perempuan api dan rekan baru

Cerita kembali ke sembilan puluh tahun yang lalu, dimana terlihat sebuah kastil yang sedang terbakar dan seorang anak kecil yang sedang menangis di tengah kastil yang terbakar itu sambil memegang tangan ibunya yang telah tiada.

"(Hari itu adalah hari dimana aku menyadari betapa lemahnya diriku ini, semenjak itu aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan menangis lagi, aku tidak akan kalah dari siapapun lagi dan aku akan menjadi kesatria terkuat di world ocean ini)"

Lalu cerita kembali ke masa sekarang dan terlihat Blade yang terbangun di ruang istirahat, Blade melihat sekeliling dan mencoba mengingat apa yang terjadi, lalu seorang pelayanan masuk ke dalam.

"Permisi pangeran.... Yang mulia memanggil anda"

"Ayah memanggilku? Apa yang terjadi? Hal yang aku ingat aku mengikuti pertarungan itu dan.... Begitu yah.... Aku sudah kalah, beritahu ayah aku akan segera ke sana!"

Pelayan itu kemudian pergi meninggalkan ruangan dan Blade bersiap untuk pergi menemui ayahnya.

"Orang itu kalo tidak salah namanya Airi Tristalia, dia kuat levelnya jauh berada di atasku selain itu, aliran pedang miliki nya.... Aku masih jauh dari kata yang terkuat yah"

Kemudian Blade sampai di ruang tahta dan terlihat tatapan raja yang tidak senang.

"Aku sudah mendengar semuanya Blade. Selain ikut serta dalam pertandingan itu tampa izin dariku, kau juga telah di kalahkan"

Blade langsung menundukkan kepalanya.

"Aku benar-benar minta maaf ayah"

"Aku akan menghukummu nanti, tapi sekarang ada masalah yang lebih gawat!"

Blade mendengar kata-kata ayahnya dan terkejut.

"Masalah apa itu ayah?"

"Di hutan utara terlihat 3 lingkaran sihir pemanggilan, tapi yang jadi masalahnya itu bukan sihir pemanggilan biasa, dilihat dari pola sihirnya itu adalah sihir pemanggilan ice dragon"

"Ice dragon!!! 1 dari mereka saja, sudah bisa menghancurkan 1 dunia di universe ocean ini"

Disaat raja ingin meneruskan pembicaraannya tiba-tiba raungan hebat terdengar dari gunung utara dan terlihat satu ice dragon yang telah muncul, bahkan ukurannya 2 kali lebih besar dari yang ada di dunia Iginas, bahkan dari jarak 400 meter naga itu terlihat dan aura es miliknya sampai ke kota.

"Apa-apaan ice dragon itu, itu bukan ukuran ice dragon yang normal, kalo dia mendarat di kota ini.... Aku yakin kota ini akan langsung menjadi kota es, hanya dengan keberadaanya saja"

Tiba-tiba ada dua orang yang masuk ke ruang tahta.

"Wah.... Ice dragon itu benar-benar besar..... Biasanya ice dragon hanya berukuran 180 meter, akan sulit mendekatinya tampa jubah api phonix"

Blade terkejut dengan suara itu dan langsung berbalik ke arah suara itu, dan Blade terkejut ternyata suara itu berasal dari Airi yang sedang melihat ke arah jendela dengan wajah tersenyum dan Itsuka yang mengikutinya dari belakang.

"Kau...... Airi Tristalia....."

"Yo..... Lama tidak bertemu Pangeran dan paman Jack"

Blade terkejut Airi mengenali ayahnya.

"Senang melihatmu masih seperti dulu Airi, aku tidak tau kau ada di sini, kalo kau datang hubungi aku dulu"

"Maaf-maaf aku sebenarnya tidak niat untuk datang kemari, tapi ada sedikit masalah"

Sementara raja Jack dan Airi berbicara ice dragon itu kembali mengaum dan muncul 2 ice dragon lagi dari dalam lingkaran sihir dengan ukuran yang sama dan aura dingin semakin kuat dan beberapa bagian kota sudah membeku perlahan-lahan.

Blade kemudian berlari keluar kastil dan pergi menuju tempat ice dragon itu.

"Tunggu Blade! jangan gegabah!! Anak itu benar-benar tidak keras kepala"

"Aku juga akan pergi"

"Baiklah"

"Bagaimana dengan mu itsuka, mau ikut?"

"Tentu saja aku akan ikut.... Sebelumnya, aku cuman jadi penonton dan lari... Tapi selama 2 minggu ini aku terus berlatih dengan kakak, aku tidak yakin bisa mengalahkannya tapi kalo cuman menghalang salah satu dari mereka aku yakin bisa melakukannya dengan"

Airi dan Itsuka berlari mengejar Blade dengan cepat dan Airi kemudian mengeluarkan jubah api phonix dari ruang penyimpanan nya yang terhubung langsung dengan ruang penyimpanan nya kapal.

"Itsuka pakai ini!"

Saat Itsuka memakainya, Airi kemudian mengeluarkan 2 jubah lagi.

"Sebenarnya..... Berapa banyak jubah phonix yang kakak bawa?"

Ketika Airi ingin menjawabnya Airi melihat Blade yang terhenti di tengah jalan karna kedinginan.

"Kau ini ceroboh sekali"

Sambil menggigil Blade menjawabnya.

"Be-be-be-berisik..... Ce-ce-cepat berikan...... Jubah itu"

Blade kemudian menggunakan jubah itu, kemudian tubuh Blade dilapisi oleh api hangat dari jubah api phonix, lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka setelah, sampai mereka melihat 30 orang yang telah membeku dan hancur di sekitar lingkaran.

Blade dan Itsuka terlihat kebingungan.

"Padahal mereka menggunakan jubah api phonix, Tapi kenapa mereka tetap membeku?"

Airi yang mendengar itu terlihat kaget.

"Ha? Aku pikir kalian sudah tau?"

"Sudah tau apa?"

"Penggunaan jubah api phonix membutuhkan energi sihir yang sangat besar, dan itu tidak akan berfungsi jika energi sihir milik penggunanya habis.... Jika kau melakukan sihir pemanggilan dan menggunakan jubah api phonix di saat yang bersamaan. Sudah jelas kau akan kehabisan energi sihir dengan cepat"

Blade dan Itsuka yang mendengar itu terlihat membeku sejenak, lalu Blade membalas Airi dengan nada kesal.

"Kenapa tidak bilang dari tadi? Kalo begini kita sama saja bunuh diri datang kesini"

Airi membalas Blade dengan marah.

"Kau sendiri yang tiba-tiba berlari kesini kan!!!"

Itsuka menjadi lemas mendengar perkataan Airi tadi.

"Rasa percaya diriku hilang seketika"

Airi kemudian tersenyum kepada mereka.

"Tidak masalah, aku akan urus satu dulu dan kalian hambat yang lain!"

Airi kemudian berlari cepat ke arah ice dragon.

"Oi!! Tunggu dulu! Cih. Aku akan ambil yang di kiri, kau ambil yang di kanan!"

"Panggil aku Itsuka. Pangeran kuroyami"

Blade dan Itsuka berlari menuju ice dragon, Airi yang telah sampai di hadapan ice dragon memukul ice dragon itu hingga terhempas sejauh 30 meter, tapi ice dragon itu tidak tumbang, blade yang melihat ice dragon sebesar 360 meter itu terhempas sangat terkejut, dan Itsuka yang telah mengetahui kehebatan Airi hanya bisa tersenyum kecil.

"Hebat, aku mungkin bisa bermain sedikit"

Airi tersenyum bersemangat dan terbang ke arah ice dragon itu, ice dragon itu menyerang Airi dengan memunculkan pilar es dari dalam tanah dan tombak es di udara yang mengarah ke airi. 

""

Api panas mengelilingin Airi dan mencairkan semua serangan es milik ice dragon, kemudian Airi membalas ice dragon itu dengan pukulan kuat di wajahnya dan membuatnya terhempas sejauh 100 meter.

Sementara itu Blade dan Itsuka sedang kesusahan melawan ice dragon mereka. 

""

""

Ice dragon yang terkena serangan benang petir milik Blade terdorong ke belakang sejauh 5 meter dan ice dragon yang terkena serangan bor angin milik Ituska berteriak kesakitan.

Blade kemudian berkata sambil tersenyum sedikit.

"Rupanya, serangan seperti itu masih mempan pada ice dragon itu"

"Kalo begitu, rasa percaya diriku kembali lagi"

Itsuka kemudian mengangkat 1 tangganya ke atas.

"Biar ku tunjukan pada kalian, sihir baru yang aku ciptakan sendiri"

Sebuah pedang yang terbuat dari angin terbentuk di tangan Ituska.

""

Itsuka mengajunkan pedang angin itu dan ribuan bilang angin terbentuk dan mengarahkan kepada ice dragon itu, kemudian di tempat lain terlihat Blade yang sedang bersiap melakukan serangan.

""

Kedua ice dragon itu terkena serangan itu tapi mereka masih bisa berdiri dan berteriak kesakitan, tapi mereka masih bisa berdiri.

"(Sial mereka masih bisa berdiri, kalo aku melontarkan satu serangan lagi..... Maka energi sihirku akan habis), Itsuka kau masih bisa menyerang mereka sekali lagi?"

"Sayang sekali tapi, kakiku sudah terasa ingin membeku"

"(Sial, dimana Airi apa dia belum selesai?)"

"!!!"

Terdengar suara seseorang yang sedang mengeluarkan sihir, dan seketika itu muncul sebuah tinju api besar muncul dari dalam hutan dan membakar habis ke-2 ice dragon itu, serta mencairkan wilayah hutan tempat mereka bertarung.

"(Apa-apaan serangan itu? 2 ice dragon langsung terbakar hangus dan es di wilayah ini mencair tapi hutannya tidak terbakar! Dia mampu mengendalikan sihirnya dengan baik)"

Dari dalam hutan, muncul seseorang dengan menggunakan jubah bertudung berwarna merah tua, dia berbicara dengan nada yang sombong.

"Orang-orang bodoh, mencoba melawan ice dragon yang telah di beri tanduk raja"

"Tanduk raja, apa itu?"

Orang itu membuka tudung jubahnya dan terlihat sosok wanita dengan rambut panjang berwarna merah terang, rambut itu terlihat seperti api yang sedang menyala.

"Mana mungkin aku akan memberikan informasi semudah itu, ada bayaran atas informasi dariku!"

Blade yang mendengar itu merasa sedikit kesal.

"Dasar mata duitan! Aku paling benci orang sepertimu"

"Kalau begitu..... Bagaimana jika kalian bisa mendaratkan satu serangan padaku, akan ku beritahu apa itu tanduk raja"

Blade dan Itsuka terlihat saling bertatapan satu sama lain.

"Bagaimana pangeran? Mau menerimanya?"

"Jangan bodoh, mana mungkin kita bisa"

Lalu tiba-tiba Airi berteriak dari dalam hutan memanggil Blade dan Itsuka, Blade dan Itsuka kemudian melihat ke arah Airi.

"Oi!!!! Blade, Itsuka"

"Kak, kau lama sekali"

"Maaf-maaf aku terlalu lama bermain-main dengan dragon itu"

Airi kemudian melihat 2 ice dragon yang sudah terbaring gosong.

"Wow, kalian mengalahkan mereka? Hebat sekali"

"Sebenarnya bukan kami yang mengalahkannya tapi wanita yang disana"

Saat Blade menunjuk ke arah wanita itu dia menghilang.

"Wanita mana?"

"Ha!.... Kemana wanita tadi itu pergi?"

"Yah sudahlah, ayo kita kembali ke istana"

Mereka ber-3 kembali ke istana. Sesampainya di istana mereka melihat banyak sekali orang berkumpul di istana sambil menggigil kedinginan, Airi yang melihat itu mengeluarkan semua jubah api phonix miliknya dan memakaikannya kepada semua orang. Setelah itu seorang pelayan datang kepada mereka.

"Pangeran, tuan Airi, dan tuan Itsuka, yang mulia memanggil kalian bertiga"

Mereka yang mendengar itu mengikuti pelayan itu ke ruang tahta.

"Terima kasih telah datang kemari...... Ada 3 hal yang ingin aku sampaikan pada kalian ber-3.....

Pertama Terima kasih karna telah menyelamatkan dunia ini, kalau kalian tidak ada sudah dipastikan dunia akan hancur....

Lalu yang.

kedua hukuman terhadap putraku Blade Kuroyami...

Meskipun kau juga telah menyelamatkan dunia ini, itu tidak menutupi fakta bahwa kau juga telah mengotori nama keluarga kerajaan dengan kesalahanmu. Oleh karna itu kau akan di di asingkan dari dunia ini.... Jangan kembali sampai kau telah bertambah kuat"

Blade yang mendengar itu langsung terlihat sedih.

"Baiklah ayah"

"Lalu yang ketiga.... Airi Tristalia dan Itsuka Nagasaki, aku ingin memberikan kalian hadiah sebagai ucapan Terima kasih ku, karena telah menyelamatkan dunia ini...... Silakan katakan apa keinginan kalian?"

Airi tampa ragu langsung menjawab pertanyaan raja Jack.

"Kalo begitu aku ingin batu hitam untuk bahan bakar kapal ku, sebenarnya kami pergi kesini karna sendang kehabisan bahan bakar"

"Baiklah kalau itu yang kau mau, akan ku berikan keinginan mu, sebutkan apa keinginanmu Itsuka?"

Itsuka menjawab pertanyaan raja dengan nada yang santai.

"Maafkan aku yang mulia tapi. Aku tidak layak mendapatkan hadiah itu.... Sejujurnya, bukan aku yang mengalahkan ice dragon itu, dan ada seseorang yang menolong ku dan pangeran, jika bukan karena orang itu kami sudah tiada saat ini"

"Begitu yah, baiklah.... Dengan ini pertemuan telah selesai"

Mereka pergi dari ruang tahta dan Blade langsung menuju ke kamarnya dan membereskan barang-barangnya, lalu Airi muncul secara tiba-tiba di belakangnya.

"Kemana kau akan pergi pangeran?"

Blade menjawab Airi dengan sedih.

"Aku juga tidak tau.... Tapi aku harus bisa bertambah kuat, agar aku tidak kehilangan orang yang aku sayangi lagi.... Saat aku.... berumur 7 tahun, aku telah kehilangan ibuku..... Saat itu aku berpikir. Jika saja aku punya kekuatan, aku pasti tidak akan kehilangan ibuku. Benar-benar konyol kan.....?"

Airi mulai tersenyum dan mengulurkan tangannya.

"Kalau begitu, ikut denganku blade! Bersama-sama kita akan menjelajahi world ocean ini"

Blade terdiam sejenak dan menatap airi.

"....... Hm, kurasa aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti mu, baiklah.... Mari kita Jelajahi world ocean ini bersama-sama"

Blade menggenggam tangan airi.

"Mulai sekarang mohon bantuan nya.... Airi"

"Selamat datang..... Blade"

Semenjak hari itu, airi dan blade menjadi sahabat dan rekan yang sangat hebat, dan mereka menciptakan sejarah di world ocean ini.

Episodes
1 pertemuan yang akan mengubah takdir.
2 kesatria petir ungu
3 perempuan api dan rekan baru
4 dunia teknologi jishu
5 penyerangan dewa
6 gear penciptaan vs Tuhan palsu
7 api dan angin
8 penembak jitu
9 berlayar kembali
10 universe lain
11 itsuka dan vilsarah vs titania
12 pelatihan engine dan tia
13 blade vs genryu
14 petualangan baru
15 misteri jubah hitam
16 potensi api dan angin
17 ancaman mulai datang
18 naga penjaga
19 multiverse
20 masalah datang
21 arc 2. permulaan baru
22 mimpi buruk airi
23 pemberontakan part 1
24 pemberontakan part 2
25 pemberontakan part 3
26 pemberontakan part 4
27 pemberontakan part akhir
28 dibalik kekosongan
29 kebenaran airi
30 kapal dimensi
31 petualangan para pemberontak
32 kembalinya para ancaman
33 faradox vs phantom part 1
34 faradox vs phantom part akhir
35 pengumuman
36 cinta dan kekuatan
37 energi rune
38 pelatihan
39 yang telah musnah
40 pertempuran kedua
41 green king
42 arc 3. Tiga kekuatan besar
43 ibu dan anak
44 kemunculan sang penjaga pertama
45 dimensi infinite
46 kembalinya sang penjaga pertama
47 perasaan yang terpendam
48 penyerangan yang tidak terduga
49 kebangkitan itsuka dan blade
50 bangkitnya kehancuran vilsarah
51 dendam engine dan janji Tia part 1
52 dendam engine dan janji Tia part 2
53 dendam engine dan janji tia part 3
54 Di mulainya legenda
55 keputusan airi
56 adik dan kakak
57 rahasia semesta
58 pernyataan cinta
59 terlepasnya segel para ancaman
60 Spesial episode, Gira dan Rika part 1
61 Spesial episode, Gira dan Rika part 2
62 Spesial episode, Gira dan Rika part 3
63 Spesial episode, Gira dan Rika part 4
64 Spesial episode, Gira dan Rika part 5.
65 Spesial episode, Gira dan Rika part akhir.
Episodes

Updated 65 Episodes

1
pertemuan yang akan mengubah takdir.
2
kesatria petir ungu
3
perempuan api dan rekan baru
4
dunia teknologi jishu
5
penyerangan dewa
6
gear penciptaan vs Tuhan palsu
7
api dan angin
8
penembak jitu
9
berlayar kembali
10
universe lain
11
itsuka dan vilsarah vs titania
12
pelatihan engine dan tia
13
blade vs genryu
14
petualangan baru
15
misteri jubah hitam
16
potensi api dan angin
17
ancaman mulai datang
18
naga penjaga
19
multiverse
20
masalah datang
21
arc 2. permulaan baru
22
mimpi buruk airi
23
pemberontakan part 1
24
pemberontakan part 2
25
pemberontakan part 3
26
pemberontakan part 4
27
pemberontakan part akhir
28
dibalik kekosongan
29
kebenaran airi
30
kapal dimensi
31
petualangan para pemberontak
32
kembalinya para ancaman
33
faradox vs phantom part 1
34
faradox vs phantom part akhir
35
pengumuman
36
cinta dan kekuatan
37
energi rune
38
pelatihan
39
yang telah musnah
40
pertempuran kedua
41
green king
42
arc 3. Tiga kekuatan besar
43
ibu dan anak
44
kemunculan sang penjaga pertama
45
dimensi infinite
46
kembalinya sang penjaga pertama
47
perasaan yang terpendam
48
penyerangan yang tidak terduga
49
kebangkitan itsuka dan blade
50
bangkitnya kehancuran vilsarah
51
dendam engine dan janji Tia part 1
52
dendam engine dan janji Tia part 2
53
dendam engine dan janji tia part 3
54
Di mulainya legenda
55
keputusan airi
56
adik dan kakak
57
rahasia semesta
58
pernyataan cinta
59
terlepasnya segel para ancaman
60
Spesial episode, Gira dan Rika part 1
61
Spesial episode, Gira dan Rika part 2
62
Spesial episode, Gira dan Rika part 3
63
Spesial episode, Gira dan Rika part 4
64
Spesial episode, Gira dan Rika part 5.
65
Spesial episode, Gira dan Rika part akhir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!