Tiga Minggu setelah perceraian mereka, Arkana menjadi lebih sibuk dari pada sebelumnya. Seluruh waktunya hanya dia habiskan di depan komputernya dan ruang kerjanya di kantor.
Arkana tidak pernah kembali ke rumah mereka dulu, jika ingin istirahat Arkana akan kembali ke apartemen miliknya atau pulang ke Mansion keluarga besarnya.
Selain itu, Arkana juga sudah tidak mendengar kabar mantan istrinya, Tapi Arka memiliki asumsinya sendiri, Samanta pasti sedang menikmati kompensasi yang sudah dia berikan sesuai dengan yang tertulis di surat cerai.
“Edward, apa aku masih punya jadwal setelah ini? Ku pikir, aku harus pulang dan istirahat.” Arka bertanya pada sekretarisnya.
“Ya, Tuan. pukul 19.30 anda memiliki janji makan malam dengan nona Irene di xxx” jawabnya.
"Baiklah, kalau begitu siapkan mobil sekarang,” pinta Arkana.
“Baik tuan." Edward membungkuk sebelum dia keluar dari ruangan Arkana.
Arkana menghela nafasnya, dia merasa sangat lelah tetapi dia masih harus bertemu dengan sinar bulan putrinya. Sekilas, Arkana tersenyum dia kemudian mengambil sebuah bingkai foto yang ada di atas mejanya.
Irene Sevilla adalah seorang gadis yang merupakan teman sekolahnya di sekolah menengah dulu. Ada sesuatu dari diri gadis itu yang membuat Arkana sampai sekarang tidak bisa melepaskannya.
Jadi, Arkana ingin memastikannya sekali lagi sebelum dia menentukan keputusannya. Arkana membuka kembali laci mejanya dan mengambil sebuah kotak yang berisi potongan Liontin tua.
Mobil Arkana melaju menuju ke restoran tempat dia dan Irene akan makan malam. Udara malam begitu dingin dan sepanjang jalan, Arkana bisa melihat begitu banyak kendaraan yang berlalu-lalang.
Kota besar itu macet lagi....
Setelah lama menunggu, Arkana akhirnya bisa melewati kemacetan. Mobil itu masuk kedalam area parkir dan Arkana turun meninggalkan Edward sendiri.
Dia jalan masuk kedalam restoran berkelas atas itu dengan gagah. Di meja paling ujung, Arkana melihat gadis itu sudah melambaikan tangan padanya.
Bibir Arka sedikit melengkung ketika dia melihat gadis itu lagi, Irene masih terlihat sama seperti dulu, parasnya semakin cantik dan juga anggun. Mata bunga persik yang lembut dan senyum gadis itu.
Semuanya masih tetap sama seperti saat terakhir kalinya mereka bertemu di perpisahan Sekolah Menengah Atas. Setelah lulus, Irene memilih untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri.
Arkana tidak dapat mencegah gadis itu pergi, jadi dia terus menunggu gadis itu kembali padanya, tapi dia tidak sangka akan menjalin pernikahan dengan anak dari rekan bisnis keluarganya.
“Kau akhirnya tiba disini, bagaimana kabarmu? Kau tega sekali, padahal aku tidak lama di kota ini, humbt dasar menyebalkan” Irene melambaikan tangannya dan tersenyum manis pada Arka.
“Kau akan pergi lagi?” Arkana bertanya dan menatap mata Irene.
“Ya, aku kemari hanya untuk mengirim undangan pernikahanku, bulan depan.” Irene mengeluarkan sebuah undangan dan memberikannya pada Arkana.
Arkana menatapnya dengan tidak percaya, dia sangat terkejut bagaimana bisa sinar bulan putihnya sudah akan menikah, “Kau akan segera menikah? Dengan siapa?”
“Ya, dia bos ditempat ku bekerja, yah sebenarnya kami adalah kekasih masa kecil, hanya saja pernah berpisah bertahun-tahun setelah aku dan keluargaku pindah ke kota ini.” Irene menjawab Arka dengan wajah yang berbinar bahagia, sambil mengingat wajah tunangannya.
“Jadi kapan pertama.kali kau ke kota ini?” Arkana bertanya dengan wajah yang datar tidak suka.
Irene kemudian melihatnya dengan bingung, “Huh, kenapa kau bertanya?”
“Jawab saja pertanyaanku, aku hanya ingin memastikan sesuatu." Arkana menyeduh kopinya dan berkata dengan tidak sabaran.
"Hm, itu saat aku lulus SMP, jadi aku melanjutkan Sekolahku di sini, lalu aku bertemu denganmu.”
Arkana terdiam sejenak, itu artinya Irene bukan gadis yang selama ini dia cari. Arka lalu merogoh sakunya dan mengambil sebuah kotak yang dia bawa tadi, Arkana membukanya dan memperlihatkan liontin tersebut pada Irene.
Irene melotot ketika dia melihat liontin tersebut, liontin itu sama dengan miliknya; “ Dari mana kau mendapatkan liontin itu! Arka, katakan padaku!”
Irene bertanya sedikit tidak sabar padanya.
“Kau tahu tentang liontin ini?” Arkana dengan wajahnya yang datar masih bertanya padanya dengan suasana yang masih terlihat tenang di luar.
Irene benar-benar semakin menatap galak pada Arkana, "Bagaimana aku tidak tahu! Liontin itu memiliki pasangan, di buat secara khusus oleh keluarga Xavier, untuk dua anaknya. Kemari kan, biar ku perlihatkan padamu.”
Irene merebut liontin itu dari tangan Arkana, kemudian dia juga mengambil liontin miliknya dan menyatukan keduanya. “Kau lihat kan, ini benar-benar pasangan. Sekarang katakan padaku, dimana pemilik kalung ini?”
“Aku tidak tahu, aku juga sedang mencarinya. Dia adalah penolongku, dia gadis berani yang mencoba melawan para penculik dengan tubuh kecilnya, dia memberikan aku liontin itu sebagai jaminan agar aku mengembalikannya saat membawa bantuan untuk membebaskan anak-anak yang lain, tapi ketika aku sampai di sana tempat itu sudah kosong. Bagaimana denganmu, mengapa kau memiliki liontin itu?" Arkana bertanya balik dan menatap Irene dengan curiga.
"Oh, liontin ini milik tunanganku, Jerome Xavier. dia lahir di kota ini tetapi sekeluarga memilih pindah keluar negeri untuk kesembuhan Bibi Leona setelah putrinya menghilang. Dia memberikannya padaku setelah perpisahan di SMP, dengan harapan Kalau saja aku bertemu dengan adiknya, aku tidak menyangkah bahwa akan menemukan liontin itu di tanganmu.”
Setelah mendapatkan jawab dari Irene, Arkana menatap kosong pada tangan Irene yang masih memegang sepasang liontin idi tangannya. Kemudian dia berkedip ketika sesuatu menarik perhatiannya.
"Samanta L. X, siapa nama adik tunanganmu?” Arka bertanya setelah melihat sebuah nama muncul di liontin itu.
Irene mengernyit lalu melirik ke arah pandangan Arkana, dan tersenyum “Oh, L itu seharusnya nama Bibi Leona dan X adalah nama Paman Xavier”
Arkana melotot karena terkejut itu artinya wanita yang selama ini dia cari sebenarnya sudah ada di dekatnya? Irene menatap Arkana dengan curiga: "Ada apa denganmu?”
”Samanta Leona....” Ucapakan Arkana menggantung ketika Irene sudah memotongnya lebih dulu;
“Kau mengenalnya?” Irene menatap Arkana dengan tidak sabaran.
”Aku mengenal seseorang dengan nama itu, tapi tidak yakin apakah mereka orang yang sama....” dia berbicara dengan ragu, dan pikirannya masih terus berpikir.
Irene berbinar kala mendengar ucapan Arka, dia tiba-tiba bersemangat; "Katakan padaku apa yang kau ketahui tentang gadis bernama Samanta Leona, itu”
“Dia putri angkat keluarga James, di adopsi ketika usianya lima tahun dari panti asuhan xxx, dan dia mantan istriku....”
Prak!!!
”Apa kau bilang! dia mantan istrimu! dia sudah menikah dan bercerai! Sial, apa saja yang sudah di alami gadis itu sepanjang hidupnya? Aku harus segera memanggil Jerome tentang ini...”
Irene benar-benar naik pitam, Pria sialan di depannya ini telah menikah dan tidak mengundangnya, bahkan belum lama ini selesai melangsungkan perceraian!
Apa Arka tidak menganggapnya teman lagi sampai melupakan dirinya?
Jika saja dia mendapatkan undangan itu...
Huh, Irene menghela napas berat...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Arum Sekar
lanjut kak
2023-10-18
0