*Brakkk!!
Seketika Dona begitu terkejut saat Fani tiba-tiba menggebrak mejanya.
"Oi Tante ngaca dulu dong kalau ngomong. Kalau dokter Dika milih aku jadi pasangannya itu normal karena usia kami tidak beda jauh. Yang gak normal itu Tante karena memilih pasangan kakek-kakek. Biasanya ya, wanita yang memilih pasangannya yang jauh lebih tua biasanya itu cewek matre. Cewek matre cewek matre kelaut aje!" sahut Fani
Dona yang kesal berusaha menampar wajah Fani, namun dengan sigap Dika langsung menahan lengan Dona.
"Cukup Dona, hubungan kita sudah berakhir jadi jangan pernah ikut campur dalam urusan pribadiku. Lebih baik urus saja hubungan kalian daripada mengurusi kehidupan pribadi ku!" seru Dika.
Lelaki itu kemudian menggandeng Fani dan membawanya pergi meninggalkan Dona.
Meskipun Dona sangat kesal dan ingin mengejar keduanya, namun ia mengurungkan niatnya. Ia takut ia akan semakin dipermalukan jika tetap mengejar mereka.
Sementara itu Fani semakin penasaran dengan sosok Dona.
" Sebenarnya Wanita itu siapa sih Dok?" tanya Fani
Dika tampak tak nyaman mendengar pertanyaan Fani. Ia sesekali membuang mengalihkan pandangannya untuk menyembunyikan raut wajah kecewa saat harus mengingat tentang Dona.
Bagaimanapun Dona adalah wanita yang sangat berarti dalam hidupnya, meskipun ia sudah mengkhianatinya. Jadi wajar saja bila ia selalu emosional jika bertemu dengannya.
Sebenarnya ia tak mau mengumbar informasi tentang masalah pribadinya terutama tentang Donna.
"Mantan istriku," jawab Dika singkat
"Pantas saja. Tapi kalau di lihat dari gelagatnya dia itu masih suka sama Dokter," ucap Fani
"Mana mungkin. Jangan ngarang kamu, mana ada orang masih cinta tapi berhubung dengan lelaki lain, ngawur aja!" gerutu Dika
"Ups sorry, tapi feeling ku mengatakan meskipun ia sudah bersama pria lain ia masih menyayangi dokter, Aku bisa bertaruh Dok," jawab Fano dengan penuh keyakinan
"Hmmm, terserah kau sajalah,"
Namun Dika menepis ucapan gadis 21 tahun itu. Baginya tak ada kata maaf untuk mantan istrinya, apalagi untuk kembali dengannya. Ia sudah merasakan bagaimana rasanya dikhianati, tentu saja ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Dika kemudian menyuruh Fani untuk pulang menggunakan taksi yang sudah ia pesan. Namun Fani menolak pulang. Gadis belia itu malah mengajak Dika untuk kencan.
"Jangan bercanda, sebaiknya kamu cepat pulang nanti orang tuamu mencari," ujar Dika menolaknya dengan halus
Namun Fani tetap saja ngotot untuk melanjutkan kencannya dengan Dika.
"Aku gak mau pulang Dok. Pokoknya aku mau sama dokter titik!" sahut Fani
"Yaudah terserah kamu saja Fan. Asal kamu bahagia aku rela. Yang Penting jangan ganggu aku jika sedang ada pasien," jawab Dika
"Ok dokter!"
Dika melajukan sepeda motornya menuju ke rumah sakit. Sementara Fani tampak menikmati perjalanannya dengan terus melakukan sesi tanya jawab dengannya.
Sesekali Dika tersenyum mendengar pertanyaan konyol Fani. Sementara Fani begitu senang saat bisa membuat Dika tersenyum senang dengan kelakarnya. Perjalanan satu jam pun tak terasa karena keduanya saling berbincang.
Setibanya di rumah sakit Dika terkejut saat melihat beberapa orang dokter tampak berkumpul di bangsal perawatan Jessica. Ia buru-buru merangsek kerumunan dokter dan tenaga medis yang berkumpul di depan bangsal Teratai tempat Jessica di rawat.
"Apa yang terjadi?" tanyanya kepada salah seorang dokter
"Pasien mencoba bunuh diri lagi?" jawab seorang dokter
Dika yang panik setelah mendengar kabar itu segera menerobos masuk untuk menemui Jessica.
Wanita itu tampak tertidur setelah seorang dokter menyuntikkan obat penenang kepadanya.
Sebenarnya apa yang terjadi padanya sehingga membuatnya begitu depresi dan ingin bunuh diri. Dika tampak memandangi wajah pucat Jessica yang sudah terlelap.
Gadis muda itu terlihat seolah menanggung beban yang berat membuat Dika semakin merasa iba padanya
[Ding]
[Misi ke 5
Membantu membangun kepercayaan diri Jessica
Hadiah : 6
5.000.000 rupiah plus bonus 10.000.000 rupiah jika mampu membuat Jessica move on dari suaminya
Note: Gunakan skill Appearance Boster untuk menyelesaikan misi ini]
[Nama pengguna : Adika Adnan Hanafie
Usia : 30 tahun
Skill dokter Cinta : 90 %
Skill Appearance Boster : 80 %
Kekuatan Fisik : 100 %
Performa : 80 %
Dana : 150.000.000]
Dika langsung menerima misi tersebut.
[ Misi Diterima, selamat bertugas dan semoga berhasil]
Sebagai dokter yang merawatnya Dika pun langsung memeriksa kondisi Jessica.
"Semuanya Ok dokter. Hanya kondisi kejiwaan pasien agak terganggu. Mungkin yang dibutuhkannya saat ini adalah seorang psikolog," ucap seorang perawat
"Ok, terimakasih atas informasinya," jawab Dika
"Sama-sama Dok,"
Karena melihat Jessica yang masih tidur, Dika pun tidak bisa melakukan tindakan.
Ia kemudian segera masuk ke dalam ruangannya. Ia berharap bisa menemukan jalan keluar untuk masalah Jessica.
"Apa aku harus meminta cheat kepada sistem untuk mengobati Jessica??"
"Kalau kondisinya sudah darurat mungkin aku akan melakukannya," tukas Dika
*Krieet!
Fani tersenyum saat melihat Dika membuka pintu ruangannya.
Berbeda dengan Fani yang begitu sumringah menyambutnya. Ia justru terkejut saat melihat Fani memakai almamater dokternya.
"Astaga, apa lagi yang kamu lakukan di sini?" tanyanya penasaran
"Biasa dok, cari info lah tentang dokter. Kali aja aku bisa mendekati dokter syukur-syukur diterima jadi pacar dokter," jawab Fani sambil memperbaiki penampilannya
"Jangan ngawur Fan, kamu itu masih anak-anak sebaiknya kamu belajar yang rajin biar bisa jadi orang sukses, baru mikir pacaran, " jawab Dika
"Aamiin, tapi aku ini sudah dewasa loh dok dan sudah pantas untuk menjadi pacar ataupun istri dokter," imbuhnya
Dika hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Fani. Meskipun Fani tampak kekanakan, namun dalam beberapa hal ia juga bisa terlihat dewasa dan Dika tahu akan hal itu.
Namun meski demikian ia tak bisa gegabah menerima cinta anak ingusan yang hanya dianggapnya sebagai cinta monyet itu.
Baginya yang terpenting sekarang adalah membangun kariernya agar ia bisa mengalahkan Anam dan tentunya membalas perlakuan mantan istrinya dan selingkuhannya itu.
Hanya itu yang menjadi tujuannya sekarang. Ia bahkan belum berpikir untuk membuka hati apalagi mencari pengganti istrinya.
Melihat sikap dingin Dika yang tak merespon ucapannya tak membuat Fani patah hati. Gadis itu justru menjadikan hal itu sebagai pemacu semangat agar ia lebih aktif lagi untuk membuat pria itu mau membuka hati untuknya.
Melihat ekspresi wajah Dika saat bertemu dengan mantan istrinya, Fani bisa menyimpulkan jika pria itu memiliki luka batin yang teramat dalam hingga membuatnya menjadi begitu dingin terhadap lawan jenis yang ingin mendekatinya.
Wajar saja, sakit hati dan trauma membuatnya menjadi antipati terhadap cinta, tapi aku yakin bisa membuka lagi pintu hati yang kini kau kunci. Aku yakin salju pasti akan mencair
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
ayo Fani tunjukan pesonamu
2023-12-09
0
Nurul Hikmah
lanjut Thor sampai tamat
2023-11-20
0
Hades Riyadi
Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-05
0