2. Pasien Pertama

Melihat Dika pergi dari ruangannya, Anam pun segera menghubungi seseorang. Lelaki itu meminta seseorang untuk menghabisi nyawa Dika.

"Buat seolah-olah kecelakaan, dan jangan tinggalkan jejak sedikitpun," ucap Anam memberikan arahan

"Baik Dokter,"

Dona terkesiap saat mendengar selingkuhannya akan membunuh suaminya.

"Kenapa kau ingin membunuhnya, aku rasa setelah melihat semua ini Dika pasti akan menceraikan aku, jadi gak perlu lagi kamu membunuhnya sayang,"

"Apa kau lupa kalau suamimu seorang dokter di tempat dimana aku akan menjadi pemimpin rumah sakit itu. Aku tidak mau pelantikan ku gagal karena suamimu membocorkan hubungan kita. Lagipula dengan kematian suamimu akan mempermudah proses pernikahan kita," jawab Anam

"Iya sih, tapi bagaimana jika polisi tahu ini adalah perbuatan Mas?" tanya Dona khawatir

"Tidak mungkin, aku sudah menggunakan jasa pembunuh bayaran, jadi semuanya aman. Kamu siap-siap saja untuk menjadi nyonya Anam Sudibyo,"

************

Sementara itu sebuah mobil polisi tampak terparkir di bahu jalan.

Beberapa orang polisi tampak memasang police line dimana Dika tergeletak tak jauh dari motornya yang hancur.

Beberapa orang tampak sedang di interogasi bersama sang sopir truk yang menabrak Dika.

Tak lama mobil ambulance datang dan mengevakuasi mayat Dika ke rumah sakit.

Pihak rumah sakit pun menghubungi Dona untuk membawa pulang jenazah Dika, namun wanita itu justru enggan membawa pulang mayat suaminya dan malah membiarkan mayat Dika terkatung-katung di kamar mayat.

"Bagaimana ini dok, keluarganya tak mau mengambil jenazahnya?" tanya seorang perawat

"Simpan saja mayatnya di ruang jenazah, jika dalam waktu dua hari tak diambil maka rumah sakit memiliki hak penuh atas mayat itu,"

"Baik dokter,"

Jenazah Dika kemudian di bawa menuju ke ruang mayat.

Baru saja petugas medis keluar dari ruang jenazah, tiba-tiba Dika membuka matanya. Lelaki itu menggigil saat merasakan dinginnya suhu ruang jenazah.

"Dimana aku??"

Dika menggerakkan bola matanya ke kanan dan kiri. Dahinya mengernyit saat semua yang ia lihat hanya brankar yang ditutupi kain putih.

Karena penasaran ia pun segera bangun dan duduk menatap sekelilingnya.

"Ruang mayat, apa aku sudah mati??"

Dika berusaha mengingat kejadian yang dialaminya. Seketika tangannya mengepal saat ia mengingat perselingkuhan istrinya dengan atasannya.

"Tapi bukankah aku baru saja di tabrak truk, bukannya aku sudah mati??"

Dika berusaha menampar wajahnya untuk memastikan apa dia masih hidup apa sudah mati.

*Plaakk!!

"Sakit, kalau aku masih merasakan sakit itu tandanya aku masih hidup."

 Dika pun segera turun dari brankar dan menapakkan kakinya di lantai.

"Masih menyentuh lantai, artinya aku memang belum mati,"

[Ding]

[Ding]

Dika menoleh ke kanan dan kiri mencari sumber suara aneh yang di dengarnya.

[Selamat, anda sudah mengaktifkan sistem Dokter Cinta. Dengan Cinta kami sudah menghidupkan anda kembali anda. Mulai sekarang anda akan menjadi seorang dokter Genius dengan kekuatan Cinta]

Dika terkesiap saat melihat Arloji pemberian pemulung yang ia selamatkan bisa berbicara.

Saat ia mengusap layar arloji tersebut seketika muncul data pengguna sistem.

[ Nama pengguna : Adika Adnan Hanafie

Usia : 30 tahun

Skill dokter Cinta : 90 %

Kekuatan Fisik : 20 %

Dana : 0]

Dika terkesiap saat melihat kekuatan fisiknya.

"Kok cuma 20 %, pantesan aku lemes," ucap Dika kemudian terduduk di lantai.

*Krieett!!

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dua orang lelaki membawa mayat baru ke ruangan tersebut.

Mereka belum menyadari keberadaan Dika yang duduk di lantai.

"Kamu pulang jam berapa Rul?"

"Abis ini pulang emangnya kenapa?"

"Mau nitip pesenin nasi di warung padang depan ya,"

"Sip,"

"Bilang aja seperti biasa buat Juki yang paling ganteng,"

"Ok Juk,"

"Yaudah kalau gitu aku balik lagi ke UGD ya, jangan lupa tutup pintu sebelum pulang, takut mayatnya kabur!"

"69 Juk,"

"Mantap!"

Selesai merapikan posisi mayat, lelaki itu pun mulai mematikan lampu ruangan.

Dika yang mengetahui ada seorang berusaha menunjukan dirinya untuk meminta pertolongan lelaki itu.

"Tolong!" serunya membuat perawat. Laki-laki itu langsung celingukan mencari dari mana suara itu berasal.

"Tolong, aku di sini!" seru Dika berusaha menghentikan suaranya

"Seperti ada orang minta tolong, tapi dimana??" lelaki itu kembali mencari siapa yang meminta tolong padanya.

"Ah jangan-jangan suara hantu, kan banyak yang bilang kalau di sini kan banyak hantunya!" ucap pria itu merinding

Dika yang tak mau mati untuk kedua kalinya berusaha berdiri untuk memperlihatkan dirinya, namun sialnya karena lemas iapun kembali terjatuh.

*Buugghhh!

"Aduuh!!" teriak Dika sambil memegangi kepalanya yang terbentur lantai

Mendengar ada sesuatu yang jatuh lelaki itu menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Brankar yang bergoyang-goyang.

Ia terkejut saat melihat Dika merintih kesakitan memegangi kepalanya.

Sontak pria itu berteriak saat melihat Dika yang tidak menggunakan pakaian tergeletak di lantai.

"Hantu!!"

"Aku masih hidup dodol, aku bukan hantu!" ucap Dika

*Kruyuk!!

Seketika bola mata perawat lelaki itu membulat saat mendengar suara perut keroncongan Dika.

"Mana ada hantu kelaparan, jadi sekarang percaya gak kalau aku hantu?" tanya Dika

Lelaki itu menggeleng.

"Tapi kenapa kau ada di sini?" tanya pria itu

"Ya karena aku di kira sudah mati, tapi ternyata aku masih hidup," jawab Dika

"Oh begitu," lelaki itu kemudian membantu Dika bangun dan memberikan selimut untuk menutupi bagian tubuh Dika.

Ia kemudian membawa Dika ke ruang kerjanya. Lelaki itu menyodorkan satu botol air mineral dan sebungkus roti cokelat.

Dika pun melahapnya dengan cepat tanpa sisa.

"Ah ... Lumayan buat ganjel perut!" serunya

[Ding]

[ Misi pertama dokter Cinta, menyelamatkan seorang pasien di ruang UGD]

"Ada misi juga, tapi gimana aku bisa menyelamatkan pasien di sini kan aku bukan dokter di sini?"

[Lakukan saja jika kamu ingin punya uang, karena setiap Misi yang berhasil kamu selesaikan maka kami akan membayarnya dengan Uang]

"Wow, amazing!" seru Dika

Iapun buru-buru menyambar pakaian yang tergantung di tembok dan memakainya.

Ia berjalan mencari ruang UGD..

Beberapa orang perawat dan dokter tampak sibuk memberikan tindakan kepada seorang balita yang tengah kritis Karena menelan sebuah logam hingga membuatnya kesulitan bernafas.

Sudah berbagai cara dilakukan namun logam itu belum keluar juga, hingga akhirnya dokter bedah memutuskan untuk melakukan operasi.

Namun orang tua pasien keberatan apalagi pasien masih balita.

Saat kepanikan melanda para dokter, Dika pun muncul. Tanpa basa-basi ia mengangkat balita yang terus menangis itu dan membalikkan posisi tubuhnya hingga tengkurap.

Ia mengangkat tubuh si balita kemudian memukul punggungnya membuat orang tua pasien marah-marah dan memakinya.

Bukan hanya orang tua pasien yang tak suka dengan cara Dika memperlakukan balita tersebut.

Namun Dika tak menghiraukan ocehan mereka hingga si balita berhasil mengeluarkan Uang koin dari mulutnya.

Dika segera memeluk balita itu dan berusaha menenangkannya. Ia mengusap punggung balita itu dan menyenandungkan lagu anak-anak. Dengan kekuatan cinta ia berhasil membuat balita itu diam dan tersenyum lagi.

Semua orang tampak berdecak kagum dengan kemampuan Dika dalam mengobati pasien tersebut.

"Beri dia minum dan cek kondisi alat vitalnya ucap Dika," kemudian meninggalkan ruangan itu.

[ Ding ]

[ Misi Berhasil selamat saldo Dana anda bertambah menjadi 10.000. 000 rupiah]

Terpopuler

Comments

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

wah sekali kerja 10 jt

2023-12-31

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

🤣🤣🤣🤭

2023-12-31

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

ternyata jamnya ajaib

2023-12-31

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!