20. Penyerang misterius

Anam tampak kesal saat Danang mengacuhkannya. Lelaki itu benar-benar tak mau mendengarkan alasannya hingga membuat Anam semakin uring-uringan.

"Aku tidak boleh kalah oleh Dika," Anam segera bergegas pergi meninggalkan tempat itu

Lelaki itu kemudian menemui Dona. Ia sengaja memberitahukan kepada wanita itu apa yang dilakukan Dika kepadanya.

"Sekarang aku harus bagaimana, apa yang harus aku lakukan?" tanyanya kemudian menyandarkan kepalanya di pangkuan Dona

"Aku tidak percaya sekarang Mas Dika jadi seperti itu, padahal dia dulu orang yang sangat baik dan tidak pernah mendendam," ujar Dona

"Kalau boleh tahu apa kau tahu kelemahannya, mungkin dengan begitu aku bisa menjatuhkannya tanpa harus mengotori tanganku?" tanya Anam

"Entah, selama aku menjadi istrinya Mas Dika hampir tak punya kelemahan. Ia bahkan terlalu baik," jawab Dona

Tentu saja jawaban Dona membuat Anam kesal.

"Apa kau masih menyukainya!" serunya seraya mengangkat kepalanya

"Tentu saja tidak, kalau aku masih menyukainya untuk apa aku meninggalkannya dan memilih mu. Jangan marah, aku hanya mengatakan apa yang sebenarnya saja," jawab Dona berusaha menenangkan Anam yang terbakar api cemburu.

Anam kemudian pamit pergi. Lelaki itu tetap meninggalkan kediaman Dona meskipun wanita itu berusaha menahannya.

"Kenapa sih dia jadi baperan gitu!"

**********

Liburan selesai, Dika dan teman-temannya bersiap untuk kembali pulang ke Jakarta.

Sesampainya di apartemennya, Dika begitu terkejut saat mendapati kediamannya tampak berantakan. Ia merasa ada seseorang yang menyusup ke apartemennya dan mengacak-acak kediamannya tersebut.

Dika segera menuju ke tempat tidurnya. Benar saja semua isi lemari Dika tampak berserakan di lantai. Namun anehnya tak ada barang berharga yang hilang. Begitupun dengan dokumen-dokumen miliknya.

"Aneh, jika apartemen ini kemalingan pasti ada barang-barang ku yang hilang. Tapi semuanya masih utuh bahkan dokumen penting pun tidak ada yang hilang. Sebenarnya apa yang mereka cari?" Dika segera turun untuk menemui petugas keamanan yang bertugas hari itu. Ia melaporkan kejadian yang terjadi di kediamannya.

Petugas keamanan segera mengecek kondisi kediaman Dika. Karena tak menemukan bekas jejak pelaku, petugas keamanan mengajak Dika untuk melihat rekaman cctv di pos keamanan.

Namun anehnya tak ada rekaman apapun di sekitar apartemennya.

Dika semakin merasa ada yang janggal. Apalagi saat mengetahui cctv di kediamannya rusak.

Meskipun ia tahu ada seseorang yang berusaha menyusup kediamannya namun ia tak bisa menemukan siapa pelakunya.

Setelah membereskan semua barang-barang yang berserakan Dika menemukan sebuah puntung rokok yang tertinggal di kamarnya.

"Jika pelaku meninggalkan puntung rokok berarti dia seorang pria," Dika segera bergegas turun

Ia sengaja membawa puntung rokok itu kepada petugas keamanan.

"Jadi benar ada yang menyusup ke kediaman anda, baiklah kami akan menindaklanjuti laporan anda dan mulai melakukan penyelidikan untuk mencari siapa penyusup di rumah anda,"

Merasa kurang yakin dengan kinerja petugas keamanan Dika pun melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Saat ia hendak mendatang kantor polisi sebuah mobil jip hitam tampak membuntuti Dika.

Dika pun mulai curiga dengan sebuah mobil jip yang terus mengikuti mobilnya. Semakin lama jip itu semakin menempel dan menyenggol mobil Dika.

*Dug!!

Dika hampir menabrak pembatas jalan karena kehilangan kendali. Beruntung ia masih bisa membanting stir mobilnya.

*Ciitt!

Dika segera mematikan mobilnya.

*Brakkk!!

Ia segera turun untuk melihat siapa pengemudi mobil jip itu. Sebelum menemui sang pengemudi ia menyempatkan diri melihat kondisi mobilnya.

Dan saat itulah sang sopir Jip mulai menyalakan mobilnya kembali. Dengan kecepatan tinggi mobil jip itu langsung melesat menghantam tubuh Dika hingga ia jatuh terhempas ke jalanan.

*Buugghh!!

Beberapa orang segera berlarian kearahnya saat melihat Dika jatuh terhempas ke jalanan.

Beberapa orang tampak berkerumun menghampirinya.

"Cepat hubungi ambulance!"

Seorang pria menyunggingkan senyumnya saat melihat tubuh Dika terbaring tak berdaya.

Suara sirine mobil ambulance memecah kemacetan kota Jakarta. Beberapa orang tim medis langsung dengan sigap menjemput Dika dan membawanya ke ruang UGD.

Hans begitu terkejut saat mengetahui dokter terbaiknya mengalami kecelakaan.

"Sebenarnya apa yang terjadi kepadanya?" tanya Hans

"Seorang saksi menyatakan jika Dokter Dika mengalami tabrak lari pak,"

"Kalau begitu segera usut kasus ini, aku ingin tahu siapa orangnya yang berusaha membunuhnya,"

"Baik,"

Mendengar Dika yang mengalami kecelakaan bukan hanya Fani yang langsung menjenguknya namun juga Jessica.

Kedua wanita itu tampak begitu khawatir saat melihat Dika yang belum sadarkan diri.

Sebagai kakak beradik yang tidak akrab keduanya tampak canggung saat bertemu di bangsal perawatan Dika. Jika Fani tampak seperti pacar Dika yang begitu bersedih dengan keadaannya. Justru Jessica tak kalah dramatis dari adiknya itu.

Ia menunjukkan wajah melankolisnya dengan terus menangis tersedu-sedu di samping Dika.

Tentu saja hal itu membuat Fani kesal.

"Dih apaan sih, memangnya Dika sudah mati apa sampai di tangisi seperti itu, dasar gak jelas!" gerutu Fani

"Lo juga sama sok-sokan care dan dekat sama doi, emangnya lo ceweknya!" sahut Jessica

"Kalau iya emangnya kenapa, lo iri, bilang bos!" jawab Fani

"Dih ngapain juga gue iri sama cewek jadi-jadian kaya lo. Lagian mana mungkin Dika suka sama Lo. Sudah pasti Dika bakal milih gue, secara gue kan lebih cantik, pintar, ramah, dan baik hati," tandas Jessica

"Ok kita lihat saja nanti, siapa yang akan dipilih oleh Dokter Dika. Lo atau gue!" jawab Fani

"Ok, siapa takut!" teriak Jessica

"Astaga berisik sekali kalian!" ucap Dika perlahan membuka matanya

Melihat Dika yang mulai siuman sontak membuat keduanya langsung berteriak histeris memanggil namanya.

"Dika!" seru Keduanya langsung memeluknya

"Arghhh!"

Dika langsung menjerit kesakitan saat kedua gadis itu justru memegangi tangannya yang masih di gips.

Tentu saja mendengar teriakan Dika membuat gadis itu langsung melepaskan pelukannya.

"Oh Sorry!" ucapnya bersamaan

"Kamu pasti kesakitan maaf ya dok," tukas Fani

Tidak berapa lama seorang dokter yang merawat Dika pun masuk kedalam ruangan tersebut untuk melihat kondisi Dika pasca mendengar suara jeritannya.

"Apa yang kalian lakukan disini!" seru Hans membuat kedua gadis itu tampak terkejut melihat sang ayah datang ke ruangan itu.

"Ayah!" seru Jessica langsung mendekati pria itu

"Apa ayah yang merawat dokter Dika?" tanya Jessica penasaran

Hans langsung mengangguk. "Ayah banyak berhutang budi padanya, untuk itu ayah memutuskan untuk merawatnya sendiri, ayah ingin membalas kebaikannya karena sudah menyembuhkan dirimu," jawab Hans

Melihat kedekatan Jessica dengan Hans membuat Fani pun diam-diam meninggalkan ruangan itu.

Tentu saja Jessica begitu senang saat melihat rivalnya keluar, jadi kini ia bisa memberikan perhatian kepada Dika tanpa bersaing dengan sang adik.

Selesai memeriksa kondisi Dika, Hans mengajak Jessica meninggalkan tempat itu agar Dika bisa beristirahat.

*Tok, tok, tok!!.

Tidak lama seorang pria masuk ke ruangan itu.

"Bagaimana keadanmu?"

Terpopuler

Comments

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

siapa yang datang

2024-01-01

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

kayaknya Suruhannya Anam

2024-01-01

0

forza 💫✨🎗️🪙👑

forza 💫✨🎗️🪙👑

mc goblok

2023-12-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!