Kebenaran Keluarga

Tiga hari telah berlalu sejak Arkana menemukan cincinnya kembali yang dulu pernah dia berikan pada gadis kecil yang dia temui ditempat penculikan. Arkana terus diam didalam kamar Samanta dan tidak ingin untuk pergi keluar.

Dia bahkan mengabaikan perusahaan dan memberikan semua pekerjaannya pada keluarganya dan pengawasan kepada Edward, yang membuat pria itu sama sekali tidak memiliki banyak waktu istirahat.

Di Satu sisi, adalah temannya dan di sisi lain tuan besar Frederik. dia orang ini terus saja meneror dirinya untuk melakukan banyak hal. Arka memintanya mengawasi perusahaan dan Tuan besar memintanya untuk segera menyuruh Arka kembali bekerja.

Tuan besar sudah pensiun tahu, dia seharusnya tidak mengerjakan dokumen perusahaan.lagi.

Tok!

Tok!

Tok!

“Arka, sialan! keluar dan kembalilah ke perusahan ! Aku tidak bisa menemukan Nona kalau selalu diteror oleh ayahmu!”

“Diam! Kau adalah asistenku, bukan asisten pak tua itu, pergi dan jangan ganggu aku jika kau tidak mendapatkan informasi apapun!”

“Sialan kau!, ladang uang!”

prang!

Edward memukul pintu kamar Samanta dengan cukup keras. Sementara orang yang ada di dalam ruangan itu, sedikitpun tidak peduli dengannya. Dia masih terus berbaring di ranjang yang sudah di tinggalkan oleh Samanta.

“Dasar gadis bodoh, kenapa kau selalu mengikuti semua keinginanku dengan mudah? Kenapa tidak bilang kalau itu kau...,”

Oh, benar. Arkana ingat kalau Samanta.sekali tidak mengingat kejadian itu, berdasarkan informasi yang dia dapatkan, sejak seseorang membawanya ke panti asuhan Samanta hanya mengingat namanya saja.

itupun hanya dua kata sederhana dan bukan nama keluarga besarnya.

Kalau dia pikir-pikir lagi sedikit mencurigakan, segala sesuatu yang terjadi selama setahun ini. Putri asli keluarga James memilih kabur satu bulan sebelum pernikahan, dan kemudian bukannya mengirim orang untuk menangkap gadis itu.

Keluarganya justru meminta keluarga James untuk mengganti pengantin dari jauh-jauh hari. Alhasil sebagai anak angkat Tuan dan Nyonya James, Samanta harus menggantikan putri sah untuk menjadi pengganti pengantin.

Kemudian, rumor skandal perselingkuhan Samanta dengan seorang aktor, Keluarganya tidak pernah memanggil Samanta ke rumah besar untuk di tanyai secara langsung. Mereka justru melampiaskan smuanya pada dirinya.

Kemudian, keluarganya yang sebelumnya melarang dan menolak rencana perceraian yang ingin dia ajukan, tiba-tiba saja menyetujui rencana itu dengan syarat ketika sesuatu terjadi dirinya tidak bisa meminta bantuan pada mereka.

Sial!

Orang tua di rumah utama pasti mengetahui sesuatu sejak awal!

Itulah kenapa Kakek dan ayahnya sudah tidak terlihat setegas dulu saat menghadapi masalah terkait istrinya!

Arkana mengepalkan tangannya dan dirinya kemudian bangun dari kasur; “Edward!!!”

Teriakan Arkana membuat Edward yang baru saja ingin memejamkan matanya di ruang tamu langsung terbuka lebar lagi. Dia menghela napasnya, lalu berjalan dengan malas keatas lantai dua.

Brak!

“Apa, sialan! Aku baru saja mau tidur, sekarang apa lagi yang kau lakukan? Katakan cepat, agar aku bisa istirahat.”

“Siapkan mobil, bawa aku ke rumah utama.”

Jadi, Edward pergi ke kamar mandi di dalam kamar Samanta untuk mencuci mukanya lebih dulu. Kemudian turun dan menuju ke garasi untuk mengambil mobil. Arka menunggu di teras, setelah mobil berhenti di depannya dia membuka pintu mobil dan duduk di samping Edward.

Pak Tono menutup gerbang dan menghela napas setelah melihat tuan mudanya sudah meninggalkan rumah, “Akhirnya tuan mudaku pergi juga. Semoga dia tidak kembali dalam waktu dekat."

Ketika mobil sudah terparkir di halaman rumah besar dan megah itu, para pelayan memberi hormat dan menyambut kepulangan tuan muda mereka. Arka mengabaikannya, tidak peduli dia tetap jalan menuju ke ruang kerja dimana biasanya ayahnya berada.

Brak!

"Pak tua!”

tuing

Cit

Cit

Ruang kerja itu.kosong!

Brak!

Arka menutup kembali ruang kerja itu lalu menatap beberapa pelayan yang sedang berlalu lalang, membawa nampan, ada juga yang sedang bertugas membersihkan kaca dan menyapu serta mengelap barang-barang antik koleksi leluhur keluarganya..

“Hei, kau dimana pak tua itu?” Arkana bertanya pada seorang yang ada disana.

Gadis pelayan muda itu menundukkan kepalanya karena takut, rumor berkata bahwa tuan muda Frederik adalah orang yang menyeramkan, dan banyak pelayan berkata jika dia merasa tidak puas, dia akan langsung memecat pelayan yang tidak dia sukai.

Pelayan muda itu menjawab dengan takut-takut, “Menjawab tuan muda, Pak tua.. eh, maksudnya Tuan besar sedang berada di halaman belakang bercerita dengan ikan-ikan peninggalan Tuan tua"

Arkana mengangguk kemudian dia berlahan ke halaman belakang rumah besar Frederik itu. Di sana, Tuan Leonard sedang duduk santai di pinggir kolam Ikan. wajahnya sudah mulai memunculkan keriput.

“Ayah, kau tahu semuanya kan?”

Pria yang usianya sudah tidak muda lagi hanya menatap gerombolan ikan peliharaan tuan tua yang sudah di tinggalkannya lima tahun lalu, tidak lama setelah mengetahui perceraian Cucunya.

“Apa kau menganggap pria tua itu sudah kehilangan kemampuannya karena usianya yang sudah lanjut saat itu? Kau terlalu meremehkan kekuasan Kakekmu, Boy"

Arkana menatap ayahnya dengan alis mengernyit, jadi dugaannya benar semua yang terjadi selama satu tahun pernikahannya adalah karena campur tangan almarhum kakeknya sendiri.

“Pak tua itu ingin kau menemukannya sendiri tapi sayang bahkan setelah tinggal bersama selama setahun, kau belum juga menyadarinya, pada akhirnya kakekmu meninggal dengan sedikit penyesalan di dalam hatinya...”

"Jika saja sejak awal dia memilih terbuka padamu, mungkin saja dia masih bisa berumur panjang dan meminang beberapa ekor cicit..”

“Tapi sudahlah, semuanya sudah terjadi. Kau sudah melepas gadis itu, dan sekarang tidak adaa yang tahu dimana dia berada sekarang.”

Sebelum tuan Tua menghembuskan napas terakhirnya beberapa Minggu lalu, dia memberitahu segalanya pada putranya. Orang yang mengirim Samanta ke panti asuhan adalah kaki tangannya, dia terus mengawasi gadis itu secara diam-diam.

Ketika usia Samanta menginjak 23 tahun, Tuan tua dengan sengaja membuat rencana pernikahan dengan keluarga James, kemudian dia membayar putri sah keluarga James dengan uang yang mahal untuk kabur keluar negeri.

Melihat tidak ada perkembangan dalam hubungan pernikahan Arkana, dia mengirim orang untuk membuat Skandal perselingkuhan, membayar media agar menjelekkan nama Frederik, untuk mengetes kesiapan cucunya mengemban tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Setelah mendengar semuanya, Arkana jatuh berlutut di bawah kaki ayahnya dan kembali menangis, “Aku menyesal ayah...”

"Penyesalanmu tidak ada gunanya, kau tumbuh dengan didikan keras keluarga sehingga itu menjadikanmu seperti sekarang..."

“Sejak awal aku sudah mengatakannya padamu, jika sesuatu terjadi jangan datang dan meminta bantuan pada keluargamu. Kali ini, kau harus melakukannya dengan tanganmu dan kakimu sendiri, buktikan jika kau memang seorang Frederik sejati.”

Setelah mengatakan segalanya, Tuan besar Frederik beranjak dari sana meninggalkan Arkana sendiri yang masih berlutut dengan lesu: “Ayah benar, kali ini aku harus melakukannya sendiri kakek ku harap kau masih mau membantuku dari sana...”

Terpopuler

Comments

Nurul Syahriani

Nurul Syahriani

Tadi meninggal 5 tahun lalu, skrg bbrp minggu lalu..

2023-11-14

0

Nurul Syahriani

Nurul Syahriani

Loh memang nya udah 5 tahun berlalu? Bukannya tadi baru sebulan cerai ya

2023-11-14

2

Arum Sekar

Arum Sekar

lanjut kakk

2023-10-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!