Bab 2 - Kita Ditakdirkan

“Apa kau tahu seperti apa Duke Alastair?”

Untuk sesaat Alie terdiam. “Maaf, Nona. Meski tuan Duke terkenal karna julukannya, tidak terlalu banyak informasi tentang tuan Duke.”

“Orang-orang hanya tahu bahwa Duke salah satu keluarga kaisar. Terkenal karna kekejaman, dan kebengisannya terhadap musuh. Selebihnya tidak ada informasi lain.”

“Sungguh?” tanya Carlisle seolah ragu.

Alie menangguk, “Bahkan hingga kini tak ada yang pernah melihat seperti apa wajah tuan Duke, kecuali orang-orang yang bekerja dengannya.”

“Dia sangat tertutup?”

“Ya, Nona, tapi dari desas-desus tuan Duke menghindar dari banyak orang karna wajahnya yang buruk rupa, entah itu benar atau bohong. Hanya itu yang saya tahu, Nona.”

“Baiklah, kau boleh pergi, Alie”

“Baik Nona.”

Setelah kepergian Alie, Carlisle masih diam membeku di tempat, ia merasa pusing memikirkan apa yang terjadi ke depannya, apa lagi Duke Alastair terkenal kejam.

Yang Carlisle tahu sebagai bangsawan pun tak lebih dan tak kurang seperti yang Alie sampaikan. Ia tidak tahu banyak tentang orang yang akan menjadi suaminya itu.

Apa aku bisa menghadapi pria itu? Bisa saja dia langsung membunuhku setelah bertemu, tidak bagaimana pun itu aku tidak boleh takut padanya. batin Carlisle.

Saat Carlisle berniat menyantap sarapannya, sang ayah tiba-tiba datang, wajah pria tua itu terlihat panik.

“Ada apa ayah?”

“Cepat bersiap, kaisar memanggilmu.”

Dahi Carlisle mengernyit, “Tunggu, bukankah ini terlalu cepat?”

...****************...

Di Istana, kaisar yang berada di ruang kerjanya tampak menatap pemandangan di luar jendela. Pagi itu hujan tiba-tiba turun dengan lebatnya, membuat udara pagi semakin dingin.

Kedrick menghela nafas, ia menyandarkan tubuhnya di dinding sembari menyilangkan lengan.

“Cuaca benar-benar tidak dapat diduga, persis seperti apa yang dilakukan Duke Targayen. Bukan begitu Elio?” tanya Kedrick yang sadar akan kedatangan Elios.

Elios tak membalas, ia langsung duduk di salah satu sofa.

“Elio, jika pamanmu bertanya maka jawablah.”

“Ya, ya, aku tidak peduli siapa pun wanitanya,” balas Elios sembarang.

Mendengar jawaban sang keponakan, tentu membuat kaisar yang tadinya fokus menatap pemandangan beralih menatap tajam padanya.

“Kau tidak bisa menjawab seperti itu, itu sangat penting Elio.”

“Bisa-bisanya Duke Targayen memberikan putri pertamanya itu, jelas-jelas putri keduanya yang membuat kesalahan,” gerutu Kedrick.

“Padahal aku sudah membayangkan bagaimana kau menikah dengan wanita tercantik di kekaisaran ini.”

“Paman, kecantikan tidak dapat menjamin wanita itu bisa bersikap dewasa dan bertanggung jawab akan tugasnya. Lihatlah bagaimana wanita itu membuat kesalahan dan orang lain yang harus menanggungnya.”

“Ya, aku tahu, tapi putri pertama Duke Targayen terkenal akan sikapnya yang buruk, persis seperti wajahnya yang buruk rupa, dia sangat berbeda dengan adiknya.”

“Sekarang aku mengerti betapa liciknya Duke Targayen, karna putri keduanya terlalu berharga, dia langsung melemparkan putri pertamanya yang tak berguna itu,” sambung Kedrick.

“Aku tidak peduli dia wanita seperti apa, ini hanya pernikahan politik.”

“Jangan memusingkan dirimu sendiri, Paman. Jika putri Targayen tak berguna dan tidak bisa mengemban tugasnya dengan baik, maka mudah saja ... aku akan membunuhnya.”

Di saat bersamaan seorang pelayan datang bersama Carlisle, nyali wanita itu ciut saat tak sengaja mendengar kata-kata terakhir Elios.

“Salam yang Mulia, saya datang untuk mengantar Nona Targayen.”

“Ya, sekarang kau boleh pergi,” balas Kedrick.

“Baik yang Mulia.”

Pelayan tersebut pun pergi meninggalkan Carlisle bersama keduanya. Tentu saja itu membuat Carlisle semakin takut, tapi ia tetap memperlihatkan wajah tenangnya sebisa mungkin.

“Saya Carlisle Targayen, memberi salam untuk matahari kekaisaran ini,” ucap Carlisle sembari membungkuk.

Setelah mendapat anggukan dari Kaisar barulah Carlisle menegakkan tubuhnya kembali. Kedrick menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki, terlihat jelas mata itu merendahkan Carlisle.

“Carlisle kau tahu kenapa aku memanggilmu kemari?”

“Ya, Yang Mulia, saya tahu.”

“Baguslah jika kau tahu. Aku langsung memerintahkannya memanggilmu kemari, setelah Duke Targayen mengatakan kaulah pengantinnya.”

“Katakan padaku, kenapa kau rela menggantikan pernikahan adikmu? Bukankah dia yang membuat kesalahan?”

“Ya, Yang Mulia, memang benar jika adik saya yang membuat kesalahan pada Duke Alastair. Saya benar-benar minta maaf akan apa yang ia lakukan, karena sifatnya yang belum dewasa itulah saya yang menggantikan pernikahannya.”

“Sungguh, tapi usia adikmu sudah cukup dewasa, seharusnya dia berani bertanggung jawab akan kesalahannya.”

“Usia bukan patokan, Yang Mulia. Justru untuk menghindari kesalahan yang mungkin akan terjadi di masa depan itulah saya yang menggantikannya.”

“Saya tahu bahwa saya memiliki banyak kekurangan, saya pun juga tak secantik wanita bangsawan lainnya, tapi saya akan memastikan untuk bertanggung jawab dan mengemban tugas dengan baik,” sambung Carlisle.

Carlisle yang begitu tenang saat bicara, membuat kaisar terkesan.

Kenapa dia begitu tenang? Dia terlihat berbeda dari apa yang para bangsawan katakan, batin Kedrick.

Elios tertawa mendengar perkataan Carlisle, ia kemudian beranjak dan berjalan ke arah wanita tersebut, hingga berdiri tepat di hadapannya.

“Tak usah berbelit-belit, pada kesimpulannya kau wanita tak berguna yang dilemparkan oleh orang tuamu sendiri. Bagi mereka adikmu itu terlalu berharga menikah dengan Duke berjulukan Monster, bukan begitu?”

Carlisle mengangkat alisnya, ditatapnya pria yang mengenakan jubah tersebut, ia tak terlalu jelas melihat wajah pria itu karna jubah yang dikenakannya.

Siapa pria ini, apa dia Duke Alastair? Batin Carlisle.

“Mungkin Anda bisa berbicara seperti itu, tapi pernahkah Anda mendengar tentang takdir?”

“Takdir?”

Carlisle tersenyum, “Saya pernah mendengar bahwa takdir setiap orang tidak akan pernah tertukar. Sekalipun ia menghindar, takdir akan tetap menemukannya. Sama halnya seperti saya yang akhirnya ditakdirkan untuk tuan Alastair.”

“Ha, ha, kata-kata yang bagus Carlisle,” puji Kaisar.

“Jadi kita ditakdirkan? Apa kau tidak takut? Kau pasti mendengar pembicaraan terakhirku dengan kaisar bukan?”

Menyadari bahwa Duke Alastair-lah yang berdiri di depannya membuat Carlisle mempertajam tatapannya.

“Oh, lihatlah di saat orang-orang tak berani menatapku, kau justru sebaliknya.”

“Untuk apa saya takut, Anda tidak pernah mendengar tentang saya?” tanya Carlisle.

“Penjahat, wanita gendut buruk rupa, sampah keluarga Duke, dan wanita yang ingin menyaingi adiknya sendiri, semua itu julukan yang saya dapatkan dari para bangsawan. Saya tidak akan takut pada julukan Anda,” ucap Carlisle dengan lantang.

Bohong, benar-benar bohong, memangnya siapa yang ingin berhadapan dengan seorang pembunuh, batin Carlisle.

Elios terdiam mendengar jawaban Carlisle, bukan karna kata-katanya, tapi tatapan wanita itu, meski ia menatap tajam ada kesedihan yang tersirat saat Carlisle menyebutkan satu-persatu julukannya.

Aneh, kau menatap tajam, tapi di saat bersamaan kau menunjukkan kesedihanmu. Ucap Elios dalam benaknya.

Kaisar bertepuk tangan mendengar jawaban Carlisle, “Aku tak menyangka kau pandai dalam berbicara, bisa-bisanya kau menggunakan julukan burukmu melawan keponakanku.”

“Kalian benar-benar cocok, bagaimana jika aku menikahkan kalian sekarang juga?”

Kata-kata kaisar sontak membuat keduanya menatap Kedrick dengan tatapan tak percaya.

“Maksud paman saat ini?”

Terpopuler

Comments

Ayu Septiani

Ayu Septiani

carlisle ternyata sangat berani menghadapi duke sebutan monster

2024-11-12

0

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

😃 seru ini ....

2024-12-12

0

Bzaa

Bzaa

woww... lisle kerennnn

2024-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Gantikan Pernikahannya
2 Bab 2 - Kita Ditakdirkan
3 Bab 3 - Menikah
4 Bab 4 - Mansion Oraballe
5 Bab 5 - Aku suamimu
6 Bab 6 - Kedatangan Elios
7 Bab 7 - Salah Paham
8 Bab 8 - Makan Bersama
9 Bab 9 - Batu Jalanan
10 Bab 10 - Mengajak Pergi
11 Bab 11 - Gerbang dan Panti
12 Bab 12 - Paling Sempurna
13 Bab 13 - Penerusnya?
14 Bab 14 - Jalan Bersama
15 Bab 15 - Kita Akan Datang
16 Bab 16 - Anda Hamil?
17 Bab 17 - Menurut Rumornya
18 Bab 18 - Kakak, kau harus datang
19 Bab 19 - Pusat Perhatian
20 Bab 20 - Kedatangan Lucian
21 Bab 21 - Kau ingin membalas dendam?
22 Bab 22 - Mantan Kekasih
23 Bab 23 - Rakyat Biasa
24 Bab 24 - Ratu Lezarde
25 Bab 25 - Elios dan Riona
26 Bab 26 - Jangan Berbuat Nekat
27 Bab 27 - Kian ikut bersama kalian
28 Bab 28 - Harus Berakhir
29 Bab 29 - Rencana Pembunuhan
30 Bab 30 - Rencana Pembunuhan 2
31 Bab 31 - Rencana Pembunuhan 3
32 Bab 32 - Kilas Balik
33 Bab 33 - Kilas Balik 2
34 Bab 34 - Bunuh Diri
35 Bab 35 - Ulang tahun
36 Bab 36 - Alice sang Ratu
37 Bab 37 - Kedatangan Riona
38 Bab 38 - Sebagai Istri Palsu
39 Bab 39- Cincin Duke
40 Bab 40 - Awal Terungkapnya Rahasia
41 Bab 41 - Fakta Yang Terungkap
42 Bab 42 - Fakta Yang Terungkap 2
43 Bab 43 - Fakta Yang Terungkap 3
44 Bab 44 -Fakta Yang Terungkap 4
45 Bab 45 - Fakta Yang Terungkap 5
46 Bab 46 - Menunggu Kedatangan
47 Bab 47 - Hari Yang Sama
48 Bab 48 - Serangan
49 Bab 49 - Seorang Pembunuh
50 Bab 50 - Tak bersalah
51 Bab 51 - Berpisah
52 Bab 52 - Tidak di Valencia
53 Bab 53 - Bagaimana bisa kembali?
54 Bab 54 - Ratu dan Lise
55 Bab 55 - Surat dan Akhir
56 Bab 56 - Kisah Bahagia (Tamat)
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 - Gantikan Pernikahannya
2
Bab 2 - Kita Ditakdirkan
3
Bab 3 - Menikah
4
Bab 4 - Mansion Oraballe
5
Bab 5 - Aku suamimu
6
Bab 6 - Kedatangan Elios
7
Bab 7 - Salah Paham
8
Bab 8 - Makan Bersama
9
Bab 9 - Batu Jalanan
10
Bab 10 - Mengajak Pergi
11
Bab 11 - Gerbang dan Panti
12
Bab 12 - Paling Sempurna
13
Bab 13 - Penerusnya?
14
Bab 14 - Jalan Bersama
15
Bab 15 - Kita Akan Datang
16
Bab 16 - Anda Hamil?
17
Bab 17 - Menurut Rumornya
18
Bab 18 - Kakak, kau harus datang
19
Bab 19 - Pusat Perhatian
20
Bab 20 - Kedatangan Lucian
21
Bab 21 - Kau ingin membalas dendam?
22
Bab 22 - Mantan Kekasih
23
Bab 23 - Rakyat Biasa
24
Bab 24 - Ratu Lezarde
25
Bab 25 - Elios dan Riona
26
Bab 26 - Jangan Berbuat Nekat
27
Bab 27 - Kian ikut bersama kalian
28
Bab 28 - Harus Berakhir
29
Bab 29 - Rencana Pembunuhan
30
Bab 30 - Rencana Pembunuhan 2
31
Bab 31 - Rencana Pembunuhan 3
32
Bab 32 - Kilas Balik
33
Bab 33 - Kilas Balik 2
34
Bab 34 - Bunuh Diri
35
Bab 35 - Ulang tahun
36
Bab 36 - Alice sang Ratu
37
Bab 37 - Kedatangan Riona
38
Bab 38 - Sebagai Istri Palsu
39
Bab 39- Cincin Duke
40
Bab 40 - Awal Terungkapnya Rahasia
41
Bab 41 - Fakta Yang Terungkap
42
Bab 42 - Fakta Yang Terungkap 2
43
Bab 43 - Fakta Yang Terungkap 3
44
Bab 44 -Fakta Yang Terungkap 4
45
Bab 45 - Fakta Yang Terungkap 5
46
Bab 46 - Menunggu Kedatangan
47
Bab 47 - Hari Yang Sama
48
Bab 48 - Serangan
49
Bab 49 - Seorang Pembunuh
50
Bab 50 - Tak bersalah
51
Bab 51 - Berpisah
52
Bab 52 - Tidak di Valencia
53
Bab 53 - Bagaimana bisa kembali?
54
Bab 54 - Ratu dan Lise
55
Bab 55 - Surat dan Akhir
56
Bab 56 - Kisah Bahagia (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!