“Bibi Duchess baru di sini kan?” tanya seorang anak perempuan yang tangannya asyik merangkai bunga.
Carlisle yang duduk di sebelahnya itu pun mengangguk.
Ya, Karna sang suami masih sibuk dengan urusannya, Carlisle yang menunggu akhirnya memutuskan ikut duduk di bawah pohon bersama anak perempuan itu.
Anak perempuan tersebut tersenyum mendapat jawaban dari Lise.
“Aku senang paman Duke akhirnya menikah. Apalagi dengan wanita baik seperti bibi.”
Carlisle tertawa kecil mendengar apa yang dikatakannya. “Kau baru melihat bibi sekali, bagaimana bisa kau menilai bibi orang baik?”
“Tentu saja dengan ini,” balasnya sambil menunjuk ke kepalanya sendiri.
“Bibi dulu sebelum aku berada di sini, aku berada di tempat buruk, di mana untuk hidup saja aku harus berjuang.”
“Karena itu aku bisa membedakan mana orang baik dan tidak.”
“Lagi pula jika orang itu sombong, mana mungkin ia ingin datang ke sini dan duduk di dekat anak yatim piatu sepertiku. “
“Sedangkan di tempat tinggalku yang dulu, orang-orang selalu menghinaku karna aku yatim piatu dan miskin.”
Carlisle tak dapat berkata-keta mendengar anak perempuan itu dengan santainya berbicara tentang hidup buruk yang pernah dilaluinya.
“Hei, Nak. Kau tidak boleh bicara seperti itu.”
“Itulah kenyataannya bibi, memangnya aku harus menyembunyikannya?”
Lise kembali terdiam, bingung ingin membalas apa pada anak perempuan tersebut.
Anak perempuan itu tanpa aba-aba langsung memasangkan mahkota bunga yang ia buat ke atas kepala Carlisle.
“Ini sebagai hadiah untuk bibi Duchess dan paman Duke yang telah menyelamatkanku dan anak-anak terlantar lain.”
“Memberikan kami rumah baru dan kehidupan yang baru.”
Tanpa sadar senyum Carlisle merekah, ia tak menyangka akan mendengar hal tersebut dari seorang anak. “Terima kasih, paman Duke pasti akan senang mendengarnya.”
“Oh, iya aku belum mengenal nama bibi, siapa nama bibi?”
“Lise.”
“Bibi Duchess Lise. Aku Iliana, dan usiaku 9 tahun,” ucap Iliana dengan suara khasnya yang manja.
Di saat bersamaan tiba-tiba saja perut Carlisle berbunyi, sekaligus menjadi pertanda bahwa waktu telah menjelang siang. Akan tetapi Elios masih sibuk dengan urusannya, ia tidak bisa seenak hati pulang tanpa sang suami.
Iliana yang mendengar hal tersebut mengambil sesuatu dari kantong pakaiannya, itu adalah satu Cookies coklat yang Iliana bungkus dengan kain.
Iliana membagi cookies menjadi dua dan memberikan salah satunya ke Carlisle. “Bibi ini untukmu, aku hanya punya satu jadi kita bagi saja.”
Carlisle tersenyum, “Kau benar-benar ingin memberikan ini untuk bibi?”
Iliana mengangguk. “Jika aku tidak ingin memberikannya pada bibi mana mungkin aku mengeluarkannya dari kantong.” Sambil memakan cookies bagiannya.
“Kalau begitu terima kasih,” balas Carlisle yang juga ikut memakan cookies.
Meski begitu Carlisle tak lepasnya memandang Iliana. Ia senang dapat bertemu dengan anak yang begitu baik dan hangat bahkan pada orang asing sepertinya.
Di tengah keasyikan keduanya Elios datang menghampiri. “Pekerjaanku sudah selesai, ayo kita pulang.”
Carlisle mendongak dengan mulut yang masih mengunyah kue cookies. “Ya, baiklah.”
Elios lalu mengulurkan tangannya membantu sang istri untuk berdiri.
“Paman Duke, bisa kau sedikit menunduk?” tanya Iliana yang ikut berdiri.
Elios menuruti apa yang diinginkan anak tersebut, dan seperti sebelumnya ia juga memasangkan mahkota bunga di atas kepala Duke.
“Paman, bibi semoga pernikahan kalian bahagia. Terima kasih sudah melakukan yang terbaik untuk panti asuhan ini."
Ucapan Iliana membuat guratan senyum muncul di wajah Elios, Duke lalu mengusap rambut Iliana dan mengangguk.
Sedangkan Carlisle juga ikut senang melihatnya, dari sana ia juga dapat menyadari bahwa Elios memang tegas pada orang dewasa, tapi hatinya luluh dengan anak kecil.
“Juga aku berdoa semoga paman dan bibi Duke bisa memiliki seorang anak secepatnya,”
Kesenangan Carlisle seketika berubah, hal yang tidak pernah ia pikirkan sejak awal dan sekarang membuat pikirannya terganggu.
Tunggu aku tidak berpikir sampai di situ, tuan Duke bilang pernikahan ini akan bertahan tergantung dengan kinerjaku.
Tapi jika pernikahan itu bertahan sampai akhir itu berarti...
Aku juga harus melahirkan penerusnya? batin Carlisle.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Bzaa
semangat terus ya kak...
2024-11-19
0
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Anak yg maniis
2024-12-13
0
ossy Novica
iya dong Lise dari pada perempuan lain memberi keturunan suamimu
2023-11-06
0