Sesuai perkiraan sang suami, kereta Duke akhirnya tiba di ibu kota setelah menghabiskan delapan hari perjalanan. Dari jendela kereta Lise bisa melihat pemandangan dan suasana pagi ibu kota.
Sudah lama ia tak melihat bangunan-bangunan megah dan hiruk pikuknya jalanan Valencia, ada rasa rindu dan sakit yang Lise rasakan kala melihat Valencia lagi.
Kota itu mengingatkannya akan penghinaan dan cemoohan orang-orang, tapi di sisi lain juga mengingatkannya akan hal indah.
Kala itu Duke berada di kereta yang sama dengan Carlisle, sedangkan Alie sendiri pindah ke kereta yang sebelumnya Elios naiki.
“Kau merindukan Valencia?” tanya Duke kala melihat Lise menatap ke luar jendela.
Lise melirik ke sang suami dan seulas senyum muncul di wajahnya, “Mungkin, saya tidak yakin.”
“Ini kota kelahiranmu, kau tak suka kemari?”
Lise memutar bola matanya ke kiri tanda memikirkan jawabannya terlebih dahulu. “Ya saya menyukai ibu kota, tapi setelah mengenal wilayah Anda saya lebih menyukai Oraballe.”
“Tuan pesta diadakan nanti malam, lalu sekarang ke mana kita akan pergi?” tanya Lise membuka pembicaraan baru
Mendengar perkataan Carlisle, Elios terkekeh. “Kau pikir kita gelandangan? Tentu saja pergi ke Mansion milikku.”
“Anda memiliki Mansion di ibu kota?”
“Tentu,” Jawab Elios singkat.
Sekitar setengah jam perjalanan barulah kereta Duke sampai di Mansion yang letaknya berada di ujung kota.
Saat Carlisle keluar dapat ia lihat Mansion bercat putih dengan taman di kiri dan kanannya, terlihat begitu indah dan nyaman.
Lise terkesima melihatnya, memang Mansion tersebut tak sebesar Mansion di Oraballe, tapi kesan megah dan mahalnya sangat jelas terlihat, benar-benar menggambarkan bangsawan kelas atas.
Tunggu, sepertinya aku pernah melihat Mansion ini sebelumnya. Ya, ini Mansion yang ingin ayah beli beberapa tahun yang lalu.
Aku ingat sekali ayah begitu marah karna tak bisa mendapatkan Mansion ini, yang niatnya ingin ia berikan pada Esme setelah diperbaiki.
Tapi dulu tempatnya tidak seindah ini, bahkan bangunannya hampir roboh. Jadi bangsawan kaya raya yang count maksud itu tuan Duke? Batin Carlisle.
“Kau baik-baik saja?” tanya sang suami kala melihat Lise terdiam.
“Ya, s-saya baik-baik saja. Tuan apa Anda membeli Mansion ini dari seorang Count yang jatuh miskin?”
Elios mengangguk dengan ekspresi bertanya-tanya.
Mendapat jawaban dari Elios, Carlisle tertawa puas. “Anda tahu Tuan, Ayah saya juga ingin membeli Mansion ini dulu. Tapi dia begitu marah saat tahu Mansion yang ia pikir akan jadi miliknya telah terjual.”
“Bukan hanya karna itu, tapi ayah juga marah karena perkataan Count terhadapnya.”
“Count berkata ‘Duke Anda disebut paling kaya di Ibu kota, tapi ingin membeli rumah reot ini saja menawar. Sayang sekali tapi seorang bangsawan kaya sudah membeli Mansion itu 5 kali lipat dari harga asli.’ “ ucap Carlisle sambil meniru gaya Count tersebut berbicara.
Tampak sedikit guratan senyum di wajah Elios, sifat dingin sang suami benar-benar membuatnya susah tertawa lepas.
Entah mengapa aku ingin melihat tuan Duke tertawa, aku sama sekali tak pernah melihatnya menunjukkan ekspresi berlebihan. Aku jadi penasaran seperti apa dia jika menunjukkan kebahagiaannya. Batin Lise
“Dan yang mengejutkannya bangsawan itu ternyata Anda.”
Elios hanya menangguk dan mengajak Carlisle untuk masuk kala yang tersisa di luar Mansion hanya keduanya. Lise sama sekali tak menyadari jika Alie dan para pelayan lain telah lebih dulu masuk.
“Maaf membuat Anda harus mendengar cerita tak penting dari saya.”
“Jangan merasa rendah diri Nyonya Alastair, aku senang kau ingin bercerita denganku.”
“Sekarang sudah saatnya kita masuk. Kau perlu beristirahat untuk pesta nanti malam.”
Elios menggandeng tangan Carlisle dan membawanya masuk ke Mansion, di dalam keduanya langsung disambut oleh para pelayan yang bekerja di Mansion tersebut.
Lise langsung diarahkan ke kamarnya, sedangkan Elios pergi menuju ruang kerja memeriksa beberapa berkas. Pria itu sama sekali tak merasa lelah, bahkan setelah menempuh perjalanan jauh ia tetap lanjut bekerja.
...****************...
Di aula pesta, banyak para bangsawan berkumpul menunggu acara dimulai. Namun meski kaisar sudah tiba dan duduk di singgasana, pesta belum tak kunjung dimulai.
Meyakinkan mereka jika Carlisle dan Elios benar-benar akan datang. Para bangsawan yang telah berkumpul itu pun menunggu sambil berbincang dengan bangsawan lain.
“Hari ini pun Anda begitu Cantik, Nona Esmeralda,” puji Marchioness Frederica.
“Marchioness, Anda terlalu memuji, saya tidak lebih cantik dari Anda,” balas Esmeralda.
Frederica tertawa, “Siapa yang tidak mengenal ratu sosial Valencia, jangan terlalu merendahkan diri Anda sendiri nona Esmeralda.”
“Benar, hari ini pun Anda begitu sempurna Nona Esme,” ucap bangsawan lain.
“Pakaian yang Anda kenakan hari ini pasti akan menjadi tren lagi. Anda sempurna sekali,” puji nona bangsawan lainnya.
“Ya, bukan hanya cantik, ada juga pandai dalam berbagai hal. Anda sangat cocok jika bersanding dengan putra mahkota.”
“Saya bisa membayangkan akan semakmur apa Valencia jika Anda menjadi permaisuri di masa depan.”
Esmeralda tertawa, “Mana mungkin saya yang buruk ini bisa bersanding dengan Yang Mulia putra mahkota.”
“Anda begitu cantik, tapi masih merasa rendah diri, nona Esme.”
Ya, pujian seperti itulah yang ingin Esmeralda dengar. Ia ingin orang-orang memuji dan melihat betapa sempurna dirinya.
Buruk? Tentu saja aku sempurna, dan posisi permaisuri hanya milikku. Tidak ada yang pantas duduk di sana selain aku. Batin Esmeralda.
“Nona Esme, sepertinya kabar jika saudara Anda akan datang benar. Kaisar sudah tiba, tapi Yang Mulia tak kunjung memulai pesta.”
“Sepertinya begitu Nona, saya tidak tahu kakak akan datang atau tidak. Mengingat kami tak pernah bertemu sejak ia menikah, saya harap berita itu benar.”
Nona bangsawan lain membalas, “Ya, saya harap begitu. Saya penasaran seperti apa wajah suami nona Carlisle. Jika mendengar rumor, saya rasa Nona Carlisle sangat cocok dengan Duke Alastair,” ucapnya sembari menutup mulutnya dengan kipas.
Kakak kau harus datang ke pesta, buktikan jika perkataan para bangsawan itu benar. Batin Esmeralda.
Di saat bersamaan suara penjaga pintu menarik seluruh perhatian para bangsawan.
“Duke Elios Alastair dan Duchess Carlisle Alastair memasuki ruangan.”
Para bangsawan yang menunggu, mulai menduga-duga Elios akan sama seperti yang dirumorkan atau lebih buruk dari rumor tersebut.
Saat pintu terbuka orang-orang terdiam seketika kala melihat Elios dan Carlisle memasuki aula pesta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Waah 😃 penasaran
2024-12-13
0
Bzaa
dua2 nya mempesona
2024-11-19
0
Ayu Septiani
langsung terpesona mereka😄😄😄😄
2024-11-12
0