Nanda tidak percaya dengan apa yang di katakan suaminya yang sudah lebih dari setahun ini menjadi pelindungnya, tapi kini semuanya seperti telah terbuka segala kebohongan yang selama ini di tutupi oleh Alvaro.
" ini rumah orang tuaku dan mas ngga berhak atas ini " ucap Nanda yang tak ingin menyerahkan begitu saja rumah peninggalan orang tuanya.
" kenapa tidak berhak ?" tanya Alvaro yang lagi lagi mencengkram dagu Nanda apalagi Alvaro tak terima Nanda yang kini berani menatap padanya.
" aku menantu mereka jadi aku berhak juga atas rumah ini dan untuk saham perusahaan aku sendiri yang memajukan perusahaan itu tanpa bantuan dari mu yang hanya tuanya urusan dapur seperti seorang pembantu " ucap Alvaro semakin kasar dan kejam.
Clarisa yan mendengar apa yang di katakan Alvaro tersenyum penuh kemenangan karena memang ini yang ingin iya lihat, melihat Alvaro menyakiti Nanda seolah ada kepuasan tersendiri saat melihat orang lain tersiksa.
" jika mas ingin saham perusahaan baik lah, tapi jangan rumah ini " ucap Nanda menghiba bahkan tanpa rasa malu nanda bersimpuh di kaki Alvaro agar mau membiarkan dirinya memiliki rumah ini.
" terserah padamu, hanya ada dua pilihan pergi dengan semua yang kamu tinggalkan untukku atau tetap disini dan memendam segala yang kamu rasakan " ucap Alvaro tanpa rasa belas kasih.
Nanda terduduk di hadapan Alvaro yang merasa tak memiliki salah apapun pada Alvaro dan Clarisa tapi kenapa Alvaro melakukan hal ini padanya.
" Nanda salah apa sama mas hingga mas tega melakukan hal ini sama Nanda ? ucap nanda dengan suara lirihnya.
Alvaro melihat sekilas ke arah Nanda yang masih terduduk di hadapannya sedangkan Clarisa juga duduk di atas meja tak jauh darinya.
" sebenarnya kamu tidak memiliki salah apapun sama mas dan keluarga mas " ucap Alvaro yang membuat Nanda bingung kenapa Alvaro membawa bawa kata keluarga sedangkan mommy dan papi tidak ada di sana, apa mungkin mommy Natasha tau apa yang di lakukan putranya saat ini.
" hanya saja karena kamu bodoh dan naif membuat ku ingin merebut apa yang menjadi milikmu karena kamu tidak akan bisa mengelola semua ini sendiri "
" dan daripada perusahaan ini hancur oleh orang lain lebih baik aku ambil alih dan aku buat semakin sukses " ucap Alvaro.
" atau aku ada penawaran lain untuk mu " ucap Alvaro yan kini sudah berjalan ke arah Clarisa yang sengaja membuka lebar kedua pahanya sambil memainkan gua miliknya dan hal itu tentu saja membuat Nanda mual dan jijik melihat tingkah keduanya yang lebih mirip binatang.
" aku akan meminta Al memberikan rumah ini padamu tapi sebagai gantinya kamu harus mau melihat permainan kami agar kamu tidak lagi di khianati oleh pasangan mu nanti " ucap Clarisa yang tau apa yang akan di minta Alvaro dari Nanda.
Nanda bangkit dari duduknya dan menatap pada kedua orang yang malah sudah mulai saling menikmati satu sama lain.
" aku ikhlas memberikan semua milikku untuk binatang seperti mu " ucap Nanda penuh keyakinan tapi ada satu yang ingin aku minta dari mu " ucap Nanda yang berhasil membuat Alvaro menghentikan aksinya.
" katakan " ucap Alvaro sambil menatap ke arah Nanda dimana tatapan Nanda kini sudah tak ada lagi tatapan cinta hanya ada tatapan kebencian dan rasa jijik di mata Nanda untuk dirinya.
" ceraikan aku saat ini juga " ucap Nanda yang kini hanya berjarak satu langkah di hadapan Alvaro dimana Clarisa masih betah duduk di atas meja meski kini Clarisa sudah duduk dengan tegap karena mendengar Nanda yang meminta cerai dari Alvaro.
" baiklah, itu syarat yang mudah " ucap Alvaro yang langsung mengucapkan kata talak untuk Nanda tepat di hadapan Clarisa.
"Nanda Cahya Kumala aku ceraikan dan aku talak engkau mulai saat ini dan detik ini " ucap Alvaro penuh keyakinan, mendengar hal itu membuat Nanda memejamkan matanya meresapi kalimat yang terlontar dari mulut Alvaro.
" AKU TERIMA " ucap Nanda setelah dapat menguasai hatinya, setelah mengatakan itu Nanda berjalan ke arah Clarisa yang kini sudah benar benar tersenyum penuh kemenangan karena berhasil memisahkan Nanda dengan Alvaro di tambah Alvaro memiliki semua yang dulu menjadi milik Nanda dari orang tuanya.
" ambil yang sudah aku buang, dan aku harap kamu tidak akan pernah merasakan apa yang aku rasakan karena yang mas Alvaro lakukan padamu bukanlah cinta tapi naf su binatang "
Alvaro tak percaya Nanda bisa berkata kasar seperti itu bahkan tangan Alvaro sudah mengepal sempurna bahkan jika tidak mengingat jika Nanda seorang wanita ingin sekali Alvaro memukul wajah Nanda yang sudah dua kali mengatai dirinya binatang.
" kenapa ? Apa mas tersinggung dengan semua yang Nanda ucapkan ?" tanya Nanda yang tau tangan Alvaro yang kini sedang menahan amarahnya.
" jika bukan binatang lalu apa ? Ah sudah lagi " ucap Nanda yang merasa percuma menjelaskan pada Alvaro.
" terima kasih atas rasa sakit yang sudah mas torehkan untuk Nanda dan sebagai salam perpisahan ijinkan Nanda memberikan sesuatu yang spesial untuk mas " ucap Nanda yang kini tak berjarak dari Alvaro.
Buggghhhh
" aaauuuhhh " Alvaro memegangi senjatanya yang di tendang oleh lutut Nanda.
" semoga senjata mas masih berfungsi untuk memuaskan ja lang piaraan mas itu " ucap Nanda yang kini berbalik penuh keyakinan bahkan Nanda melangkah penuh percaya diri seolah tak ada ketakutan dalam dirinya mengahadapi kerasnya kehidupan nya nanti setelah ini.
" Al.. kamu ngga papa ?" tanya Clarisa yang ikut meringis melihat kerasnya tendangan yang di berikan Nanda untuk Alvaro.
" APA HARUS AKU JELASKAN BAGAIMANA SAKITNYA HAHH " bentak Alvaro yang masih memegang senjatanya yang masih terasa ngilu.
Sedangkan tanpa Nanda dan Alvaro tau jika ada sepasang mata yang melihat dan mendengar semuanya dengan jelas bahkan di suatu apartemen pun semua yang terjadi di rumah Nanda sudah tercopy di file yang akan bisa di gunakan kelak untuk melawan Alvaro.
" ternyata kucingku bisa berubah menjadi singa di saat yang tepat " ucap orang tersebut yang ternyata Wildan yang tak sampai hati meninggalkan Nanda apalagi setelah Wildan menghubungi Anton yang masih memantau cctv dalam rumah Nanda atas perintah Wildan.
" sudah lega ?" tanya Wildan yang berhasil membuat Nanda terkejut sambil memegang dadanya.
" sedang apa kamu di sini ?" tanya Nanda yang tak menghentikan langkahnya bahkan Nanda mempercepat langkahnya yang tentu saja membuat Wildan harus memperlebar langkahnya untuk bisa mengejar Nanda.
" menunggumu karena aku tak tega meninggalkan kucing ku yang saat ini sudah kehilangan rumah dan kehilangan orang yang iya pikir sebagai pelindung "
" Jika kamu hanya ingin menghinaku lebih baik pergi dan tinggalkan aku karena aku tak butuh laki laki yang hanya bermulut manis tapi hatinya busuk " ucap Nanda yang sudah bertekad membatukan hatinya untuk semua laki laki.
" aku bisa membantumu membalas semua yang di lakukan Alvaro dan keluarga nya dan mengambil semua yang memang harusnya menjadi milikmu " ucap Wildan yang mendapat tatapan tajam dari Nanda yang tak mungkin Wildan membantunya tanpa menginginkan imbalan.
" apa yang kamu inginkan dari ku ?"
✍️✍️✍️ sebenarnya apa tujuan Wildan terus mendekati Nanda bahkan rela menunggu Nanda di rumah sakit bahkan di saat Alvaro suaminya sendiri tak perduli pada nya ? Iya ya ? Apa mungkin Wildan sudah mengenal Nanda jauh sebelum Nanda dan Alvaro menikah ?🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Lala lala
aela udh cerai msh sebutan pake nanda dan mas....
aku kamu atau saya anda pantasnya
2024-12-09
0
Uthie
Ayoo.. balas mereka
2023-09-24
0
Lee Mba Young
lah nanda yg punya harta dan perusahaan masak gk bisa ngapa ngapain pa dia gk sekolah, pa otak nya terlalu bodoh. kok smpe rela nyerahin harta nya pada suaminya.
2023-09-04
1