Pertarungan antara Itsuka dan Vilsarah melawan Titania dimulai.
Titania berlari ke arah mereka berdua dan langsung menendang Itsuka, dengan cepat Itsuka menangkisnya dengan menggunakan tangannya, melihat kesempatan Vilsarah langsung menyerang Titania tapi dengan cepat Titania menghindari.
"Dia ini sangat cepat"
"Dia bahkan lebih cepat dari kak airi"
Titania terus menunjukan senyumnya pada mereka berdua.
"Ada apa, apa hanya begitu kekuatan kalian? Aku baru mau pemanasan"
Titania berlari dengan sangat cepat ke arah mereka dan seketika sudah berapa di belakang mereka.
"
Sebuah bilah pisau melengkung besar muncul di belakang kaki Titania dan Titania mengayunkan kakinya ke arah mereka, seketika itu juga Itsuka dan Vilsarah berteriak karena tersetrum oleh petir Titania dan terjatuh.
"Ah!!!!!!!!!"
"Apa cuman segitu saja? Membosankan"
Itsuka kemudian berdiri dan mengangkat tangannya.
"
Bilah angin mengarah ke Titania, tapi Titania bisa menghindari semuanya dengan mudah dan langsung menendang Itsuka hingga terlempar ke atas dan menendangnya kembali ke tanah dengan keras.
"Gha!!! Agh!!!!"
"Nagazaki!!!"
Titania tiba-tiba sudah berada di belakang Vilsarah.
"Jangan mengalihkan pandanganmu!"
Vilsarah terkejut dan langsung mengambil langkah mundur.
"
Rantai api muncul dari lingkaran sihir yang muncul di bawah Titania dan ingin mengikatnya, tapi dengan cepat Titania keluar dari lingkaran sihir itu.
"Lumayan juga, tapi sihir mu terlalu lambat, kau masih kurang berpengalaman"
"Apa benar begitu?
Lingkaran sihir lain muncul di bawah kaki Titania, 10 rantai besi keluar dari lingkaran itu dan mengikatnya.
"Wow! Kau mengejutkan ku"
"Itsuka!!!"
"Hm?"
Titania terkejut dan langsung membalikan badannya dan terlihat itsuka yang sedang memegang pedang angin yang sudah diselimuti oleh api.
"
Serangan Itsuka langsung mengarah kepada Titania dan mengenainya.
"Berhasil!!"
"
Angin yang mengenai Titania seketika itu menghilang, dan sebuah cahaya turun dari langit dan membentuk sebuah sepatu besi berwarna emas di kaki Titania, dengan sepasang sayap kecil di setiap sisi di sepatu itu.
"Ha! Apa itu?"
Sambil bertepuk tangan, Titania tersenyum bahagia ke arah mereka.
"Kerja sama yang hebat..... Aku bahkan tidak menyangka kalian adalah kombinasi yang sangat cocok..... Dari awal kau sudah memberikan sedikit energi sihir mu kepadanya dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang, api dan angin. Tapi dari sini pelatihannya akan mulai serius"
Itsuka dan Vilsarah merasakan energi sihir yang sangat besar meluap dari Titania.
"(Apa-apaan itu, energi sihirnya sangat besar bahkan itu jauh lebih besar dari milik Kaihilak)"
Titania melangkah maju ke arah Itsuka dan Vilsarah, dan seketika itu juga waktu terasa berhenti karna gerakan Titania yang terlalu cepat. Tiba-tiba Titania sudah berada di hadapan mereka dan menyerang mereka berdua, hingga membuat mereka berdua terlempar.
"Hag!!!"
"Gha!!!"
"Sepertinya terlalu berlebihan menggunakan sepatu langit pada kalian, padahal aku baru saja akan bersenang senang"
"Apa-apaan kecepatannya itu? Aku tidak bisa melihatnya bergerak"
"Aku sudah melampaui konsep waktu, kalian tidak akan pernah bisa untuk mengalahkan ku sekarang"
"Apa benar begitu?....... Kalo begitu ayo kita bertaruh? Kalau kami bisa mendaratkan satu serangan padamu..... Kami menang..... (Memang benar mustahil untuk mengalahkannya yang sekarang, karena itu jalan satu-satunya adalah dengan membuat penawaran)"
"Menarik, ayo lakukan"
Titania berlari ke arah mereka dan menyerang mereka secara bertubi-tubi, saat titania ingin menyerang lagi serangannya ditahan oleh vilsarah dengan kedua tangannya.
"Hm?"
"Aku.... Sudah.... Muak.... Saat untuk serius...."
"Ahahahahaha..... Akhirnya kalian mulai serius ya"
Titania mengambil langkah mundur.
"
Cahaya mulai menyelimuti sepatu titania dan membentuk seperti kepala chainsaw.
"Aku datang!"
Titania berlari ke arah mereka tapi vilsarah langsung menangkis serangannya.
"Jadi kau juga sudah melampaui konsep waktu, kalo begini aku bisa bersenang-senang sedikit lagi"
"Sayangnya kami yang tidak punya waktu"
Vilsarah melancarkan pukulan pada titania, tapi itu ditangkis oleh titania dan serangan balasan dilancarkan oleh titania dan tepat mengenai wajah vilsarah hingga membuatnya terlempar sejauh 10 meter.
"Aku baru saja akan bersenang-senang, jangan kecewakan aku"
"Sayangnya ini sudah berakhir!"
Titania melihat ke arah itsuka yang sedang memegang pedang anginnya, energi sihir yang kuat terpancar dari pedang itu.
"
Serangan itsuka melesat kearah titania, saat titania mencoba menghindarinya vilsarah menyerangnya dari belakang.
"
Kedua serangan itu mengepung titania.
"Kalo begini gawat juga"
Kedua serangan itu bertabrakan dan melahap titania.
"Apakah berhasil?"
Setelah serangan mereka menghilang, terlihat titania yang masih berdiri dengan pakaian yang robek-robek sambil bertepuk tangan.
"Sudah kuduga, kalian benar-benar cocok"
"Bohong kan!!! Setelah terkena serangan seperti itu, dia masih bisa berdiri"
Dalam sekejab titania sudah berada di depan mereka, itsuka dan vilsarah terlihat panik tapi titania langsung menepuk pundak mereka dan tersenyum lebar.
"Yah!!!! Selamat, kalian lulus"
Itsuka dan vilsarah terkejut secara bersamaan.
"Hah?"
"Kenapa? Bukannya kita harus mengalahkan mu?"
"Apa kau lupa apa yang kau bilang tadi? "Kalo kami bisa mendaratkan satu serangan padamu, kami menang" dan aku menyetujui nya, dengan begitu ini adalah kekalahanku"
Itsuka kembali teringat tentang kata-kata nya itu.
"Ahahahahahaha..... Aku benar-benar lelah"
"Aku juga"
Itsuka dan vilsarah terbaring di tanah dan tidak bisa bergerang karena kehabisan sihir dan tenaga.
"Kalian berdua ayo berdiri! Kita menuju ke kastil"
"Ah... Tunggu sebentar.... Ha.... Aku tidak.... Bisa bergerak lagi.... Ha...."
"Aku ha.... Juga ha...."
"Yah mau bagaimana lagi"
Titania mengangkat itsuka dan vilsarah di kedua tanganya dan langsung berlari menuju ke kastil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments