Aku juga harus melahirkan penerusnya?
Tunggu itu tidak mungkin, mana mungkin dia ingin memiliki anak dari wanita sepertiku.
Ya, aku tidak masalah dia punya anak dari wanita lain, yang terpenting aku punya tempat di Mansion, batin Carlisle.
“Nyonya Alastair!” panggil Elios kala melihat sang istri diam dengan tatapan kosong.
“Y, ya, ada apa Tuan?”
“Kau sakit?”
Lise menggeleng, “Tidak saya baik-baik saja.”
“Kalau begitu ayo pergi,” ucap Elios lagi sembari menggendong Iliana.
Sebelum pergi Elios terlebih dahulu mengantar Iliana masuk ke Panti dan Carlisle mengikuti keduanya dari belakang.
...****************...
Selama perjalanan menuju Mansion, di kereta kuda itu keduanya sama-sama diam, yang akhirnya membuat Carlisle sibuk dengan pikirannya sendiri.
Syukurlah semua baik-baik saja, ternyata rasa khawatirku terlalu berlebihan. Batin Carlisle.
Tapi perkataan Iliana benar-benar mengganggu. Aku sama sekali tak berpikir sampai ke sana.
Dia mau menerima kehadiranku saja aku sudah sangat senang.
Tidak mungkin ia ingin memiliki anak dari wanita sepertiku kan?
Lise mengalihkan pandangannya dari jendela ke arah Elios yang duduk di depannya. Pria itu ternyata menatap Carlisle sedari awal, yang tentu saja saat pandangan keduanya bertemu membuat Lise langsung salah tingkah.
“Kau baik-baik saja?” tanya Elios.
“Mmm, i-iya saya baik-baik saja,”
“Sungguh? Kulihat kau tak fokus sejak pergi dari panti asuhan, ada apa?”
“Tidak ada apa-apa, itu hanya perasaan Anda saja.”
Alis tebal Elios terangkat. “Apa kau memikirkan perkataan anak perempuan tadi?”
“Jangan terlalu memikirkan hal yang tak berguna, Nyonya Alastair. Jalani saja apa yang ada di depan matamu,” ucap Elios lagi.
Mendengar perkataan Elios entah mengapa membuat perasaan Lise perlahan menenang.
“Anda benar-benar peka dengan apa yang terjadi di sekitar, sepertinya saya memang tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari Anda.”
“Ya, Anda tahu seperti apa saya dan bagaimana pernikahan ini terjadi. Rasanya tidak mungkin bagi saya dan Anda untuk memiliki pewaris.”
“Jadi tuan saya tidak masalah jika Anda mencintai seseorang. Saya juga tidak masalah jika Anda ingin memiliki anak dari orang lain dan menjadikannya pewaris.”
“Selama saya masih memiliki tempat di Mansion, saya akan menerima siapa pun itu wanita yang Anda cintai.”
Dengan cepat raut wajah Elios berubah. “Apa bagimu pernikahan ini hanya permainan?”
“Tidak, ma-maksud saya buka be—“
“Dengar baik-baik nyonya Alastair, bagiku pernikahan hanya dilakukan sekali, dan aku selalu mempertimbangkan semuanya dengan matang,” ucap Elios menekankan.
Elios menghela nafas dan melemahkan tatapannya yang semula tajam. “Aku tidak seburuk yang kau pikirkan Nyonya Alastair.”
Meski Elios tak menaikkan nada suaranya tetap saja Carlisle merasa tertampar oleh kata-kata sang suami. Carlisle sadar perkataannya secara tidak langsung menganggap Elios pria buruk penyuka banyak wanita.
“Maaf, bukan maksud saya menganggap Anda buruk.”
“Saya hanya merasa tidak adil untuk Anda yang terikat janji dengan wanita jelek seperti saya.”
“Yang namanya pernikahan tentu saja terikat. Aku sendiri yang memutuskan menikahimu, apa yang membuatmu merasa tidak adil?”
“Jangan merasa rendah diri Nyonya Alastair, kau tetaplah manusia,” ucap Elios yang mengakhiri pembicaraan Karena kereta keduanya telah berhenti.
Elios tanpa pikir panjang langsung turun dari kereta dan mengulurkan tangannya membantu Carlisle, sedangkan Carlisle sendiri ia malah bingung karena kereta tersebut tidak berhenti di Mansion.
Saat Carlisle turun dapat ia lihat bangunan yang berjejer rapi dengan berbagai macam papan nama, dan orang-orang yang berlalu lalang di jalanan, sangat terasa suasana ramainya tempat itu.
“Tuan kita ada di mana?” tanya Carlisle yang matanya menatap ke sekeliling.
“Pusat Oraballe, tempat para penduduk membeli segala kebutuhan mereka.”
“Sungguh? Ini persis seperti tempat perbelanjaan para bangsawan di ibukota.”
“Ini benar-benar pasar Oraballe?” tanya Carlisle meyakinkan.
Bagaimana tidak, pusat Oraballe yang digunakan oleh semua orang itu tidak menunjukkan bagian kotor atau kumuh sama sekali.
Elios mengangguk. Pria itu kemudian menarik lengan Carlisle untuk ikut berkeliling bersama.
“Sesuai janjiku, aku akan mengajakmu berkeliling.”
“Saya akan mengikuti dari belakang saja, Tuan,” balas Lise sembari melepas tangannya dari genggaman Elios.
“Jika kau berjalan di belakang bagaimana aku menjelaskan bagian Oraballe padamu?”
“Kalau kau tidak ingin aku memegangmu berjalanlah di sampingku, Nyonya Alastair.”
Carlisle mengikuti apa yang dikatakannya Elios. Keduanya lalu berjalan menyusuri bagian pasar. Tidak hanya berkeliling, Elios juga mengajak Carlisle membeli berbagai macam makanan.
Selama berkeliling, selain tak menemukan tempat kumuh Lise sama sekali tak menemukan jalanan rusak apalagi anak-anak terlantar atau gelandangan.
“Bagian ini khusus menjual makanan, walau tak selengkap ibu kota kau masih bisa menemukan kue yang kau inginkan di sini,” jelas Elios.
Carlisle menatap sekeliling. “Anda benar-benar mengurus wilayah Anda dengan baik,” puji sang istri.
“Sedikit pun saya tak menemukan celah, bahkan untuk memudahkan para penduduk Anda membuat pasar ini memiliki bagian-bagiannya sendiri. “
“Sungguh sangat jauh berbeda dengan wilayah keluarga Targayen.”
Elios hanya diam ketika sang istri memuji, ia terus mengajak Carlisle berkeliling dan menyuruhnya mencoba berbagai macam makanan.
Carlisle merasa amat bahagia kala itu, ia menikmati momen kebersamaannya dengan Elios, sampai-sampai Carlisle lupa akan rasa takut dan tatapan sinis orang-orang terhadapnya.
Ternyata benar apa yang dikatakan Alie, Oraballe sangat menyenangkan. Batin Carlisle.
Hingga tak terasa waktu telah menjelang sore. Terlihat keduanya sedang duduk bersantai di depan toko kue sambil menikmati teh dan dessert.
“Kau suka?” tanya Elios saat Carlisle menyuap kue dessert-nya dengan wajah senang
Carlisle mengangguk, “Anda ingin mencobanya?” Sambil menyodorkan potongan dessert tersebut ke Elios.
Elios menatap Carlisle yang ingin menyuap potongan kue ke dirinya. Karna tatapan sang suami, Carlisle baru menyadari tindakannya beberapa detik kemudian.
Astaga apa yang kau lakukan Carlisle? Kesenanganmu itu membuatmu lupa segalanya! Batin Lise.
Ingin rasanya Lise menarik tangannya kembali, tetapi Elios lebih dulu memegang tangannya dan menerima suapan tersebut.
Akibatnya jantung Carlisle jadi berdegup tak karuan.
Kenapa jantungku jadi begini? Sadarlah Lise tuan Duke hanya menerima suapanmu bukan menerima cintamu.
“Ba-bagaimana Tuan, enak bukan?”
Ekspresi datar Elios tak berubah, ia hanya membalas dengan anggukan.
“Setelah ini apa kau ingin mencoba makanan lain?” tanya Elios lagi.
Carlisle menggeleng, “Tidak tuan saya sudah sangat kenyang. Sudah banyak makanan yang saya coba hari ini.”
“Apalagi saya sudah menghabiskan waktu Anda terlalu lama, saya tidak ingin menyusahkan Anda lagi,”
“Oh, ya, saya baru menyadari satu hal. Saya tidak melihat Berkant, apa dia tertinggal?”
“Dia memiliki pekerjaan mendesak di gerbang Oraballe, itu sebabnya dia tidak ikut bersama kita.”
“Sekaligus berada di sini, aku ingin memberitahu sesuatu padamu,”
“Ya, apa yang ingin Anda beri tahu pada saya?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Hhhmmm 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2024-12-13
0
Bzaa
lisle... semangat...
2024-11-19
0
Linda M
lama bangat up ya thor
2023-11-13
0