"Apa kau yakin akan menemuinya Dokter?" tanya Adila anggota tim Dika
"Entahlah, yang jelas aku hanya ingin memberikan semangat kepadanya. Karena aku tahu yang ia butuhkan sekarang bukan hanya pengobatan tapi juga seorang teman bicara," jawab Dika
Lelaki itu kemudian berjalan menuju bangsal perawatan VIP.
Ia melihat Jessica tampak duduk termenung menghadap ke jendela.
"Hmm, kasian sekali dia pasti hari-harinya begitu berat, aku pernah merasakan apa yang kamu rasakan Jes," gumam Dika
Saat ia hendak masuk seorang satpam langsung menghalaunya.
"Maaf dokter, untuk sekarang anda belum boleh menemuinya,"
Meskipun sedikit kecewa karena tak bisa menemui Jessica namun hal itu tak membuat Dika patah semangat.
Sore itu tim lawan yang diketuai oleh seorang dokter bedah plastik berusaha memperbaiki wajah Jessica yang mengalami luka saat percobaan bunuh diri.
"Aku yakin setelah melakukan operasi plastik kamu akan terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Dengan wajah cantik mu kau bisa membuat mantan suami kamu menyesal telah meninggalkan dirimu," ucap dokter bedah saat hendak memulai operasi
Namun Jessica yang masih belum stabil mentalnya justru menolak untuk dioperasi. Ia mengambil jarum suntik seorang dokter anastesi kemudian menyuntikan jarum suntik itu ke pada dokter yang hendak mengoperasikannya.
Semua perawat menjerit histeris saat melihat kejadian itu. Mereka berlarian keluar meninggalkan ruangan operasi untuk menyelamatkan diri dari serangan brutal Jessica.
Beberapa orang security berlarian menuju ruang operasi .
Beberapa dari mereka berusaha untuk menenangkan Jesica. Namun gadis itu begitu sulit di baca.
Saat melihat rombongan sekuriti, Jessica berusaha melompat dari jendela.
Dika yang melihat kejadian tersebut segera berlari ke bangsal perawatan Jesica.
Setibanya di sana Ia terkejut saat melihat Jesica hendak menjatuhkan diri.
"Arrgghhh!!"
Semua orang berteriak histeris saat melihat Dika terjun dari ruang perawatannya.
Dika segera berlari keluar. Dika sengaja menuju halaman rumah sakit.
Lelaki itu Langsung mendongakkan wajahnya keatas. Ia berusaha mencari posisi yang tepat agar bisa menangkap tubuh Jesica.
Tubuh Jessica melesat dengan cepat.
*Grep!
Dika berhasil menangkap tubuh Jesica hingga tubuh keduanya terjungkal ke lantai.
*Bruughhh!!
Dika segera bangun dan memeriksa kondisi Jessica.
"Bagaimana keadaannya?" tanya seorang dokter menghampiri mereka
"Tidak ada cedera, mungkin dia pingsan karena kaget saja," jawab Dika
Saat lelaki itu hendak memindahkannya ke brankar, Jesica terbangun dan menamparnya dengan keras.
*Plakk!
Semua orang terkesiap melihat perlakuan Jesica kepada Dika yang sudah menyelamatkannya dari maut.
"Jangan sok menjadi pahlawan hanya demi mendapatkan sanjungan dari orang lain. Aku paling tidak suka melihat orang munafik seperti dirimu!" hardik Jesica
Dika hanya terdiam sambil memegangi pipinya yang merah. Lelaki itu tak mau membela diri apalagi membalas ucapan Jesica karena ia tahu kondisi mental Jessica sedang tak baik-baik saja.
Sementara itu setelah puas melampiaskan kemarahannya kepada Dika yang sudah menggagalkan usaha bunuh dirinya, Jesica segera bangun dan berdiri. Saat ia hendak melangkah pergi seorang wanita datang menghampirinya dan langsung mendaratkan tamparan keras ke wajahnya.
*Plaakkk!!
"Dasar wanita bodoh kau pikir dengan kau mati akan menyelesaikan masalah mu. Kau pikir setelah kau mati mantan suamimu akan menyesal karena telah membuat mu menderita. Jangan bodoh, justru dia senang melihat mu mati dan itulah yang dia inginkan. Karena dengan kau mati selain ia bisa bebas berhubungan dengan selingkuhannya maka dia pun akan mendapatkan semua harta gono-gini kalian, termasuk warisan mu!" ucap gadis itu menunjuk ke kening Jessica
"Sekarang kalau kau ingin mati dengan cepat sini aku tunjukkan caranya!" imbuh Fani kemudian menarik Jesica ke ruang UGD
Ia kemudian berhenti di depan seorang pasien yang sekarat.
"Kau tahu wanita ini penyakit langka yang membuatnya hidup seperti mayat hidup karena jantungnya tak berfungsi dengan baik. Dia tidak punya uang sehingga saat berobat di rumah sakit pun di abaikan seperti ini, tak ada penanganan dari dokter karena tak ada biaya. Padahal di rumahnya ia harus menghidupi 5 anaknya yang masih kecil-kecil 2 diantaranya masih balita, satu anak berkebutuhan khusus. Kalau kau ingin mati, berikan saja jantungmu kepada wanita ini, dengan begitu kau tidak akan mati sia-sia. Setidaknya kau masih berguna bagi orang lain. Kau bisa menyelamatkan masa depan lima anak yang tidak memiliki ayah, jadi bagaimana??, apa kau mau memberikan jantungmu untuknya?" tanya Fani
*Plaakk!!
Fani terhenyak saat mendapatkan sebuah tamparan keras dari Hans yang merupakan ayah Jesica.
"Jangan asal bicara, kau pikir kau siapa!" seru Hans dengan nada tingga
Fani menarik sudut bibirnya menahan emosi mendengar ucapan lelaki tua itu.
"Harusnya ini adalah tugasmu sebagai ayah, memberikan pencerahan kepada putrimu yang sedang mengalami gangguan mental. Kau pikir karena kau seorang dokter dan memilki banyak uang bisa membuat putrimu kembali seperti dulu?"
"Kau salah ayah, justru sikapmu yang terlalu memanjakan kak Jesica akan membuatnya menjadi semakin lemah. Lihatlah kondisinya sekarang, ini semua karena dirimu. Ayah yang selalu memanjakan dia!" seru Fani kemudian bergegas meninggalkan mereka sambil memegangi pipinya yang memerah
Melihat sang adik pergi Jesica pun menangis tersedu-sedu.
Ia kini mulai sadar jika apa yang dibicarakan oleh Fani semuanya benar.
Sambil mengusap air matanya Jesica berlari mengejar Fani.
Ia pun menghentikan gadis itu dan menariknya.
"Kamu benar Fan," ucap Jesica
Fani menoleh kearahnya, " Lalu apa yang kau inginkan sekarang, mau tetap mati atau melanjutkan hidup?" tanya Fani sinis
"Aku ingin melanjutkan hidup Fan, dengan begitu aku bisa membalas perbuatan mantan suamiku, aku tidak mau mati dan membiarkan mereka hidup bahagia," jawab Jesica
"Good, kalau begitu sekarang minta maaflah kepada dokter Dika," sahur Fani Acuh.
Ia melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Jesica.
Jesica yang merupakan kakak kandung Fani segera mendatangi dokter Dika di ruangannya.
Ia kemudian meminta maaf kepada lelaki itu dan meminta bantuannya untuk memulihkan kondisinya pasca kecelakaan yang dialaminya.
"Maafkan aku kalau sudah bersikap kasar terhadap dokter. Untungnya ada adikku Fani yang berhasil membuat ku sadar jika apa yang aku lakukan ini salah," tutur Jesica
Dika sempat tercengang saat mendengar pengakuan Jesica yang mengatakan jika Fani adalah adiknya.
Ia pun memastikan hubungan keduanya. Jesica kemudian menjelaskan jika Fani adalah adik kandungnya yang memilih hidup mandiri. Makanya ia jarang terekspos media bersama keluarga besarnya.
Fani yang ternyata berprofesi sebagai seorang psikolog memang memilih hidup bebas tanpa mau di kekang atau mengandalkan nama besar orang tuanya untuk mengembangkan kariernya di dunia kedokteran.
"Jadi Fani itu seorang Psikolog?" tanya Dika tak percaya
"Iya, bukan hanya psikolog dia sebelumnya mengambil jurusan dokter spesialis rehabilitasi medik, namun ia tertarik dunia psikologi saat ia mamah meninggal dan sejak hari itu Fani juga memilih tinggal terpisah dari kami," terang Jessica
Saat keduanya tengah berbincang Hans mengetuk pintu ruangan tersebut.
Dika buru-buru menghampiri atasannya itu dan mempersilakannya masuk.
"Maaf kalau kedatangan saya menganggu kalian," ucap Hans
"Tidak apa-apa Dok, kalau boleh tahu ada perlu apa dok?" tanya Dika
Hans kemudian menjelaskan jika Tim satu gagal melakukan tugasnya dan sekarang ia memberikan kesempatan kepada Tim dua yaitu timnya Dika untuk menyelesaikan misi mereka untuk membuat Jesica kembali percaya diri dan bisa move on dari mantan suaminya.
"Silakan anda diskusikan hal ini dengan Tim dan saya tunggu hasilnya," tukas Hans
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Zuhril Witanto
Fani adiknya Jessica
2024-01-01
0
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
ternyata fany anak pemilik rumah sakit
2023-12-11
0
Nurul Hikmah
mantap thor 👌
2023-11-20
0