[Ding]
[Misi Darurat
Menyelamatkan Presiden direktur IDI
Reward : 50.000.000 + Skill baru Appearance Boster, namun bila misi Gagal maka player harus membayar sebesar 100 juta atau kehilangan kemampuan dokter Genius yang diberikan oleh sistem
Untuk Cheat bisa didapatkan dengan membelinya seharga 10 juta rupiah. ]
Melihat seorang lelaki paruh baya sekarat membuat Dika tak berpikir panjang dan langsung menerima misi tersebut.
[Misi diterima
Silakan unduh Cheat cara penanganan pasien dibawah ini]
Dengan Skill Dokter Genius yang dimilikinya, Dika langsung paham meskipun hanya sekilas membaca petunjuk yang diberikan oleh sistem.
Saat semua dokter menyerah karena tak mau mengambil resiko. Dika justru berjalan menuju ke dapur. Lelaki itu segera mengambil pisau tajam dari seorang koki dan menyiramnya dengan Alkohol.
"Apa yang akan dia lakukan?"
"Apa ada pisau yang lebih tajam daripada ini?" tanya Dika
Seorang koki kemudian memberikan pisau kecil kepadanya.
"Ini adalah pisau paling tajam yang ada di dapur," jawab seorang Koki
Dika kemudian mencoba pisau itu untuk memotong daging. Hanya dengan sayatan kecil darah segar mengucur dari daging tersebut.
Dika buru-buru keluar dan menghampiri seorang lelaki paruh baya yang tergeletak di lantai.
Sebelum melakukan tindakan ia lebih dulu mengecek denyut nadi pasien. Ditemani seorang koki yang menjadi asistennya, ia pun mulai melakukan tindakan.
Seorang dokter bedah senior sempat melarangnya namun Edy buru-buru meyakinkan sang dokter jika Dika mampu menyelamatkan pria itu.
"Apa yang kamu lakukan!" seru Anam berusaha mencegahnya
"Dia akan menyelamatkan Pak Nurdin," jawab Edy
"Tapi dia itu belum kompeten untuk melakukan operasi. Jangankan untuk mengoperasi pasien, bahkan masuk ruang operasi juga dia belum diizinkan karena ia hanya seorang dokter magang yang belum memiliki STR ( Surat Tanda Registrasi ). Apa kalian akan diam saja melihat aksi jagal ini!" seru Anam
Karena kesal, Dika bahkan sengaja mengibaskan tangannya yang berlumuran darah hingga darah terpercik ke wajah Anam.
"Haish!" pekik Anam segera mengeluarkan sapu tangan untuk membersikan darah di wajahnya
"Pak Dika sudah pernah melakukan operasi di rumah sakit kami. Dia bahkan berhasil melakukan operasi Caesar yang tidak bisa dilakukan oleh dokter bedah senior sekalipun. Saya tahu dalam hal ini anda mungkin lebih kompeten dan berpengalaman daripada dokter Dika. Namun dalam kasus seperti ini yang dibutuhkan adalah keberanian seorang Dokter yang mampu menyingkirkan segala rasa takut hingga mampu menyelamatkan pasien. Karena pengalaman saja tidak cukup jika anda tak punya nyali untuk menanggung resiko yang bisa saja menghancurkan karir kedokteran anda," tandas Edy berusaha memberikan penjelasan kepada Anam yang tampak emosi melihat tindakan Dika.
"Tapi tetap saja, dokter seperti dia yang belum memiliki surat izin resmi tidak boleh melakukan tindakan terhadap pasien karena bisa membahayakan nyawa pasien," sahut Anam
"Justru kita yang akan membahayakan nyawa pasien jika hanya membiarkan dia tergeletak begitu saja tanpa memberikan tindakan medis," jawab dokter lainnya
"Tapi tetap saja ini namanya pelanggaran, kita bisa di tuntut jika seperti ini karena membiarkan dokter magang untuk menangani pasien,"
"Mungkin pemikiran seperti ini yang membuat sistem pengobatan kita tak berkembang dan kalah saing dengan negara tetangga. Kita terlalu mengagungkan selembar kertas yang belum tentu menggambarkan kemampuan sebenarnya si pemilik ijazah tersebut. Karena angka-angka itu bisa dibikin Pak, tapi kemapuan, keahlian, itu tidak bisa dibuat atau di rekayasa karena Tuhan sendiri yang memberikannya," jawab Edy seketika membuat Anam terdiam.
Operasi pun selesai dan Pasien sudah bisa bernafas lagi. Semua orang tampak lega saat melihat Dika berhasil menyelamatkan Nurdin Hamdan Presiden direktur Ikatan Dokter Indonesia.
Setelah operasi selesai mereka membawa Nurdin ke rumah sakit untuk pengobatan lebih lanjut.
"Terimakasih," ucap Nurdin saat hendak masuk ke dalam ambulance
"Sama-sama pak," jawab Dika tersenyum padanya.
Dika bahkan memberikan satu buah lolipop kepada pria paruh baya itu.
"Semoga setelah ini hidup anda akan lebih manis seperti lolipop ini," ucap Dika.
Nurdin hanya menutup matanya sebagai simbol jika ia mengiyakan ucapan pemuda itu.
Suara sirine mobil ambulance membuat semua orang segera kembali ke melanjutkan acara perjamuan.
Setelah berhasil menyelamatkan Nurdin nama Dika pun mulai di kenal dan menjadi topik pembicaraan para dokter dan petinggi rumah sakit di acara tersebut.
Alih-alih menitipkan surat pengunduran dirinya kepada temannya, Dika justru menyampaikan sendiri surat itu kepada Anam selaku direktur utama rumah sakit.
"Maaf jika mungkin saya kurang sopan, namun dalam kesempatan ini saya ingin mengundurkan diri sebagai dokter magang di rumah sakit anda karena saya sudah diterima bekerja di rumah sakit Harapan Kasih," ucap Dika
Semua atensi tamu undangan seketika tertuju kepada mereka.
Melihat banyak orang berbisik-bisik membicarakannya membuat Anam langsung menerima surat pengunduran diri Dika.
"Meskipun kau tidak mengundurkan diri, sebenarnya pihak rumah sakit juga akan mengeluarkan mu karena sebagai dokter magang kau sama sekali tidak bekerja dengan baik, bahkan sering meninggalkan kerjaan untuk mengurus masalah pribadi," tandas Anam kemudian merobek surat pengunduran diri milik Dika
"Sebagai seorang yang baru bergabung di rumah sakit F, anda sepertinya belum mengenal siapa saya, jadi penilaian anda pada saya tidak subjektif. Jadi silakan baca dulu biografi saya di ruang kepegawaian baru anda bisa menilai kinerja saya," jawab Dika kemudian meninggalkan Anam
Anam semakin geram mendengar jawaban Dika.
Keesokan harinya Anam sengaja pergi menemui Sopir truk yang dibayar olehnya untuk menghabisi Dika di penjara.
"Apa kau sudah melakukan pekerjaan mu dengan benar?" tanya Anam menginterogasinya
"Tentu saja Pak, bahkan saya sudah memastikan dia meninggal sebelum saya menyerahkan diri ke polisi,"
"Tapi kenyataannya dia masih hidup, lalu apa yang akan kamu katakan?" jawab Anam
"Saya berani bersumpah jika lelaki itu sudah mati Pak,"
Anam tersenyum sinis mendengar jawaban sopir truk tersebut.
Ia kemudian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan video Dika yang sedang mengoperasi Nurdin di acara pelantikannya.
"Sekarang katakan padaku jika dia sudah mati,"
Sopir truk itu terperanjat saat melihat wajah Dika di dalam video.
"Bagaimana bisa orang yang sudah mati bisa hidup lagi, apa dia memiliki saudara kembar?" tanya sang sopir
"Sekarang aku tidak mau tahu kau harus menyingkirkan pria itu sebelum ia benar-benar menghancurkan karir ku," tukas Anam
"Tapi bagaimana bisa, sedangkan aku masih ada di penjara," jawab sopir truk itu
"Kalau begitu, aku akan mengeluarkan mu dari sini. Tapi aku tak mau kau gagal menjalankan misi kali ini. Karena jika kau gagal menjalankan misi ini maka nyawamu yang harus jadi gantinya," tukas Anam
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
heran kan kalau Dika hidup lagi🤣
2023-12-08
0
Pengguna system v.02
SAVAGE !
2023-12-03
0
Hades Riyadi
Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-04
0