Sehari setelah kejadian ice dragon di dunia Garnias, Airi dan Itsuka bersiap untuk kembali melanjutkan perjalanan dengan teman baru mereka yaitu Blade kuroyami.
"Semua telah siap, airi dimana kapal kalian?"
Sambil menunjuk ke atas Airi mengatakan.
"Di atas sana, sekitar 480 atau 520 kilometer dari sini"
"Jauh sekali, jadi naik apa kita kesana?"
Airi kemudian terdiam membeku.
"Jadi kita tidak punya kendaraan buat kesana yah"
Sesaat setelah Blade mengatakannya Itsuka muncul.
"Kalo begitu kenapa kita tidak sewa sesuatu untuk menuju kesana"
"Tapi.... Di dunia ini yang bisa kita sewa hanyalah singa angin, dan harganya juga mahal"
Mereka mengeluarkan uang mereka dari saku dan masing-masing dari mereka hanya membawa 10 keping perak ocean.
"Kita hanya bisa menyewa satu saja yah.... Kita harus putuskan siapa yang akan pergi kesana bawa satu kotak batu hitam dan kembali lagi kemari"
Setelah mendengar saran Blade Airi kemudian langsung mengangkat tangannya.
"Baik, kalo begitu aku yang akan pergi"
Blade dan Itsuka menjawab secara bersamaan.
"DITOLAK"
"Kenapa?"
"Kak, kalau kau yang pergi,pasti akan ada masalah tambahan, jadi aku saja yang pergi"
"Aku punya firasat buruk jika Airi yang pergi mengambil kapal, jadi Itsuka lah yang akan pergi"
Itsuka kemudian pergi mengambil kapal mereka, dan kemudian itsuka kembali setelah berjam-jam menunggu, tapi sayangnya kapal itu mengalami masalah pada remnya dan mendarat cera kasar.
"Ah, kapalku!"
"(Ternyata kapalnya lebih penting dari pada adiknya), Itsuka kau masih hidup?"
Itsuka kemudian keluar dari kapal.
"Apa kau sedang meremehkanku Blade?"
Lalu mereka mengangkat semua barang mereka dan lepas landas dari dunia Garnias.
"Jadi kita akan pergi ke dunia apa kak?"
"Dunia tempat segala teknologi di ciptakan yaitu, dunia Jishu!"
Setelah berlayar selama 4 jam akhirnya dunia Jishu mulai terlihat dengan gear yang sangat besar yang terletak di belakang dunia itu sebagai lambang dari dunia itu dan ukuran dari dunia itu sangat besar hampir tidak terlihat ujungnya.
Saat sampai di tempat gerbang pintu masuk ke ibu kota dunia Jishu, saat mereka ingin mulai mendekati tanah, rem kapal tidak berfungsi dan mereka mendarat dengan kasar.
"Ah!!!!!!!!!"
"Oi, oi, oi, oi"
"(Ini serasa dejavu?)"
Setelah mendarat, kapal mereka berantakan, sayap kanan kapal patah dan semua mesin rusak.
"Aku benar-benar akan menjual kapal ini"
"Oi!!! Itsuka bukannya orang ini tadi sangat peduli dengan kapal miliknya?"
"Tidak usah terkejut, pikiran kakak itu random"
Hal itu membuat pintu gerbang dan tempat parkir hancur berantakan, saat mereka bertiga keluar dari kapal para penjaga langsung mengepung mereka dan membawa mereka ke penjara.
"Akan ku jual kapal itu, pasti akan ku jual dia"
Airi terus bergumam dan mengucapkan kalimat yang sama berkali-kali, dan Itsuka terlihat sangat santai hanya Blade yang terlihat panik.
"Kenapa kalian bisa sangat santai? Kita bisa saja dapat hukuman di penjara atau denda, meskipun aku lebih memilih di denda dari pada di harus berada dipenjara"
"Santai saja Blade kalau semisal kita di denda, di situlah kau akan sangat berguna"
"Apa kau ini sudah lupa, kita menyewa satu singa angin dengan uang pas-pasan"
Saat mereka sedang berbicara dan Airi masih bergumam seseorang masuk ke ruang interogasi, seorang wanita yang menggunakan baju zirah dan dua pedang di pinggangnya.
"Jadi kalian yah pembuatan masalah itu? Langsung saja ke intinya, apa tujuan kalian melakukan itu?"
Blade menjawab pertanyaan yang di berikan wanita itu.
"Itu hanya sebuah kecelakaan, rem kapal si bodoh ini tiba-tiba tidak berfungsi. Airi bisa kau berhenti bergumam! Itu sangat menakutkan"
"Kecelakaan.... Memang benar anak buah ku menemukan bahwa rem kapal kalian rusak, jadi aku akan percaya pada perkataanmu, tapi tetap saja"
Saat wanita itu sedang berbicara seorang pria yang masuk ke dalam ruang interogasi, pria itu menggunakan zirah berjubah dengan warna hijau, wanita itu terkejut saat pria itu masuk.
"Kapten Zilk, ada urusan apa anda datang kemari?"
Pria itu bernama Zilk nuras, kapten dari para penjaga, setelah memasuki ruangan Zilk melihat ke arah Airi yang masih terus bergumam, sambil tersenyum Zilk menyapa Airi.
"Sudah kuduga"
Airi yang mendengar suara Zilk langsung menoleh ke arah Zilk.
"Lama sudah kita tidak bertemu senior"
"Zil? Kau zil? Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini, kau berkerja sebagai seorang kesatria sekarang?"
"Benar! Tuan putri menawarkan posisi sebagai komandan kesatria kepada ku"
Semua yang ada di ruangan itu bingung dan wanita itu bertanya kepada Zilk.
"Komandan, apa hubungan anda dengan orang itu?"
"Dulu aku pernah bercerita bahwa aku masuk ke sebuah tim kan, dan orang ini adalah kapten sekaligus seniorku"
Mereka semua terkejut saat mendengar hal itu.
"Airi kau dulu pernah masuk ke sebuah tim?"
Airi menjawab nya sambil tersenyum lebar.
"Yah itu benar, ha..... Kenangan yang indah, aku maunya bilang begitu tapi kenangan waktu itu tidak terlalu bagus. Selain itu aku tidak menyangka kau akan jadi kesatria di dunia ini"
"Senior-"
"Jangan memanggilku begitu, kita sudah bukan satu tim lagi kan, panggil saja aku Airi"
"Baiklah, kalo begitu Airi bagaimana jika anda menemui tuan putri, dia pasti senang melihat anda setelah sekian lama"
"Boleh juga, aku juga sudah lama tidak melihatnya"
"Aterin, mereka akan berada di bawah tanggung jawabku"
Wanita itu masih terkejut akan kejadian itu tapi kemudian dia menundukan kepalanya.
"Baik kapten"
Setelah itu mereka di bebaskan dari hukuman dan berjalan menuju kastil, di perjalanan mereka banyak melihat berbagai macam teknologi-teknologi keren seperti alat teleportasi, mobil terbang, sepatu yang bisa berjalan di udara, dan lain-lain.
Tiba-tiba sebuah keributan besar terdengar dari sebuah tokoh, sebuah pekerja tokoh dan penjaga tokoh saling berdebat.
"Anak sialan!!! Lagi-lagi kau membuat produk gagal!!! Pergi dari sini kau di pecat!"
"Produkku bukan produk gagal, itu hanya belum sempurna saja!"
Setelah berteriak seperti itu, dia pergi dari tokoh itu.
"Zil, apa kau tidak menghentikan nya?"
"Karna itu sudah hal biasa di sini, anak itu bernama Engine calibur, ayahnya seorang penemu hebat tapi dia tidak mewarisi bakat itu, dia sudah bekerja di banyak tokoh tapi dia selalu di pecat karna produk buatan nya selalu gagal"
Mereka melanjutkan perjalanannya ke kastil, dan sampailah di depan pintu gerbang kastil, setelah masuk mereka mendengar keributan di dalam kastil.
"Calibur, aku dengar kau meledakkan tokoh lagi yah?"
"Berisik, apa yang aku lakukan itu bukan urusanmu kan, hanya karna kau tuan putri jadi kau bisa ikut campur atas segala masalah orang lain"
"Oi!!! jaga sikapmu yang di hadapan tuan putri dunia ini"
"Aku tidak peduli.... Yang ada di hadapan ku itu tuan putri atau dewa atau bahkan Tuhan, aku tidak akan tunduk"
Setelah itu orang itu keluar dari ruang pertemuan, saat Zilk mengajak semuanya untuk masuk Airi bergumam sambil tersenyum.
"Ayo kita masuk"
"Dia menarik sekali... Aku menyukainya ayo kita ajak dia bergabung!"
Kemudian Airi langsung berlari mengejar orang itu sementara Blade dan Itsuka hanya bisa mengelengkan kepala atas kelakuan Airi yang sesuka hati, tuan putri yang mendengar ada keributan di depan pintu ruang pertemuan langsung mengeceknya.
"Hm? Zilk apa yang kau lakukan di situ, dan siapa mereka ini?"
Zilk yang mendengar suara tuan putri langsung terkejut.
"Ahhhhh...... tuan putri ternyata Anda ada di dalam sana, saya membawa tamu yang ingin bertemu dengan anda"
Blade dan Itsuka terkejut akan perkataan zilk tersebut.
"HAH!!!!"
Blade langsung berbisik kepada zilk.
"Oi!! Zilk kenapa kau menjual kami? Kami tidak ingin bertemu dengan tuan putri"
"Sudahlah ikuti saja, ajak ngobrol tuan putri ulur waktu sampai aku membawa Airi kembali"
"Oi zilk, tunggu!!"
Zilk kemudian berlari mengejar Airi meninggalkan Blade dan Itsuka di depan ruang pertemuan.
"La-lama tidak bertemu putri Lizara Astovira"
Tuan putri yang menyadari keberadaan Blade menjawabnya dengan wajah yang memerah dan sura yang pelan.
"La, lama.... Sudah kita tidak bertemu.... Pangeran Blade Kuroyami"
"Suatu kehormatan bisa bertemu denganmu putri Lizara, namaku Itsuka Nagasaki"
Putri Lizara yang mendengar nama Nagasaki sedikit terkejut tapi dia memilih untuk menghindari pembicaraan itu.
"Senang juga bertemu dengan anda tuan Nagasaki"
Itsuka yang menyadari nada berbicara putri Lizara dengan Blade berbeda saat dia berbicara dengan Itsuka langsung menunjukan senyum jahilnya ke arah Blade.
"Hmmmmmm"
"Apa? Kenapa kau tersenyum begitu ke arahku Itsuka?"
"Tidak, bukan apa-apa..... Aku baru ingat ada urusan kecil, jadi aku permisi dulu dari sini"
"Oi, Itsuka kau, ah....."
Itsuka menyadari situasinya dan langsung pergi dari tempat itu, dan menyisakan Blade, putri Lizara dan pelayanan tuan putri yang langsung menyadari keadaan dan pergi juga dari tempat itu.
Sementara Airi sudah keluar dari kastil dan terus mencari orang itu tapi masih belum menemukannya.
"Aku tidak bisa menemukannya di mana-mana"
Zilk kemudian memanggil Airi dari belakang dan Airi menoleh ke arah zilk.
"Airi!!!!"
"Oh Zilk, kau tau dimana dia itu tinggal?"
"Dia? Maksud anda Engine? Dia tinggal di luar kota, sebuah tempat yang bernama gunung pembuangan, tempat dimana orang-orang membuang produk tua dan produk gagal mereka. Jaraknya kira-kira 500 meter dari sini"
Airi kemudian tersenyum.
"Kalo begitu ayo kita ke sana! Jaraknya 500 meter kan bisa jadi kita akan bertemu dia di perjalanan"
"Ehhhh"
Itsuka kemudian datang dan mendengar ide Airi.
"Kakak selalu mencari masalah yah, kalo begitu aku juga ikut"
"Baiklah kalo begitu sudah di putuskan kita akan pergi ke sana"
Zilk yang kalah suara tidak bisa membalas apapun dan lebih memilih untuk mengikuti ide Airi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments