“Kamu benar baik-baik saja kan? Kalau tidak, aku akan mengantarkan kamu pulang, ingat tadi kata Daddy, aku akan menjagamu, Mile,” ucap Fioline yang berkata sangat lembut dan perhatian membuat Chamile terharu. Tanpa Chamile sadari jika semuanya adalah kepalsuan dan Fioline memiliki tujuan yaitu mengusir adik tirinya dengan halus dan lembut karena dia sudah berjanji dengan pria tampan untuk melakukan hubungan i*n**m sehingga dia saat ini tidak punya pilihan lain selain mengusir adiknya dengan halus agar pria tampan kenalannya tidak kabur meninggalkannya karena melihat kejelekan dan kegendutan adik tirinya. Selain itu dirinya takut jika perbuatan melencengnya akan ketahuan daddynya karena takutnya Chamile akan melaporkannya sehingga menbuat dirinya tidak ingin semua itu terjadi.
“Iya, Kak Fio, aku benar baik-baik saja jadi Kak Fio tidak usah mencemaskan aku terlalu berlebihan, oke?” ucap Chamile yang tidak ingin jika kesenangan sang kakak harus dia rusakan karena dirinya bersedih sehingga dia berusaha untuk tetap baik-baik saja untuk saat ini di depan sang kakak agar kakak tirinya juga bisa membantu membelikan make up karena dia ingin ber-cosplay mengenai animasi Disney kesenangannya sejak dirinya kecil namun dirinya tidak sepandai kakaknya dalam make up.
“Syukurlah kalau begitu, ayo kita berbelanja,” ucap Fioline dengan nada senang dan semangat meski separuh dirinya tidak merasa senang karena dirinya tidak berhasil mengusir adik tirinya namun membuatnya berhasil menyusun suatu rencana agar Chamile bisa alihkan perhatiannya sehingga membuatnya tidak sabaran untuk melaksanakan rencanannya.
“Ayo kita berbelanja, Kak Fio yang rekomendasi make up yang cantik ya,” ucap Chamile yang sudah kembali bersemangat karena berbelanja bersama dengan kakak tirinya yang menyayanginya dan lembut kepadanya.
“Iya, akan Kakak rekomendasikan yang cocok untukmu, Mile,” kata Fioline dalam hatinya berbeda dengan yang dia ucapkan kepada adiknya, “Meski aku merekomendasikannya yang cantik namun tidak pantas dipakai untuk kau, babi gendut, yang pantas adalah aku, Fioline Burst.”
Fioline dan Chamile segera menuju pusat make up, gaun-gaun yang tranding dan tas-tas yang cantik juga bermerek. Mereka menuju ke lantai lima yang terdapat barang-barang yang mereka butuhkan. Mereka masuk ke sebuah gerai yang logonya dikenal memiliki harga sejuta ke atas dengan segala bentuk dan macam gaun, baju atasan, celana panjang, dan segala jenis fashion yang trending untuk wanita maupun pria.
Mereka sibuk memilah-milah pakaian yang akan mereka beli sesuai dengan gaya dan keinginan mereka. Jika Fioline membeli pakaian dengan rata-rata terbuka dengan memamerkan belahannya lalu pinggul rampingnya dan juga kedua paha beserta kaki jenjangnya yang indah berbanding terbalik dengan Chamile meski membeli pakaian yang sedang naik daun semua pakaian yang dipilih dan hendak dibelinya rata-rata tertutup sopan paling terbuka di bagian lengan namun itu ada polanya sehingga sedikit menampilkan lengannya yang menebal karena lemak.
Mereka berdua setelah menemukan pakaian yang mereka inginkan, ditaruhnya di tas belanjaan dan menaiki eskalator di gerai yang memiliki eskalator sendiri sehingga mempermudah pengunjungannya bisa menuju ke lantai yang mereka inginkan. Mereka berdua menaiki hingga ke lantai yang menjual sepatu-sepatu cantik dan baru saja keluar dari pabrik.
Fioline dan Chamile memilih macam dan model sepatu bersama-sama. Dalam hal ini jenis sepatu yang mereka sukai sama sehingga terlihat kompak. Namun mereka berdua tidak luput dari pengunjung yang melihat mereka berdua lalu sibuk menggunjing Chamile yang menurut mereka tidak cocok berdekatan dengan Fioline.
“Lihatlah babi mau menjadi angsa, tidak cocok,” ucap mereka yang bergunjingan mengenai Chamile membuat Fioline yang mendengarnya sedikit tersenyum tanpa diketahui oleh Chamile maupun orang-orang yang melewati mereka dengan nada lembutnya, “Abaikan ya, Mile, ayo kita cocokkan sepatu hak tinggi.” Mendengar jika kak Fioline yang berkata seperti itu membuat Chamile mengangguk senang dia juga mengikuti apa yang dikatakan oleh kakak tirinya. “Iya, Kak Fio, Mile melakukan apa yang kakak katakana,” ucapnya.
Chamile dan Fioline mencari sofa untuk mereka duduki karena mereka ingin mencoba sepatu yang mereka pilih untuk dicoba kecocokan ukuran kaki mereka. Mereka mencoba dua pasang hak tinggi, dua pasang sepatu sport dan sepasang sepatu yang haknya rendah. Untuk sepatu hak tinggi, Chamile berwarna putih dan ungu sementara Fioline dua-duanya berwarna pink. Sedangkan warna sepatu sport mereka berdua sama-sama berwarna putih untuk mereka berdua sementara warna perak untuk Chamile dan warna emas untuk Fiona dan untuk hak rendah mereka mengambil warna hitam karena akan dipakai jika mereka berdua ke kampus.
Setelah cocok mereka membawanya ke kasir baik sepatu dan baju untuk dibayar terlebih dahulu. Setelah selesai membayarnya belanjaan mereka masing-masing, Chamile mengajak sang kakak untuk mampir ke pakiran mobil membuat Fioline setuju dan sebelumnya Fioline menyuruh Chamile membawa barang belanjaannya.
“Mile, bisakah kau membantuku membawakan barang-barang belanjaanku?” tanya Fioline yang sebenarnya memerintah Chamile dengan nada dan wajah yang sangat bersahabat sehingga membuat Chamile terlengah dan tidak mengetahui jika dirinya masuk ke dalam rencana jahat kakaknya yang sengaja membuat dirinya menjadi bahan tertawaan dan ejekan orang-orang yang melihat mereka.
“Baik, Kak Fio akan Mile bantu bawakan belanjaan kakak,” ucap Mile yang langsung saja mengambil barang-barang yang dibeli Fioline dan pada saat dirinya hendak mengambil barang-barang tersebut, dua orang pegawai kasir yang saat itu yang selesai melayani mereka langsung saja menghina Chamile tanpa diketahui oleh Fioline karena Fioline sengaja pergi menjauh Chamile agar rencananya berhasil.
“Dia memang cocok dijadikan pembantu,” ucap kasir yang awalnya melayani Chamile dengan sopan namun sekarang nada dan tatapannya merendahkan Chamile.
“Masih mending dia dijadikan pembantu karena majikannya sangat cantik dan ramah,” ucap kasir yang melayani Fioline.
Chamile dengan cepat mengambil dan menjauhi kedua orang yang masih sibuk menggunjinggi dirinya hanya karena kondisi tubuhnya. Tidak hanya kedua kasir yang menghinanya, orang-orang yang mengantre untuk membayar di kasir tersebut juga sibuk membicarakan Chamile yang sudah menghilang dari hadapannya.
“Mile, kau harus sabar, ingat kata Kak Fio diabaikan saja dan jangan didengarkan mereka yang mengejekmu karena mereka iri,” ucap Chamile sambil mengulang ucapan yang selalu diberikan oleh Fioline kepadanya dan segera mencari kakaknya agar kakaknya tidak meninggalkan dirinya karena dirinya kuat jika bersama dengan kakak. Langkah Fioline sengaja diperlambat agar dirinya dipandang baik oleh orang-orang yang lewat sehingga Chamile berhasil menyamakan langkah kaki sang kakak. Dengan nada lembut Fioline meminta maaf jika dirinya meninggalkannya.
“Mile, maafkan aku tadi karena banyak orang-orang yang mengantre jadi aku tidak bisa menunggu,” ucap Fioline dengan nada dan muka dibuat sesedih mungkin dan tidak tega sebenarnya ketika dia meninggalkan Chamile.
“Kakak, Mile tahu kok, jadi Kak Fio tidak usah terbeban, Kakak memang baik masih memikirkan perasaan Mile,” ucap Chamile yang dia tahu jika kakaknya tidak ingin membuat orang lain mengantre lebih lama karena kakaknya menunggu dirinya namun kakaknya masih memikirkan dirinya karena kakaknya mengira jika dirinya sedih ditinggal tanpa pemberitahuan.
...----------------...
Mile, kamu jangan mau dikibuli oleh kakak ubah betina itu. Percaya sama Author saja, Mile.
Gomenasai ya, Author gantung dahuluya.
Jangan lupa beri dukungan kalian dengan memberi like, rate, gif, vote, share, suscribe, dan comment. Sangkyuu atas dukungan kalian. Semoga kalian selalu sehat saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments