen tak berguna dan tidak bisa mengemban tugasnya dengan baik, maka mudah saja ... aku akan membunuhnya.”
Di saat bersamaan seorang pelayan datang bersama Carlisle, nyali wanita itu ciut saat tak sengaja mendengar kata-kata terakhir Elios.
“Salam yang Mulia, saya datang untuk mengantar Nona Targayen.”
“Ya, sekarang kau boleh pergi,” balas Kedrick.
“Baik yang Mulia.”
Pelayan tersebut pun pergi meninggalkan Carlisle bersama keduanya. Tentu saja itu membuat Carlisle semakin takut, tapi ia tetap memperlihatkan wajah tenangnya sebisa mungkin.
“Saya Carlisle Targayen, memberi salam untuk matahari kekaisaran ini,” ucap Carlisle sembari membungkuk.
Setelah mendapat anggukan dari Kaisar barulah Carlisle menegakkan tubuhnya kembali. Kedrick menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki, terlihat jelas mata itu merendahkan Carlisle.
“Carlisle kau tahu kenapa aku memanggilmu kemari?”
“Ya, Yang Mulia, saya tahu.”
“Baguslah jika kau tahu. Aku langsung memerintahkannya memanggilmu kemari, setelah Duke Targayen mengatakan kaulah pengantinnya.”
“Katakan padaku, kenapa kau rela menggantikan pernikahan adikmu? Bukankah dia yang membuat kesalahan?”
“Ya, Yang Mulia, memang benar jika adik saya yang membuat kesalahan pada Duke Alastair. Saya benar-benar minta maaf akan apa yang ia lakukan, karena sifatnya yang belum dewasa itulah saya yang menggantikan pernikahannya.”
“Sungguh, tapi usia adikmu sudah cukup dewasa, seharusnya dia berani bertanggung jawab akan kesalahannya.”
“Usia bukan patokan, Yang Mulia. Justru untuk menghindari kesalahan yang mungkin akan terjadi di masa depan itulah saya yang menggantikannya.”
“Saya tahu bahwa saya memiliki banyak kekurangan, saya pun juga tak secantik wanita bangsawan lainnya, tapi saya akan memastikan untuk bertanggung jawab dan mengemban tugas dengan baik,” sambung Carlisle.
Carlisle yang begitu tenang saat bicara, membuat kaisar terkesan.
Kenapa dia begitu tenang? Dia terlihat berbeda dari apa yang para bangsawan katakan, batin Kedrick.
Elios tertawa mendengar perkataan Carlisle, ia kemudian beranjak dan berjalan ke arah wanita tersebut, hingga berdiri tepat di hadapannya.
“Tak usah berbelit-belit, pada kesimpulannya kau wanita tak berguna yang dilemparkan oleh orang tuamu sendiri. Bagi mereka adikmu itu terlalu berharga menikah dengan Duke berjulukan Monster, bukan begitu?”
Carlisle mengangkat alisnya, ditatapnya pria yang mengenakan jubah tersebut, ia tak terlalu jelas melihat wajah pria itu karna jubah yang dikenakannya.
Siapa pria ini, apa dia Duke Alastair? Batin Carlisle.
“Mungkin Anda bisa berbicara seperti itu, tapi pernahkah Anda mendengar tentang takdir?”
“Takdir?”
Carlisle tersenyum, “Saya pernah mendengar bahwa takdir setiap orang tidak akan pernah tertukar. Sekalipun ia menghindar, takdir akan tetap menemukannya. Sama halnya seperti saya yang akhirnya ditakdirkan untuk tuan Alastair.”
“Ha, ha, kata-kata yang bagus Carlisle,” puji Kaisar.
“Jadi kita ditakdirkan? Apa kau tidak takut? Kau pasti mendengar pembicaraan terakhirku dengan kaisar bukan?”
Menyadari bahwa Duke Alastair-lah yang berdiri di depannya membuat Carlisle mempertajam tatapannya.
“Oh, lihatlah di saat orang-orang tak berani menatapku, kau justru sebaliknya.”
“Untuk apa saya takut, Anda tidak pernah mendengar tentang saya?” tanya Carlisle.
“Penjahat, wanita gendut buruk rupa, sampah keluarga Duke, dan wanita yang ingin menyaingi adiknya sendiri, semua itu julukan yang saya dapatkan dari para bangsawan. Saya tidak akan takut pada julukan Anda,” ucap Carlisle dengan lantang.
Bohong, benar-benar bohong, memangnya siapa yang ingin berhadapan dengan seorang pembunuh, batin Carlisle.
Elios terdiam mendengar jawaban Carlisle, bukan karna kata-katanya, tapi tatapan wanita itu, meski ia menatap tajam ada kesedihan yang tersirat saat Carlisle menyebutkan satu-persatu julukannya.
Aneh, kau menatap tajam, tapi di saat bersamaan kau menunjukkan kesedihanmu. Ucap Elios dalam benaknya.
Kaisar bertepuk tangan mendengar jawaban Carlisle, “Aku tak menyangka kau pandai dalam berbicara, bisa-bisanya kau menggunakan julukan burukmu melawan keponakanku.”
“Kalian benar-benar cocok, bagaimana jika aku menikahkan kalian sekarang juga?”
Kata-kata kaisar sontak membuat keduanya menatap Kedrick dengan tatapan tak percaya.
“Maksud paman saat ini?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Ayu Septiani
carlisle ternyata sangat berani menghadapi duke sebutan monster
2024-11-12
0
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
😃 seru ini ....
2024-12-12
0
Bzaa
woww... lisle kerennnn
2024-11-19
0