Sudah satu minggu semenjak mereka tinggal di dunia Jishu. Dan kapal mereka juga sudah setengah.
Tiga hari yang lalu. Airi yang bosan menunggu di kastil memutuskan untuk berjelajah, tapi Airi belum kembali sampai sekarang, jadi Itsuka menyusul Airi ke tempat dia berjelajah yaitu gunung es di bagian selatan kota, dimana saat itu badai salju besar sedang terjadi di gunung itu.
"Dimana sebenarnya kakak? Jangan bilang dia sudah memebeku di tempat seperti ini, meskipun itu hal yang paling mustahil"
"Halo!! Kita bertemu lagi pria angin!"
Ada suara seorang perempuan yang berasal dari sebuah bukit kecil, wanita itu menyapa Itsuka. Itsuka terkejut dan langsung mengambil posisi siaga.
"Kau. Yang waktu itu!"
"Jangan siaga seperti itu, aku bukan musuh mu, aku juga sedang mencari sesuatu di gunung es ini"
"Sesuatu, apa itu?"
"Tanduk raja. Ada yang bilang mereka melihat sebuah kristal biru yang menyala terang berbentuk seperti tanduk di sekitar sini, dan kau sedang apa kemari?"
"Aku sedang mencari kakak ku"
"Kalau begitu, mau berjalan bersama, tenang saja aku bukan musuhmu"
"Asalakan kau ceritakan apa itu tanduk raja"
"Tidak masalah"
Itsuka dan wanita itu berjalan bersama menelusuri gunung es itu bersama-sama.
"Hei! Aku belum mengetahui siapa namamu? Kalo panggilan nya hanya "kau" itu tidak bagus kan"
"Namaku itsuka.... Itsuka Nagazaki"
Wanita itu sedikit terkejut mendengar nama Nagazaki dan bergumam.
"Hm.... Nagazaki......"
"Jadi siapa kau?"
"Namaku Vilsarah Kristallia"
"Kristallia!! Bukannya itu nama black king yang sekarang?"
Itsuka terkejut karna wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai Kristallia.
"Memang benar.... Aku adalah putri kedua nya"
Itsuka langsung terdiam sejenak karna terkejut Vilsarah adalah putri sang black king ocean world.
"Ada apa? Apa kau kedinginan?"
Sebuah ledakan tiba-tiba terdengar, Vilsarah dan Itsuka terkejut dan langsung pergi memeriksa asal dari ledakan itu, ternyata ledakan itu berasal dari tanduk raja yang berada di sekumpulan tubuh monster.
"Jadi ini tanduk raja, tapi kenapa banyak sekumpulan tubuh monster di sekitarnya?"
"Kemungkinan besar mereka mencoba untuk memakan tanduk raja itu, tapi karna tubuh mereka tidak kuat untuk menahan kekuatannya tubuh mereka meladak"
"Mungkin sudah saatnya kau menceritakan apa itu tanduk raja?"
"Tanduk raja adalah kekuatan yang berasal dari ujung ocean world dan tanduk raja memiliki kekuatan yang masih misterius, asal-usul tanduk raja masih belum di ketahui"
"Jadi, kita harus apa kan tanduk raja itu"
"Hancurkan..... Tanduk raja memang memiliki energi sihir yang besar tapi mereka serapuh kaca"
Suara ledakan terdengar lagi dari depan mereka, saat mereka memeriksanya terlihat banyak sekali mayat monster dan terlihat ice golem setinggi 9 meter yang memancarkan energi yang sangat besar.
"Hati-hati Nagazaki, ice golem itu telah memakan tanduk raja"
Ice golem itu memukul tanah dan tombak es muncul dari tanah.
"Lompat!!!"
Itsuka dan vilsarah melompat atas dan berhasil menghindari serangan ice golem.
"Apa kau tidak bisa melelehkan nya dengan api mu?"
"Jika itu hanya ice golem biasa aku bisa, tapi dia telah memakan tanduk raja, jadi tidak akan semudah itu"
Ice golem itu melompat ke arah mereka tapi mereka berhasil menghindarinya, lalu Itsuka dan Vilsarah terus berlari mengitari ice golem itu.
"
Sebuah pedang api muncul di tangan Vilsarah dan Vilsarah melompat ke arah golem itu dan mencoba memotongnya tapi tidak berhasil.
"
Itsuka datang dari arah lain dan menyerang golem itu tapi serangannya juga tidak berefek, golem itu kemudian memegang tangan mereka berdua lalu melempar mereka ke udara dan memukul mereka kebawah hingga membentur tanah cukup keras.
"Agh...."
"Gh....."
Ice golem itu berlari ke arah mereka berdua yang masih terbaring kesakitan.
"
Sebuah perisai angin terbentuk di depan ice golem tapi dia berhasil mengancurkannya dengan mudah dan terus berlari ke arah mereka, Vilsarah berhasil berdiri dan langsung melancarkan serangan pada ice golem itu.
"
Tinju api besar langsung mengarah ke ice golem itu dan berhasil melelehkan kedua tengannya, melihat sebuah kesempatan Vilsarah langsung menggendong Itsuka dan mundur dari tempat itu.
"Ha...ha...ha... kalo tidak salah sihir itu juga yang membakar dua ice dragon dengan mudah, ha...ha...ha... Kenapa itu tidak langsung membakar ice golem itu?"
"Ha...ha... Tanduk raja juga ada beberapa jenis, ha...ha...ha... Yang dimakan oleh ice dragon memiliki sihir yang lemah, ha...ha... tapi yang dimakan ice golem memiliki sihir yang kuat....."
"Ha.... Apa kau bisa menggunakan sihir itu lagi?....."
"Sayang sekali energi sihir sudah tidak cukup"
"Kalo begitu akan ku berikan semua energi Sihir ku, dan gunakan seluruhnya untuk menyerang ice golem itu"
"Kalo begitu ayo kita lakukan"
Itsuka dan Vilsarah kembali ke tempat golem itu dan bersiap melakukan rencana mereka, ice golem yang menyadari keberadaan mereka langsung berlari dengan sangat cepat ke arah mereka dan ingin menyerang mereka, tapi mereka langsung menghindarinya dan ice golem itu menabrak bukit es yang berada tepat di belakang mereka, dengan cepat Itsuka langsung menyalurkan semua energi sihirnya pada Vilsarah dan muncul pusaran angin di tangan kiri vilsarah.
"Lakukan Kristallia"
Vilsarah sedikit tersenyum.
"Hm, aku tiba-tiba punya ide yang bagus"
Vilsarah kemudian mengangkat kedua tangannya ke depan dan membuat sebuah aliran api di tangan kanannya, kedua sihir itu saling bergabung di telapak tangan Vilsarah.
"
Sebuah api yang berputar seperti tornado keluar dari tangan Vilsarah, dan semakin membesar hingga melahap ice golem sampai meleleh sepenuhnya bersama dengan badai salju di gunung itu.
"Ha...... Aku kelemahan dan kesakitan"
"Kau pikir hanya kau aku juga sampai kehabisan energi sihir"
"Bukannya kau yang menyarankan ide itu"
Itsuka dan Vilsarah kemudian terbaring kelelahan di gunung es itu dan tertidur, kemudian mereka berdua merasakan sesuatu yang hangat, saat mereka membuka mata di samping mereka ada api unggun.
"Yo, kalian sudah bangun"
Itsuka dan Vilsarah sontak terkejut dan berteriak.
"Kakak!!!"
"Kak Airi!!!"
Mereka berdua terkejut dan berteriak kembali sambil menatap satu sama lain
"HAH?"
"Oh, Vil sudah lama sekali, bagaimana kabarmu?"
"Aku baik, dan juga bagaimana kak Airi bisa kenal dengan Nagazaki dan kenapa kau memanggilnya kakak?"
"Aku juga ingin menanyakan hal yang sama kakak?"
Airi kemudian menjawab pertanyaan mereka satu-persatu, dimulai dari Itsuka.
"Aku dulu pernah bergabung dengan sebuah tim kan, disitu aku bertemu Vil yang masih anak-anak"
"Jadi begitu, kakak dulu sudah pergi ke berbagai tempat rupanya, pantas saja kakak tau banyak hal"
"Aku bertemu Itsuka di dunia Iginas saat itu aku di undang oleh raja Kalis untuk datang ke pesta ulang tahun putranya"
"Jadi kemana saja kakak selama ini?"
"Yah..... Singkatnya aku terjebak di goa ini dan tidak bisa keluar karna jalan keluarnya tidak bisa ku temukan"
Vilsarah yang mendengar kebodohan Airi langsung tertawa sangat keras.
"Pffftt, ahahahahahah.... Yah, seperti itu lah kakak, kakak tidak pernah berubah ahahahahaha....."
"Ya ampun, kakak membuat semua orang khawatir saja"
"Maaf-maaf, sekarang ayo kita pergi dari goa ini"
"Bukannya kakak tidak bisa menemukan jalan keluarnya?"
"Berkat kalian aku berhasil menemukan jalan keluar"
Airi menunjuk ke arah atas dan terlihat sebuah lubang besar.
"Tapi bagaimana cara kita ke sana kak?"
"Manipulasi tanah: tangga tanah"
Tanah tempat mereka berpijak berubah menjadi sebuah tangga yang memutar sampai ke atas, lalu mereka menaiki tangga itu hingga sampai ke atas.
"Akhirnya aku bisa menghirup udara luar. Vil apa kau mau ikut dengan kami?"
"Kemana?"
"Menjelajahi world ocean!!!"
"Tidak dulu.... Untuk sekarang, masih ada sesuatu yang harus aku lakukan"
"Begitu, kalau kau berubah pikiran aku selalu menyambutmu"
"Baiklah"
Mereka kemudian berpisah di tempat itu, Vilsarah kembali berpetualang sementara Airi dan Itsuka kembali ke kastil dan saat Airi kembali dia dimarahi oleh Blade, Engine, Zilk, dan putri Lizara karna telah membuat mereka khawatir dan sebagian hukumannya Airi tidak di izin kan keluar dari kastil selama satu minggu ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments