Cerita kembali ke 80 tahun lalu, terlihat sebuah kita yang telah hancur, dan terlihat Engine yang masih berusia 11 tahun dan sedang memegang tangan ayah nya yang sudah tiada. Kaihilak kemudian mendatangi Engine.
"Engine calibur.... Bagaimana jika kau menjadi putraku? Aku akan memberikan semua yang kau inginkan. Jadi lah putraku!"
Engine yang marah langsung memukul Kaihilak, tapi serangan itu tidak ada apa-apa nya. Kemudian Kaihilak membalas pukulan Engine, dan Engine terbagun dari tidurnya.
"Ha!!! Mimpi yang sangat buruk"
Airi kemudian menerobos masuk ke kamar Engine untuk membangunkannya.
"Engine!!! Ayo bangun ini sudah pagi!!! Oh. Kau sudah bangun rupanya"
"Aku baru saya bangun, dan ini sudah bukan pagi, ini sudah jam 1 siang"
"Bagi ku ini masih pagi, dan aku masih ingin tidur. Tapi Blade terus memaksaku bangun, ayo cepat siap-siap"
Engine dan Airi kemudian keluar dari kamar dan menuju ke kapal mereka yang sebentar lagi siap.
"Bagaimana apa kapal ini sudah jadi?"
"Bisa di bilang 80% tapi aku sudah kehabisan suku cadang"
"Kalau begitu tinggal beli saja kan"
"Suku cadang yang di butuhkan banyak, aku sendiri tidak akan mampu membawanya"
"Kalau begitu ajak saja Blade!"
"Kenapa tidak kau saja yang pergi? Dan juga tokoh Suku cadang bukanya malam"
Hawa membunuh tiba-tiba ada di belakang mereka, spontan mereka langsung berbalik badan dan mengambil posisi bertarung
"Sepertinya kita sedang di incar, dengan bayaran yang tinggi"
"Mana mungkin seperti itu, kau ini bisa bercanda di situasi apapun yah...."
Blade tiba-tiba masuk ke ruangan itu.
"Apa yang kalian lakukan?"
"Ha!!! Kau rupanya, aku pikir musuh"
"Memangnya ada apa?"
"Kami merasakan niat membunuh yang kuat, asalnya dari ruangan ini"
Blade mengangap itu hanya lelucon semata dan tertawa, lalu mengajak mereka ke tempat pelatihan untuk melatih para kesatria, Airi melatih para kesatria dengan sikap lembut dan baik, tapi sebaliknya Blade melatih para kesatria dengan keras hingga menyebabkan trauma pada para kesatria.
Malamnya Engine dan Blade pergi membeli Suku cadang, perlakuan orang-orang kota pada Engine sekarang sangat berbeda, dari kebencian menjadi rasa hormat. Disaat mereka ingin pulang hawa membunuh kuat tertujuh pada mereka.
"Kau merasakannya Engine?"
"Yah. Ini niat pembunuh ini sama seperti tadi pagi"
Blade dan Engine memancing orang itu keluar dengan melewati tempat sepi. Kemudian sebuah peluru langsung melesat dari belakang mereka menuju ke kepala Blade, dengan cepat Blade memotong peluru itu.
"siapa kau?"
Terlihat di atap seorang wanita dengan rambut hitam panjang dan mata berwarna abu-abu berada di atas atap, sambil memegang sebuah snapan.
"Nama ku Tia Alheis, orang yang akan menghabisi kalian"
"Alheis. Jadi kerajaan dunia peluru juga terlibat dengan tanduk raja yah?"
"Aku tidak tertarik dengan tanduk raja, aku hanya ingin mengambil kembali apa yang telah kalian rebut dari ku!!"
Tia menembakan peluru ke arah mereka, dan Blade berhasil memotong peluru itu, Tia mengganti snapannya ke pistol dan mulai maju.
"
"
Peluru cahaya melesat ke arah tembok batu itu dan Menghancurkannya. Tapi di balik tembok itu terlihat Blade sudah memasang kuda-kuda untuk melancarkan serangan.
"
Taring petir melesat ke arah Tia, tapi Tia berhasil menghancurkan serangan itu dengan peluru cahaya
"Yang benar saja!!!"
Tia yang sudah berada di hadapan mereka langsung mengarahkan pistolnya ke kepala Blade, Engine yang langsung terkejut ingin mengeluarkan belati.
"Jangan bergerak!.... Kalau kau bergerak aku akan langsung menembak"
Engine dan Blade sudah tidak bisa bergerak lagi.
"Sekarang kembali kan hal yang kalian telah ambil dari ku"
"Apa maksud mu? Kami tidak ingat pernah mencuri dari mu"
"Kalian memang tidak mencuri dari ku, tapi kalian merebut hal yang berharga dari ku"
"
Sebuah angin tajam yang berputar seperti pusaran mengarah ke Tia dan berhasil melemparnya ke belakang serta melukainya.
"Ugh... Ah!!!"
"Blade, Engine kalian tidak apa-apa?"
Itsuka muncul dari belakang mereka.
"Kau terlalu meremehkan kami"
"Siapa dia?"
"Kami juga baru pertama kali bertemu. Dan, sepertinya dia menaruh kebencian besar pada kita"
"Pas sekali.... Kalian semua sudah berkumpul disini, dengan begitu aku bisa membunuh kalian semua di sini sekaligus.
Mata Tia berubah menjadi berwarna jingga dan di pupil matanya terdapat motif crosshair berwarna merah tua.
"Semua hati-hati, energi sihirnya tiba-tiba saja meningkat"
"Yah, aku juga tau"
Tia kemudian melancarkan tembakan pada Blade dan Blade berhasil memotong peluru itu, tapi tiba-tiba tangan Blade tertembak oleh peluru itu.
"Agh!! Apa yang terjadi?..... Aku sudah memotong peluru itu...."
"Percuma saja kau memotongnya. Setelah
"Jadi kau menembak tepat, di tempatku berdiri dari masa lalu"
Tia meluncurkan tempakan keduanya, Engine terlihat panik dan langsung mengeluarkan belati nya lalu mengayunkan ya, peluru yang masih melesat itu terpotong bersama dengan tangan Tia yang juga ikut ter tebas oleh belati itu, Tia langsung terkejut dan waspada.
"Kenapa? aku menembak mu dari masa lalu, tapi kenapa aku yang terluka?"
"Belati ini bisa mencapai kemungkinan yang mustahil, aku memotong peluru itu bersama dengan dirimu sesaat sebelum kau menembakkan peluru itu"
"Jadi kau juga sama seperti ku, sepertinya aku terlalu meremehkan kalian"
Tia kemudian menyembuhkan tangannya yang ter tebas dan mulai menembakkan peluru ke tiga. Engine juga mulai mengayunkan belati nya dan kedua serangan itu saling bertabrakan lalu hancur, tapi tiba-tiba saja tangan Engine tertembak oleh peluru Tia.
"Ahg!!! Dari mana dia menembak?"
"Sudah ku bilang, aku bisa menembak dari waktu mana pun, aku baru saja menembak mu dari masa depan"
"Begitu yah"
"
Blade mengaktifkan sihir waktu miliknya. Dan, waktu di dunia itu berhenti seketika, dengan cepat Blade bergerak ke belakang Tia dan menjalankan waktu kembali sambil mengayunkan pedang ke leher Tia.
"Skakmat"
"Ah!! Tidak ku sangka kau bisa menggunakan sihir kuno"
"Itu membutuhkan waktu yang lama tapi. Berkat kau yang di sibukkan oleh Engine aku jadi dapat banyak waktu..... Sekarang bagaimana, mau menyerah atau masih ingin melawan?"
"Aku menyerah"
Tia kemudian menjatuhkan senjatanya dan mengangkat tangannya, Blade kemudian menurunkan pedangnya dan Engine menyimpan belati nya.
"Jelaskan apa maksud mu menyerang k-"
"Apa kau yang tadi pagi memasang niat membunuh pada aku dan Airi?"Engine langsung memotong kata-kata Blade.
"Itu benar, aku lah pelakunya"
"Kena-"
"Kenapa kau menyerang kami?" Itsuka kemudian memotong kata-kata Blade.
"Oi!!! Aku juga ingin bicara di sini!!"
"Karna kalian telah merebut sesuatu yang berharga bagiku!"
"Apa maksud mu? Kita baru pertama kali bertemu di sini, kami tidak pernah mencuri sesuatu dari mu"
"Sudah ku bilang, kalian bukan mencuri sesuatu dari ku. Tapi merebutnya... Kalian telah merebut Airi Tristalia dari ku!!!"
Mendengar nama Airi mereka semua membeku sejenak karna terkejut, dan berteriak secara bersamaan.
"HAH!!!!!!"
Mereka kemudian sedikit menjauh dari Tia dan mulai berbisik.
"Apa tadi itu? Aku mendengar nama Airi dan.... Sesuatu yang berharga miliknya adalah Airi?"
"Jangan cepat menyimpulkan Blade, bisa saja kita salah dengar. Itsuka!"
Itsuka berbalik badan dan mendekati Tia.
"Barusan tadi kau bilang apa?"
"Apa kalian tuli? Aku bilang kalian telah merebut Airi dari ku"
Itsuka kemudian mulai menjauh dan bergabung dengan Blade dan Itsuka.
"Itu bukan salah dengar Blade"
"Jadi selama ini si bodoh itu punya pacar?"
"Sudah ku bilang jangan cepat menyimpulkan Blade, mana mungkin dia punya pacar. Ini bisa jadi salah satu anggota timnya yang lama"
"Bisa saja, kita tanya saja langsung padanya"
"Tadi nama mu Tia, kami akan kembali ke istana, Airi juga ada di sana mau ikut?"
"Baiklah"
Mereka kemudian kembali ke istana bersama dengan Tia dan menemui airi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Amai Kizoku
Terlalu emosional, sampai menangis.
2023-10-16
1