penyerangan dewa

Setelah di tinggal oleh Airi, Itsuka, dan Zilk. Blade berbicara dengan putri Lizara di ruang pertemuan.

Blade terus mencari obrolan menarik sambil berharap mereka cepat kembali, dan putri Lizara yang terus bertatapan dengan Blade lama-kelamaan mulai terpikat oleh ketampanan Blade dan tidak bisa melihat wajahnya lagi.

"(Cepatlah datang kalian, aku sudah mulai kehabisan topik pembicaraan)"

"(Gawat aku sudah mencapai batasan ku.... Aku sudah tidak bisa melihat wajah pangeran Kuroyami lagi!!!)"

Sementara itu Airi, Itsuka, dan Zilk mulai menuju ke gunung pembuangan, melewati hutan yang cukup lebat dengan menggunakan motor yang mereka pinjam dari istana.

"Wahahahahaha.... Ini hebat aku bisa merasakan aku menyatu dengan angin"

"Apa dari dulu, kakak selalu seperti itu?"

"Sifat bebasnya tidak berubah sama sekali, tapi..... Dirinya yang dulu tidak seceria ini"

Setelah berkendara sekitar 320 meter, mereka di hadang oleh sekelompok serigala liar, tapi tampa ragu Airi menerobos rombongan itu dan terlihat seseorang yang sedang melawan gerombolan serigala liar itu.

""

Ribuan rantai api berbentuk tombak muncul dari lingkaran sihir dan menyerang serigala liar itu dan membakarnya hingga tersisa tulang.

"Oi! Kau tidak apa-apa? Hm? Kau kan!"

Airi terkejut melihat orang itu,

ternyata dia adalah Engine Calibur orang yang mereka cari, lalu Airi tersenyum dan menunjuk ke arah Engine.

"Engine Calibur! Pas sekali aku bisa bertemu denganmu disini"

"Kenapa kau bisa tau namaku? Apa kau anak buah dari tuhan palsu itu!!"

"Tuhan palsu?"

Zilk dan Itsuka menyusul Airi dari belakang dan melihat gerombolan serigala liar yang telah terbakar habis menjadi tulang.

"Airi!!!"

"Wah.... Kakak benar-benar tidak menyisakan satupun yah untuk kami"

"Yah, maaf maaf aku terlalu bersemangat, dan aku juga menemukan orangnya"

"Engine calibur!"

"Jadi kau ini siapa dan kenapa maumu mencariku?"

Tanpa basa-basi Airi langsung mengulurkan tangannya.

"Bergabunglah dengan kami engine calibur!!!"

"Hah?"

Engine kebingungan akan perkataan airi.

Cerita berpindah ke istana. Dimana terlihat Blade dan putri Lizara sudah kehabisan topik untuk berbicara dan terlihat wajah putri Lizara yang menjadi semakin memerah.

"(Dimana mereka ini? Aku benar-benar sudah tidak tau lagi apa yang akan aku bisacarakan, oh.... Aku baru ingat, airi bilang dia datang ke dunia ini untuk mencari suatu petunjuk tentang apa yang terjadi, dan wanita berambut merah itu juga sempat bilang sesuatu tentang tanduk raja.... Mungkin saja)"

Blade kemudian menunjukan ekspresi serius.

"Putri Astovira!!!"

"Hya!!! A-ada apa pangeran Kuroyami?"

"Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan pada mu"

"A-apa itu?"

"Apa anda tau sesuatu tentang tanduk raja?"

Mendengar kata-kata tanduk raja keluar dari mulut Blade, putri Lizara terkejut dan suasana di ruangan itu berubah menjadi serius.

"Aku tidak menyangka anda mengetahui tanduk raja.... Ya, aku mengetahui apa itu tanduk raja"

Blade yang mendengar itu sangat terkejut.

"Kalo begitu bisa anda ceritakan tentang tanduk raja?"

"Sejujurnya aku juga tidak terlalu tau tentang tanduk raja, tapi menurut informasi yang kami kumpulkan selama ini.... Tanduk raja adalah sebuah kekuatan yang berasal dari ujung world ocean dan tanduk raja menyimpan kekuatan yang sangat besar"

"Apa kau tau siapa dalang di balik semua ini?"

"Sayang sekali kami masih belum menemukan siapa dalangnya"

Terdengar suara ledakan dari luar kastil, dan ternyata ada seseorang telah menyerang kastil dan menghancurkan pintu gerbang kastil.

"Suara apa itu?"

Blade dan putri Lizara pergi keluar untuk melihat keadaan kastil dan terlihat seseorang dengan rambut emas dan pakaian putih muncul dari depan pintu kastil.

"Hm, rupanya ada tamu tak di undang di kastil ku"

Putri Lizara terkejut melihat wujudnya dan sontak meneriakkan namanya.

"Kau!!! Kaihilak ahg....!"

Tiba-tiba orang itu sudah berada di depan putri dan mencekiknya.

"Oi, oi.... Sudah berapa kali aku bilang, aku adalah Tuhan di dunia ini, tambahkan "tuan" di namaku saat kau menyebutnya"

""

Tangan Kaihilak tiba-tiba terpotong oleh sebuah petir ungu, Kaihilak langsung mengambil langkah mundur dan meregenerasi tangannya.

"He...... Ternyata kau kuat juga, kurasa aku akan bermain sedikit denganmu"

Lalu cerita kembali ke tempat Airi dan yang lain, mereka berhasil menemukan Engine.

"Kau bilang tadi apa?"

"Aku bilang bergabunglah dengan kami!"

"Kutolak! Mana mungkin aku akan bergabung dengan orang asing"

"Benar juga, kalo begitu perkenalkan namaku Airi Tristalia dan yang berambut hijau itu Itsuka Nagazaki salam kenal"

"Engine Calibur, dan aku tetap tidak akan bergabung dengan mu"

"Akhirnya kami menemukanmu Engine Calibur"

Sejumlah tentara dewa muncul di tempat itu dan mereka di pimpin oleh dewa perang hikalus. 

"Cih, kalian cepat lari dari sini mereka hanya mengincar ku saja jadi-"

Bola cahaya besar melesat langsung ke arah mereka.

". Kurasa itu tidak terlihat hanya mengincar dirimu?"

"Ayo Itsuka!"

Airi dan Itsuka langsung maju menerobos pasukan dewa itu.

""

Ribuan Bilah angin melesat langsung menuju ke pasukan dewa itu dan memotong beberapa dari mereka.

""

Ribuan rantai api muncul dari lingkaran sihir dan mengikat sisa pasukan dewa itu dan membakar mereka hingga hangus.

"Perlawanan kalian sia-sia"

Di belakang dewa perang muncul ribuan lingkaran sihir dan pasukan dewa keluar dari lingkaran itu.

""

Bilah-bilah angin langsung memotong semua pasukan dewa yang muncul tapi pasukan dewa terus keluar dari lingkaran sihir itu.

"Ini tidak ada habisnya"

"Mundurlah!!! kalo tidak kalian akan terlibat"

Airi dan Itsuka mendengar suara engine dan langsung mundur ke belakang. Engine mengangkat kedua tangannya ke depan dan gear seukuran telapak tangan muncul diantar kedua tangganya dan mata Engine berubah menjadi warna orange.

""

Seketika itu cahaya terang terpancar dari gear itu dan semua lingkaran sihir itu hancur. Airi dan Itsuka terkejut akan kemampuan unik milik Engine itu.

"Waw! Kemampuan yang menarik"

"Jangan banyak bicara..... Dia sudah tidak bisa menggunakan sihir selama beberapa menit, ambil kesempatan ini untuk kabur"

Sementara yang lain ingin kabur Airi menciptakan pedang besi dan maju menyerang Hikalus. Hikalus kemudian menangkis serangan Airi dan pedang mereka saling berbentrokan.

"Hah! Si bodoh itu apa yang dia lakukan?"

"Dasar bodoh, kau ingin beradu pedang dengan dewa perang ini? Rupanya kau ingin mati"

Airi kemudian tersenyum sambil menunjukan ekspresi tak kenal takutnya dan membalas perkataan Hikalus.

"Kita lihat saja siapa yang akan mati"

"Oi! Cepat mundur dari sini"

Itsuka kemudian menepuk pundak Engine.

"Kau tidak perlu takut, kakak... Lebih kuat dari pada dewa itu"

Airi berhasil menekan pedang Hikalus kebawah dan menendang Hikalus hingga terlempar ke belakang, dengan cepat Airi maju dan menusuk armor Hikalus tapi armor itu tidak hancur.

"Percuma saja..... Armor milikku tidak akan pernah bisa di tembus oleh seorang manusia... Kau melakukan perlawanan yang sia-sia"

"Benarkah?"

Airi terus berlari mengelilingi Hikalus dan terus menusuk armornya.

"Sudah kubilang..... Percuma saja kau melakukan itu!!!"

Hikalus mengayunkan pedang nya dan angin besar tercipta di tempat itu hingga membuat pepohonan terbang.

"Ugh.... (Dia tidak akan bisa menang, yang dia lawan adalah dewa perang, kita harus lari dari sini)"

"Kau masih berpikir kakak tidak bisa menang? Lihatlah wajah kakak!"

"Hah! Dia tersenyum kenapa? Padahal tidak ada kesempatan untuk menang"

"Bukannya tidak ada, tapi kakak sedang membuat kesempatan itu"

Airi bergerang dengan cepat dan muncul di depan Hikalus dan menusuk armornya tepat di tengah-tengah.

"Kau memang cepat tapi.... Di hadapanku kecepatan mu itu tidak ada gunanya"

"Letakkan pedangmu dan mundur dari sini! jika kau tidak, armor yang kau banggakan itu akan hancur!"

"Lucu sekali, apa kau sedang baru saja mengancam dewa?"

Hikalus mengayunkan pedang miliknya kepada Airi. Tapi sebelum pedang itu mengenai Airi, tiba-tiba saja armor Hikalus hancur berkeping-keping, Engine dan Hikalus terkejut akan hal itu.

"Mustahil!!! bagaimana bisa armor dewa ku dihancurkan oleh manusia biasa?"

"Kau terlalu bergantung pada armormu, hingga kau tidak menyadari efek dari serangan ku..... Dari balik armor itu kau memang tidak bisa merasakan apapun, tapi serangan ku telah memberikan demage besar pada armor itu"

"Mustahil...... Dia benar-benar menciptakan kesempatan untuk menang, lawannya adalah dewa perang"

"Aku adalah dewa perang..... Tidak mungkin aku kalah dari manusia biasa!!!!"

"Merengek lah sesuka mu.... Tapi semua sudah berakhir disini.

"

Pusaran besar terbentuk di situ dan menghisap segala hal. Tubuh hikalus perlahan-lahan mulai menghilang, terhisap kedalam vortex itu bersama dengan rune miliknya.

"Aku tidak percaya kau bisa membunuh dewa"

"Aku tidak membunuhnya, aku hanya menyegel nya, rune milik dewa tidak semudah itu bisa dihancurkan"

Suara ledakan keras terdengar dari arah kastil dan terlihat dari kastil Blade yang sedang bertarung.

""

""

Serangan yang Blade lontarkan tiba-tiba saja menghilang, dan pedang milik Blade juga ikut menghilang.

"Apa yang baru saja kau lakukan?"

"Ini adalah sihir khusus ku Pembokaran sihir..... Aku bisa membongkar sihir apapun yang aku mau"

""

Ribuan roda gear menempel pada tubuh Kaihilak dan roda gear itu berubah menjadi benang takdir yang mengikat Kaihilak dengan takdir kematian.

"Aku sudah menunggumu.... Untuk datang kemari!"

Kaihilak menjentikkan jarinya, dan semua takdir itu hancur seketika.

"Akhirnya aku bisa melihatmu lagi.... Putraku"

Semua orang yang ada di situ terkejut, engine yang mendengar perkataan Kaihilak menjadi marah.

"Diam kau! Kau bukan ayahku. Ayahku sudah lama tiada, dan jangan berani kau menyebutku putramu, kaihilak!!!!"

Kaihilak mendekati Engine dan memegang kepalanya.

"Kau dingin sekali.... Aku tidak ingat pernah mendidik mu jadi seperti ini? Kau harus diberi pelajaran"

Kaihilak memukuk Engine hingga terlempar ke belakang dan membentur dinding kastil.

"Agh... Ah, sial!!! "

Puluhan pedang merah terbentuk di atas Engine dan melesat menuju ke arah Kaihilak.

""

Jam besar terbentuk di atas Kaihilak dan ketika jam itu berdering waktu terhenti seketika.

"Hm..... Apapun usahamu, kau tidak akan pernah menang melawan-"

""

"Hah!"

Sebuah tombak es mengarah ke arah Kaihilak dan mengejutkan nya.

"Mustahil!!! Aku sudah menghentikan waktu, kenapa kau masih bisa bergerang?"

"Waktu tidak akan berguna di hadapan ku. "

Tombak es besar lagi-lagi terbentuk dan mengarahkan kearah Kaihilak.

"Serangan kecil seperti itu, tidak akan berguna di hadapan ku"

Kaihilak membentuk perisai api tapi ice spear milik airi berganti arah dan mengarah ke jam yang ada di atas Kaihilak dan jam itu hancur.

"Mustahil!!! Jam itu adalah pembentukan dari waktu dunia ini, dan itu dihancurkan oleh manusia biasa...."

Seketika itu juga waktu kembali berjalan dan pedang merah yang sempat berhenti di hadapan Kaihilak lanjut melesat ke arahnya dan menusuk Kaihilak.

"Ah! sial aku lupa soal pedang ini"

Kaihilak menahan semua pedang itu dengan perisai api miliknya, engine melihat celah dan langsung melancarkan serangan.

""

Roda api besar muncul dan menyerang langsung ke arah Kaihilak.

"Kau pikir Aku ini siapa? "

Roda api itu langsung menghilang bersama dengan energi sihir semua orang yang ada di situ.

"Apa ini? Aku tidak bisa merasakan energi sihir ku"

"Hahahaha...... Sepertinya aku harus sedikit serius dalam melawan kalian (terutama dia itu, dia yang paling berbahaya), "

Sebuah kastil besar yang melambangkan tatanan dan kekuatan miliknya muncul dari atas langit. Kekuatan kaihilak meningkat secara drastis.

"Apa-apaan energi sihir itu?"

"Sekarang... Tidak ada yang bisa mengalahkan ku"

"Dengan ini, semua sudah berakhir"

Kaihilak mengangkat 1 tangannya.

"

Pedang yang sangat besar muncul dari atas kaihilak dan mulai turun perlahan.

"Gawat.... Kalau pedang itu sampai menancap di dunia ini, maka sudah di pastikan, dunia ini akan hancur total"

"Ahahahahah..... Kalian sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sekarang. Terima lah takdir kalian untuk tiada"

Engine dan semua orang di dunia itu mulai merasakan keputus-asaan.

"Menerima takdir kau bilang? Sayang sekali tapi aku tidak bisa melakukannya"

Airi tersenyum.

"Akan ku tunjukkan kepadamu bahwa, takdir saja akan tunduk di hadapan kami!!!"

Blade dan itsuka mengikuti airi dan berdiri di belakangnya.

"Bagaimana engine? Kau mau ikut?"

Engine melihat semangat airi dan mulai bangkit kembali dari keputus-asaan nya.

"Orang itu... Telah membunuh ayahku... Mana mungkin aku akan melepaskannya begitu saja!!!!"

"Mau berapa banyak kalian berkumpul.... Kalian tetaplah serangga kecil bagiku. "

Sebuah meteor yang besar muncul dari gear yang berada di atas kaihilak, airi melompat ke arah meteor itu lalu mulai mengepalkan tangannya dan memukul meteor itu hingga hancur berkeping-keping.

"Apa!!"

"Sekarang.... Mari kita mulai ronde ke-2!"

Ronde ke-2 antara airi dan teman-temannya melawan kaihilak akan dimulai.

Terpopuler

Comments

Beatrix

Beatrix

Menciptakan ikatan

2023-10-14

0

lihat semua
Episodes
1 pertemuan yang akan mengubah takdir.
2 kesatria petir ungu
3 perempuan api dan rekan baru
4 dunia teknologi jishu
5 penyerangan dewa
6 gear penciptaan vs Tuhan palsu
7 api dan angin
8 penembak jitu
9 berlayar kembali
10 universe lain
11 itsuka dan vilsarah vs titania
12 pelatihan engine dan tia
13 blade vs genryu
14 petualangan baru
15 misteri jubah hitam
16 potensi api dan angin
17 ancaman mulai datang
18 naga penjaga
19 multiverse
20 masalah datang
21 arc 2. permulaan baru
22 mimpi buruk airi
23 pemberontakan part 1
24 pemberontakan part 2
25 pemberontakan part 3
26 pemberontakan part 4
27 pemberontakan part akhir
28 dibalik kekosongan
29 kebenaran airi
30 kapal dimensi
31 petualangan para pemberontak
32 kembalinya para ancaman
33 faradox vs phantom part 1
34 faradox vs phantom part akhir
35 pengumuman
36 cinta dan kekuatan
37 energi rune
38 pelatihan
39 yang telah musnah
40 pertempuran kedua
41 green king
42 arc 3. Tiga kekuatan besar
43 ibu dan anak
44 kemunculan sang penjaga pertama
45 dimensi infinite
46 kembalinya sang penjaga pertama
47 perasaan yang terpendam
48 penyerangan yang tidak terduga
49 kebangkitan itsuka dan blade
50 bangkitnya kehancuran vilsarah
51 dendam engine dan janji Tia part 1
52 dendam engine dan janji Tia part 2
53 dendam engine dan janji tia part 3
54 Di mulainya legenda
55 keputusan airi
56 adik dan kakak
57 rahasia semesta
58 pernyataan cinta
59 terlepasnya segel para ancaman
60 Spesial episode, Gira dan Rika part 1
61 Spesial episode, Gira dan Rika part 2
62 Spesial episode, Gira dan Rika part 3
63 Spesial episode, Gira dan Rika part 4
64 Spesial episode, Gira dan Rika part 5.
65 Spesial episode, Gira dan Rika part akhir.
Episodes

Updated 65 Episodes

1
pertemuan yang akan mengubah takdir.
2
kesatria petir ungu
3
perempuan api dan rekan baru
4
dunia teknologi jishu
5
penyerangan dewa
6
gear penciptaan vs Tuhan palsu
7
api dan angin
8
penembak jitu
9
berlayar kembali
10
universe lain
11
itsuka dan vilsarah vs titania
12
pelatihan engine dan tia
13
blade vs genryu
14
petualangan baru
15
misteri jubah hitam
16
potensi api dan angin
17
ancaman mulai datang
18
naga penjaga
19
multiverse
20
masalah datang
21
arc 2. permulaan baru
22
mimpi buruk airi
23
pemberontakan part 1
24
pemberontakan part 2
25
pemberontakan part 3
26
pemberontakan part 4
27
pemberontakan part akhir
28
dibalik kekosongan
29
kebenaran airi
30
kapal dimensi
31
petualangan para pemberontak
32
kembalinya para ancaman
33
faradox vs phantom part 1
34
faradox vs phantom part akhir
35
pengumuman
36
cinta dan kekuatan
37
energi rune
38
pelatihan
39
yang telah musnah
40
pertempuran kedua
41
green king
42
arc 3. Tiga kekuatan besar
43
ibu dan anak
44
kemunculan sang penjaga pertama
45
dimensi infinite
46
kembalinya sang penjaga pertama
47
perasaan yang terpendam
48
penyerangan yang tidak terduga
49
kebangkitan itsuka dan blade
50
bangkitnya kehancuran vilsarah
51
dendam engine dan janji Tia part 1
52
dendam engine dan janji Tia part 2
53
dendam engine dan janji tia part 3
54
Di mulainya legenda
55
keputusan airi
56
adik dan kakak
57
rahasia semesta
58
pernyataan cinta
59
terlepasnya segel para ancaman
60
Spesial episode, Gira dan Rika part 1
61
Spesial episode, Gira dan Rika part 2
62
Spesial episode, Gira dan Rika part 3
63
Spesial episode, Gira dan Rika part 4
64
Spesial episode, Gira dan Rika part 5.
65
Spesial episode, Gira dan Rika part akhir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!