Ketika mobil berhenti di pekarangan rumah yang luas, Lin keluar dan membawa nona kecilnya dalam pelukannya. Dia jalan memasuki rumah besar itu dan menemui nyonya rumah.
Irene membawa Alulanya pindah ke dalam pelukannya dan menuju ke kamar gadis kecil itu, Lin mengikuti nyonyanya sampai ke dalam kamar. Setelah membaringkan si kecil, Irene berbalik dan menatap baby sister yang sudah mengikutinya sejak tiga tahun lalu.
"Jadi apa yang sudah dia lakukan hari ini?" Irene bertanya padanya.
"Nona merengek ingin pergi meminta tanda tangan penulis buku cerita favoritnya."
"Penulis buku cerita?" Irene berpikir sebentar sebelum dia menyadarinya.
"Ya, nyonya. nona berkata bahwa penulis Itu adalah aunty-nya, adik dari Tuan."
Memahami apa yang sedang terjadi, Irene mengangguk dan membiarkan Lin pergi untuk istirahat. Dia lalu kembali menatap Alula yang sedang tertidur lelap.
"Rambut panjang..."
Matanya menjadi berbinar dan memuji putrinya. Dia lalu mengambil helai rambut yang ada di pakaian putri kecilnya, mengamankannya dan segera menghubungi sang suami.
[Irene: Sayang, aku rasa putriku baru saja mendapatkan harta Karun]
Foto
^^^[Jerome: Ada apa dengan sehelai rambut?]^^^
[Irene; Ini bukan rambut biasa tahu, Ini rambut S.L penulis cerita dongeng yang suka kita bacakan pada Lala]
^^^[Jerome: !!!]^^^
^^^[Jerome: Bagaimana dia mendapatkannya?]^^^
[Irene: Hehehe... Putriku sangat pintar, dia merengek pada baby sister untuk mendapatkan tandatangannya]
[Irene: Cepat pulang dan antar aku ke rumah sakit, ayo selesaikan semua dan membawanya kembali ke rumah Xavier, Ibu dan ayah pasti sangat senang]
^^^[Jerome: Baiklah sayang, aku kesana sekarang]^^^
Jerome menyimpan ponselnya dan berjalan keluar dari ruang kerjanya. Tampaknya Jerome harus menyiapkan hadiah besar untuk Alula mereka itu, karena rengekannya hari ini membantu Jerome untuk bisa berkomunikasi dengan S.L
Kapan dia tahu?
Ya, sudah lama. Dia menguasai dunia gelap sehingga itu memudahkannya untuk menemukan Samanta, gerakannya gesit sehingga setelah dia bertemu dengan Arkana, Jerome langsung memerintahkan orang-orangnya untuk melacak keberadaannya.
Setelah satu bulan dia mempersunting Irene, istrinya di nyatakan hamil. Semua orang berbahagia, juga semakin senang karena bertepatan pada hari itu orang suruhannya mendapatkan informasi tentang Samanta.
Karena tidak mau membiarkan Arkana juga berhasil, dia meminta mereka untuk menutup semua informasi tentang Samanta, jangan biarkan pria itu mendapatkan apapun.
Mengulak lebih dalam tentang adiknya, semuanya cocok. Informasinya berakhir pada sebuah panti asuhan ketika usia Samanta lima tahun, kemudian dia di adopsi oleh keluarga James.
Tapi ada juga membuatnya terkejut dan marah, Setelah nyonya James melahirkan putrinya, dia langsung mengubah wajahnya di depan Samanta. Yang paling mengejutkan untuknya adalah;
Informasi yang dia dapatkan mengatakan bahwa Samanta sedang berbadan dua dan saat itu isinya sudah memasuki bulan ke tiga. Dia benar-benar ingin menggantung Arkana setelah itu.
"Sayang, dari mana Alula kita tahu tentang Samanta?" Jerome bertanya setelah dia mulai menyetir mobil ke arah rumah sakit kota.
"Apa Kau lupa? Setelah tahu bahwa Samanta adalah seorang penulis dengan inisial S.L kau membeli semua buku terbitanya, dan membacakan cerita dongeng anak-anak karya miliknya pada putri kita. Dia pasti menyimpannya dalam ingatannya, kau kan sering membicarakan dirinya."
Oh, Jerome hampir lupa tentang itu. Dia juga baru ingat kalau flower project film sekarang menjadi salah satu stasiun tv komersial milik Istrinya. Perusahaan kecil itu berada di bawah naungan keluarganya.
"Aku hampir lupa kau CEO stasiun TV itu, kau mengatur beberapa orang untuknya. Kau adalah istriku yang paling hebat."
"Ck, sudahlah jangan terlalu memujiku. ayo pergi orang itu pasti sudah menunggu kita."
Rumah sakit tempat tujuan mereka adalah Harapan hidup. Ini adalah rumah sakit terbesar di kota, selain itu dengan fasilitas yang lengkap. Ini juga rumah sakit langganan keluarga Xavier, Jerome dan adiknya lahir di sini dan juga putrinya.
Petugas rumah sakit tentu saja sudah mengenal keluarga mereka. itulah kenapa, saat Jerome tiba di sana petugas rumah sakit memberikan hormat padanya.
"Tuan Xavier, anda sudah disini?" Seorang dokter wanita berkacamata dan berjas putih dan tetoskop menyapa mereka secara istimewa.
Jerome mengambil sampel rambut di tangan Irene dan juga rambut miliknya, lalu memberikannya pada dokter muda tersebut, "Segera Tes kecocokannya, aku butuh Habisnya secepat yang rumah sakit ini bisa."
Dokter wanita melihatnya dan menatap keduanya bergantian, "Milik siapa?"
Irene melangkah dan berbisik padanya, "Seseorang yang sudah lama dia cari, Adiknya. Siang ini putriku pergi menghadiri jumpa fans S.L tidak sengaja rambutnya rontok dan nyangkut di pakaian Lala"
Dokter terkejut dengan mata membulat dan mulut yang menganga sedikit lebar. Sial kenapa tidak ada yang memberitahu dirinya jika S.L sudah ada di kota dan bahkan memiliki jumpa fans!
Dia juga ingin ikut!
"
Apa yang kau tunggu?" Jerome bertanya padanya ketika melihat bahwa Sabrina belum bergerak dari tempatnya.
Sabrina, teman SMA Irene tersentak setelah mendengar suara Jerome, "Baik, aku pergi dulu."
Irene menatap tidak suka dengan kelakukan suaminya, dan langsung meninggalkan Jerome keluar dari gedung rumah sakit menuju ke mobil mereka dan duduk di kursi kemudi.
"Cepat, jika tidak mau aku tinggal..."
Tin!
Tin!
Jerome menghela napas dan berjalan ke arah mobil, lalu membuka pintu di bagian depan dan duduk. Irene pasti marah padanya lagi karena sudah berlaku tidak sopan pada temanya itu.
Tapi Jerome tidak peduli. Dia setelah adalah tipe orang yang tidak suka membuang waktunya, kecuali jika itu menyangkut orang tersayangnya, Jerome bisa mentorerir.
"Kau tahu aku tidak suka membuang waktu, kan?"
Irene memukul setir mobil dengan kesal, "Tapi kau tidak harus meninggikan suaramu pada Sabrina!"
"Dia memiliki pekerjaan, dan pasiennya juga masih menunggu. Terlena dengan pikiran lain selama jam kerja, aku rasa temanmu tidak ingin menjadi dokter lagi, dia tidak bisa profesional jika tidak merubah kelakuannya..."
"Sudah diam. Kalau kau masih terus bicara akan aku lempar kau ke luar jendela mobil."
Oke, sekarang dia memilih untuk mengunci mulutnya.
Mobil terus melaju dengan kecepatan di atas rata-rata, sementara itu Sabrina yang baru saja selesai membawa sampel ke laboratorium masuk kedalam ruangannya dan memeriksa ponselnya.
Sial!
Dia tidak memerhatikan notifikasi grup fandom mereka. Ada sekitar 20.000 pesan di dalamnya, Sabrina membukanya dan wajahnya menjadi hitam. Tim acara mengirim link untuk tangkapan kamera hari ini, tampaknya acaranya sudah selesai mengingat sekarang hari sudah mau menjelang malam.
Ketika dia membuka sosial medianya yang lain, berandanya di penuhi oleh postingan anggota fandom, beberapa ada yang memposting buku novel yang sudah di tandatangani oleh S.L dan juga ada yang membagikan foto pribadi mereka dengan S.L
Sabrina dengan wajah yang menghijau; "Sial, Aku juga mau!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Arum Sekar
lanjut kak
2023-11-01
0