1 hari sebelum pelatihan engine selesai, di hutan terlihat blade dan genryu yang sedang bertarung dan akibat pertarungan mereka seluruh wilayah di sekitar mereka jadi hancur, pepohonan hancur, tanah retak, bahkan gunung sampai terbelah.
"Kau sudah berkembang dengan baik, tapi kau masih tetap seorang bocah kecil"
"Diam!
Blade melancarkan serangan, tapi itu dengan mudah bisa di hindari oleh genryu.
"
Waktu di sekitar blade langsung berhenti, tapi dengan santai genryu berjalan mendekati blade.
"Mau berapa kali kau menggunakan sihir itu, kau tidak akan bisa menghentikan langkah ku.... Alasannya adalah.... Karena aku ini lebih kuat daripada dirimu"
"(Aku sudah tidak punya banyak waktu, kalau aku tidak cepat energi sihir ku akan segera habis)"
"Kau sedang terburu-buru kan? Tentu saja seperti itu, setelah bertarung selama seharian kau menguras banyak sekali energi sihir"
Genryu melancarkan pukulan pada blade dan blade menangkis nya dengan pedangnya, tapi tetap saja pukulan genryu membuat blade terlempar jauh ke belakang.
"Ah!!!"
"Pada akhirnya, hanya seperti ini kekuatan dari putra si raja pedang? Sangat mengecewakan, kau tidak layak menjadi pengguna padang"
Blade terprovokasi oleh perkataan genryu dan mulai berdiri dengan amarah dan menatap genryu dengan tatapan tajam.
"Baiklah... Jika itu maumu, aku akan menunjukkan nya padamu"
"Kalau begitu, bicaralah dengan kekuatanmu bukan dengan omonganmu!"
Blade menonaktifkan time manipulation miliknya, dan mulai bergerak cepat ke arah genryu, dalam sekejap blade sudah berada di hadapan genryu dan menarik pedangnya kemudian menebas genryu.
Tubuh genryu berubah menjadi api perak dan tebasan blade membelah tubuh genryu.
"Hah?"
Tubuh genryu kembali lagi seperti semula, dan dengan tangan yang diselimuti oleh api perak genryu langsung memukul perut blade hingga membuatnya terlempar ke atas, lalu genryu melompat ke arah blade dan memukulnya kembali hingga membentur tanah dengan sangat keras.
"Kupikir kau sudah serius tapi, ini tidak ada bedanya dengan yang tadi"
"Apa-apaan itu? Kenapa... Agh.... Perang ku bisa menembus mu?"
"Itu adalah salah satu kemampuan ku sebagai calon raja"
"Calon raja? Jadi kau juga calon raja"
"Benar, dan ini adalah pertahanan mutlak milikku
"Jadi kau hanya bisa diserang dengan sihir yah? Kalau begitu,
Tombak petir muncul di tangan blade dan blade melempar tombak itu.
"
Tombak api perak muncul di tangan genryu dan genryu juga melemparkan tombak itu, kedua serangan mereka saling bertabrakan dan tombak petir hancur oleh tombak api perak milik genryu dan itu terus melesat ke arah blade hingga mengenai tangannya.
"Ah!!!! Hah.... Hah...."
Genryu kembali menyelimuti tangannya dengan api perak dan menghajar blade berkali-kali.
"Mungkin aku sedikit berlebihan, hm?"
Tangan genryu tiba-tiba saja mengeluarkan percikan petir dan percikan itu membesar hingga membuat genryu tersetrum dan berlutut.
"Hah! Ah!!!!! Agh....."
"He.... Ahaha.
"Sejak kapan kau menanamkan sihir mu padaku?"
"Syarat untuk sihir ini adalah sentuhan fisik"
"Jadi begitu, selagi aku terus memukulmu, kau juga terus menanamkan sihir mu padaku"
"Sementara kau bertarung dengan menggunakan pukulan mu, aku bertarung dengan menggunakan otakku"
"Hm, ahahahaha..... Hahahaha..... Kau benar-benar hebat, aku tarik semua perkataanku tentangmu..... Kurasa waktunya untuk mulai serius.....
Api perak menyelimuti genryu dan membentuk sebuah pusaran yang berputar sampai ke atas langit, api itu kemudian menghilang dan di kedua tangan genryu terdapat dua buah gauntlet besi yang diselimuti oleh api perak yang terus berkobar-kobar.
"Sekarang, mari kita mulai... Ronde ke-2!"
Genryu menjentikkan jarinya dan api perak mulai mengelilingi mereka.
"
Percikan petir muncul di tangan blade dan langsung menghilang.
"Kau sudah lupa kekuatan dari api perak?"
"Api perak mampu menetralkan segala hal, bahkan jika itu kekuatan dewa atau Tuhan, waktu, bahkan energi sihir itu sendiri"
"Rupanya kau mengingatnya, selama kau berada di dalam lingkaran api ini, segala sihir akan di netral kan dan serangan fisik tidak akan berkerja kepada ku"
Genryu maju dengan sangat cepat dan berhasil memukul perut blade.
"Agh!!... (Apa-apaan kecepatan itu? Aku bahkan tidak bisa melihat nya)"
Dan genryu melanjutkan serangannya terus menerus kepadan blade, hingga membuat blade terbaring di tanah.
"Aku tidak boleh.... Kalah sampai disini"
Blade perlahan-lahan mulai berdir kembali.
"Hgn.....! Aku sudah berjanji padanya bahwa.... Kita akan menjelajahi world ocean ini dan menjadi lebih kuat, kalau aku tidak bisa menang melawan mu..... Maka aku tidak layak berada di sisinya"
Petri biru mulai terpancar dari tubuh blade.
"(Mustahil, energi sihir yang berada dalam lingkaran api ini, seharusnya akan ter netral kan, bagaimana mungkin dia masih bisa mengeluarkan energi sihirnya?)"
Blade mulai menutup matanya dan blade teringat akan perkataan ayahnya.
"Dengar blade! Sihir ini adalah sihir yang di wariskan secara turun temurun, dan sihir ini memiliki bayaran yang besar atas penggunanya, jadi kau harus berhati-hati! Jika kau belum sepenuhnya menguasai sihir ini, jangan pernah menggunakannya!"
"(Maaf ayah, tapi aku tidak punya pilihan lain)"
Blade mulai membuka matanya perlahan, dan mata blade menjadi berwarna ungu kebiruan dengan lambang kerusakan yang berada di pupil matanya.
Kerusakan mulai terjadi di wilayah pertarungan mereka, bahkan sistem sihir dan dunia di sekitar mereka mulai rusak.
"Jadi kau masih punya teknik rahasia yah"
"
Efek dari mata itu mulai menyebar kemana-mana, bahkan blade sampai kesusahan menahan efek dari mata itu.
"(Dia juga sedang kesusahan menahan kekuatan mata itu, dan jika aku menyerang sekarang aku yang akan kalah.... Mata itu tidak hanya merusak api perak tapi juga menghilangkan efek dari api perak itu sendiri... Aku bisa saja menunggu sampai dia telah mencapai batasan miliknya)"
Genryu sedikit tersenyum.
"Hm.... Aku menyerah, kau bisa
Mengambil kemenangan itu!"
Blade menutup kembali mata miliknya dan terbaring kerena kelelahan, dan blade tersenyum.
"Hm.... Ahahahahaha....."
"Sekarang, ayo kita kembali ke istana!"
"Ah... Maaf, bisa kau menunggu sedikit lagi? Aku masih belum bisa bergerak"
"Tidak masalah"
Genryu menunggu blade yang masih belum bisa bergerak sampai malam hari dan, setelah blade bisa kembali bergerak mereka kembali ke istana bersama-sama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments