Setelah menyaksikan kekuatan Kaihilak yang luar biasa dan sempat putus-asa, airi menyemangati engine kembali dan bersama-sama mereka berempat akan menghadapi Kaihilak.
"Jadi, bagaimana rencananya Airi?"
"Jujur saja aku tidak menyangka akan jadi seperti ini, aku tidak punya rencana"
"Mau bagaimana lagi, terobos saja"
"Jangan gegabah.... Kita tidak punya energi sihir..... Jadi satu-satunya jalan adalah, dengan beradu pukulan dengannya"
"Baiklah, siap maju!!"
Mereka berempat langsung berpencar ke segalah arah dan mencoba mendekatinya.
"Percuma saja"
Kaihilak memunculkan ribuan pasukan dewa di tempat itu dan kekuatan mereka jauh lebih besar dari pada yang ada pada Hikalus, para pasukan dewa itu langsung menyerang ke arah Engine, tapi Airi dan Blade yang memegang pedang kayu langsung menghalang mereka.
"Pergilah Engine! Kami akan bukakan jalan untukmu... Kau masih punya urusan dengan dia kan"
Engine berlari melewati jalan yang di buka oleh Airi dan Blade, ketika Engine sudah cukup dekat dia melompat dan memukul Kaihilak.
"Putra bodoh!! Kau pikir bisa menyerang dewa..... Tanpa sihir"
"Jangan lengah bodoh"
Dari belakangan Kaihilak sudah ada Itsuka yang sudah siap menyerangnya.
"(Sejak kapan dia ada di situ? Bahkan aku tidak bisa merasakan kehadirannya?)"
Spontan Kaihilak menangkap tangan Itsuka dan Engine mendaratkan satu pukulan lagi pada wajahnya, tapi serangan Engine tidak berdemage besar pada Kaihilak kemudian Kaihilak menangkap tangan Engine menggunakan tangannya yang satu.
"Dua serangga penganggu, kalian pikir bisa melukaiku dengan hanya menggunakan pukulan saja"
Itsuka kemudian tersenyum.
"Hm, sudah kubilang padamu kan, jangan lengah bodoh"
Dengan cepat Airi dan Blade sudah berada di atas Kaihilak, dan mengayunkan pedang kayu mereka dengan keras hingga membuat Kaihilak terlempar ke bawah membentur tanah.
"Yey.... Rencana sukses"
"Memangnya kita punya rencana sejak awal?"
"Ahahahah. HAHAHAHA.... Kalian pikir serangan seperti itu akan melukaiku? aku adalah Tuhan di dunia ini, aku tidak terkalahkan sekarang.... Dan sebentar lagi kalian semua akan mati" Pedang penghakiman semakin mendekat ke dunia jishu.
Engine yang mendengar kata-kata Kaihilak menjadi marah.
"Tuhan? Tuhan katamu? KAU BUKAN TUHAN DI DUNIA INI, KAU HANYA PENIPU BESAR!!!!"
"Apa maksudmu Engine?"
"Dia itu... Dia telah menyegel Tuhan asli dunia ini di dalam gear besar itu dan mengambil tatanan nya sebagai Tuhan dunia ini"
"Aku tidak mengambil tatanan nya, tapi dia lah yang kalah melawan ku saat bertarung.... Aku sudah tidak akan bermain-main lagi"
Kekuatan Kaihilak meningkat drastis dari sebelumnya.
"Aku sudah terlalu banyak bermain dengan kalian, mulai sekarang pertarungan yang sebenarnya akan dimulai"
"Apa-apaan itu?"
"Dia benar-benar menjadi monster yah, bagaimana sekarang Airi?"
"Kenapa tanya aku?"
Tiba-tiba Kaihilak sudah berada di hadapan mereka dan memukul mereka hingga terbentur keras ke tanah.
"Oi! kalian!"
"Jangan berteriak, kau juga akan jadi seperti mereka"
Kaihilak memukul Engine dengan keras dan terbentur ke tanah bahkan sampai membuat lubang besar di tanah, tapi Engine berhasil bertahan dan berusaha berdiri disusul dengan Airi.
"Ugh... Agh"
"Ahg... Kekuatannya jelas berbeda dari yang tadi"
"Ho..... Tidak ku sangka akan ada yang bertahan, tapi-"
Kaihilak menunjuk ke atas dan terlihat pedang penghakiman yang sudah berada beberapa meter dari atas tanah.
"Semua sudah berakhir di sini!!"
"Hentikan! Kaihilak!!!"
Tiba-tiba Airi merasakan energi sihir kembali mengalir dalam dirinya, dengan cepat Airi langsung mengambil kuda-kuda.
"Aliran perak: vortex"
Sesaat sebelum pedang penghakiman menusuk dunia jishu, airi menggunakan vortex untuk menghilangkan pedang tersebut, dan menyerang kaihilak hingga terlempar.
"Ha! Ah!!!!..... Apa itu? Kenapa kau bisa menggunakan sihir?"
"Jangan tanya aku! Aku juga tidak tau apa yang terjadi"
Airi melihat ke arah Engine yang saat memancarkan energi sihir yang sangat besar.
"Engine?"
"Sudah cukup Kaihilak kali ini aku akan benar-benar akan mengehentikanmu!
Sebuah gear besar berwarna putih keemasan muncul di atas Engine, melihat itu Kaihilak menjadi sangat terkejut.
"Mustahil!!! Gear itu, gear milik ligga.... Kenapa, orang sepertimu bisa menggunakan gear itu?"
Engine mengajunkan tangannya dan ribuan pedang tercipta, ribuan pedang itu langsung melesat ke arah Kaihilak, lalu Kaihilak menciptakan pelindung terkuat nya, tapi pelindung itu langsung lenyap dan ribuan pedang langsung menusuk tubuh Kaihilak.
Engine mengarahkan tangannya ke arah kastil Kaihilak dan seperti menggenggam kastil itu, tiba-tiba sebuah tangan besar muncul di depan kastil itu dan menggenggam kastil itu sampai hancur.
"Ha... Mustahil, ini mustahil seharusnya kekuatan dari gear itu tidak sebesar ini, apa-apaan kau ini!!!"
"Kaihilak. Sekarang aku akan menghabisimu di sini"
Engine kemudian mengangkat tangannya ke atas dan sebuah pedang emas muncul, Kaihilak yang melihat pedang itu mencoba melarikan diri tapi Airi langsung mengeluarkan rantai kristal dan mengikat Kaihilak, yang telah kehilangan kekuatan besarnya akibat kastilnya sudah hancur.
"Hentikan! Kumohon hentikan"
"Selamat tinggal, Kaihilak"
Pedang besar tadi langsung menusuk Kaihilak dan Kaihilak menghilang.
"Kau berhasil Engine!!! Aku sudah tau kau pasti bisa, hahahahahah"
"Hm, ada satu hal lagi yang harus aku lakukan"
Engine kemudian terbang dan mengangkat tangannya, partikel berwarna emas mulai muncul dan memulihkan semua bangunan yang hancur dan memulihkan mereka yang terluka.
"Apa yang terjadi?"
"Entahlah yang aku ingat aku di hajar oleh orang itu"
"Semuanya sudah berakhir Itsuka, Balde lihat ke atas!"
Itsuka dan Blade melihat ke atas dan terkejut.
"Oh. Apa-apaan itu"
Setelah selesai memulihkan seluruh bangunan yang hancur Engine kemudian kembali turun, dan entah dari mana putri Lizara bersama dengan zilk dan seluruh pelayan kastil muncul, lalu putri langsung berlari ke arah Blade.
"Pangeran!!! Kau tidak apa-apa kan? Kau tidak terluka kan?"
"Aku baik-baik saja, Terima kasih telah memperhatikan ku putri Astovira"
Putri yang mendengar perkataan pangeran langsung tersipu malu, dan Itsuka tersenyum jahil ke arah Blade.
"Hmmmmm"
"Kenapa kau tersenyum seperti itu lagi Itsuka?"
"Tidak bukan apa-apa"
"Lizara?"
Putri Lizara yang mendengar suara Airi langsung terkejut dan berbalik ke arah Airi.
"Ha!! Kapten?"
Semua orang yang ada di situ terkecuali zilk lumayan terkejut Airi adalah kenalan putri Lizara. Tapi Itsuka dan Blade langsung menebak arahnya akan kemana.
"(Hm, pasti arahnya akan ke sana juga, putri dulu pernah satu tim bersama dengan kakak, jadi percuma juga bertanya)"
"(Hm, tidak di ragukan lagi)"
Tampa mempedulikan hal itu Engine dengan cepat terbang ke arah gear besar itu dan membuka segel tempat Tuhan asli dunia itu tersegel.
Sosok dengan empat sayap emas di punggungnya dan rambut panjang berwarna emas. Keluar dari dalam gear itu, dengan sosoknya yang gagah dan suaranya yang begitu lembut dia mulai berbicara.
"Salam kenal, namaku Ligga Jishu, aku lah Tuhan asli dunia ini"
Semua orang yang melihat sosok nya langsung berlutut terkecuali Airi dan Engine.
"Jadi kau yang telah membebaskanku dan berhasil mengalahkan Kaihilak, aku benar-benar berterima kasih padamu..... Pahlawan muda"
"Ti- aku sebenarnya tidak bisa melakukan apapun..... Tapi dengan bantuan kekuatan anda. Aku bisa berjuang.... Jadi, aku tidak layak mendapatkan rasa Terima kasih anda"
"Itu tidak benar. Kekuatanku saja tidak akan cukup untuk mengalahkannya, buktinya aku bisa kalah darinya..... Tapi berkat kekuatan luar biasanya itu, kau bisa mengalahkannya dan menyelamatkan dunia ini"
Engine kemudian berlutut pada Ligga.
"Sebagai hadiah karna telah mengalahkan Kaihilak.... Aku akan memberimu belati ini"
Sebuah belati kemudian muncul dari gear penciptaan dan mengarah ke Engine.
"Belati itu adalah setengah dari kekuatanku, kegunaanya sama dengan gear penciptaan milik ku, dengan itu kau bisa mencapai kemungkinan yang mustahil, Terima lah itu."
Engine mengambil belati itu.
"Terima kasih banyak"
Kemudian Ligga pergi dari tempat itu.
Dan satu bulan kemudian kastil yang hancur sudah diperbaiki setengahnya dan pesta besar di adakan di Kerajaan untuk merayakan kekalahan Kaihilak dan kembalinya Ligga. Fi pesta itu Engine menerima banyak pujian dari warga kota dan warga kota memperbaiki sifat mereka kepada Engine.
Engine juga bergabung dengan Airi dan yang lain dalam perjalanan mereka berikutnya, dan di tangah acara Airi pergi bersama putri Lizara ke suatu tempat untuk berbicara berdua saja.
"Sudah lama aku ingin bicarakan ini liz..... Sejak awal kau sudah mengetahuinya kan? Tapi kenapa kau tidak memberi tau ku?"
"Apa maksud mu Airi?"
"Jangan pura-pura bodoh liz.... Aku tau tanduk raja terlibat dengan semua ini"
Putri Lizara terkejut karna mengetahui kalau Airi telah tahu bahwa tanduk raja terlibat.
"Liz, kau tau siapa dalangnya?"
"Maaf tapi..... Kami masih belum menemukan dalangnya"
aura yang sangat mengerikan keluar dari dalam tubuh Airi dan tatapan Airi menjadi tajam seperti tatapan seorang pembunuh dan suara Airi berubah seperti suara monster.
"Sudah berapa kali aku bilang padamu....... Jangan pernah berpura-pura bodoh di hadapan ku Lizara.... Aku tau kau sedang menyimpan suatu rahasia....."
Putri Lizara yang merasakan aura mengerikan Airi tidak bisa berhenti gemetar dan ketakutan, dan sampai kehilangan tenaga untuk berdiri.
"I-ya.... a-aku mengetahui..... si-siapa dalangnya.... Dalangnya adalah ........"
Airi yang mendengar perkataan putri Lizara sangat terkejut dan menghentikan aura mengerikannya itu.
"Begitu......"
Airi pergi dari tempat itu meninggalkan putri Lizara yang sedang terduduk.
Airi kemudian berada di sebuah ruang yang gelap, dan di tengah-tengah ruangan gelap itu terdapat penjara yang didalamnya ada Kaihilak.
"Hm..... Kau sampai repot-repot menyelamatkanku, apa yang kau inginkan dari ku?"
Saat tubuh kaihilak menghilang Airi mengambil rune miliknya dan membawanya ke ruangan gelap itu.
"Beritahu aku Kaihilak! Apa benar ras phantom terlibat dengan semua ini?"
"Itu benar..... Semuanya ini adalah rencana ras phantom.... Apa boleh aku juga bertanya?"
"Apa itu?"
"Siapa sebenarnya kau ini? Dari dalam tubuh itu, aku tidak merasakan apa pun. Tidak ada energi sihir tidak. Anehnya lagi aku tidak merasakan jiwa dalam tubuh itu..... Apa jangan-jangan kau ini"
Sebelum kaihilak menyelesaikan kata-katanya, airi mulai kesal pada kaihilak lalu menjentikkan jarinya, dan rune kaihilak sepenuh nya menghilang.
Keesokan harinya Airi dan yang lain membeli semua persiapan dan memperbaiki kapal mereka.
"Engine, berapa lama waktu perbaikannya kapal?"
"Untuk bisa berfungsi kembali kira-kira..... Butuh waktu dua minggu lagi"
Airi yang mendengarnya langsung kehilangan semangatnya.
"Ehhhhh........"
"Jangan "ehhhhh...." Kalian sendiri yang menabrakkan kan kapal ini dengan keras ke gerbang kan"
"Jangan salahkan aku, rem kapal itu tiba-tiba saja tidak bisa berfungsi"
"Jadi kita akan menghinap di disini dua minggu lagi kak?"
"Sepertinya begitu, yah mau bagaimana lagi"
Karna kapal mereka yang masih belum bisa berjalan, dengan terpaksa mereka tinggal di dunia ini dua minggu lagi dan perjalanan mereka masih sangat jauh dari sini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
khun :3
Aku udah jadi fans setiamu thor, jangan pernah berhenti menulis ya ❤️
2023-10-14
2