13. Makan malam dengan Jessica

Sore itu juga Dika segera mendistribusikan rencananya kepada timnya. Ia lebih memilih mengajak Jesica refreshing daripada melakukan perawatan medis seperti yang dilakukan oleh rivalnya.

Dika menganggap jika yang dibutuhkan Jesica saat ini adalah teman bicara hingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan medis setelah kondisi mentalnya membaik.

Setelah semua anggota tim sepakat Dika menemui Jesica di bangsal perawatannya.

Jesica begitu sumringah saat melihat kedatangan Dika. Wanita itu langsung menyambutnya dengan senyuman manisnya.

"Bagaimana keadaan mu?" tanya Dika

"Sudah lebih baik," jawabnya singkat

"Malam ini apa kau ada acara?" tanya Dika lagi

"Tidak ada memangnya kenapa?" jawab Jessica penuh tanda tanya

"Kalau kamu tidak keberatan aku ingin mengajakmu makan malam," jawab Dika

"Memangnya bisa ya seorang pasien pergi keluar untuk makan malam," jawab Jesica tampak tak percaya

"Tentu saja bisa, jika aku yang mengajaknya," ucap Dika menahan tawanya

Seketika Jesica tertawa kecil mendengar jawaban Dika.

"Hmm, baiklah. Kira-kira jam berapa kamu akan menjemput ku?" tanya Jessica

"Jam delapan malam,"

"Ok sip,"

"Kalau begitu sampai ketemu jam 8 malam," ucap Dika kemudian berpamitan

Jessica begitu bahagia saat mengetahui Dika akan mengajaknya makan malam. Wanita itu bahkan segera menghubungi asistennya untuk memilihkan pakaian yang cocok untuknya.

Sudah hampir semua pakaian yang dibawa oleh asistennya dicoba oleh Jesica namun tak satupun yang cocok.

"Kenapa gak ada yang cocok ya Bi," ucap Jesica tampak kecewa

"Sebenarnya non, cocok pakai yang warna navy, kalau gak yang warna peach,"

"Tapi apa gak terlalu girly ya Bi?" Jesica tampak memakai gaun yang disarankan oleh asistennya

"Ya kan sesuai sama karakter Non,"

"Yaudah kalau gitu aku pakai yang navy saja,"

*Tok, tok, tok!

Asisten Jesica buru-buru keluar untuk membukakan pintu saat mendengar seseorang mengetuk pintu ruangan tersebut.

"Oh dokter Dika, silakan masuk Dok?" ucap Rida assisten Jesica

Wanita itu menyuruh Dika menunggu di sofa, sementara ia berlari memberitahu Jessi jika Dika sudah datang.

Buru-buru Jessi merapikan make upnya sebelum menemui Dika.

"Gimana penampilan ku Bi?" tanya Jesica

"Cantik Non,"

Jessica segera mengambil tas kecilnya kemudian menemui Dika.

*Deg!

Dika terkesiap melihat penampilan Jesica malam itu yang terlihat berbeda dari biasanya. Ia terlihat lebih segar dan cantik.

"Kenapa ada yang salah ya dengan penampilan ku?" tanya Jesica saat melihat Dika yang termangu menatapnya

"Tidak kok, hanya saja kamu begitu cantik malam ini," ucap Dika seketika membuat wajah Jesica langsung bersemu merah

"Terimakasih," jawab Jesica

"Tapi kamh terlihat mencolok jika keluar dari rumah inu dengan penampilan seperti ini, dan bisa saja ayahmu tidak memperbolehkan kita pergi dengan alasan kesehatan mu,"

"Terus gimana dong?" tanya Jesica

"Gimana kalau pakai baju ini,"

Dika kemudian memberikan seragam dokter kepadanya.

"Pakai ini dulu, setelah kita keluar dari rumah sakit kau baru boleh melepaskannya,"

"Ok,"

Jessica segera memakai almamater pemberian Dika dan menggunakan aksesoris pemberiannya.

Setelah memakai kacamata minus dan stetoskop, Jesica terlihat seperti orang yang berbeda.

Sejenak Dika hampir tak mengenali Jesica. Namun senyuman Jesica yang khas membuatnya ingat jika wanita itu adalah Jesica yang memakai pakaian dokter pemberinya.

"Astaga, hampir saja aku tidak mengenalimu, kalau begitu ayo kita pergi," ajak Dika

Keduanya berjalan meninggalkan rumah sakit tanpa seorangpun yang mengenali Jesica.

Dika menghentikan sebuah taksi dan kemudian melesat pergi menuju sebuah tempat makan yang sudah dipilihnya.

Dika sengaja memilih sebuah kafe terbuka yang dekat dengan taman kota. Ia berencana untuk mengajak Jesica jalan-jalan setelah makan malam.

Setibanya di sana Jessica begitu takjub melihat kemeriahan taman kota di malam hari.

"Wah indah sekali, ternyata ramai sekali orang mengunjungi tempat ini. Memangnya ada apa di sini?" tanya Jessica

"Tidak ada apa-apa, hanya saja mereka ingin menghabiskan waktu luang mereka bersama orang tersayang di tempat-tempat terbuka seperti ini. Selain melihat pemandangan yang indah tentu saja mereka juga bisa ngobrol, jajan, atau melepas penat setelah seharian bekerja," jawab Dika

Seketika bola mata Jessica berair mendengar jawaban Dika.

"Selama ini suamiku belum pernah mengajakku ke tempat seperti ini. Ia hanya suka mengajak ku belanja atau ke restoran mahal untuk makan. Bila kami berekreasi pun ia lebih suka berlibur ke luar negeri," kenang Jessica

"Mungkin karena suami mu orang berada makanya seperti itu," sahut Dika

Jessica hanya tersenyum sinis mendengar jawaban Dika.

"Bahkan dia itu hanya seorang anak pemilik toko kelontong saat pertama kali aku mengenalnya," jawab Jessica

"Sudahlah jangan diingat-ingat lagi, sekarang sebaiknya kita pesan makanan saja, perutku sudah lapar banget ini," ajak Dika

Jessica mengangguk dan mengekor dibelakang Dika.

Setelah mendapatkan tempat makan yang strategis Dika memesan beberapa menu favoritnya begitupun dengan Jessica.

Tak lama pesanan mereka pun tiba.

Dika langsung menyantap makanannya dengan lahap. Namun Jessica yang belum pernah mencoba makanan itu pun terlihat antusias.

"Gimana rasanya?" tanya Dika

"Enak, ini apa namanya?" tanya Jessica

"Itu namanya nasi bebek Madura,"

"Rasanya enak tidak kalah sama bebek Peking," jawab Jessica kemudian kembali menyantap makanannya

Melihat Jesica yang begitu bahagia menikmati hidangannya membuat Dika merasa lega.

Semoga misi ku berhasil kali ini, aku harus mengumpulkan banyak uang agar bisa membalas dendam kepada Dona.

Saat keduanya tengah asyik menikmati makan malamnya, Heru mantan suami Jessica menghampirinya.

Heru yang malam itu tengah jalan-jalan bersama selingkuhannya begitu kaget saat melihat Jessica ada di sebuah kafe murahan di dekat taman.

Ia pun mencibirnya dan mengira Jessica jatuh miskin hingga ia harus makan di kafe murahan.

"Sepertinya keberuntungan mu sudah menghilang setelah bercerai dengan ku. Apa sekarang kau sudah jatuh miskin hingga harus makan di kafe murahan seperti ini?" tutur Heru

"Memangnya kenapa kalau aku makan di sini. Memangnya tidak boleh aku makan di sini!" seru Jessica emosi

"Tentu saja gak level lah Jes, kalau orang kaya makan di sini. Dan juga, siapa lelaki ini?. Apa dia selingkuhan mu yang selama ini kau sembunyikan dariku?" tanya Heru menatap Dika sinis

"Jangan asal bicara, dia adalah dokter yang merawat ku,"

"Jangan bohong Jes, aku tahu kau ini belum bisa move on setelah berpisah denganku. Tapi tidak bisakah kau mencari pasangan yang lebih baik dariku, bukan malah lebih buruk dariku. Ah aku lupa kalau kau ini kan wanita yang jelek makanya tidak ada lelaki kaya yang mau denganmu, hahahaha... Kasian sekali!" tandas Heru menghinanya

"Jangan asal bicara kau. Asal kau tahu jika Dika jauh lebih segalanya daripada dirimu. Dia adalah seorang dokter spesialis dengan karier cemerlang dan masa depan cerah. Tidak seperti mu yang hanya jadi benalu dan memanfaatkan pasangan mu untuk memenuh

Semua pengunjung kafe seketika menoleh kearah mereka. Merasa dipermalukan oleh Jessica, Heru pun segera mengangkat tangannya untuk menampar wajah Jessica,.

Namun saat Heru hendak menamparnya, dengan cepat Dika segera menangkisnya.

Terpopuler

Comments

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

gak ngaca tuh si heru

2024-01-01

0

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

mantan suami gak bersyukur itu Jesika mending di lepaskan

2023-12-11

0

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

kasihan deh lu

2023-11-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!