...🍄Happy Reading🍄...
"Kak, apa yang kau ucapkan?" Tegur Celina tak suka. Dia semakin menggenggam tangan suaminya erat.
"Tolong pak. Ini hanya kesalahpahaman saja. Tolong jangan tangkap suami saya" Celina memohon kepada inspektur polisi untuk membebaskan suaminya.
"Mohon maaf Nona. Kami tidak bisa membebaskannya, karena kami mendapat laporan dari pihak rumah sakit. Kami disini hanya menjalankan tugas. Jika anda ingin dia bebas dengan cepat, tolong jangan halangi pekerjaan kami" Jelas polisi itu.
"Tapi pak. Saya sangat membutuhkan suami saya saat ini. Tolong jangan bawa dia." Mohon Celina lagi.
"Maaf Nona. Kami tidak bisa" Polisi itu pun memborgol kedua tangan Deon.
Melihat itu, Celina menangis dan tetap memohon, "Jangan pak. Anak kami akan segera di operasi. Saya sangat membutuhkan suami saya untuk mendampingi saya" Mohon Celina seraya menangisi suaminya.
"Sayang. Jangan menangis. Percayalah, aku tidak akan pergi. Aku akan kembali kesini secepatnya" Ujar Deon menenangkan istrinya.
Saat ini, profesor Yasa tak tinggal diam begitu saja. Dia pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi jendral polisi.
"Kami harus membawanya Nona. Tolong jangan halangi kami" Ujar polisi tersebut dan hendak membawa Deon masuk ke dalam mobil.
"Tidak... Jangan bawa suami saya"
Tringggg Tringggg
Tiba-tiba, suara ponsel inspektur polisi tersebut berdering, semua orang pun menatapnya dan dia pun langsung mengangkat telepon tersebut yang merupakan panggilan dari atasannya.
Usai mendapatkan telepon dari atasannya, wajah inspektur polisi itu berubah tegang dan langsung memerintahkan bawahannya untuk melepaskan Deon.
"Lepaskan dia. Biarkan dia pergi" Titahnya. Yang seketika mendapatkan tatapan aneh dari semua orang.
Bawahannya tak mengatakan apapun dan langsung melepaskan borgol di tangan Deon. Melihat itu, Celina segera tersenyum dan langsung memeluk suaminya.
"Maaf sudah menyusahkan anda tuan. Sekali lagi kami minta maaf atas kejadian ini" Ucap inspektur itu memohon maaf. Lalu memberikan hormat sebelum ia pergi meninggalkan tempatnya.
Farhan dan juga keluarganya langsung terkejut. Hanya dengan sebuah telepon dari seseorang, inspektur itu langsung menurut dan melepaskan Deon. Mereka pun bertanya-tanya, siapa orang berkuasa itu yang?
"Siapa yang menelpon. Apakah mereka sekuat itu kekuasaannya?" Gumam Tante Sintya penasaran.
"Entahlah. Aku juga tidak tahu. Tapi aku juga penasaran siapa yang melakukan ini" Sambung Farhan yang juga merasa penasaran sekaligus bingung.
"Aku yang melakukan ini" Jawab Profesor Yasa segera.
Mengetahui bahwa profesor Yasa lah yang menelepon. Semua orang pun mulai
memahami bahwa profesor Yasa pasti mengenal pihak tinggi dari
kepolisian.
Semua orang pun mengira bahwa profesor Yasa hanya tidak ingin melihat ada kekacauan di sana,
jadi dia membantu keluarga mereka.
Memikirkan itu, Abraham pun mewakili pihak keluarga untuk berterima
kasih kepadanya, "Terimakasih banyak karena sudah mau menolong keluarga kami tuan. Anda sangat baik dan kami sangat berterima kasih" Ucap Abraham ramah.
Tapi profesor Yasa tak peduli, Dia pun berubah dingin dan hanya diam. Dia sudah tahu bagaimana keluarga itu memperlakukan tuannya. Hanya saja, dia tidak ingin mengungkapkan identitas tuannya, sebab itu dia tidak banyak bicara.
"Terimakasih banyak tuan Yasa. Berkat anda, suami saya tidak dibawa oleh polisi itu" Celina juga mengucapkan terima kasih.
Melihat itu, sikap profesor Yasa yang dingin berubah lembut. Dia tersenyum ke arah Celina sambil berkata, "Tidak perlu berterimakasih Nona Celina. Ini semua saya lakukan karena hubungan saya dan tuan Deon sangat baik. Dia adalah teman baik saya, jadi sudah kewajiban saya untuk membantunya" Jawab Profesor Yasa ramah.
Celina agak terkejut. Dia meringis sambil berpikir, bahwa dia sangat tidak menyangka bahwa suaminya memiliki hubungan baik dan berteman dengan orang yang sangat berkuasa seperti Profesor Yasa.
Usai keriuhan yang terjadi di luar. Kini semua orang pun kembali ke ruang pertemuan. Disana, Direktur rumah sakit pun kembali menjelaskan dan menggambarkan tentang situasi operasi yang akan dilakukan.
Setelah semua orang setuju, tindakan operasi pun segera dilakukan.
Pemindahan pasien menuju ruangan operasi pun segera dilakukan. Deon dan Celina pun nampak khawatir dan cemas. Mereka berdiri di depan pintu ruang operasi sambil berdoa di dalam hati.
"Ya tuhan. Tolong selamatkan putri kami. Berikan anak hamba kekuatan" Doa Celina penuh harap.
"Ya tuhan. Aku tidak meminta apapun selain keselamatan putriku. Dia adalah hidupku, tolong berikan kesembuhan kepadanya" Doa Deon dalam hati.
Deon dan Celina saling menggenggam tangan satu sama lain dan menatap ke dalam ruangan dengan perasaan tegang.
Setelah empat jam berlalu. Direktur Beni pun keluar dari ruangan.
Deon terkesiap, "Bagaimana Dok?" Tanya Deon cepat. Sangat terlihat bahwa Deon saat ini sangat tegang dan khawatir.
Semua orang pun berdiri sigap dan menatap Direktur Beni menunggu jawaban.
"Operasinya berhasil. Nona kecil akan segera pulih kembali" Jawab Dokter sembari tersenyum sumringah.
Deon sangat lega mendengarnya dan langsung meneteskan air mata kebahagiaan.
Profesor Yasa juga keluar dari ruang operasi. Dia menatap Deon, kemudian ia tersenyum lega ketika tidak lagi melihat burung Elang Dewa yang sebelumnya terus-menerus mengitari Deon. Dia pun juga merasa lega bahwa operasi ini berjalan dengan lancar.
Tiga jam berlalu usai operasi berhasil dilakukan, Kini Shakila sudah dipindahkan ke ruang rawat. Deon pun bergegas menjenguknya di ruang rawat, Celina istrinya juga berada di sampingnya.
Deon duduk di kursi samping tempat tidur sembari memegang tangan putrinya. Beberapa kali dia menciumnya dan berharap anaknya akan segera pulih setelah ini.
Sudah dua bulan berlalu setelah anaknya masuk rumah sakit dan tak sadarkan diri, Deon merasa sangat merindukan suara putrinya.
"Ayah akan menunggumu nak. Cepatlah sadar agar kita bisa bermain bersama lagi" Ucap Deon.
Tak lama, Putri mereka Shakila perlahan membuka mata. Deon reflek tersenyum bahagia dan memeluk anaknya. Celina yang berada disampingnya pun terlihat mengapit kedua bibirnya dan tanpa dia sadari air mata bahagia langsung menetes begitu saja.
Shakila nampak tersenyum dan keluarga kecil mereka pun tampak sangat bahagia.
.
.
.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Harman LokeST
pada akhirnya anaknya Deon sudah sadar
2023-09-27
1