"Jangan pernah bersikap kasar terhadap wanita, karena aku tidak suka!" seru Dika
Heru tertawa mendengar jawaban sang dokter.
"Dokter Adika Adnan Hanafie, dokter spesialis bedah rumah sakit Harapan Kasih," ucap Heru dengan nada suara merendahkan saat
membaca Id card yang masih dipakai oleh Dika.
"Sekarang aku mengerti kenapa kau mendekati Jessy. Kau pasti menginginkan jabatan di tempat mu bekerja karena kau tahu hanya Jessi yang bisa membantumu naik jabatan dengan cepat karena dia adalah putri pemimpin rumah sakit. Atau kau bahkan berambisi untuk menikahinya agar bisa menjadi konglomerat?" ejek Heru
"Sayangnya aku bukan dirimu yang melakukan kotor seperti itu untuk mendapatkan kekayaan. Kau bahkan meninggalkan istrimu demi wanita lain yang lebih kaya agar bisa mendapatkan harta yang lebih banyak, bukan begitu?" jawab Dika membuat Heru benar-benar naik pitam.
Dengan wajah bengis penuh kebencian Heru melayangkan tinjunya kearah Adika.
*Buughh!
"Dasar penjilat, kau pikir dirimu lebih baik dariku!" hardik Heru
Dika segera membalas serangan Heru dengan menghajar pria itu hingga sempoyongan. Tak puas hanya menghajarnya, Dika kembali melepaskan pukulan kerasnya hingga membuat lelaki itu terhempas di lantai.
Dika menghampiri lelaki itu kemudian menarik kearah kemejanya, "Jangan pernah mengusik singa yang sedang tidur jika tidak ingin mati!" ancam Dika kemudian melepaskan Heru
Dika segera menghampiri Jessica dan mengajaknya pergi.
"Maaf kalau makan malamnya jadi kacau," ucap Dika meminta maaf
"Tidak apa-apa, jangan terlalu di pikirkan. Lagipula aku senang melihat mu menghajar Heru, setidaknya itu sudah mewakili aku yang sangat ingin memberikan pelajaran padanya tapi tal punya keberanian," jawab Jessica tampak bahagia
Namun wanita itu tiba-tiba mengerutkan keningnya saat melihat darah di sudut bibir Dika.
"Kamu terluka, pasti sakit ya?" ucap Jessica berusaha menyentuh bibir pria itu.
"Tidak apa-apa, hanya luka kecil," jawab Dika
"Tapi tetap saja, harus diobati,"
Jessica mengambil tisu basah untuk menyeka bekas darah di sudut bibir Dika.
"Terimakasih," ucap Dika
"Sama-sama,"
Hari sudah malam Dika pun hanya mengajak Jessica makan malam. Ia tak sempat memenuhi janjinya untuk jalan-jalan mengitari taman.
"Maaf kalau hari ini belum bisa mengajak mu jalan-jalan, mungkin lain kali saat kau sudah sembuh total, ok!"
"It's Ok. Tapi jangan lupa dokter masih punya hutang ngajak Aku jalan-jalan!" jawab Jessica
"Siap!"
Malam berlalu begitu cepat, keesokan harinya tim Dika pun bersiap untuk melakukan medical check up terhadap Jessica.
Diluar dugaan kondisi Jessica seketika langsung membaik pasca makan malam bersama Dika. Bahkan psikolog yang menanganinya pun mengatakan jika kondisi kejiwaan Jesica sudah membaik.
Hanya saja hasil mereka terkejut setelah mengetahui hasil Rontgen Jesica dimana gadis itu mengalami cedera cukup parah di bagian punggung setelah kecelakaan yang menimpanya.
"Jika pasien tidak buru-buru di tangani maka cederanya akan bertambah parah dan kemungkinan dia bisa lumpuh," jawab seorang orthopedi
"Kalau begitu mari kita lakukan operasi sekarang," jawab Dika
"Tapi Operasi ini mungkin akan sulit dilakukan karena pasien memiliki tulang yang rawan, jadi jika salah mengambil tindakan maka bisa menyebabkan kematian," tandasnya lagi
Dika tampak berpikir keras untuk mencari jalan keluar. Dalam keadaan genting tiba-tiba alarm arloji Dika berbunyi.
[DING
Layanan DOKTER CINTA Diaktifkan
Apa yang bisa kami bantu?
Tekan Yes jika anda setuju dan No jika anda tidak tertarik]
Dika pun segera menekan tombol Yes.
[Yes]
[Silakan tuliskan apa masalah anda?]
[Beritahu cara mengoperasi Jesica agar ia bisa selamat dan tanpa cidera tentunya]
[System sedang merespon pertanyaan anda, silakan tunggu sebentar]
[DING
Jawaban untuk pertanyaan anda bisa di download pada link di bawah ini, jangan lupa saldo anda akan dipotong untuk biaya Cheating kedokteran sebesar Rp. 5.000.000. Tekan Yes jika setuju, tekan NO jika tidak tertarik]
[Yes]
[Terimakasih sudah menggunakan layanan bantuan system dokter cinta, semoga sukses]
[Nama pengguna : Adika Adnan Hanafie
Usia : 30 tahun
Skill dokter Cinta : 90 %
Skill Appearance Boster : 80 %
Kekuatan Fisik : 70 %
Performa : 80 %
Dana : 145.000.000
Level : E]
"Hmm, berkurang lagi uangku, tapi tak apalah nanti yang kudapat lebih besar jika aku berhasil menyelamatkan Jessica.
Selesai mendapatkan cheat dari sistem, Dika kemudian meyakinkan dokter ortopedi dan dokter lainnya untuk melakukan operasi terhadap Jessica.
Semua dokter setuju dan langsung mengeksekusi Jessica di ruang operasi.
Operasi berjalan dengan tegang. Tak satupun dari dokter ahli bedah yang berani menyentuh Jessica, hingga hanya Dika yang bekerja sendirian dengan asistennya.
Sementara itu, Dokter Hans menyaksikan jalannya operasi dari layar monitor.
Lelaki itu tampak cemas saat Dika mulai menggunakan pisau bedahnya.
Bukan hanya Hans yang terlihat khawatir dan cemas, namun semua dokter bedah merasakan hal serupa.
Jika Hans takut terjadi sesuatu dengan putrinya, para dokter bedah takut jika mereka akan kehilangan jabatannya jika operasi gagal.
Suasana semakin tegang saat Dika mulai menyambung tulang belakang Jessica yang patah.
Keringat bercucuran dari pelipis pria tiga puluh tahun itu membuat seorang assistennya harus sigap membersihkan peluh di keningnya.
"Gunting!"
Seorang asisten segera memberikan gunting kepada Dika.
"Angkat!"
Dua orang asistennya segera melakukan perintah Dika dengan cepat.
"Sekarang jahit!"
"Denyut jantung normal, dok!"
"Ok lanjutkan finishing!"
"Syukurlah operasinya berhasil," ucap seorang Dokter begitu lega
Dika segera melepaskan sarung tangannya yang dipenuhi darah dan membersihkan tangannya.
Ia kemudian keluar dari ruang operasi setelah semuanya selesai.
Beberapa orang dokter bedah segera menyusulnya.
"Bagaimana anda bisa melakukan operasi itu dengan begitu tebang?" tanya seorang dokter bedah senior
"Semuanya bisa karena Cinta, jadi intinya jika anda melakukan sesuatu dengan cinta pasti akan berhasil," jawab Dika
Kemudian melepaskan pakaian khusus yang hanya ia pakai di ruang operasi.
Ia kemudian menemui dokter Hans di ruangannya.
Dokter Hans langsung memeluknya saat melihat Dika berdiri di depan ruangannya.
"Terimakasih Dokter, berkat anda putri saya selamat,"
"Sudah menjadi tugas saya untuk menyelamatkan pasien," jawab Dika
Hans kemudian mengajak Dika masuk ke ruangannya untuk berbincang.
Dika pun menjelaskan kondisi putrinya pasca Operasi.
Keberhasilan Dika menyembuhkan Jessica dan memulihkan kondisi mentalnya membuat Dika berhasil memenangkan kompetisi yang diadakan oleh pihak rumah sakit.
Dika dan teman-temannya mendapatkan hadiah liburan dari pihak rumah sakit selama tiga hari di Bali.
"Yeay, akhirnya kita liburan juga!" seru salah seorang rekan Dika setibanya di Bali.
[Nama pengguna : Adika Adnan Hanafie
Usia : 30 tahun
Skill dokter Cinta : 90 %
Skill Appearance Boster : 80 %
Kekuatan Fisik : 50 %
Performa : 80 %
Dana : 155.000.000
Level : D]
[Selamat Anda berhasil naik Level menjadi Level D, dapatkan skill tambahan dan hadiah misi yang lebih tinggi setelah ini]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Zuhril Witanto
semua karena cinta ...
2024-01-01
0
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
semua bisa di lakukan dengan cinta
2023-12-11
0
Nurul Hikmah
lanjutkan terus
2023-11-20
0