Arkana berlari keluar dari kamar menuju lantai bawah kemudian ke pos penjagaan;
“Dimana dia!” Arka berbicara dengan suara yang nyaring.
Pak Tono langsung keluar dan memberi hormat pada tuan rumahnya kemudian menjawab; “Nona sudah pergi sejak lama, Tuan"
“Kemana dia pergi?” Sikap Arkana tidak sabar dan dia tidak memperdulikan penampilannya lagi.
"Maaf Tuan, nona tidak ingin memberitahu tentang itu. Nona hanya mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan” Pak Tono menjawab dengan kepala yang masih menunduk, takut.
Ketiga kalinya Arkana kembali jatuh berlutut, kali ini dia di tanah. Terisak, Pak Tono membantu Arkana bangkit dan duduk di dalam pos penjagaan;
"Tuan, Anda tidak apa-apa?" Pak Tono menatapnya dengan khawatir, selama dia bekerja dengan keluarga Frederik dia tidak pernah melihat Tuan mudanya menangis.
Ini kali pertama untuknya...
Tuan mudanya sejak kecil dididik keras oleh tuan besar untuk menjadi pria kuat yang tidak mudah menangis, tidak dia sangka ada hari dimana dirinya akan melihat Tuan mudanya jatuh seperti ini.
Arkana tumbuh dengan keras, orang tuanya terutama ayah dan kakeknya begitu keras mendidiknya, terutama tentang memandang dirinya Tinggi dan menjaga wajahnya di muka umum, sebagai pewaris sah kerajaan bisnis Frederik.
Hal itu membuatnya selalu mudah marah jika ada sesuatu yang berpotensi mencoreng nama baiknya di muka umum. Semisal yang terjadi dalam rumah tangga tuannya.
“Tuan, saya rasa anda harus segera istirahat. Saya akan mengantar anda ke dalam.” Pak Tono memapah Arkana kedalam rumah dan meletakkannya di sofa ruang keluarga.
"... Apakah sudah terlambat untukku? apakah dia tidak akan pernah kembali? Apakah aku begitu jahat padanya, sehingga dia ingin bebas dariku?”
Tangannya bergetar hebat dan tubuhnya juga, Arkana mengingat beberapa momen di masa lalu ketika dia pertama kali mendapati Samanta berusaha untuk mengakhiri hidupnya.
Wanita itu berkata bahwa dia ingin bebas, sejak hari itu Arka introspeksi dirinya. Dia memberikan Samanta waktu istirahat dan memberikan kenyamanan pada gadis itu, selama dirinya melakukan perjalanan bisnis.
Tidak disangka di kota tujuannya dia bertemu dengan Irene!
Kemudian setelah kembali dia langsung memberikan surat cerai pada Samanta, awalnya dia berpikir Samanta setuju karena melihat kompensasi yang dia berikan.
Lagi pula, siapa manusia yang tidak menginginkan uang?
Jadi dia mengambil kesimpulan bahwa Samanta setuju bercerai agar dia bisa bebas dan mendapatkan banyak hartanya.
Tidak di sangka setelah cerai, Arkana mendapati Samanta pergi tanpa membawa kompensasi. Melainkan setengahnya sudah di kembalikan kepada pengacaranya dan sisanya ada di tangan keluarga James.
Beberapa dia sumbang...
Pak Tono memberikan minum pada tuan mudanya dan berkata: "Tidak, anda hanya terlalu cepat mengambil keputusan dan tidak mendengarkan pembelaan nona.”
"Nona berkata bahwa aktor itu hanya teman sekolahnya dulu, dan tidak sengaja bertemu saat Nona berbelanja di supermarket...” Ucap Pak Tono lagi.
"...." Arkana terdiam, memang benar jika masalah dalam rumah tangganya di mulai sejak munculnya rumor bahwa Samanta beberapa kali tertangkap kamera bertemu dengan seorang Aktor terkenal di kota itu.
Rumor itu terjadi dua bulan lalu, dan meskipun dari pihak agensi sudah mengklarifikasi, netizen kota masih tetap menyudutkan Samanta. Publik hanya mengenal Samanta dari wajahnya saja sebagai istri dari CEO muda Frederik Corp.
"Cepat panggil Edward!” Arkana berteriak, Pak Tono pun pergi dan memanggil Edward.
Edward datang dengan wajah yang masih mengantuk, dia baru saja tidur dan Bosnya kembali memanggilnya lagi, "Tuan, anda memanggil saya?”
"Em... Apa tugas yang aku berikan padamu sudah kau laksanakan?” Arka bertanya dan tatapannya begitu serius pada Edward.
"Sudah tuan.... Para netizen dibayar oleh seseorang untuk menyudutkan nona. Nona dan David, hanya sebatas teman saja, David adalah anak adopsi dari keluarga Louis, dia berasal dari panti asuhan yang sama dengan Nona..."
"Sudah cukup! bagaimana dengan seseorang itu? kau sudah temukan?”
Edward menggeleng, "Maaf, sedikit butuh waktu yang lama. transaksi mencatat pengiriman uang pada netizen dilakukan oleh akun Anonim..."
Arkana mengepalkan tangannya dan mengerakkan giginya, "cari siapa dibalik akun anonim itu dan satu lagi, cari dimana Samanta berada...”
"Arkan, tapi aku....” Edward belum selesai bicara ketika Arkana memotong ucapannya; "Bonus tahunan 3 kali lipat...”
"Oke baik, akan aku kerjakan...” Edward meninggalkan ruang keluarga dengan mata yang kembali segar.
Oke, dia akan segera panen uang...
Di dalam rumah, Arkan kemudian berjalan dan memperhatikan setiap detail ruangan. Dari semua.tempat, ruang makanlah yang menyimpan banyak jejak Samanta.
Meskipun mereka pada awalnya menikah karena bisnis, Arka memiliki perasaan yang cukup baik pada Samanta, wanita itu sangat suka memasak, jika tidak bergulat dengan peralatan dapur, Arka selalu menemukan Samanta di taman belakang rumah di tepi kolam renang dengan laptopnya.
Arka pernah tidak sengaja memergoki isi Laptop Samanta, dia sedikit terkejut ketika melihat beberapa naskah cerita. Ternyata wanita itu juga menggeluti dunia literasi. Dia mengupdate beberapa cerita pendek di sosial medianya.
Sayangnya naskah yang Arka lihat sama sekali belum di publikasikan oleh Samanta.
"Tuan, apa yang harus kami lakukan selanjutnya? Nona sudah pergi dan tidak ada lagi yang tinggal di sini..."
"Kenaikan gaji tiga kali lipat, Lakukan tugasmu seperti biasa, mulai sekarang aku akan kembali tinggal disini...” Arkana menatap Pak Tono sejenak kemudian dia pergi meminggalkan ruangan menuju ke taman belakang rumah.
"Tapi tuan siapa yang akan mengurus makananmu... Aku tidak bisa masak hanya makan di angkringan depan atau membawa bekal buatan istriku..." Pak Tono menatap punggung tuan mudanya dengan Khawatir.
Tuannya ini lahir dengan sendok emas, dari kecil tidak pernah susah mencari makan. Mau makan apa dia langsung minta ke pelayan rumah, setelah menikah urusan dapur menjadi wilayah kekuasaan Samanta.
Biasanya gadis itu akan memasak makan lama lalu menyedihkannya di atas meja, kemudian dia pergi tidur. Pagi harinya dia akan membersihkan meja dan mencuci piring kotor yang di gunakan oleh tuan mudanya.
Setahun menikah, mereka tidak pernah mempekerjakan. Seorang pelayan. Sekarang, Nona sudah pergi jadi siapa yang akan memasak di dapur? Tuannya itu tidak suka order makanan, dia lebih suka masakan rumahan.
Tuan aku ingin cuti saja dan pulang kampung...
Di taman belakang rumah, Arka memandangi sebuah kursi panjang dengan meja kecil di sampingnya dan payung besar di belakangnya. Dia melihat bayangan Samanta lagi, yang sedang tertidur setelah selesai dengan ketikannya.
Arkana mendekat dan duduk di kursi panjang yang ada di sebelahnya, matanya lirih dan hatinya seperti akan tercabik-cabik oleh sesuatu yang tajam.
“Bagaimana bisa aku menyakitimu? Orang yang sudah berjanji akan aku jaga, justru aku lukai, ini semua salahku karena tidak mencari tahu lebih awal tentangmu, kesayanganku...”
“Oke, kalau kita sudah besar nanti ayo kita menikah...” tangan kelingking kecil anak laki-laki itu terangkat untuk membuat kesepakatan dengan gadis kecil di depannya.
“Oke, kalau sudah besal ayo menikah....” wajah putih kecil gadis itu tersenyum begitu manis pada anak laki-laki itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Arum Sekar
lanjut kak
2023-10-21
0