09

“Ak—aku sudah siap, honey,” ucap wanita tersebut yang sudah melewati lima ronde namun belum sampai pelampias mereka berdua. “Sure, honey, akan aku buat kamu lemas tidak berdaya,” ucap Jonathan yang terus memuaskan hasrat wanita dan dirinya.

“Jo—Jonathan,uuhh…ahh…,” d**ah wanita tersebut di sela mereka mulai ke ronde selanjutnya. “Ss—Siska, punyamu…ahh… nikmat sekali,” ucap pria yang memanggil nama wanita yang menjadi pelampiasan biologisnya dengan nikmat.

Baik pria maupun wanita masing-masing memanggil nama pasangan mereka yang sudah berhubungan intim yang untuk memuaskan nafsu mereka yang sudah sampai ke puncaknya.

Sementara ketika Jonathan bersama dengan Siska sedang memadu kasih, tiba-tiba telepon genggam milik Jonathan berbunyi membuat Jonathan dan Siska menghentikan aksinya padahal tinggal sedikit lagi Jonathan berhasil menembakan seluruh benih ke dalam rahim Siska.

“Sayang, apakah tidak kau angkat, siapa tahu itu penting?” ujar Siska yang menghentikan kegilaan Jonathan yang ingin sekali menabur bibit ke dalam rahimnya agar benih tersebut bisa tumbuh berkembang ke dalam rahimnya karena Jonathan tidak mau memakai pengaman setiap mereka berdua bermain bersama.

“Tidak ada yang lebih penting untuk menanamkan bibitku ke rahimmu sayang, kamu tahu kan aku cintanya ke kamu namun orang tuamu menolakku jadi aku terpaksa melakukannya dan itu sudah membuatmu tidak suci lagi, maaf ya sayang,” ucap Jonathan yang mengatakan cintanya kepada Siska yang merupakan cinta pertamanya yang terus dia perjuangkan membuatnya harus melakukan hal yang tidak diinginkan Siska.

“Bagaimana kalau aku hamil anakmu, Jonathan,” ucap Siska dengan nada sedihnya karena dia juga mencintai Jonathan namun tidak diperbolehkan sebelum mereka lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan namun baik Siska maupun Jonathan tidak ingin jika mereka dipisah maupun putus karena mereka berdua saling mencintai sehingga Jonathan mengambil jalan pintas yaitu dengan merusak kesucian kekasihnya dan juga merelakan keperjakaannya untuk merenggut kesucian kekasihnya agar dirinya berharap bahwa kekasihnya akan mengandung benihnya sehingga mereka bisa menikah karena kedua orang tua mereka mau tidak mau memutuskan untuk menikahkannya karena mereka dikira aib keluarga.

“Aku berjanji akan bertanggung jawab, sayang, percayalah kepadaku,” ucap Jonathan dengan nada memohon sebelum melakukan aksinya.

Namun telepon tersebut kembali berbunyi membuat Jonathan kesal dan meraih telepon genggam miliknya dan menampilkan ‘pemberi uang’ terhadap nomor yang memanggilnya yang membuat Siska mengerutkan keningnya meminta penjelasan kepada kekasihnya.

“Sayang, aku akan perjelaskan semuanya kepadamu, sekarang aku akan mengangkatnya,” ucap Jonathan yang menjauh dari kekasihnya yang membuat Siska menatap sendu kepergian kekasihnya. 

“Halo, ada apa, sayang?” tanya Jonathan dengan nada yang dilembutkan padahal dirinya sedang kesal kepada wanita muda yang membeli jasanya karena dirinya sangat butuh biaya untuk segera melamar kekasihnya membuat dirinya mengambil jalan pintas yang salah.

“Aku sudah menuju ke tempat perjanjian kita, honey, ahli waris yang sesungguhnya ada di tanganmu namun aku tetap akan bersamamu supaya warisannya jatuh ke tangan kita,” ucap wanita muda di balik panggilan tersebut membuat Jonathan harus pasrah dengan wanita yang sifatnya sangat jauh dari kekasihnya yang lembut dan aslinya polos namun menjadi ahli di ranjang setelah dirinya menjebol pertahanan kekasihnya dan sering melakukannya ketika dia menjadi pria bayaran karena dirinya tidak mau menempel jejak wanita yang baru saja mencoba berhubungan dengannya. Dia hanya mengenal satu wanita karena baru pertama kalinya memulai karena ajakan temannya yang mengatakan jika cara mencari uang dengan cepat seperti demikian membuat dirinya jatuh ke dalam lumbung dosa.

“Baiklah, aku akan bersiap-siap dan tunggulah beberapa menit,” ucap Jonathan yang memang tidak jauh dari kos-kosannya, tempat dia tinggal saat ini karena jauh dari kedua orang tuanya yang tinggal di perdesaan. Alasan inilah yang membuat kedua orang tua Siska menolak dirinya pada saat dirinya memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Siska.

“Baiklah kalau begitu akan aku tunggu,” ucap wanita muda tersebut dan langsung menutup teleponnya. Jonathan yang mengetahui jika panggilan tersebut diputus secara sepihak membuat Jonathan ingat jika kekasihnya menunggu penjelasan dari dirinya.

“Sayang, kamu barusan menelepon dengan siapa dan mengapa ada suara wanita di sana,” ucap Siska dengan nada sendu membuat Jonathan merasa bersalah kepadanya. Selama berpacaran dengan Siska, Jonathan selalu tidak pernah dituntut oleh Siska dan Siska selalu pengertian bahkan berusaha mengalah kepada Jonathan termasuk dirinya dinodai karena keinginan Jonathan membuat Siska selalu disisinya. Sehingga membuat cinta Jonathan kepadanya makin besar dan ingin melindungi kekasihnya.

“Sayang, kamu pakai baju dahulu, aku tidak ingin kamu sakit,” ucap Jonathan yang lansgung mengambil pakaian Siska dan memberikannya kepada kekasihnya agar kekasihnya tidak sakit karena tidak memakai sehelai benang. 

“Aku berkeringat karena dirimu yang tahan bermain beronde-ronde,” ucap Siska yang ingin mandi karena badannya lengket akibat permainan panas yang untuk membuahkan keturunan karena permintaan kekasihnya. Jonathan langsung mengangkat kekasihnya dengan lembut dan dibawanya ke kamar mandi sesuai keinginan kekasihnya.

Sesampai di kamar mandi, Jonathan menaruh Siska ke dalam bathub dan memandikan dengan lembut tanpa melakukan apa-apa karena dia ingin menjelaskan dan berkata jujur kepada kekasihnya mengenai pekerjaan yang baru saja dia lakukan.

“Siska, aku minta maaf kepadamu, aku terpaksa melakukannya dengan seorang wanita yang seumur dengan kita dan satu kampus dengan kita,” ucap Jonathan dengan jujur dan menatap mata kekasihnya yang sudah mulai berlinang air mata karena kekasihnya terkejut.

“Kalau kamu marah kamu boleh mukul, maki aku karena aku pantas menerima darimu namun jangan menjauh dariku,” ucap Jonathan kembali melanjutkan pembicarannya membuat Siska tidak melakukan apa-apa kepadanya. “mengapa kamu harus melakukan itu, Jonathan? Kamu tahu asal kita punya rumah sendiri maka aku percaya dengan kemampuan kita pasti bisa,” ucap Siska yang sudah terluka ketika tahu Jonathan melakukannya dengan perempuan lain selain dirinya.

“Maafkan aku Siska, aku melakukannya ini karena untuk mencari uang, kamu tahu kan bahkan untuk keperluanku sendiri aku harus berhemat dan aku sudah bekerja sambilan namun membuat kedua orang tuamu meremehkanku,” ucap Jonathan berkata kepada Siska membuat Siska terdiam karena dirinya tahu betul seperti apa kondisi perekonomian kekasihnya sehingga dia tidak pernah menuntut macam-macam kepada kekasihnya.

“Apa kamu juga memberikan benihmu kepada wanita yang membayarimu?” tanya Siska yang langsung ditolak kuat oleh Jonathan. “Tidak, Sis, kau percaya kepadaku sayang, aku selalu memberikan benihku kepadamu saja,” ucap Jonathan jujur karena dia berhubungan dengan teman kampus yang menggunakan jasanya selama dua hari itu pun selalu menggunakan pengaman karena dia mendengar jika teman ranjangnya selalu doyan berhubungan dengan berbeda pria sehingga dia tidak ingin ketularan penyakit lalu menularkan kepada wanita yang dia cintai.

“Kau tahu, teman kampus kita yang sedikit dirumorkan yang selalu mahir di ranjang karena itu aku selalu memakai pengaman jika bermain dengannya karena aku tidak ingin penyakit yang dia bawa menularkanku tanpa aku ketahui dan membuatku menularkannya kepadamu,” ucap Jonathan dengan lembut kepada Siska.

“Baiklah, sayang, aku mengerti tetapi aku minta jangan sering lakukan kepada wanita itu, itu saja pemohonanku,” ucap Siska yang mengerti dan mau tidak mau membiarkan kekasihnya untuk melakukan pekerjaannya karena sudah ada yang memakai jasa kekasihnya.

“Baik, sayang, aku akan berjanji kepadamu, dan hari ini aku tidak bisa menemanimu sampai sore seperti biasa karena aku akan menemani wanita itu karena dia sudah memberikan uangnya lagi, maafkan aku ya sayang,” ucap Jonathan yang memeluk tubuh wanitanya dan mengangkatnya dari bathub karena sudah dia mandikan lalu memakaikan baju ganti dengan lembut. Dia tidak pernah melakukan hal dengan sangat lembut kepada wanita yang pernah memakai jasanya karena perlakuan tersebut hanya untuk kekasihnya, Siska.

...----------------...

Wah… ternyata dibalik Jonathan yang dihujat karena hobi melampiaskan rupanya ada sifatnya yang sangat tersembunyi dan menyimpan luka. Mau didukung tidak? Kalau Auhtor sih tidak.

Gomenasai ya, Author gantung dahuluya.

Jangan lupa beri dukungan kalian dengan memberi like, rate, gif, vote, share, suscribe, dan comment. Sangkyuu atas dukungan kalian. Semoga kalian selalu sehat saja

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!