Susana menjadi hening, semua orang kini mulai melirik kearah Anam yang sedang menata emosinya.
Bagaimanapun juga ia tak mau terlihat gusar apalagi panik. Ia buru-buru mengakhiri pidatonya.
Setelah turun dari panggung ia segera meminta anak buahnya untuk ke ruang audio. Namun sialnya ruangan itu di kunci dari dalam, membuat Anam semakin panik.
Tak lama Dika muncul di depan panggung.
Dalam susunan acara Dika memang diminta untuk menjadi pembicara ahli mewakili Ikatan Dokter Bedah Indonesia.
Namun Anam yang kebakaran jenggot segera meminta Dika untuk turun.
Ia begitu takut jika Dika akan membeberkan rahasianya di depan umum.
*Brakkk!!
Ditempat berbeda, anak buah Anam berhasil mendobrak ruang Audio.
Meraka segera merangsek masuk dan mematikan Audio yang sedang diputar.
"Sial, tidak ada apapun di sini!" pekik seorang lelaki berjenggot tampak kecewa saat tidak menemukan sesuatu yang di carinya.
Ia buru-buru pergi untuk melaporkan temuannya kepada sang bos. Namun ia mengurungkan niatnya saat melihat sang Bos tengah berdebat dengan dokter Dika.
"Sepertinya kamu memang orang yang pendendam ya, padahal aku hanya menyampaikan fakta kepada publik tapi kau langsung mengirim Hoax di ruangan ini. Apa sebenarnya rencana mu?" tanya Anam
"Aku tak punya rencana apa-apa Bro. Kalaupun aku memutar rekaman itu, karena aku tidak mau diam saja saat seseorang mulai mengintimidasi ku. Kau boleh saja merebut istriku tapi tidak dengan profesiku," jawab Dika kemudian meninggalkan Anam.
Ia kembali naik ke podium dan berpidato sesuai arahan dari panitia.
Anam yang begitu kesal segera menemui anak buahnya.
"Apa kau menemukan sesuatu?" tanyanya kepada anak buahnya
"Aku tidak menemukan apapun di sana, sepertinya ia sengaja mengirimkan rekaman itu menggunakan bluetooth agar tidak bisa di lacak,"
"Kalau begitu awasi dia dan buat ia menghilang selamanya dari muka bumi setelah ia turun dari panggung," jawab Anam
Lelaki itu mengangguk paham. Sementara itu dari kejauhan Sardi tampak mengamati keduanya.
Lelaki yang pernah menjadi anak buah Anam itupun seolah menangkap makna gestur tubuh Anam.
Apapun yang terjadi aku harus melindunginya!"
Saat Dika selesai berpidato seorang lelaki menghampirinya. Dika tersenyum ramah kepada pria itu.
"Aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini," ucap pria itu dengan ramah
"Benar sekali, bagaimana kabar ayah anda sekarang?" tanya Dika kepada Pria yang ternyata adalah anak dari pria yang ditolongnya saat tenggelam di pantai
"Berkat anda sekarang ayah saya sudah baikan," Lelaki itu kemudian mengajak Dika untuk menemui ayahnya yang juga hadir dalam acara tersebut.
Tanpa di duga ternyata lelaki yang ditolong Dika adalah ayah dari Anam rivalnya.
Danang Fahri Sutawijaya, selain sebagai ayah Anam Sutawijaya, ia juga seorang pengusaha rumah sakit nomor satu di Indonesia.
Pantas saja Anam begitu arogan ternyata ayahnya seorang konglomerat?
Dika menyambut uluran tangan Danang dengan senyuman ramah. Sementara itu Anam semakin kesal saat tahu mengetahui Dika lah yang menyelamatkan ayahnya.
Kenapa kebetulan sekali, apa dia sengaja menolong ayahku??
Berbagai pikiran negatif tentang Dika mulai memenuhi otak Anam. Apalagi saat sang ayah merasakan berhutang nyawa kepada Dika.
"Terimakasih banyak dokter Dika, berkat bantuan anda saya bisa selamat. Entah bagaimana nasibku jika anda tidak menolong ku waktu itu. Jujur aku berhutang nyawa padamu dokter," tukas Danang
"Itu hanya kebetulan saja ayah, atau mungkin ia malah sudah merencanakannya," celetuk Anam
"Jangan ngawur kamu, kenal saja tidak bagaimana ia bisa merencanakannya. Kalau dia memang mengenalku mana mungkin dia meninggalkan aku di rumah sakit. Kamu itu selalu saja seperti ini!" jawab Danang dengan suara lantang penuh kekecewaan atas ucapan sang putra sulung
Danang pun mengajak Dika untuk berbincang intens dengannya.
Karena penasaran Anam pun mengikuti mereka. Meski Danang sudah melarangnya ikut namun pria itu tetap mengekor di belakang sang ayah.
Danang kemudian membahasnya tentang pidato Dika. Rupanya lelaki itu sangat tertarik dengan kepribadian Dika yang begitu membumi dan rendah hati.
Ia sampai memintanya untuk memegang salah satu rumah sakit umum miliknya.
"Anggap saja itu sebagai balas budi karena kau telah menyelamatkan nyawa ku," tutur Danang
Namun Dika menolaknya dengan alasan dia ingin lebih fokus menolong orang yang tak mampu dengan menjadi dokter bedah.
"Tapi bukannya menolong orang akan lebih mudah jika anda punya rumah sakit sendiri?" jawab Danang
"Iya sih Pak, tapi saya mau punya rumah Sakit sendiri dengan usaha sendiri bukan hasil pemberian orang lain," jawab Dika
"Beruntung sekali orang tua yang memiliki putra seperti mu. Selain sebagai dokter bedah yang handal kau juga memiliki adab yang begitu mulia, tidak seperti putraku yang kerjanya hanya hura-hura!" sahut Danang melirik kearah putranya Anam.
Dika segera berpamitan dengan Danang setelah pembicaraan mereka selesai.
Setelah Dika pergi Anam mulai memberitahu sang ayah jika orang yang sudah memutar rekaman percakapan dirinya dengan Sardi adalah Dika.
"Sebaiknya ayah jangan terlalu dekat dengannya dan berhati-hati terhadap Dika. Dia itu seperti serigala berbulu domba. Dari luarnya saja ia terlihat santun tapi di dalamnya ia mematikan. Ayah lihat kan bagaimana cara dia membalas ku saat aku mencoba menjatuhkannya,"
"Itu karena kau yang bodoh, aku justru semakin menyukainya daripada dirimu. Lihat saja bagaimana ia begitu elegan saat membalas semua perlakuan mu di depan umum. Ia tak perlu menggunakan kekerasan tapi hanya dengan senyuman saja sudah membuatmu kalang kabut. Bagaimana bisa kau melanjutkan tahta Danang Fahri Sutawijaya, jika seperti ini. Kalau seperti ini aku lebih baik mencoret mu dari daftar kartu keluarga karena kau bisa mengancam kelangsungan bisnis Danang Sutawijaya," tegas Danang
"Itu tidak akan pernah terjadi ayah, bagaimana mungkin aku akan mengancam bisnis keluarga kita,"
"Apa kau tidak sadar kalau kau sudah memancing singa yang sedang tidur. Bagaimana jika Dika mengungkapkan perselingkuhan mu dengan istrinya. Bagaimana jika ia mengungkapkan bagaimana kau berusaha membunuhnya setelah ia mengetahui perselingkuhan mu dengan istrinya!" seru Danang
Anam begitu terkejut saat sang ayah mengetahui semua rahasianya.
"Bagaimana ayah bisa tahu semua ini?" ucapnya dengan wajah ketakutan
"Kau pikir ayah mu ini bodoh apa, kau tahu mata-mata ayah ada dimana-mana untuk mengawasi kalian para penerusku. Jadi apapun yang terjadi pada kalian ayah tahu semuanya. Dan Asal kau tahu yang membuat ayah tenggelam adalah dirimu. Ayah yang begitu percaya padamu tak menyangka jika kau melakukan perbuatan bejat seperti itu, apa tidak ada perempuan lain sehingga membuat mu berselingkuh dengan wanita bersuami, sungguh memalukan!" pekik Danang Ia kemudian segera bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan tempat itu
"Ayah aku bisa jelaskan semuanya!" seru Anam berusaha mengejarnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Zuhril Witanto
dasar di Anam
2024-01-01
0
Zuhril Witanto
🤣🤣kapok anam
2024-01-01
0
Emil Djibran
singa ompong ???
mc lembek kayak gini dibilang singa
2023-12-14
0