Di dalam kantor Arkana masih seperti biasanya, pria itu selalu disibukkan dengan berkas yang menumpuk. Kadang-kadang Arka mengecek email-nya, untuk memeriksa apakah dia mendapat informasi terbaru tentang keberadaan Samanta.
Sejak lima tahun lalu, Arka dengan rutin kembali ke rumah mereka. Dia tidak bosan jika hanya.berada di kamar Samanta saja seharian. Dia juga berulang kali membaca diary wanita itu, yang tak sengaja dia temukan di bawah kolong kasur.
Beberapa lembar terakhir membuat Arka selalu berhasil meneteskan air matanya. Isi Diary itu tentang keseharian Samanta, di awal pernikahan mereka, Arka masih tersenyum lembut.
Ternyata bukan hanya dirinya yang merasakan perasaan baik itu, tetapi juga Samanta. Kemudian, seiring berjalannya waktu isi Diary Samanta membuat perasaannya langsung berubah.
Wanita itu mencatat semua hal yang terjadi sebelum perceraian mereka. Termasuk kejadian malam itu, dimana ketika pagi hari tiba dirinya marah dan memukul Samanta Karena berpikir bahwa gadis itu berusaha naik ke tempat tidurnya.
"Arght... Tidak, tolong hentikan. Aku mohon hiks.... Sakit" lirih wanita itu, tubuhnya seakan remuk .
Prak!!!
"Arght...hiks, cukup. Aku mohon hentikan," mata wanita itu sudah tidak dapat menangis lagi, air matanya sudah habis sepanjang malam.
"Ini akibatnya jika kau berani naik ke tempat tidurku, wanita sialan!"
Arka berpikir buruk tentang Samanta dan tidak suka pada gadis itu setelah isu skandalnya dengan seorang aktor di sorot oleh media. Meskipun sandal itu sudah di klarifikasi oleh agensi, Arka tidak pernah berpikir untuk berhenti.
Setiap kali dia melihat Samanta, Arka selalu ingin menyentuh wanita itu. rasa nyaman Arka dapatkan saat memeluk wanita itu, tapi karena egonya terlalu tinggi, Arka tidak ingin memperlihatkan tabiat aslinya.
Belum lagi saat itu, Arka masih terus menganggap Irene adalah gadis kecil yang selama ini dia cari, kekasih hatinya. jadi dia selalu melakukan tindakan buruk pada Samanta.
Barulah saat semuanya menjadi jelas, Arka mengutuk dirinya setiap hari. Rumah mereka di penuhi dengan bayang Samanta yang sedang mengurus rumah dengan telaten, dan memasakkan makanan untuk mereka.
Brak!!!
Pintu ruang kerja Arkana di buka kasar oleh seseorang, sehingga membuat Arka menoleh dan menatap jengah pada asisten sekaligus Sekretarisnya itu.
"Apa kau sudah kehilangan sopan santun mu itu?" Arkana bertanya dengan malas pada Edward.
"Asisten mu memang tidak punya sopan santun, sekarang aku bukan sekertaris mu, aku asisten mu, Edward Moon."
"Ck, cepat katakan apa yang kau dapatkan? jika kali ini gagal lagi, aku benar-benar akan menyita bonusmu lagi."
"Lihat ini, aku mendapatkan sesuatu yang berguna." Edward memberikan ponselnya pada Arkana.
Arkana melotot, "Ini...."
"Karya milik Nona, perusahaan itu adalah satu perusahaan penerbitan di kota ini yang sudah banyak menghasilkan film hebat."
Arka melihat sebuah postingan dari akun salah satu pembuat film terpopuler di negara ini, Flower Project Film. Mereka telah berhasil membuat banyak film yang terkenal sampai manca negara dan beberapa kali telah memenangkan piala.
Arkana menatap marah pada Edward, "Sudah berapa kali aku bilang, panggil dia nyonya."
"Maaf, kalian sudah Bercerai. berdasarkan aturan keluarga Frederik, gelar nyonya hanya bisa di berikan kepada isteri anda." Edward menolak dengan tegas sesuai dengan ajaran dari keluarga Frederik sejak dia masih di tempat pelatihan.
"Sialan, lalu lanjutkan laporanmu." Arka menatap Edward, menunggu pria itu melanjutkan ucapannya lagi.
"Tidak, sebelum kau mengembalikan bonus ku yang sudah kau tahan selama ini."
Arka kembali menatapnya sebentar, kemudian dia mengambil ponselnya dan membuka akun bank miliknya. Gaji Edward perbulan adalah 30jt, dengan bonus tahunan 3x lipat, Edward seharusnya mendapatkan bonus 90jt di akhir tahun.
Sayangnya karena pekerjaannya tidak selesai, Arkana menahan bonusnya selama lima tahun, jadi dia mentransfer sebanyak,225 juta pada rekening bank Edward.
"Katakan sekarang...."
Ting!
Mendengar ponselnya berbunyi, Edward mengambilnya dan mengecek. Senyumnya tercipta setelah melihat deretan angka yang muncul di layar ponselnya.
"Baru saja tim produksi selesai melakukan seleksi untuk pemeran dalam novel. Berdasarkan Informasi, Penulis novel juga.turut hadir dalam kegiatan itu."
"Itu artinya, dia sudah kembali?" Arka tidak sabar, jantungnya berdetak begitu kencang dan tangannya berhenti mainkan pena.
"Ya, nona sudah kembali. Dia sekarang tinggal di apartemen di tengah kota bersama dengan temannya."
"Begitukah?"
"Apa kau tidak ingin bertemu dengannya? Kau sudah lama mencarinya...." Edward menatapnya, sebenarnya dia agak kasihan pada Arka tapi semua ini juga karena kesalahannya sendiri.
Arkana memutar kursinya sehingga dia menghadap ke luar jendela kaca, "Ya, aku tahu tapi dia pasti akan lari dariku jika tiba-tiba datang padanya. Jadi aku akan membuat semuanya tampak natural."
"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?" Edward bertanya dengan mode sekertaris, dia kembali membuka catatannya dn menyiapkan pena untuk menulis.
"Lakukan Investasi dalam proyek film itu. perhatikan semua detail dan jangan ada yang terlewat."
Setelah mengatakan seperti itu, Arka tersenyum dan menatap jauh ke depan. Sementara Edward mengangguk dan mengerti apa rencana bosnya.
"Oke, aku akan mengatur semuanya. ngomong-ngomong, kapan kau mengembalikan bonusku yang lain?" Tanyanya lagi sebelum dia pergi keluar.
"Tenang saja, dia akan menjadi milikmu jika aku berhasil membawa nyonyamu kembali. Sekarang, pergi dan selesaikan pekerjaanmu itu." Arka memerintah Edward untuk segera meninggalkan ruangannya.
"Ck, keterlaluan. dia yang susah, malah ikut menarik aku kedalam masalahnya, memang berat punya bos seperti Arka....Sabar...sabar...." Edward keluar dengan menepuk dadanya.
Setelah pria itu pergi, Arka mengambil ponselnya dan membuka akun sosial media miliknya, mencari id akun yang di perlihatkan Edward tadi, dan membacanya dengan hati-hati.
Ada banyak respon positif tetapi juga ada negatif. Banyak yang mendukung dan menantikan film ini tetapi ada juga yang sudah mengutuk karakter tokoh dalam novel;
[Hate Mantan Suami: Seperti namaku, aku membenci karakternya. Aku harap dia hanya fiksi, jika dia ada di dunia nyata aku pasti akan pukul pantatnya.]
[Istri pengganti: Aku juga dendam padanya, dia mengingatkan aku pada mantan suamiku yang seperti anjing. Dia cerai dengan ku karena cinta pertamanya kembali! Aku sangat benci dia]
[Istri sah yang tersakiti: ya, orang seperti itu tidak cocok mendapat gadis baik seperti Sasa, aku harap karakter itu mati di tengah jalan cerita.]
[Karma suami: seperti namaku, aku harap semua suami yang seperti anjing mendapatkan ganjarannya, ini adalah kutukan dari mantan istri yang tersakiti]
[mama_Jimmy: Aku berdoa untuk semua mantan istri yang di buang semoga mendapatkan kebahagiaannya yang baru, seperti yang terjadi padaku dan juga temanku]
Kenapa rasanya semua ucapan netizen seperti mengomeli dirinya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Arum Sekar
lanjut kak
2023-10-28
0