Satu Minggu setelah acara seleksi Pemeran, Samanta menuju ke tempat dimana dia akan bertemu dengan fansnya dan menyampaikan beberapa perihal penting.
Samanta bangun pagi untuk menyiapkan sarapan banteng dan kerbau kecil, kemudian beberapa peralatan yang mungkin saja akan berguna baginya.
"Sayang, mami pergi dulu. Jangan menyusahkan mama Aster dan kakak Jimmy."
Banteng Kecil mengangkat jempolnya, “Oke mami, Arsa akan jadi banteng baik.”
Samanta mencium wajah banteng kecilnya sebelum dia pergi, Hari ini tampaknya dia akan lebih sibuk dari biasanya. Felix mengatur pertemuan itu di jam 10.00 pagi, tepat di ballroom salah satu hotel besar di kota itu.
Dia berangkat dengan di jemput Felix, tidak lupa dia juga menggunakan masker hitamnya agar wajahnya tidak terekspos oleh banyak orang. Tiba di Hotel, Samanta melihat bahwa sudah banyak orang yang berdatangan.
Penerima tamu itu mempersilahkan Samanta masuk setelah Felix selesai mengurusnya. Tamu yang datang memerhatikan mereka dan beberapa sudah mulai berbisik dan mendekat.
“Kakak, ini benar-benar dirimu? Aku adalah penggemar beratmu aku suka semua novel buatanmu.”
“Kakak aku sangat senang akhirnya bisa bertemu langsung denganmu, awalnya aku tidak percaya ketika Elsa mengirim pemberitahuan di grup kami, tapi sekarang aku percaya padanya.”
“Kakak, boleh aku berfoto denganmu? Kamu adalah Idolaku sepanjang masa”
“Penulis, bisa aku meminta tandatangan mu?”
“Pemberian tandatangan dan foto akan di lakukan di lahir sesi acara, sekarang biarkan kami duduk dulu. Jangan saling berdesakan” Felix menghentikan kerumunan orang-orang itu.
Samanta diantar ke mejanya, dia mengucapkan beberapa kata sapaan dan ucapan terima kasih atas dukungan mereka selama karirnya. Para penggemar bersorak dan bertepuk tangan.
Acara berlangsung dalam beberapa sesi, setelah sepatah dua kata itu adalah sesi tanya jawab dimana hadirin diberikan kesempatan untuk menanyakan sesuatu kepada Samanta:
“ Halo, kakak penulis. Namaku Lulu, aku adalah penggemar mu. Ingin bertanya mengapa kau memilih untuk menjadi penulis?”
“Um, karena aku suka. Ini sama halnya ketika kamu makan tapi kamu tidak lapar, menulis membuat perasaanku lebih tenang, dan aku juga senang karena dapat membuat pembacaku menikmati karyaku.”
“Halo, aku Rian. Aku ingin bertanya apa yang kau lakukan ketika karyamu di kritik orang? Aku juga baru mencoba untuk menulis tetapi seseorang selalu memarahiku dan menghujat tulisanku.”
“Kau tidak harus memikirkan ucapan mereka, jadilah dirimu sendiri. Penulis memiliki karakternya masing-masing, mereka tidak suka karyamu maka minta mereka untuk berhenti membacanya.”
“Halo Aku Belva, aku adalah fans Sasa dan juga karenanya aku mulai suka membaca terutama karyamu. Jadi aku ingin bertanya, apakah kau sudah menentukan ending dari mereka? Apakah dalam seri kedua akan berakhir bahagia, mengingat novel pertama tidak berakhir demikian?”
Ini dia masalahnya...
Samanta kehilangan ide dan inspirasi. Dia tidak tahu seperti apa yang akan terjadi selanjutnya tenang Sasa sang pengganti dan putranya, apakah akan kembali bersama mantan suami atau memilih jalan masing-masing.
Bintang kecil, dalam 40 bab awal fokus pada Sasa yang membesarkan Sam, putranya. Pertumbuhan Sam di jelaskan secara merinci didalamnya, seperti ketika pertama kali Sam mulai berbicara, merangkak, berjalan.
Bab 41 sampai 49 mulai fokus pada Sam yang sedang sangat aktif dan penuh keingintahuan. Anak itu banyak bertanya apa lagi tentang ayahnya dan Sasa sama sekali tidak dapat memberi penjelasan tentang itu.
Sasa dalam novelnya hanya berkata bahwa ayahnya bekerja di tempat yang sangat jauh di dalam hutan sehingga dia sulit keluar dan tersesat di hutan, tidak dapat kembali dengan cepat.
Di bab 50 yang paling terakhir Samanta buat, beberapa Minggu lalu. Mulai mengisahkan tentang kehidupan Sasa dan Sam yang akhirnya kembali ke kota kelahirannya karena Sam harus mulai masuk Taman kanak-kanak.
Bintang kecil berakhir di bab 50, mungkin karena Samanta terlalu larut dalam tulisannya sehingga dia tanpa sadar tidak berhenti untuk mengikut sertakan dirinya di dalam alur. Akhirnya, dia sendiri tidak tahu hal seperti apa yang sudah menunggunya di kota ini.
“Aku belum memikirkannya, sebenarnya hal inilah yang akan aku sampaikan kepada kalian semua. Untuk beberapa waktu sampai batas yang tidak di tentukan, Bintang Kecil akan Hiatus dulu karena beberapa alasan sehingga aku harus beristirahat sejenak, aku minta maaf jika membuat kalian kecewa dengan pengumuman ini.”
Samanta berpikir keputusannya akan membuat banyak orang kecewa, tapi ternyata dia salah. Suara tepukan memenuhi ballroom itu, dan teriakan dukungan memenuhi telinganya.
Acara selanjutnya adalah peresmian Fandom Samstory...
Di akhir acara, Penjaga menuntun agar para hadirin mulai mengantri untuk sesi tandatangan. Mereka mengantri dan membawa buku novel pertama samanta di hadapannya untuk di tandatangani.
Ketika antrian ke-100 tiba, dua buku tergeletak secara bersamaan diatas meja. Samanta mengernyit kemudian dia mendongak untuk melihat seorang wanita anggun dan seorang lagi pria bermasker.
“Siapa yang pertama?” Samanta memutuskan untuk bertanya.
“Itu aku, aku yang pertama.”
“Enak saja, kau memotong antrian ku...”
Samanta tidak ingin membangun waktunya sehingga dia dengan cepat menandatangani dua buku yang masih terlihat baru itu; “Antrian selanjutnya...”
Tangan kecil terulur dan menetralkan buku cerita miliknya, “Aunty, Lala boleh minta juga? Lala sangat suka cerita dongeng yang aunty buat, mami and Daddy biasanya membacakannya untuk Lala”
Gadis manis itu memiliki mata yang cantik dan alis yang tebal, bibirnya merah delima dan pipinya.berisi. Samanta memperkirakan usia gadis kecil itu kurang lebih sama dengan banteng kecilnya.
Jadi, Samanta tersenyum lembut dan menandatangani buku dongeng gadis kecil itu. Samanta tidak pernah berpikir bahwa dia memiliki penggemar kecil yang imut, cerita dongeng itu sudah cukup lama dia buat hanya baru di terbitkan lima tahun lalu.
“Terima kasih aunty... Em, boleh Lala peluk?” gadis kecil itu meminta dengan wajah kecil yang berbinar dan bibir merah yang mengerucut.
Sial siapa yang bisa menolak malaikat kecil ini?
Samanta tersenyum ketika gadis kecil itu melambaikan tangannya bersama dengan seorang baby sister berjalan keluar dari ballroom dan segera kembali ke rumah mereka.
“Nona, tuan akan marah jika nona keluyuran,” Lin menasehati nona mudanya yang baru berusia 4 tahun.
“Tapi Lala gak keluyuran, kok. Lala mengunjungi Aunty.”
“Aunty, nona anda...”
“Daddy selalu bilang kalau cerita dongeng itu buatan adik Daddy, jadi Aunty penulis tadi adalah aunty ku, adik Daddy.”
Lin diam, tidak melanjutkan lagi. Nona kecilnya ini begitu aktif dan cerdik. Dia bahkan heran dari mana nona kecil Xavier ini bisa tahu kalau wanita tadi adalah penulis buku dongeng yang selalu menjadi favorit nona mudanya.
Nona kecilnya belum bisa membaca!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Al Vian
lanjut Thor
2023-10-31
0
Nora♡~
💪💪💪terus thor..
lanjut..
2023-10-31
0
Arum Sekar
lanjut kakk
2023-10-30
0