02

“Daddy, mengapa kau memarahi Mile?” tanya Fioline dengan muka lembut membuat sang ayah sempat menoleh dan terkejut dengan cara pakaian anak pertamanya yang membuat dirinya harus menahan ludahnya karena cara pakaian Fioline dan berusaha mengontrol amarahnya dan bersikap lembut kepada anak pertamanya yang dia anggap sangat lembut dan kewanitaan.

“Ini adikmu, tidak tahu diuntung! Papi sudah bilang kamu terlalu cantik dan baik untuk bersama dengan Mile dan papi menasihatkan dengan baik agar untuk kali ini saja model pakaiannya diganti namun dia menolak perintah papi,” ungkap Leon mengungkapkan keresahan dan ketidaksukaan cara berpakaian putri bungsunya yang dianggap sangat tidak ada model dibandingkan cara berpakaian putri sulungnya yang mampu membangkitkan tubuh bagian bawahnya.

“Daddy, Daddy jangan memarahi Mile dong, Mile hanya ingin memakainya tidak apa-apa, aku tidak keberatan kok,” ucap Fioline yang ingin terlihat baik oleh ayah tirinya supaya dirinya nantinya akan dibela dan disayang terus oleh ayah tirinya.

“Kamu anak Daddy yang baik dan manis membuat Daddy makin menyayangimu, Mile, kau berterima kasihlah kepada kakakmu karena dia aku tidak akan mengurusi cara berpakaianmu,” ucap Leon yang menyuruh putri bungsunya berterima kasih atas kebaikan putri sulung yang sudah merendam amarahnya karena perkataan putri bungsunya sementara itu Chamile langsung saja berterima kasih atas pertolongan kakak tirinya yang mampu meredamkan ocehan papanya yang menyuruhnya untuk berganti pakaian.

“Kakak, terima kasih banyak kak,” ucap Mile dengan nada senang dan Fioline mengelus lembut rambut panjang Chamile, adik tirinya. “Tidak apa-apa, Mile, maafkan Daddy jika memarahimu dan mohon pengertiannya karena Daddy ingin kamu tampil jadi gadis yang memesona,” ucap Fioline yang langsung saja diangguk oleh Chamile sebagai tanda mengerti.

“Tidak apa-apa kok, kakak, Mile mengerti kok,” ucapnya menahan kesedihannya yang tidak dia tunjukkan di hadapan papa dan kakak perempuannya karena takut mereka berdua salah sangka dan menyalahkannya.

“Baiklah, Mile, kalau kamu mengerti dan kalian berdua selamat bersenang-senang,” ucap Leon memberi uang saku kepada kedua putrinya yang dirinya sudah mengetahui jika kedua putrinya akan pergi bersenang-senang.

“Mile, kau sangat bodoh sekali dan mudah ditipu. Dasar gadis naif dan lihatlah semua milikmu akan menjadi milikku,” batin Fioline ketika menerima uang pemberian dari ayahnya dengan jumlah lebih besar dibanding dengan jumlah yang diterima oleh Chamile, adik tirinya dengan senyum manis yang dia tampakkan kepada ayahnya dan adik tirinya.

“Ayo kakak kita berangkat bersama,” ucap Chamile dengan nada semangatnya membuat Leon sedikit menatap lembut dan mengelus rambut putrinya yang terawat membuat Chamile tersenyum senang karena papanya tidak pernah sesering mengelus rambutnya lagi seiringnya dirinya bertambah usia.

Tanpa dirinya sadari jika ada sepasang mata yang menatap dirinya yang sedang dielus kepalanya dengan tatapan iri karena belum mendapatkan elusan dari ayahnya juga.

“Atas dasar apa dia mendapatkan elusan berharga dari Daddy?” batin yang tidak lain adalah Fioline yang menatap papa dan Chamile dengan tatapan iri karena selama ini dirinya tidak pernah mendapatkan elusan dari papa tirinya meski dirinya selalu dimanja dan disayang oleh papa tirinya.

“Kalian hati-hati di jalan ya, apakah Papa akan menyuruh kalian dijaga oleh pengawal?” tanya Leon yang ingin menjaga kedua putrinya terutama putri pertamanya yang sangat berharga di matanya yang belum dirinya mengetahui jika putri pertamanya sudah tidak gadis lagi.

“Tidak usah Daddy, aku dan Mile pasti bisa menjaga diri, bukan begitu Mile?” ucap Fioline dengan senyum manisnya dan meminta pendapat kepada adik tirinya. Ada alasan mengapa Fioline sangat ingin sang ayah memberikan pengawal untuk menjaga mereka karena adalah dirinya tidak ingin rahasianya terbongkar karena CCTV hidup dari ayahnya yang pasti akan setiap menit melaporkan kepada ayahnya mengenai kegiatannya dan apa saja yang dia lakukan sehingga dia pasti akan menolak ketika ditanyakan pertanyaan tersebut.

“Iya Papa, Kak Fioline benar, kita berdua tidak membutuhkan pengawal karena kami bisa menjaga diri kami baik-baik jadi Papa tidak perlu mencemaskan kami,” ucap Chamile yang menyakini papanya agar tidak dijaga oleh pengawal karena bukannya dirinya tidak suka namun karena dirinya tidak ingin papanya mengetahui hinaan apa yang dia terima jika tanpa keluarganya ketika dirinya di luar tanpa Kak Fioline. Sehingga dirinya tidak ingin membebani papa dan mama tirinya dengan hinaan yang dirinya terima.

“Baiklah kalau begitu, Papa hanya berharap kalian baik-baik saja,” ucap Leon yang sedikit senang namun sedih karena putri-putrinya tidak ingin dijaga secara ketat sehingga membuatnya cemas jika mereka terluka.

“Fioline, kamu sebagai kakak, Papa harap kamu jaga Chamile, adikmu dan Papa harap walaupun Chamile adalah adik tirimu tetapi papa harap kamu bisa menganggapnya sebagai adik kandungmu,” ucap Leon yang menasehati agar putri pertamanya dan terakhirnya rukun bersama selayaknya saudara kandung.

“Baik, Daddy, Fioline mengerti kok,” ucap Fioline yang tersenyum lembut kepada daddynya dan Chamile yang diartikan jika dia akan menuruti perintah sang ayah dan akan menjaga Chamile seperti adik kandung sendiri yang membuat Leon sangat bersyukur memiliki anak perempuan seperti Fioline yang cantik, penuh pengertian dan lemah lembut.

Setelah melepaskan anak-anaknya dengan sedikit terpaksa yang ingin pergi bersenang-senang di luar rumah mereka. Fioline dan Chamile pamit kepada ayah mereka yang masih berada di rumah sementara ibu mereka yang sudah tidak ada di rumah bersama dengan mereka.

“Daddy, Fioline dan Chamile pamit dahulu ya dan sampaikan salam Fioline kepada Mommy,” ucap Fioline yang menghamburkan dirinya memeluk Leon yang tanpa Leon sadari jika Fioline sengaja melakukan tersebut sehingga membuat hampir saja Leon tidak bisa menahan keinginan biologisnya.

“Sial, aku harus menahannya dan mengapa tubuh putriku yang masih gadis begitu menggoda?” batin Leon yang sedikit tidak nyaman mengenai pelukan Fioline yang membuat dirinya sengaja melepaskan dengan lembut dan berusaha agar putri sulungnya tidak marah kepadanya karena dirinya dikira tidak suka dengan pelukannya.

“Aku harus melampiaskan biologisku kepada Fiona namun aku sepertinya sedikit bosan dengannya karena akhir-akhir ini lebih nikmat mencicipi yang di luar setelah aku menikah dua kali membuatnya tidak lagi jajan,” batinnya kembali yang megetahui jika istri keduanya sudah tidak ada sebelum kedua putrinya pergi karena dirinya diberi tahu jika istrinya ada urusan di luar sehingga membuatnya sedikit merelakan kepergian istrinya yang selalu berhasil memuaskan hasratnya sehingga membuatnya berkurangnya dirinya untuk jajan di luar.

“Baiklah dan hati-hati di jalan ya anak-anak Daddy,” ucap Leon yang mengantarkan Fioline dan Chamile masuk ke dalam mobil yang sudah dipilih sesuai dengan keinginan Fioline yang sudah sekaligus disiapin sopir karena Fioline saat ini tidak ingin menyetir kendaraan sehingga Leon memberikan sopir untuk mengantar mereka menuju ke tempat yang diinginkan oleh putri-putrinya.

...----------------...

Semua keluarga Chamile tidak ada benarnya hanya Chamile saja yang masih waras.

Gomenasai ya, Author gantung dahuluya.

Jangan lupa beri dukungan kalian dengan memberi like, rate, gif, vote, share, suscribe, dan comment. Sangkyuu atas dukungan kalian. Semoga kalian selalu sehat saja.

Terpopuler

Comments

Oka Derza

Oka Derza

kok beda beda sih Thor, tadi papi, Daddy trus papa jg...

2024-11-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!