Seleksi Pemeran film

Arsa yang menemukan bahwa maminya berada di pihak lawan akhirnya juga ikut merajuk, dia memeluk Samanta dengan erat dan tersedu-sedu, karena merasa telah di kalahkan oleh lawan.

"Udah, berhenti mengejek adikmu. sebagai kakak dan yang terbesar, kamu harus menjaga adik yang masih kecil, mengerti sayang?” Aster menasehati Putranya.

*Yes, mama. Jimmy akan jaga adik" Jimmy mengangguk dengan patuh, sementara Arsa diam-diam mengintip.

Keesokan harinya, Samanta bangun sekitar pukul delapan pagi. dia bersiap kemudian menunggu Felix datang menjemputnya. Tiga puluh menit kemudian Samanta berangkat dan meninggalkan Arsa dalam asuhan Aster seperti biasanya.

Mobil itu kemudian melaju menuju ke pusat kota. dimana sebuah perusahaan penerbitan sudah lama di bangun. Dia turun dari dalam mobil dengan menggunakan masker hitamnya.

Mengikuti kemana Felix berjalan, mereka tiba di lantai tiga tepat audisi akan di langsungkan. Sudah banyak peserta yang menunggu di luar, ketika Samanta lewat, banyak mata yang memperhatikannya.

Samanta mengabaikan itu dan langsung masuk kedalam ruangan, di dalam ruangan sudah ada beberapa orang yang bertugas menyeleksi peserta termasuk sutradara yang bertanggungjawab.

"Nona, kau sudah datang. Senang bertemu denganmu,” Sutradara berjabat yagan dengan Samanta.

"Ya, terima kasih sudah ingin mengangkat novelku ke layar lebar.”

"Tidak perlu sungkan, alur cerita milikmu menarik sehingga itu membuatku ingin mengangkatnya menjadi film dan pembaca mu juga berpikiran yang sama denganku.”

Sutradara memperlihatkan postingan terbaru dari akun sosial media Flower Project Film pada Samanta dengan senyum dan kebanggaan karena karyanya menjadi salah satu yang paling di minati untuk dijadikan sebuah film:

[Bebek mati: Wow, aku adalah penggemarmu! Aku akan menabung untuk film pertamamu!]

[Cicak Geprek: Aku juga, aku juga! Aku tidak sabar melihat versi layar lebarnya, aku sudah membaca novel ini, itu hebat]

[fandom_Samstory: Kakak, kami adalah fansmu! Kami tidak sabar untuk Nobar cium kami kakak!]

[Bintang patah; Aku menyukai karakter mereka. Aku berharap pemeran yang akan terpilih bisa menampilkan yang terbaik seperti karakter novelnya]

[Tukang Halu: Akhirnya! akhirnya! Halu ku bisa menjadi nyata, aku tidak sabar menantikannya!]

Samanta memperhatikan postingan itu dengan mata besarnya. tidak disangka banyak yang menyukai karyanya dan menantikan penerbitan film pertamanya.

Komentar yang di berikan oleh Tukang Halu membuatnya sedikit tersenyum. Mungkin saja jika para pembaca mengetahui bahwa sebagian besar kisah Sasa terinspirasi dari dirinya sendiri, netizen pasti akan berkumpul dan mengutuk pria bajingan itu.

Sama seperti banyaknya komentar yang pernah Samanta baca ketika karyanya pertama kali update di media sosial pribadinya. Banyak kutukan dan kemarahan yang di berikan pada Mantan Suami Sasa.

“Em, baiklah. jadi kapan kita mulai?” Samanta mengambil duduk di tempat yang kosong, tepat di samping seroang wanita yang usianya jauh lebih tua diatasnya.

Dia tidak ingin memikirkan tentang itu lagi, karena baginya semua itu hanyalah bagian dari masa lalunya, sekarang yang harus dia utamakan adalah pekerjaannya dan menghasilkan uang banyak untuk Arsanya.

"Oke, kita mulai sekarang Aktris bintang muda yang baru berkarya di dunia hiburan, peserta pertama Elsa Casilla, mohon memasuki ruangan audisi..."

Seorang gadis muda dengan perawakan yang lembut berjalan dengan anggun kedalam ruang audisi. Ini adalah Casting pertamanya, sehingga itu sedikit membuatnya merasa gugup.

Audisi dilakukan kurang lebih sehari penuh, ketika selesai jam sudah menunjukkan pukul 17.05 sore. Samanta keluar dari dalam ruangan dan akan segera pergi, langkahnya di hentikan oleh seorang gadis muda.

Samanta memperhatikan gadis itu dan menyadari bahwa dia adalah peserta pertama yang di panggil kedalam ruangan, gadis muda itu menahan tangannya dan dia menunduk dengan malu-malu;

"Kakak Penulis bisa kita bicara sebentar?” tanyanya dengan wajah memerah, Samanta memperhatikannya lagi kemudian tersenyum.

"Baiklah, aku rasa bisa menyempatkan waktu sebentar. Ayo pergi dan makan siang di kantin.” Samanta mengajaknya dan Elsa akhirnya berani mengangkat wajahnya untuk menatap idolnya.

"Kakak, aku sangat suka karya-karya mu. Aku adalah penggemar terberat mu, aku mengoleksi semua cerpenmu, dan juga novel pertamamu, itu sangat hebat sehingga aku berani untuk menjadi peserta....”

Gadis itu menunduk karena malu. Samanta adalah Idolanya sejak dia masih muda, pertama kali membaca karyanya gadis itu merasa sesuatu yang buruk dalam dirinya hilang seketika dan membuatnya merasa lebih nyaman.

Dia saat itu baru putus cinta, kebetulan ingin menghilangkan perasaan buruk dalam hatinya dengan bermain di sosial media, tak di sangka cerpen Samanta berjudul "Patah.hati yang menyenangkan" muncul di berandanya.

"Terima kasih sudah mendukung karyaku. Apakah ada sesuatu yang lain?" Samanta tersenyum padanya dan dengan senang mendengarkannya terus berbicara.

"Itu kakak, bisakah meresmikan Klub penggemar kami? klub itu sudah berdiri sejak lima tahun lalu...," Elsa berbicara dengan malu-malu lagi, takut jika idola mereka tidak setuju.

"Apa nama klub kalian?” tanya Samanta.

"Fans klub The Samstory, kami memiliki ribuan anggota di kota ini dan lalu...,”

Samanta diam dan memperhatikannya sebentar, tidak di sangka bahwa kota yang sudah dia tinggalkan, menghasilkan banyak penggemarnya.m, dan sebuah klub penggemar, Samanta tidak pernah memikirkan itu sebelumnya.

"Hm, aku rasa kita butuh waktu yang pas untuk itu. Bagaimana jika Minggu depan, aku akan berbicara dengan asistenku nanti untuk mengaturnya, sekalian aku juga ingin mengumumkan sesuatu."

Wajah Elsa berbinar dengan senang, mendengar itu. Samanta semakin tersenyum dan kemudian kembali berkata;

"Sebuah klub harus memiliki penanggung jawab utama, aku akan memilihmu untuk itu. untuk organisasi lainnya, bisa kalian atur sendiri. tapi aku ingat kau adalah seorang artis muda"

"Tidak perlu khawatir tentang itu, aku yang pertama membuat klub ini Itu jauh sebelum aku terjun ke dunia Entertainmen, aku juga mengajak fansku untuk bergabung"

"...." Samanta kehabisan kata-kata untuk gadis ini.

Setelah pembicaraan mereka selesai, Samanta memberikan nomor pinsel kerjanya untuk Elsa dan tanda tangan setelah mereka akhirnya selesai mengambil foto bersama.

Berpisah di pintu masuk perusahaan, Samanta, Samanta menuju ke parkiran mobil. disana sudah ada Felix yang menunggunya. Di dalam mobil ada dua kepala kecil yang sedang mengintip keluar.

"Mami!!!" Arsa dan Jimmy bergabung bersama-sama untuk memanggil Samanta.

"Sayang-sayangku jangan berteriak, leher kalian sakit nanti..." Samanta masuk kedalam mobil dan memeluk Banteng dan Jimmy bergantian.

"Hehehe...” Banteng dan Jimmy hanya tertawa sambil memainkan robot mereka.

"Bagaimana mereka bisa bersamamu?” Samanta bertanya pada Felix. Pria tampan itu hanya menatapnya dan tersenyum.

"Aster memintaku untuk menjaga mereka sebentar, karena dia tiba-tiba memiliki urusan.”

"Begitu rupanya, baiklah. Sekarang kemana kita pergi?” Samanta bertanya kepada dua anak kecil itu.

Keduanya menjawab bersama: "ToonGame!!!!"

Terpopuler

Comments

Arum Sekar

Arum Sekar

lanjut kakk

2023-10-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!