Bab 15 - Kita Akan Datang

“Ya, apa yang ingin Anda beri tahu pada saya?”

“Besok aku akan pergi ke Torren, pembangunan di sana sudah hampir selesai dan mungkin aku akan berada di sana selama seminggu.”

“Aku memberi tahu ini agar kau bisa membicarakan masalah mendesak yang kau miliki denganku sekarang.”

Carlisle menggeleng, “Saya tidak punya masalah mendesak, Tuan. Untuk pembangunan Torren saya amat senang mendengarnya.”

“Mengingat semua itu karna ulah saudara saya, membuat saya sangat bersalah pada rakyat Torren. Tuan semoga perjalanan dan pekerjaan Anda lancar tanpa hambatan di sana.”

Elios mengangguk, “Jika semua sudah selesai, aku akan mengajakmu melihatnya.”

Senyum Carlisle merekah, “Sungguh? Terima kasih Tuan, saya akan menantikan hari itu tiba.”

...****************...

Saat keduanya sampai di Mansion hari mulai gelap. Kala itu Elios langsung menuju ruang kerjanya, sedangkan Carlisle yang merasa lelah memilih untuk pergi ke kamar.

Di ruang kerjanya Elios terlihat memeriksa pekerjaan yang telah selesai dikerjakan Lise, satu persatu ia melihat kertas tersebut dan tampak dari ekspresinya Elios puas dengan hasil pekerjaan sang istri.

Di tengah kesendiriannya terdengar seseorang tiba-tiba mengetuk pintu.

“Permisi Tuan, bolehkah saya masuk?” tanya Silas.

“Ya, masuklah.”

Pria setengah baya itu pun masuk sembari membawa sebuah surat di tangannya.

“Tuan, maaf jika saya mengganggu. Saya datang untuk memberikan surat ini pada Anda.”

Elios meletakkan kembali hasil pekerjaan Lise ke atas meja dan mengalihkan pandangannya ke arah surat tersebut.

Melihat segel surat berwarna kuning keemasan itu tentu membuat Elios dengan cepat tahu siapa pengirimnya.

“Pasti dia memintaku untuk datang ke pesta,” gerutu Elios.

“Kenapa Paman tidak pernah berhenti, bahkan setelah aku menuruti permintaannya.”

Silas tersenyum. Sifat tuannya memang tak berubah, setiap kali kaisar mengirimkan surat, raut wajah Elios pasti berubah kesal.

Yang Silas tahu dari Elios, setiap kaisar mengirimkan surat isinya selalu sama. Tidak lain dan tidak bukan untuk menyuruh keponakannya itu segera menikah, dan menghadiri pesta kerajaan yang selama ini selalu ia hindari.

“Tidak ada salahnya untuk membacanya terlebih dahulu Tuan. Lagi pula Anda sudah menikah, tidak mungkin isi suratnya akan sama.”

Elios menghela nafas, “Berikan padaku.”

Saat surat kaisar telah berpindah ke tangannya, Silas pun berpamitan pergi, yang tentu saja kembali menyisakan Duke seorang diri.

Duke tanpa pikir panjang langsung membuka surat tersebut, Elios tampak gusar setelah selesai membaca isi surat dari kaisar, ia langsung membuang surat tersebut ke perapian.

“Kapan ini semua akan berakhir.”

...****************...

Pagi harinya, Duke dan Duchess terlihat sarapan pagi bersama. Setelah kemarin banyak menghabiskan waktu dengan Elios, Carlisle merasa kecanggungan di antara ia dan Duke mulai berkurang.

“Bagaimana pendapatmu tentang Oraballe, Nyonya Carlisle?” tanya Elios membuka pembicaraan.

 Lise yang sibuk dengan ritual makanannya itu pun mendongak. “Sempurna, saya tidak melihat adanya kekurangan di wilayah ini.”

“Anda sungguh mengelola wilayah kekuasaan Alastair dengan baik, sangat jauh berbeda dengan wilayah kekuasaan Targayen,” ucap Carlisle lagi.

Elios mengangguk mendengar jawaban Lise. “Syukurlah jika kau puas dengan Oraballe.”

“Nyonya Alastair, aku juga ingin memberitahumu sesuatu. Untuk pesta kekaisaran tahun ini, Kaisar meminta kita untuk datang,”

“Karna ini pesta pertama kita setelah menikah dia ingin kau dan aku bisa datang. Setelah memikirkannya aku memutuskan kita akan pergi, bagaimana menurutmu?”

“Saya tidak masalah, tapi Anda sungguh ingin membawa saya?” tanya Carlisle meyakinkan.

Mendengar itu Elios balik bertanya, “Jadi kau tidak ingin ikut?”

“Tidak bukan begitu. Saya senang bisa ikut, t-tapi kehadiran saya hanya akan mempermalukan Anda di sana, dan saya tidak ingin Anda dicemooh karna saya.”

Elios menatap lekat Carlisle, “Sudah kukatakan berapa kali padamu, aku tidak peduli dengan perkataan mereka,” ucap Elios menekankan.

“Mulailah untuk tak mendengarkan perkataan mereka Nyonya Alastair. Lagi pula sekarang kau istriku, bagaimana mungkin aku datang seorang diri tanpa membawamu?”

Mendengar Elios menganggapnya sebagai seorang istri, entah mengapa membuat Carlisle tersipu malu. Karna selama ini ia merasa tak pantas dengan kata itu.

Seulas senyum pun muncul di wajah Carlisle, ia lagi-lagi dibuat kagum akan sikap Elios. “Baiklah, Karna Anda bilang tidak peduli, saya akan mencoba untuk tidak mendengarkan lagi.”

“Maaf jika saya lagi-lagi seperti ini,” ucap Carlisle lagi.

“Sepertinya kau juga harus menghilangkan kebiasaan meminta maafmu, Nyonya Alastair.”

“Baiklah itu tak penting sekarang. Aku memutuskan kita akan pergi setelah pekerjaanku di Torren selesai, bagaimana?”

Carlisle mengangguk setuju.

...****************...

Setelah sarapan Carlisle langsung pergi ke ruang kerja. Di sana ia bekerja seorang diri, karna sang suami yang harus mempersiapkan perjalanannya dan berlatih.

Beruntung tugas yang harus Carlisle kerjakan tak terlalu banyak, sehingga ia dapat menyelesaikan semuanya sebelum sore.

Saat semuanya selesai, Lise berniat kembali ke kamarnya dan beristirahat. Tapi niatnya itu batal ketika Alie datang menemuinya.

“Permisi Nyonya bolehkah saya masuk?” tanya Alie sambil membawa nampan berisi teh dan camilan.

“Ya, masuklah Alie.”

Pelayanan itu pun masuk dan berdiri di dekat tuannya dengan masih memegang nampan di tangan.

“Nyonya pekerjaan Anda sudah selesai?”

Carlisle yang tengah menyusun kembali kertas di mejanya itu pun mengangguk.

“Wah kebetulan sekali! Nyonya kalau begitu ayo minum teh di taman saja, cuacanya bagus di luar,” ajak sang pelayan.

“Hm, tidak Alie, rasanya aku masih lelah,”

“Ayolah Nyonya, selama ini Anda selalu bekerja, Anda tidak pernah menikmati waktu istirahat dengan baik. Saya yakin rasa lelah Anda akan hilang dan Anda tidak akan menyesal,”

Mendengar Alie sebegitunya memohon akhirnya dengan berat hati membuat Carlisle setuju. “Baiklah, ayo minum teh di luar, tapi sebagai syaratnya kau juga harus minum bersamaku,”

Alie begitu senang mendengarnya dan mengangguk cepat, “Ya, apa pun itu asal Anda setuju.”

...****************...

“Alie aku tak menyangka kau merencanakan ini,” ucap Carlisle dengan menatap tajam Alie.

Namun yang ditatap tak merasa bersalah dan hanya tersenyum bahagia. “Nyonya Anda harus menikmatinya, kapan lagi waktu seperti ini akan terulang.”

Ya, awalnya Carlisle tak curiga sama sekali dengan pelayannya itu. Saat persiapan minum teh selesai dan Alie membawa Carlisle ke taman, di situlah Duchess menyadari sesuatu.

Memang tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Tapi Elios tengah berlatih bersama para kesatria lainnya di sana.

Tentu saja saat ia datang Elios yang peka terhadap sekitar menyadari kehadirannya, meski jarak keduanya berbeda 10 meter Carlisle sadar sang suami menatapnya.

Apalagi kursi yang diduduki Lise mengarah langsung ke tempat pelatihan, membuat Carlisle terus menerus membuang muka. Ia takut sang suami malah berpikiran buruk tentangnya.

Jauh berbeda dengan sang pelayan yang membelakangi tempat pelatihan tersebut.

“Alie seharusnya aku menyadari maksud terselubungmu itu sejak awal,”

Alie tertawa kecil, “Nyonya aku tidak berbohong, lihatlah suasana sekitar menenangkan bukan?”

Carlisle tak dapat mengelak, memang benar adanya jika suasana di taman itu cukup menenangkan baginya.

“Benarkan apa yang saya katakan?”

Lise tak membalas, dengan wajah yang masih kesal Carlisle memilih menyesap teh miliknya.

Duchess melihat ke sekitar, perasaan kesalnya perlahan menghilang kala melihat bunga-bunga yang bermekaran di sekeliling.

“Nyonya jangan marah pada saya, lihat saya telah menyiapkan banyak makanan untuk Anda,” bujuk Alie sambil menunjuk nampan bertingkat berisi kue scones dan dessert.

Melihat kue-kue ini entah mengapa malah membuatku merindukan Iliana. Batin Carlisle.

Tapi di saat bersamaan aku gelisah karna pesta itu.

Walau tuan Elios menyuruhku untuk tak memedulikannya, tapi tetap saja rasanya pasti sakit jika harus mendengar orang sebaik tuan Duke dicemooh karna diriku.

“Nyonya kenapa Anda diam? Anda tidak suka kuenya?” tanya Alie saat melihat tuannya itu terdiam cukup lama.

“Tidak, aku suka semua kue yang kau sajikan,” balas Lise sembari mengambil satu kue scone.

“Tapi mulai sekarang jangan terlalu banyak menyiapkan makanan untukku Alie.”

Terpopuler

Comments

Ayu Septiani

Ayu Septiani

mungkinkah lise akan diet ?

2024-11-12

1

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

Dari awal sama Alie ini rada2 mencurigakan 🤔 hhmm

2024-12-13

0

Bzaa

Bzaa

rasanya bgtu... 😄

2024-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Gantikan Pernikahannya
2 Bab 2 - Kita Ditakdirkan
3 Bab 3 - Menikah
4 Bab 4 - Mansion Oraballe
5 Bab 5 - Aku suamimu
6 Bab 6 - Kedatangan Elios
7 Bab 7 - Salah Paham
8 Bab 8 - Makan Bersama
9 Bab 9 - Batu Jalanan
10 Bab 10 - Mengajak Pergi
11 Bab 11 - Gerbang dan Panti
12 Bab 12 - Paling Sempurna
13 Bab 13 - Penerusnya?
14 Bab 14 - Jalan Bersama
15 Bab 15 - Kita Akan Datang
16 Bab 16 - Anda Hamil?
17 Bab 17 - Menurut Rumornya
18 Bab 18 - Kakak, kau harus datang
19 Bab 19 - Pusat Perhatian
20 Bab 20 - Kedatangan Lucian
21 Bab 21 - Kau ingin membalas dendam?
22 Bab 22 - Mantan Kekasih
23 Bab 23 - Rakyat Biasa
24 Bab 24 - Ratu Lezarde
25 Bab 25 - Elios dan Riona
26 Bab 26 - Jangan Berbuat Nekat
27 Bab 27 - Kian ikut bersama kalian
28 Bab 28 - Harus Berakhir
29 Bab 29 - Rencana Pembunuhan
30 Bab 30 - Rencana Pembunuhan 2
31 Bab 31 - Rencana Pembunuhan 3
32 Bab 32 - Kilas Balik
33 Bab 33 - Kilas Balik 2
34 Bab 34 - Bunuh Diri
35 Bab 35 - Ulang tahun
36 Bab 36 - Alice sang Ratu
37 Bab 37 - Kedatangan Riona
38 Bab 38 - Sebagai Istri Palsu
39 Bab 39- Cincin Duke
40 Bab 40 - Awal Terungkapnya Rahasia
41 Bab 41 - Fakta Yang Terungkap
42 Bab 42 - Fakta Yang Terungkap 2
43 Bab 43 - Fakta Yang Terungkap 3
44 Bab 44 -Fakta Yang Terungkap 4
45 Bab 45 - Fakta Yang Terungkap 5
46 Bab 46 - Menunggu Kedatangan
47 Bab 47 - Hari Yang Sama
48 Bab 48 - Serangan
49 Bab 49 - Seorang Pembunuh
50 Bab 50 - Tak bersalah
51 Bab 51 - Berpisah
52 Bab 52 - Tidak di Valencia
53 Bab 53 - Bagaimana bisa kembali?
54 Bab 54 - Ratu dan Lise
55 Bab 55 - Surat dan Akhir
56 Bab 56 - Kisah Bahagia (Tamat)
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 - Gantikan Pernikahannya
2
Bab 2 - Kita Ditakdirkan
3
Bab 3 - Menikah
4
Bab 4 - Mansion Oraballe
5
Bab 5 - Aku suamimu
6
Bab 6 - Kedatangan Elios
7
Bab 7 - Salah Paham
8
Bab 8 - Makan Bersama
9
Bab 9 - Batu Jalanan
10
Bab 10 - Mengajak Pergi
11
Bab 11 - Gerbang dan Panti
12
Bab 12 - Paling Sempurna
13
Bab 13 - Penerusnya?
14
Bab 14 - Jalan Bersama
15
Bab 15 - Kita Akan Datang
16
Bab 16 - Anda Hamil?
17
Bab 17 - Menurut Rumornya
18
Bab 18 - Kakak, kau harus datang
19
Bab 19 - Pusat Perhatian
20
Bab 20 - Kedatangan Lucian
21
Bab 21 - Kau ingin membalas dendam?
22
Bab 22 - Mantan Kekasih
23
Bab 23 - Rakyat Biasa
24
Bab 24 - Ratu Lezarde
25
Bab 25 - Elios dan Riona
26
Bab 26 - Jangan Berbuat Nekat
27
Bab 27 - Kian ikut bersama kalian
28
Bab 28 - Harus Berakhir
29
Bab 29 - Rencana Pembunuhan
30
Bab 30 - Rencana Pembunuhan 2
31
Bab 31 - Rencana Pembunuhan 3
32
Bab 32 - Kilas Balik
33
Bab 33 - Kilas Balik 2
34
Bab 34 - Bunuh Diri
35
Bab 35 - Ulang tahun
36
Bab 36 - Alice sang Ratu
37
Bab 37 - Kedatangan Riona
38
Bab 38 - Sebagai Istri Palsu
39
Bab 39- Cincin Duke
40
Bab 40 - Awal Terungkapnya Rahasia
41
Bab 41 - Fakta Yang Terungkap
42
Bab 42 - Fakta Yang Terungkap 2
43
Bab 43 - Fakta Yang Terungkap 3
44
Bab 44 -Fakta Yang Terungkap 4
45
Bab 45 - Fakta Yang Terungkap 5
46
Bab 46 - Menunggu Kedatangan
47
Bab 47 - Hari Yang Sama
48
Bab 48 - Serangan
49
Bab 49 - Seorang Pembunuh
50
Bab 50 - Tak bersalah
51
Bab 51 - Berpisah
52
Bab 52 - Tidak di Valencia
53
Bab 53 - Bagaimana bisa kembali?
54
Bab 54 - Ratu dan Lise
55
Bab 55 - Surat dan Akhir
56
Bab 56 - Kisah Bahagia (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!