Sejatinya tidak ada persahabatan yang sejati di antara laki laki dan perempuan, jika tidak laki lakinya yang menaruh hati bisa saja si perempuan yang menaruh hati dan hal itu juga yang berlaku pada Alvaro dan Clarisa.
" Ri bulan depan aku akan bertunangan dengan anak sahabat mommy " ucap Alvaro yang memang tidak memiliki perasaan lebih terhadap Clarisa selain perasaan sebagai seorang Sahata tidak lebih.
" benarkan ? Apa aku mengenal wanita itu " ucap Clarisa menutupi luka hatinya dimana Clarisa sebenarnya mencintai Alvaro tapi clarisa tidak berani mengatakan pada Alvaro karena takut Alvaro malam menjauh darinya.
" aku rasa tidak, tapi nanti akan ku kenalkan padamu " ucap Alvaro sambil merangkul pundak Clarisa, hal yang biasa mereka lakukan jika sedang menghabiskan waktu berdua.
" tapi aku ingin kamu juga memiliki pasangan dan menikah seperti apa yang aku lakukan " ucap Alvaro yang mungkin setelah menikah nanti tidak akan memiliki cukup banyak waktu untuk Clarisa.
" kamu tenang saja Al, aku juga sedang dekat dengan Diki, bahkan Diki sudah melamar ku tapi aku masih meminta waktu padanya " ucap Clarisa bicara yang sebenarnya.
" benarkah ? Ah syukurlah jika seperti itu " ucap Alvaro yang merasa lega karena bukan hanya dirinya yang akan membuka lembaran baru tapi juga Clarisa sahabatnya.
Dan benar saja selang satu bulan dari percakapan mereka tentang jodoh mereka masing masing, hari ini Alvaro benar benar mempersunting Nanda bahkan Clarisa menjadi Bridesmaids bagi Alvaro.
Mungkin istilah hati seseorang tidak ada yang tau sangat pas di sematkan pada Clarisa dimana di wajahnya terlihat bahagia melihat Alvaro yang sudah mendapatkan pasangan hidup yang memang terlihat sangat cantik meski dengan dandanannya yang terkesan natural.
" selamat ya Al, semoga kamu selalu bahagia " ucap Clarisa yang tanpa rasa malu memeluk Alvaro di hadapan Nanda.
" AL !!" Bu Natasha.
" nan kenalkan dia Clarisa sahabat mas " ucap Alvaro mengenalkan Clarisa pada Nanda setelah Clarisa melepaskan pelukannya.
" Nanda " ucap Nanda sambil mengulurkan tangannya berkenalan dengan Clarisa yang baru saj bertemu di saat pernikahan mereka.
" Clarisa sahabat Alvaro sejak delapan tahun lalu" ucap Clarisa penuh kebanggaan.
" lalu kapan kamu menyusul ku Ri ?" tanya Alvaro sambil merangkul pinggang Nanda di hadapan Clarisa yang tentu saja membuat Clarisa merasa cemburu karena biasanya Alvaro melakukan hal itu padanya.
" satu Minggu lagi " ucap Clarisa asal.
" syukurlah jadi kita bisa pergi bulan madu sama sama " ucap Alvaro sambil mengedipkan matanya pada Nanda.
" ya " ucap Clarisa yang semakin tak nyaman melihat interaksi antara Alvaro dan Nanda.
" aku pamit Al, Diki sudah menungguku di depan " ucap Clarisa yang akhirnya memilih pergi dari pada dirinya tak bisa menguasai hatinya melihat kedekatan di antara Alvaro dan Nanda.
Alvaro pun langsung mengajak Nanda masuk ke dalam kamarnya karena memang acara pernikahan mereka pun sudah selesai satu jam yang lalu.
" mas, boleh Nanda tanya sesuatu ?" tanya Nanda yang baru saja duduk di pinggir tempat tidur Alvaro.
" apa " ucap Alvaro yang sudah berlutut di hadapan Nanda yang menggunakan pakaian pengantin syar'i tapi tak mengurangi kecantikan yang di miliki Nanda.
" seberapa dekat mas dengan Clarisa ?" tanya Nanda demi untuk mengubur rasa curiga di hatinya atas hubungan Alvaro dan Clarisa.
" kamu hanya bersahabat tidak lebih " ucap Alvaro yang kini sudah memegang dagu Nanda.
" jujur Clarisa sangat berarti bagi mas, tapi hanya sebatas sahabat tidak lebih "
" dan kamu harus tau, jika kamu adalah pemenang di hati mas " ucap Alvaro yang sudah mendekat kan bi birnya di bi bir Nanda.
" boleh kan ?" tanya Alvaro yang tak ingin menunggu hadirnya cinta di antara mereka hanya untuk melakukan hubungan suami istri bersama Nanda.
Dengan malu malu Nanda pun mengangguk karena bagaimanapun Alvaro adalah suaminya dimana Alvaro berhak untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik darinya sebagai seorang istri.
" mas janji akan pelan pelan melakukannya " ucap Alvaro yang kini sudah merebahkan tubuh Nanda yang seolah pasrah dengan apa yang akan di lakukan Alvaro pada tubuhnya.
Lain halnya dengan Clarisa yang kini sedang menangis tersedu sedu di sudut kamar menangisi pernikahan Alvaro dengan Nanda dimana hingga saat ini Alvaro masih belum tau perasaan nya hingga saat ini.
" kamu pasti sedang menghabiskan malam pertama dengan wanita itu yang harusnya kamu lakukan bersama ku Al " ucap Clarisa sambil memandang wajah Alvaro di handphone miliknya.
" kenapa kamu tidak peka dengan perasaan ku Al" ucap Clarisa sambil menghapus terus air mata yang tak henti hentinya mengalir.
Clarisa mencoba menghirup udara dengan sangat dalam berharap bisa membantu menangkan hatinya yang terasa sangat sesak, dan setelah hatinya tenang Clarisa pun mengangkat sambungan telepon dari Diki yang dari tadi terus menghubunginya.
" halo dik ada apa ?" tanya Clarisa yang kini sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
" aku ingin kita menikah secepatnya " ucap Diki tiba tiba.
" baiklah, tapi aku ingin bulan madu ke tempat dimana Alvaro juga bulan madu " ucap Clarisa yang ingin selalu dekat dengan Alvaro.
" baiklah, kamu tanyakan saja pada Alvaro dimana dia akan bulan madu " ucap Diki yang dengan mudah menyetujui apa yang di inginkan Clarisa.
" baiklah, kamu bisa mempersiapkan semuanya mulai saat ini " ucap Clarisa dan tak lama Clarisa pun langsung menutup sambungan telepon dari Diki.
" bagaimana dik, apa dia mau ?" tanya teman dekat Diki.
" iya, satu per satu masalah kita selesai " ucap Diki sambil mendekat ke arah temannya yang kini sedang merebahkan tubuhnya di atas kamar hotel.
" tapi apa kamu tidak akan tergoda dengan Clarisa nanti ?" tanya teman Diki yang tau bagaimana Clarisa bahkan tubuh Clarisa adalah tubuh idaman kamu hawa.
" tenang sayang, aku hanya mencintai mu "
" dan untuk Clarisa, itu semua hanya untuk menutupi apa yang kita lakukan selama ini " ucap Diki yang kini sudah berada di atas tubuh teman sekaligus partner nya.
Alvaro yang baru kali ini melakukan hal seperti ini merasakan kenik matan yang luar biasa bahkan Alvaro berhasil membuat Nanda terkapar tak berdaya di bawah kung kungannya.
" mas janji akan belajar mencintai kamu mulai saat ini " ucap Alvaro sambil membantu menyelimuti tubuh polos Nanda sedangkan Alvaro langsung mengambil handphone nya untuk menelpon Clarisa.
" halo RI " sapa Alvaro saat sambungan telepon langsung diangkat oleh Clarisa.
" apa sudah selesai ?" tanya Clarisa yang tau jika Alvaro ingin berbagi kisah dengan dirinya.
" sudah dan apa kamu tau ri, jika tau menikah itu nikmatnya seperti ini mungkin sejak dulu aku menikah " ucap Alvaro tapi clarisa malah salah fokus dengan tanda merah yang ada di dada Alvaro.
" Al, apa kamu yakin jika Nanda wanita baik baik ??
✍️✍️✍️ maaf ya di episode ini kita menceritakan awal mula terjadinya pernikahan Alvaro dan ananda dan kenapa Clarisa bisa seperti memiliki dendam khusus pada Nanda.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Yuliana Tunru
swru kisah mu thoir dannsedih krn clarisa dan al berhianat..smoga nandavsegera tau jg mommyn natha jgn biarkanbselingkuh mrk terlalu lama baru ketahyan ya thoor
2023-08-31
1