Gadis Kecil, Arkana

Arkana duduk di dalam ruangannya sambil terus memantau layar komputernya, tangannya membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah kalung liontin dan bingkai foto seorang gadis kecil yang sedang bermain lumpur.

Foto itu dia dapatkan dari seorang wanita tua penjaga panti asuhan sepuluh tahun silam, ketika dia tidak sengaja melihatnya, saat berkunjung bersama dengan ayahnya.

Wanita itu berkata bahwa karena usianya sudah mulai tua dan tidak kuat mengurus banyak anak, sebagian besar anak-anak sudah di pindahkan ke panti asuhan lain.

Arkana sejak saat itu mulai memeriksa semua panti asuhan di kota itu tetapi tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, selain infomasi bahwa gadis itu sudah di adopsi oleh seseorang.

Kalau Arkana ingat lagi, sejak dia bertemu dengan gadis kecil dalam bingkai itu Arka tidak pernah tahu namanya. Bahkan mereka sepertinya tidak pernah saling bertukar nama.

Mungkin pertama kali Arka mengetahui nama gadis itu saat dia melihat sebuah nama tertulis di liontin yang selama ini dia simpan dengan baik. Nama itu muncul saat kedua liontin berbentuk kotak itu digabungkan.

Samanta Leona Xavier

Sejenak, Arka merasa itu hanya kebetulan saja yang mana namanya mirip dengan mantan istrinya. Tapi ketika Irene menjelaskan bahwa huruf L untuk nama nyonya Xavier, dan X adalah tuan Xavier penguasa dunia bawah.

Arka terdiam begitu lama bahkan sampai dirinya tidak bisa tidur. Hal yang lain adalah laporan dari Sekretarisnya yang mengatakan;

"Tuan, ada beberapa gadis yang bernama  Samanta yang lahir di kota 23 tahun yang lalu, tapi yang bernama Samanta Leona, itu hanya satu yakni putri Tuan dan Nyonya Xavier, tidak lain adalah Mantan Istri tuan sendiri..."

"Kami juga menemukan bahwa namanya tercatat di beberapa panti asuhan, sampai akhirnya dia di adopsi oleh keluarga James.”

"Apa kau sudah benar-benar  menyelidiki semuanya?" Arkana bertanya masih dalam posisi yang sama.

Edward mengangguk dengan yakin, "Ya, Tuan. saya sudah melakukan semuanya.”

"Lantas, kenapa keluarga Xavier tidak bisa menemukannya jika namanya tercatat?”

"Tuan, berdasarkan penyelidikan saya keluarga Xavier tidak pernah mempublikasikan namanya,  jadi aku rasa itulah kenapa  pihak panti tidak pernah menghubungi keluarga nona.”

Arkana mengangguk, yah itu juga masuk akal. keluarga Xavier memang sudah terkenal sangat tertutup, tidak mudah untuk mendapatkan informasi dari mereka dan tidak ada juga yang berani mengusik kehidupan mereka.

Terkecuali musuh-musuhnya atau pesaing bisnis yang tidak suka melihat keberhasilan keluarga mereka. Pada dasarnya, keluarganya juga tidak jauh berbeda. Penculikan yang dulu dia alami juga karena musuh ayahnya.

Sangat kebetulan, dia di pertemukan dengan Samanta di tempat mereka di sekap.

"Baiklah, kalau begitu terima kasih atas kerja kerasmu aku akan memberikan bonus untuk gaji bulananmu.”

Mendengar kata bonus, Edward tiba-tiba menjadi bersemangat lagi. Sudah hampir seminggu ini dia lembur tugas, belum lagi perannya sebagai Sekertaris, di luar jam kerja dia akan berperan sebagai Asisten pribadi Arkana, dia juga mengambil peran sebagai supir pribadinya.

Sudah sepantasnya dia mendapatkan gaji yang besar.

“Baik, terima kasih tuan. Apa masih ada yang harus saya kerjakan lagi Tuan?” Edward berdiri di depan meja kerja Arkana dengan note dan pena miliknya, siap untuk mencatat perintah sumber uangnya.

“Ah, ada satu lagi. Selidiki tentang skandal yang belum lama beredar.” Arka memberi perintah lagi pada Edward.

"Maksud Tuan, tentang skandal kedekatan Nona dengan seorang aktor terkenal?”  Edward menatap Arkana untuk memastikan.

"Em... dan mulai sekarang biasakan dirimu untuk  memanggilnya Nyonya," Arkana menatap serius pada Edward.

Edward mengernyit setelah dia mencatat semuanya. Satu tahun belakangan ini, selama Bosnya menikah, pria beruang banyak itu tidak pernah mengizinkan mereka untuk memanggil Samanta, Nyonya.

Katanya, panggilan itu tidak pantas diberikan pada seorang pengganti. Jadi mereka hanya memanggil Samanta dengan sebutan Nona..

Gelar Nyonya bagi Arkana hanya pantas di berikan kepada gadis kecil yang selalu berusaha Arka temuan. Semula, dia berpikir itu adalah Irene. Tidak di sangka, gelar itu pada akhirnya tetap melekat pada diri Samanta.

Edward menatap bosnya sejenak dan berkata, "Maaf, tapi tuan gelar nyonya hanya bisa di berikan pada istri anda.”

"Jadi kau berpikir Samanta sudah bukan Istriku?”  Tatapan yang di berikan oleh Arka tajam, sehingga berhasil membuatnya tersedak.

Edward menatap linglung bosnya dengan bibir yang bergetar, dia mengangguk dan menjawab: "Ya Tuan, Nona bukan lagi istri anda. kalian sudah Bercerai hampir sebulan.”

"....Ayo pergi dan temui dia, siapkan mobil untukku.” Perintah Arkana.

"Tapi tuan...”

Tatapan Arkana semakin menusuk wajah Edward, "Ada apa lagi?”

"Rumah kalian sudah kosong sejak perceraian anda terjadi, sesuai dengan keinginan anda  nona sudah pergi entah kemana, jadi tuan anda tidak akan menemukannya.”

"Siapkan mobil untukku!”  nada suara Arkana tiba-tiba meninggi.

Edward keluar dan meninggalkan Arkana sendiri di ruangannya. Tatapan mata pria itu berubah menjadi sendu, dan rasa perih di hatinya kembali menggerogotinya sama seperti malam-malam sebelumnya.

Mobil melaju menuju rumah mereka, tiba disana Arka hanya melihat Pak Tono di pos penjaga. Setelah mobil terparkir, Arka langsung masuk kedalam rumah yang tidak ada penghuni, dia berlari dan masuk kedalam kamar Samanta.

Dia jatuh berlutut di lantai kamar Samanta, ada sebuah note yang tertempel di dinding kamar:

Terima kasih, dan selamat tinggal. Aku berdoa untuk kebahagiaanmu, Ku harap kita tidak pernah bertemu lagi

SL

Arkana meremas note itu dan membuangnya ke sembarang Arah, dia kemudian membuka laci meja untuk mencari petunjuk tetapi yang dia temukan. hanyalah Note lagi;

Aku sudah mengembalikan semua kompensasi itu pada pengacaramu, Aku tidak membutuhkan hartamu jadi aku menumbangkan sebagian untuk membantu ekonomi beberapa panti asuhanku dulu atas namamu. dan sebagian lagi ada di tangan keluarga angkat ku, jika kau ada urusan cari mereka, aku tidak ingin berhubungan denganmu lagi.

SL

Di laci yang paling bawah, Arkana menemukan sebuah kotak hitam tua yang membuatnya langsung terkejut, kotak dengan ukiran huruf AF di atasnya, Tangan Arkana gemetar saat mengambil kotak tua itu.

Perlahan. Arka membuka kotak itu dan mendapati sebuah cincin emas kecil, ukuran anak-anak di dalamnya, cincin itu sekarang berada di dalam sebuah kalung.

Mungkin karena sudah tidak muat di jari Samanta sehingga gadis itu berkreasi menjadikannya sebuah kalung.

Air mata Arkana kali ini benar-benar jatuh, dia menggenggam cincin tersebut dan jatuh berlutut di lantai lagi. Sambil memeluk dan meletakkan genggaman tangannya di dadanya Arkana berkata dengan suara yang lirih; “Jadi itu benar-benar kamu...”

Terpopuler

Comments

Farel Galindra

Farel Galindra

mampus kau terlalu kejam perbuatan mu

2023-11-13

1

Ma Em

Ma Em

sudahlah iklaskan saja Samanta pergi biarkan dia bahagia daripada bersama. kamu Arkana Samanta tersiksa hidupnya.

2023-10-20

1

Arum Sekar

Arum Sekar

lanjut kak

2023-10-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!