#Bagi yang sudah membaca bab sebelumnya mohon baca ulang ya karena sudah saya revisi. Terimakasih #
Semua perawat dan tim medis yang melihat Dika mulai mengeluarkan semua perlengkapan medisnya begitu tercengang.
Apalagi saat ia mulai melakukan anastesi terhadap pasien.
"Apa yang dokter lakukan??" ucap salah seorang perawat mencegahnya
Namun seorang keluarga pasien justru menghalangi perawat tersebut untuk tidak mengganggu dokter Dika.
Dengan sigap dan cekatan Dika memulai melakukan operasi di ruang UGD.
Ia kemudian meminta salah seorang perawat untuk membantunya. Setelah resmi menjadi seorang dokter bedah Dika memang selalu membawa beberapa peralatan medis yang bisa digunakan untuk melakukan operasi mendadak jika ia menemukan pasien di luar rumah sakit.
Saat operasi sudah berjalan setengahnya seorang dokter jantung memasuki ruangan tersebut.
Ia begitu kaget saat melihat keberanian Dika melakukan operasi di ruangan itu seorang diri.
"Gila, siapa dia beraninya melakukan operasi di ruang UGD tanpa peralatan yang memadai. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan pasien. Siapa yang akan bertanggung jawab??"
"Tentu saja anda, bukankah anda yang seharusnya menangani pasien rumah sakit ini, bukan dokter lain yang sedang sakit yang harus turun tangan karena pasien di telantarkan?. Bagaimana jika ayah saya meninggal karena pihak rumah sakit terlambat menangani ayah saya," jawab seseorang yang mengaku sebagai keluarga dari pasien
"Semua ada prosedurnya, jadi kami tidak bisa mengobati pasien sembarangan. Jadi sudah seharusnya semua pasien mengikuti prosedur rumah sakit,"
"Prosedur yang terlalu berbelit-belit. Kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersusah. Masalah nyawa tidak bisa dianggap main-main, apalagi ini rumah sakit besar dan milik pemerintah. Bagaimana para pasien tidak memilih berobat keluar negeri jika pelayanan rumah sakit di Indonesia sangat buruk!" jawab Pria itu dengan wajah kesal.
Tidak lama operasi selesai dan Dika terlihat sedang menjahit bekas luka pasien.
Dokter spesialis jantung datang menghampirinya.
"Jangan khawatir semuanya berjalan lancar," ucap Dika setelah mengecek kondisi vital pasien
Dokter itu menatap nyalang kearah Dika.
"Siapa kau sebenarnya, bagaimana bisa kau melakukan tindakan layaknya seorang preman di sini?" jawab sang dokter dengan wajah kesal
"Saya hanya melakukan tugas saya sebagai dokter yang tidak bisa membiarkan seseorang pasien yang sekarat," sahut Dika
Saat keduanya sedang beradu argument tiba-tiba pasien sadar .
"Dokter, pasien sadar!" seru seorang perawat begitu bahagia
Dika segera menghampiri pasien itu dan memeriksa kondisinya.
Namun sang dokter rumah sakit langsung mendorongnya.
"Jangan pernah bersikap sok pahlawan di rumah orang. Meskipun kau seorang dokter tapi kau tidak bisa melakukan sesuatu seenaknya sendiri di sini, ada aturan yang harus di jaga jadi mohon untuk tidak bertindak sendiri, biarkan kami yang menangani pasien ini dan silakan anda pergi!" serunya
Dika hanya tersenyum simpul menghujamkannya.
"Ok, akupun merasa tugasku sudah selesai di sini. Melihat pasienku sudah baikan itu saja sudah cukup bagiku," jawab Dika
Saat ia hendak pergi seorang pria menahannya.
"Tetaplah di sini dokter, kau sudah menyelamatkan ayah saya. Setidaknya saya harus berterima kasih kepada anda,"
"Tidak perlu, ayah anda sekarang sudah baikan, saran saya sebaiknya memperhatikan pola makannya agar tidak terjadi hal serupa kelak," jawab Dika
"Kalau boleh tahu dimana anda bertugas?" tanya di pria itu lagi
"Rumah Sakit Harapan Kasih Jakarta," jawab Dika
**********
Saat kembali ke Hotel Dika terkesiap manakala bertemu dengan Fani.
"Dokter!" sapa gadis itu segera menghampirinya
Ia langsung bergelayut di lengan kekarnya sambil tersenyum menatapnya.
"Bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Dika
"Karena aku mengikuti mu?" bisik Fani seketika membuat Dika melotot
"Memangnya kamu gak ada kerjaan yang BBCapa, sampai ngikutin aku ke sini?" tanya Dika
Fani menggeleng. Gadis itu kemudian menarik Dika dan memaksanya duduk di sebuah kursi.
"Kerjaan aku tuh ya ngikutin kamu. Jadi kemanapun kamu pergi aku pasti akan mengikuti mu, mau tahu kenapa?" jawab Fani sumringah
Dika langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku tidak mau tahu," jawab Dika dengan acuh
Meskipun kali ini Dika bersikap dingin padanya, namun hal itu justru membuat Fani semakin manja dengannya.
"Aku dengar kamu tadi abis nolongin orang tenggelam kan, kamu pasti cape kan, jadi gimana kalau kita makan siang dulu?" ajak Fani
"Sorry Fan, sepertinya aku harus istirahat,"
"Pokoknya makan dulu, abis itu baru istirahat." Fani tetap memaksa Dika untuk makan siang bersamanya meskipun lelaki itu terus menolak.
Ia bahkan sengaja menyuapinya untuk membuat pria itu mengikuti kemauannya.
[Ding
Status Terbaru Player
Nama pengguna : Adika Adnan Hanafie
Usia : 30 tahun
Skill dokter Cinta : 90 %
Skill Appearance Boster : 80 %
Kekuatan Fisik : 15 %
Performa : 80 %
Dana : 160.000.000
Level : D]
Dika seketika melotot saat melihat saldo rekeningnya.
"Ya ampun cepat sekali naiknya, tapi Kenapa kekuatan fisik hanya naik 10% saja, padahal aku sudah kenyang sekali,"
Fani seketika melirik kearah Dika yang berbicara sendiri sambil melihat arlojinya.
"Wah jam tangan kamu bagus ya boleh pinjam," ucapnya manja
"Jangan macem-macem, ini arloji pria bukan untuk wanita," jawab Dika
"Masa sih, kan sekarang lagi trend make sesuatu yang sebenarnya bukan untuk kita. Contoh Cowok-cowok sekarang mulai banyak tuh yang mulai pakai rok kaya cewek, jadi gak masalah dong kalau cuma arloji cowok dipakai cewek," sahut Fani
"Kamu tuh emang paling bisa ya kalau ngeles," jawab Dika
*Dret, dret!
Dika segera merogoh saku celananya saat merasakan ponselnya berdering.
Rupanya Hans menghubunginya. Lelaki itu memintanya untuk menemaninya menghadiri pertemuan dengan para pengusaha rumah sakit swasta se Indonesia yang diadakan di Bali.
"Acaranya hari ini pukul delapan malam, gimana kamu bisa kan?" tanya Hans
"Baik Pak, saya bisa," jawab Dika
"Ok, kalau begitu kita bertemu di lokasi saja. Untuk undangan nanti saya kirim via WhatsApp saja,"
"Baik Pak," jawab Dika kemudian mengakhiri obrolannya
Fani tampak menopang dagunya sambil memperhatikan pria itu dengan seksama hingga membuat Dika salah tingkah.
"Kenapa memangnya ada yang salah?" tanya Dika
"Gak kok, hanya saja dokter terlalu ganteng sehingga membuat ku jatuh cinta sama dokter," jawab Fani dengan kemudian menyilangkan jari telunjuk dengan jempolnya membentuk lambang hati.
"Hmm,"
"Artinya diterima dong cintaku?" jawab Fani
"Jangan menyimpulkan sendiri!" sahut Dika
"Karena aku sudah selesai makan siang denganmu jadi sudah saatnya aku harus istirahat,_" Dika kemudian meninggalkan Fani
Gadis itu pun mengekor di belakangnya, membuat Dika langsung menghentikan langkahnya.
"Kenapa masih mengikuti ku, sekarang aku harus istirahat karena nanti malam aku ada acara,"
"Aku juga sama," jawab Fani
"Ya sudah kalau gitu sana pergi!" hardiknya
"Kan kamar aku sebelah kamar dokter!" jawab Fani seketika membuat Dika terdiam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Zuhril Witanto
ya ampun
2024-01-01
0
Zuhril Witanto
Fani bucin
2024-01-01
0
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
hahahaha Dika di tempelin ABG 🤣
2023-12-12
1