[Ding]
[Selamat Datang di Sistem Dokter Cinta]
[Nama pengguna : Adika Adnan Hanafie
Usia : 30 tahun
Skill dokter Cinta : 90 %
Skill Appearance Boster : 80 %
Kekuatan Fisik : 50 %
Performa : 80 %
Dana : 50.000.000]
Dika tersenyum lebar saat melihat saldo dana yang ia peroleh.
"Dengan sistem ini aku bisa menjadi orang kaya dan juga membalas semua perbuatan Dona dan Anam kepadaku. Aku akan membuat Dona menyesal karena telah berselingkuh dariku. Aku akan membuktikan padamu Dona kalau aku akan menjadi lebih kaya dari selingkuhan mu Anam,"
Dika yang sedang menikmati waktu istirahatnya menyempatkan diri untuk membaca berita online.
Ia terperanjat saat melihat artikel berita yang memberitahu jika orang sudah menabraknya hari ini dibebaskan secara bersyarat karena dianggap tidak bersalah.
"Tidak mungkin, bagaimana bisa seorang penjahat dibebaskan dengan begitu mudah, meskipun ia sudah kooperatif dan mengakui kesalahannya yang mengakibatkan nyawa orang melayang harusnya ia tetap di hukum minimal 1 tahun penjara lah. Masa cuma 5 hari benar-benar aneh!"
Karena penasaran Dika pun mendatangi kantor polisi tempat Sardi di tahan.
Ia sengaja mendatangi tim penyidik yang menangani kasusnya.
Ia sengaja mengaku sebagai seorang jurnalis saat menemui tim penyidik agar mereka mau memberikan informasi kepadanya.
"Kami membebaskan Saudara Sardi karena laporan dari istri korban yang menyatakan suaminya tidak meninggal pasca kecelakaan itu. Nyonya Dona kemudian setuju untuk berdamai dengan korban dan mencabut laporan kasus. Jadi itu dasar kami membebaskan Saudara terdakwa. Maaf kalau boleh tahu anda dari jurnalis mana?" tanya sang perwira polisi
"Jadi yang membebaskan lelaki itu adalah Dona, tapi apa urusannya. Bukankah Dona bukan tipe orang yang peduli dengan orang lain. Kenapa ada yang janggal, kenapa aku merasa jika hal ini adalah sebuah konspirasi??"
Banyaknya pertanyaan yang muncul dalam benaknya, membuat Dika ingin menemui Dona dan menanyakan alasan istrinya membebaskan penjahat itu.
Namun saat hendak menemui Dona di tempatnya bekerja direktur rumah sakit tempatnya bekerja memintanya untuk menghadiri rapat para dokter bedah muda di rumah sakit F.
"Saya sengaja memilihmu karena permintaan dari Pak Nurdin sendiri. Beliau ingin bertemu denganmu sekaligus ingin berterimakasih secara langsung kepada mu," ucap Heru Aji direktur utama Rumah Sakit Harapan Kasih.
"Baik pak,"
"Aku berharap banyak agar kau bisa berkontribusi dalam Ikatan Dokter Indonesia. Jadi jangan sampai menolak jika pak Nurdin menawarkan sesuatu kepada mu," tandas Heru
"Baik Pak,"
Dika kemudian bersiap-siap untuk berangkat menuju ke rumah sakit F.
Karena akan bertemu dengan mantan istrinya Dona, kali ini Dika sengaja membawa mobil dinasnya untuk membuat mantan istrinya menyesal telah meninggalkan dirinya.
*Rumah Sakit F
Dengan perasaan dongkol dan marah, Sardi menggendong istrinya keluar dari rumah sakit.
Lelaki itu terus menggerutu tentang pelayanan buruk pihak rumah sakit yang memperlakukan orang miskin dengan buruk. Ia juga bahkan mengumpat sang pimpinan baru rumah sakit yang dianggap sebagai pemimpin dzolim yang tidak memperhatikan orang-orang tidak mampu sepertinya .
"Aku doakan dia cepat mati dan jika ia diberikan usia yang panjang semoga ia juga diberikan penyakit mematikan agar dia cepat mati juga!" gerutu Sardi
Saat di tengah jalan ia bertemu dengan Dika yang tak sengaja ingin berkunjung ke Rumah sakit karena diundang untuk melakukan rapat kerja.
Dika hanya tersenyum saat mendengar umpatan Sardi yang ditunjukan untuk Anam. Namun Dika tampak mengerutkan keningnya saat melihat sesosok wanita yang digendong Sardi.
Sardi terkesiap saat melihat Dika berjalan memasuki lobby rumah sakit.
"Kalau boleh tahu siapa yang anda gendong?" tanya Dika
"Dia Istri saya," jawab Sardi
"Kenapa anda membawanya keluar, apa anda sedang menemaninya mencari udara segar?"
"Tidak, saya ingin membawanya pulang," jawab Sardi dengan raut wajah sedih
Lelaki itu kemudian menceritakan perlakuan pihak rumah sakir kepada istrinya.
"Kasian sekali," ucap Dika
Melihat kondisi Istri Sardi yang mengkhawatirkan, Dika pun menawarkan diri untuk merawatnya.
Namun Sardi yang malu karena sudah berusaha membunuh pria itu pun menolaknya.
Dika yang penasaran dengan kondisi istri Sardi kemudian menempelkan telapak tangannya ke kening wanita itu.
"Panas sekali, kenapa kamu tidak membawanya ke UGD malah mau pulang !" seru Dika
"Maaf dokter seperti yang saya sampaikan sebelumnya jika pihak rumah sakit tidak menerima pasien yang tidak bisa membayar biaya rumah sakit. Katena saya tidak punya uang untuk biaya berobat istri saya makanya saya si suruh untuk pulang karena tidak punya uang untuk membayar biaya pengobatan," jawab Sardi
Tak tega mendengar penuturan Sardi, Dika memutuskan untuk mengobati wanita itu dan membawanya ke rumah sakit miliknya.
[Ding]
[Misi Baru membantu menyelamatkan Istri Sardi sampai sembuh.
Hadiah 100 juta rupiah, jika gagal anda akan kembali mati.
Untuk kasus ini kami tidak menyediakan Cheat, jadi silakan usaha sendiri]
Dika segera menekan tombol yes untuk menerima Misi tersebut.
[Misi Diterima]
"Kalau begitu sebaiknya bapak ikut saya," ucap Dika
"Kemana?"
"Rumah sakit tempat saya bekerja, aku yakin di sana istri anda akan mendapatkan pelayanan yang baik dan penuh cinta," tandas Dika
"Tapi saya tidak punya uang untuk membayar biaya pengobatan istri saya," jawab
"Tidak apa-apa Pak, biar saya yang akan membayar biaya perawatan istri anda," jawab Dika
*Deg!
Sardi begitu terperangah mendengar ucapan Dika.
Dika bahkan rela meninggalkan acara yang harus ia hadiri demi untuk mengantar Istri Dika ke rumah sakit Harapan Kasih.
Ia bahkan yang memesan kamar dan menjadi wali yang akan membayar biaya pengobatan wanita itu.
"Semoga dengan Cinta yang tulus akan membantu penyembuhan istri anda," tukas Dika
Selesai melakukan tindakan medis kepada wanita itu, Dika kemudian pamit untuk menghadiri pertemuan antar dokter bedah yang sempat tertunda.
Ia kemudian melesatkan mobilnya kembali Ke rumah sakit F. Setibanya di sana Dika langsung menuju ke aula rumah sakit.
Meskipun ia datang terlambat namun Nurdin langsung memintanya untuk duduk di sampingnya.
Beberapa orang dokter bedah terlihat tak suka dengannya. Apalagi saat tahu bagaimana perlakuan sang presiden direktur Ikatan Dokter Indonesia yang lebih condong kepada Dika.
Meskipun begitu tak membuat Dika menjadi sombong dan besar kepala. Dika tetaplah menjadi seorang yang rendah hati dan penuh cinta dalam menolong semua pasien.
Ia bahkan tak segan menanggapi semua pertanyaan para dokter lain dengan menggunakan bahasa yang lembut dan penuh cinta.
Suasa di aula tiba-tiba berubah menjadi riuh saat Nurdin mengumumkan calon ketua untuk Ikatan dokter bedah di Indonesia.
Nurdin menginginkan Dika untuk menjabat sebagai ketua dokter muda di Indonesia.
"Maaf tuan meskipun saya adalah dokter bedah yang ingin berkarir di IDI, Namun saya juga ingin menjadi dokter biasa yang akan mendedikasikan hidupnya demi menolong pasien,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Zuhril Witanto
wah...pasti semua kaget dan tak setuju
2024-01-01
0
Zuhril Witanto
🤣🤣🤣🤣
2024-01-01
0
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
walau terkenal tetap ramah ya dika
2023-12-08
0