Setelah berlayar selama 3 minggu melewati universe ocean, airi dan yang lain sampai di sebuah dunia kosong, di dunia itu hanya ada hutan sejauh mata memandang, bahkan tidak ada hewan atau monster yang hidup di dunia itu.
Mereka mendarat di hutan dan turun dari kapal.
"Kita sudah sampai, dari sini kita akan menemui naga penjaga"
"Di hutan kosong begini? Aku tidak merasakan ada energi sihir lain selain kita di sini, dimana naga penjaga itu tinggal?"
"Kalian lihat pintu itu?"sambil menunjuk ke sebuah pintu.
Di depan mereka terdapat sebuah pintu berwarna putih emas yang berdiri di dalam hutan.
"Pintu apa itu?"
"Itu adalah pintu menuju tempat tinggal naga penjaga, ayo kita masuk!"
Airi membuka pintu itu dan mereka semua masuk ke dalam. Di dalam hanya terlihat ruang putih yang tidak berujung, mereka melanjutkan perjalanan mereka melewati ruangan putih itu.
"Apa-apaan ruangan ini? Aku seperti bisa memegang tembok itu, tapi ketika aku memegangnya itu terasa jauh"
"Apa kau sebodoh itu titania? Ini namanya ruangan tampa ujung, tempat semua- auh!!"
Blade menyebut titania bodoh. Titania kemudian marah dan memukul kepalanya dan cemberut.
"Hm..."
"Apa yang kau lakukan? Itu sakit kau tahu!!"
"Blade, titania. Berhenti bermain!"
Seiryu menegur mereka.
Setelah berjalan lumayan lama, sebuah pintu mulai terlihat.
"Kak, pintu apa lagi itu?"
"Kita sudah sampai di tempat naga penjaga tinggal"
Airi membuka pintu itu dan mereka masuk kedalam, seketika itu ribuan pedang langsung menusuk tubuh mereka secara tiba-tiba, lalu sesaat kemudian ribuan pedang itu menghilang.
"(Apa itu? Seseorang sedang mengancam kami?)" blade bergumam dalam hatinya sambil ketakutan.
Suara seorang pria terdengar, tapi wujud dari pria itu tidak terlihat.
"Yo. Maaf sudah menakuti kalian, aku pikir kalian adalah musuh"
"Seperti biasa kau menakutkan, wizard"
"Hahaha.... Lama sudah tidak bertemu airi, vilsarah, tia"
Blade berbisik kepada Airi.
"Airi, kau dari tadi bicara pada siapa?"
"Hm! Kalian tidak bisa melihatnya?"
"Melihat siapa?"
"Hm.... Jadi begitu. Pantas saja kalian tidak bisa melihatnya"
"Wizard, bisa kau bantu aku?"
Airi terlihat seperti berbisik kepada seseorang.
"Baiklah"
Enegi sihir kuat terpancar dan tubuh blade dan yang lain mulai terasa seperti terbakar dan mereka mulai berteriak kesakitan.
Perlahan-lahan, mereka mulai melihat sebuah ruangan emas dan di depan mereka terdapat sebuah naga putih yang besar.
"Selamat datang, di dimensi ke-4. Namaku wizard, sang naga penjaga"
"Dimensi ke-4?"
Blade bertanya sambil berdiri perlahan-lahan.
"Ini adalah tempat yang lebih realita dari pada dimensi ke-3"
"Hm?.... Aku masih tidak mengerti" titania bertanya dengan Kebingungan.
"Singkatnya, tempat tinggal kita hanyalah buku dongeng dan orang-orang yang tinggal di dimensi ke-4 adalah pembacanya"
"Oh! Jadi begitu, aku mengerti sekarang, lalu apa-apaan tadi itu?"
"Itu adalah sihir khusus milikku, aku meningkatkan atau menurunkan eksistensi seseorang, alasan kalian tidak bisa melihatku tadi, karena aku berada di dimensi yang berbeda dari kalian, tapi aku masih bisa melihat kalian"
"Dan karena itu juga, dia dipanggil naga penjaga"
"Aku semakin tidak mengerti tentang world ocean ini" engine sedikit bergumam
"Apa itu adalah sihir kuno milikmu?"
"Benar... Dengan begini, kalian bisa beradaptasi di dimensi manapun"
"Jadi kak, sebenarnya kenapa kita kesini?"
"Benar, aku sampai lupa. Wizard! Aku ingin pergi ke multiverse"
"Tidak boleh!"
"Kenapa?"
"Kau sudah tidak di izinkan pergi ke multiverse"
"Apa karena kejadian itu?.... Aku tau itu adalah kesalahan ku, dan aku seharusnya tidak lari dari tanggung jawab ku, tapi kali ini ada masalah darurat!!! Shinki telah muncul kembali!!"
Wizard terkejut dengan perkataan airi.
"Shinki kau bilang? Kalau sampai orang sekuat dia muncul, itu artinya segel benar-benar melemah"
"Jadi kumohon, biarkan aku-"
Sebelum Airi menyelesaikan perkataannya, wizard memotongnya dengan suara yang tegas dan keras.
"Tetap tidak bisa!"
Airi langsung terlihat sedih.
"..... Baiklah....."
Airi dan yang lain keluar dari ruangan itu dan kembali ke kapal, airi masih memperlihatkan wajah sedihnya, blade kemudian mendatangi airi, blade menarik kerahasiaan airi dan memarahinya.
"Oi!! Bodoh!! Sampai kapan kau akan seperti ini? Ha!!! Kau selalu saja melakukan hal-hal gila, apa karena satu larangan saja kau langsung merasa sedih? Airi yang kami kenal bukan seperti ini, Airi yang kami kenal akan melakukan hal-hal gila sesuka hatinya!!!! Dimana dirimu yang itu?"
Airi mendengar perkataan blade mulai tersenyum dan menunjukan tatapan tak kenal takutnya.
"Kau benar. Jika aku tidak mendapatkan jalan biasa, maka akan kubuat jalan sendiri!!!"
"Itu baru airi"
"Kalian siap? Kita akan pergi menuju multiverse ocean"
Semuanya menjawab secara bersamaan.
"Tentu saja kapten!"
Kembali ke tempat naga penjaga, seorang pelayan mendatangi wizard.
"Apa tidak apa-apa anda tidak mengizinkannya untuk pergi?"
"Hm. Itu tidak masalah, karena orang itu pasti akan mencari jalan lain untuk pergi ke multiverse ocean"
Wizard sedikit tertawa.
"Hahaha.... Dan aku juga telah menyiapkan sesuatu untuknya"
Di kapal vares vea, Airi dan yang lain sedang bersiap berangkat dan tiba-tiba saja Airi menerima sebuah pesan.
"Ah! Kapal ini!!! Jadi begitu, kau sudah memprediksi hal ini akan terjadi, dan berpura-pura tidak mengetahui apapun yah.... Terima kasih wizard...."
Perjalanan Airi dan teman-temannya menuju multiverse ocean akan segera di mulai, dan ancaman besar semakin mendekati mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments