“Baiklah, sayang, aku mengerti tetapi aku minta jangan sering lakukan kepada wanita itu, itu saja pemohonanku,” ucap Siska yang mengerti dan mau tidak mau membiarkan kekasihnya untuk melakukan pekerjaannya karena sudah ada yang memakai jasa kekasihnya.
“Baik, sayang, aku akan berjanji kepadamu, dan hari ini aku tidak bisa menemanimu sampai sore seperti biasa karena aku akan menemani wanita itu karena dia sudah memberikan uangnya lagi, maafkan aku ya sayang,” ucap Jonathan yang memeluk tubuh wanitanya dan mengangkatnya dari bathub karena sudah dia mandikan lalu memakaikan baju ganti dengan lembut. Dia tidak pernah melakukan hal dengan sangat lembut kepada wanita yang pernah memakai jasanya karena perlakuakn tersebut hanya untuk kekasihnya, Siska.
“Baiklah, aku mengerti tetapi bisakah kau mengantarkanku ke kos-kosanku? Aku ingin berlama denganmu,” ucap Siska dengan sedikit manja membuat Jonathan menatap gemas kekasihnya yang bersikap sangat menggemaskan di matanya.
“Baiklah, sesuai dengan permintaanmu, sayang,” ucap Jonathan yang mengandeng tangan Siska yang sedikit lebih kecil dari tangannya.
Jonathan sebelum mengantarkan Siska ke kos-kos wanita tempat Siska tinggal berganti pakaian dan berdandan sekeren mungkin agar Siska menyukai penampilannya walau dia juga akan menemani wanita yang sudah membayar jasanya. “Ayo jalan,” ajak Jonathan kepada Siska sesudah dia sudah selesai berganti pakaian membuat kekasihnya terpana dengan dirinya yang sangat tampan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara setelah berganti pakaian, Fioline menyusul Chamile yang sudah menunggunya di pakiran mobil bersama dengan sopir karena dirinya hanya karena tidak ingin kepanasan.
“Kakak, apakah kita akan jalan kaki?” tanya Chamile yang berharap jika kakaknya akan naik mobil dengannya karena dia tidak suka cuaca panas namun ide tersebut diiyakan oleh Fioline yang ingin menebarkan benda kebanggannya dan bentuk tubuhnya yang benar-benar menggoda di mata kamu hawa agar dipuji-puji oleh pria yang di kampusnya dan juga mencemooh Chamile yang mengekor dirinya.
“Ya, Mile, kita akan jalan kaki, itu sehat karena kau sangat jarang berjalan kaki,” ucap Fioline yang secara tidak langsung menyuruh Chamile untuk diet agar mengalahkan bentuk badannya.
“Baiklah, kalau itu keinginan Kakak tetapi Kak, apakah kakak akan berjalan dengan pakaian seperti itu? Pakailah jaket untuk menutupinya supaya kakak tidak diperkosa,” ucap Chamile yang tidak ingin kakaknya diperkosa karena berpakaian minim yang bisa mengundang kejahatan kepada kakaknya.
“Tidak usah, pakaian ini sangat popular, Mile, sudah ayo kita jalan,” tolak Fioline karena dia tidak ingin menutup asset berharga sama sekali karena ingin mempamerkan kepada mahasiswa yang dia tahu ada yang berduit dan doyan dengan wanita. Mendengar keputusan kakaknya yang bulat membuat Chamile pasrah namun dia tetap bertekad untuk melindungi sang kakak dari tatapan mata orang-orang yang terkadang menatap mesum ke kakak.
“Baiklah, Kakak, tunggu Chamile turun,” ucap Chamile yang turun dan membawa tas punggungnya yang tanpa sepengetahuan Fioline dan keluarganya jika Chamile diam-diam untuk menurunkan berat badannya sedikit demi sedikit karena dia tidak ingin terkena penyakit yang tidak bisa berumur panjang seperti kolestrol dan sejenisnya.
“Oke, Kakak tunggu kamu, jangan terlalu lama-lama ya, Mile,” ucap Fioline yang memutuskan untuk menunggu Chamile yang turun dari mobil yang mereka pakai untuk menuju ke kampus. “Baik, Kak,” ucap Chamile yang diam-diam memberikan uang kepada sopir sebagai tanda terima kasih mau menunggu lagi tanpa sepengetahuan kakaknya.
Setelah memberikan uang tanpa sepengetahuan kakaknya, Chamile akhirnya turun dari mobil dan sedikit berdandan karena dirinya sudah sedikit berkeringat karena menunggu sang kakak yang sempat cukup lama berganti pakaian.
“Ayo, jalan Kak,” ajak Chamile setelah menghampiri kakaknya yang menunggu dirinya turun. Melihat sang adik yang sudah turun dari mobilnya langsung saja berjalan dan diikuti oleh Chamile di sampingnya.
Begitu keluar dari gedung kampus semua mata tertuju pada dirinya terutama bagi kamu adam yang pikirannya dipenuhi dengan pikiran mesum dan kotor. Mereka menatap tubuh Fioline dengan tatapan ingin menyantap tubuh yang begitu indah dan memesona namun dihalangi oleh Chamile yang sudah tahu jika mata para pria yang dikenal hobi gonta-ganti wanita sudah menandai tubuh kakaknya.
Pria yang hendak ingin menyantap Fioline langsung saja membuang muka karena dipantau oleh Chamile, gadis yang dibenci oleh satu kampus karena tubuhnya yang dikenal gendut.
“Cih… dasar babi sok suci dan menjijikkan,” hina sang pria yang didengar oleh Fioline dan Chamile. Fioline lantas berpura-pura untuk melindungi adiknya yang tersakiti akibat hinaan cowok yang menurutnya sok keren dan tidak ada tampang cakep-cakepnya.
“Kau bilang apa kepada adikku, hah ?!” ucap Fioline dengan nada marahnya membuat pria yang menghina Chamile secara terang-terangan langsung saja terkejut dan memintaa maaf karena tidak ingin sampai Fioline nantinya akan menolak menjadi pacarnya.
“Maafkan aku, Fioline, aku tidak tahu jika dia adalah adikmu,” ucap pria tersebut yang sedikit ketakutan karena takut bisa memacari dan menikmati tubuh Fioline yang sudah dikenal sebagai bunga kampus bisa gagal jika dia tidak menyelesaikan masalah dengan baik-baik.
“Kau kira dia siapa hah? Dia itu adikku, pewaris kedua keluarga Burst,” ucap Fioline yang menekan setiap perkataannya terutama memakai marga adiknya supaya dirinya bisa dihormati lagi. Sementara pria yang mendengarkan perkataan jika gadis yang dia ejek merupakan pewaris kedua dari keluarga Burst dan memiliki kakak yang juga pewaris pertama dengan tubuh yang bagus yang mereka ketahui jika keluarga tersebut adalah keluarga sangat terpandang dan menguasai seluruh kota M membuatnya menyesal telah menghina secara terang-terang begitu kepada Chamile.
Sementara Fioline yang hendak menampar muka pria itu dan terlihat jika pria itu sudah pasrah namun tiba-tiba Chamile menghentikan kakaknya karena waktu pertemuan yang kakaknya bilang sudah mepet akibat kejadian ini.
”Kakak, hentikan Kak, jangan pukul dia,” ucap Chamile yang menarik tangan kakaknya yang satunya masih bebas membuat Fioline menoleh meminta penjelasan mengenai apa yang dilakukan oleh Chamile, adik tirinya. ”Mile, mengapa kau membela dia? Padahal dia sudah mengejekmu secara terang-teranggan,” ucap Fioline yang dengan nada lembut kepada Mile membuat orang mengira jika Fioline sampai bermain tangan berarti orang yang mengejek Chamile keterlaluan karena Fioline yang dikenal sangat halus dan lembut sampai marah karena Chamile diejek.
”Aku tidak membela apa yang sudah dia katakan kepadaku tetapi kita sudah telat kak,” ucap Chamile yang membuat Fioline langsung melihat jam tangannya dan benar saja waktu sudah menunjukkan jam 12 kurang lima menit membuat Fioline berkata dan memperingati pria tersebut.
”Beruntung kamu karena Mile yang mencegahku dan sebaiknya jangan pernah muncul di hadapan Mile lagi atau tidak kamu terima akibatnya,” ucap Fioline langsung meninggalkan tempat tersebut dan berjalan menuju ke kedai yang berada tidak jauh dari keributan yang sudah dia perbuat.
Mereka berdua memasuki kedai tersebut dan disambut dengan ramah oleh kasir yang melayani para tamu. Chamile dan Fioline masih mendapati jika pria yang akan bertemu dengan mereka masih belum sampai.
...----------------...
Gomenasai ya, Author gantung dahuluya.
Jangan lupa beri dukungan kalian dengan memberi like, rate, gif, vote, share, suscribe, dan comment. Sangkyuu atas dukungan kalian. Semoga kalian selalu sehat saja
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments