Bab 8

...🌱Happy Reading🌱...

Manager Mickel agak terkejut mendengar kabar ini.

"Apa?"

"Apa kalian diam saja setelah mendengarkan penjelasannya?" Teriak Mickel marah.

"Maaf pak." HRD itu menunduk takut.

"Sesuai prosedur, saya harus mencari tahu kebenaran dahulu, baru memutuskan, itu sebabnya saya tidak menghentikan Deon untuk dipecat" Jawab HRD itu lagi menjelaskan.

Mendengar itu, Mickel sedikit diam, lalu berkata, "Cepat periksa semua data tentang Kepala marketing. Jon, kamu juga periksa data-data perusahaan dan laporan yang diberikan selama ini kepada kita" Titah Mickel kepada HRD dan Sekertarisnya.

"Baik tuan!" Jawab Jon, sekertarisnya.

Tiga puluh menit pun berlalu. Sekertaris Jon beserta HRD masuk ke ruangan Pak Mickel selaku manager di perusahaan tersebut. Mereka nampak ingin melaporkan hasil dari pemeriksaan mereka berdua mengenai kepala Marketing.

"Melalui pemeriksaan, kepala Marketing diketahui telah melakukan korupsi di perusahaan ini. Dia memanipulasi penjualan dan uang yang di dapatkan dia gunakan untuk kepentingan pribadi" Ucap Sekretaris Jon melaporkan.

"Apa!" Mickel langsung berdiri dengan wajah yang marah.

"Panggil dia kesini!" Titahnya kemudian.

HRD itu yang mengerti langsung pergi untuk memanggil Kepala Marketing..

Tidak berapa lama. Kepala HRD dan Kepala Marketing pun datang secara bersamaan.

Pak Anton yang baru masuk terlihat bergidik ngeri ketika melihat aura dingin dan tajam atasannya yang dilayangkan untuknya.

"Apa ini!" Mickel melempar beberapa kertas laporan ke hadapan Anton.

Anton terlihat kebingungan, lalu tangannya mengambil kertas itu dan membacanya.

Kedua bola matanya membulat, "Pak, ini tidak seperti yang bapak pikirkan. Saya akan menjelaskannya" Ujar Anton setelah menyadari kesalahannya.

"Kamu saya pecat. Cepat kemasi barang-barang mu dan pergi dari sini. Ingat, untuk mengganti rugi uang yang sudah kamu ambil!" Potong Mickel yang sudah tak ingin lagi mendengarkan penjelasan.

Mau tak mau, Anton pun pergi meninggalkan ruangan. Dia tak menduga bahwa aksinya akan ketahuan.

"Pastikan bahwa dia tidak akan mendapatkan dukungan dari perusahaan manapun. Tarik semua aset yang dia miliki untuk mengganti rugi. Jika tidak, maka bawa dia ke kantor polisi" Titah Mickel kepada sekertarisnya.

"Baik tuan" Jon menunduk hormat, lalu pergi melaksanakan perintah.

Sementara itu, ditempat lain. Deon sudah sampai ke rumah. Dia memarkirkan sepedanya, lalu masuk.

"Benar Pa. Aku mendengarnya sendiri dari kepala Marketing tempat Deon bekerja. Katanya Deon tidak bekerja dengan serius di perusahaan, jadi mereka memecatnya" Fadil terdengar berbicara dan tak sengaja di dengar oleh Deon yang baru memasuki rumah.

"Bohong pa. Tidak seperti kejadiannya!" Sanggah Deon cepat. Dan semua orang langsung menoleh kepadanya.

"Aku tidak dipecat. Mereka yang salah karena telah mencuri hasil pekerjaanku. Tapi kalian jangan khawatir, aku tidak dipecat melainkan akan di tingkatkan menjadi Kepala Marketing perusahaan" Sambung Deon menjelaskan. Namun, semua orang malah tertawa mendengar itu. Tidak seorang pun percaya dengan perkataan Deon, melainkan mereka hanya mengejeknya karena terlalu banyak bermimpi.

"Hahah. Kamu pikir kami percaya begitu saja? Apa tadi, kepala marketing perusahaan? Kamu bermimpi terlalu jauh Deon. Sudah jelas-jelas kalau kepala Marketing perusahaan mu menelpon kemari dan mengatakan bahwa kamu di pecat dari sana karena tidak bekerja dengan baik" Jawab Fadil sembari tertawa mengejek.

"Tapi saya... " Deon ingin menjelaskan, namun buru-buru di potong oleh ayah mertuanya.

"Diam kamu Deon. Kamu tidak hanya miskin, tapi juga tidak berguna." Sentak Pak Abraham. Dia terlihat kesal mengetahui Deon yang sudah di pecat. Apalagi, dipecat secara tidak hormat, itu sangat mempengaruhi nama keluarganya.

"Sudah kami katakan sejak dulu kak. Dis memang bukan pilihan yang tepat. Dia hanya bisa mempermalukan keluarga. Ceraikan saja dia dengan Celina secepatnya. Lagipula, dia sangat tidak dibutuhkan disini" Jawab Sintya menimpali.

"Benar Pa. Aku juga tidak ingin menantu sepertinya" Sambung Amelia.

"Jika bukan karena permintaan terakhir dari kakeknya Celina, hal ini tidak akan terjadi. Hubungan kakeknya bersama keluarga kitalah yang membuat pernikahan ini terjadi. Aku juga tidak bisa membantah keinginan ayah. Kalian tahu itu" Jawab Pak Abraham.

Abraham tak kuasa menolak keinginan ayahnya, dan juga kakek dari Celina ketika kakek ingin menikahkan Celina dan cucu teman ayahnya itu. Karena hubungan baik antara kakek Celina dan kakek Deon, akhirnya Celina dan Deon pun dinikahkan.

"Tapi itu dulu kak. Ini saatnya kita mengambil tindakan" Sintya mulai mengompori.

"Deon sudah terbukti sebagai menantu sampah yang tidak berguna, dan dia bukanlah menantu yang kita harapkan. Mereka harus bercerai. Lagi pula, Celina bertanggung jawab atas bisnis keluarga, ini akan dipandang banyak orang, dan Celina akan di ejek dan dipermalukan seumur hidupnya karena memiliki suami yang tidak berguna" Lanjut Sintya.

"Benar Pa. Lebih baik kita nikahkan saja Celina dengan orang lain. Putra seorang CEO di perusahaan Elektronik yang bekerja sama dengan kita, anaknya sangat mengagumi Celina, dia adalah suami yang baik untuk anak kita. Mereka dari keluarga kaya dan selevel dengan keluarga kita. Bagaimana jika kita nikahkan saja Celina dengannya." Saran Amelia kepada suaminya.

"Benar kak. Aku setuju dengan pendapat kakak ipar" Sambung Sintya menyetujui.

"Tidak" Celina menjawab dari ujung sana. Dia baru saja pulang bekerja dan tak sengaja mendengarkan perbincangan mereka.

"Apa maksudmu Celina?" Tanya Tante Sintya.

"Aku tidak akan bercerai." Jawab Celina. Yang seketika membuat senyum Deon melebar begitu saja.

"Iya. Tapi kenapa, dan karena apa kamu tidak mau bercerai?" Tanya Tante Sintya lagi menuntut penjelasan.

Sejenak, Celina dan Deon saling menatap dalam diam. Lalu detik berikutnya Celina pun berucap, "Aku harus mengurus bisnis perusahaan keluarga. Perusahaan kita saat ini sedang dalam masa genting. Apalagi, aku juga harus membahas masalah kerja sama dengan perusahaan pak Eiden agar perusahaan kita dapat tertolong. Jadi, aku tidak ada waktu untuk membahas urusan kehidupan pribadiku." Jawab Celina.

"Tapi menikah juga bisa membantu ekonomi keluarga kita. Selain itu relasi keluarga kita akan semakin di hormati di dunia bisnis" Ujar Tante Sintya.

"Tapi aku tidak mau" Sanggah Celina tegas. Kedua matanya menatap tantenya dengan sorot yang tajam.

"Jika tante ingin membuat nama keluarga kita semakin dikenal, lalu kenapa tidak tante saja yang menikahinya. Bukankah selama ini Tante hanya hidup sendiri, kenapa repot-repot menyuruhku untuk menikah lagi sedangkan aku sudan memiliki suami?" Sindir Celina tajam.

Sintya mengepal kedua tangannya geram. Jika bukan karena ada Kakaknya disana, sudah dapat dipastikan bahwa dia akan menghajar Celina dengan tangannya sendiri.

Usai pertengkaran itu. Sintya pun pergi dengan perasaan marah. Celina juga pergi meninggalkan ruang tamu, begitupun dengan yang lainnya yang juga meninggalkan tempatnya masing-masing.

Malam itu, di dalam kamar. Deon keluar dari dalam kamar mandi dan mendapati bahwa istrinya masih sibuk duduk bersandar di tempat tidur dengan pekerjaan kantornya.

Sementara, Deon terus memperhatikan seraya duduk di kursi tempat tidurnya.

Ya. Selama menikah, mereka tidur di tempat yang berbeda walaupun berada didalam kamar yang sama.

"Butuh bantuan?" Tanya Deon tiba-tiba.

Melihat istrinya yang masih pusing akan pekerjaan kantor, Deon pun berjalan mendekat dan duduk di samping istrinya.

"Tidak. Kamu lakukan saja pekerjaan mu. Aku bisa mengatasi ini" Jawab Celina acuh dan masih fokus kepada Laptop kecilnya.

"Jika ada kesulitan, kamu bisa memberitahu ku. Aku bisa mengerjakannya untuk mu" Tawar Deon lagi.

Celina sedikit menoleh, "Tidak perlu. Lagi pula, kamu tidak akan mengerti masalah kantor. Jadi, bagaimana bisa kamu bisa mengerjakannya" Jawab celina tak percaya, lalu kembali bekerja.

"Baiklah. Kalau begitu aku akan kembali ke tempat tidurku. Selamat malam" Deon pun berlalu pergi dengan wajah tak bersemangat, dan tidur di kursi panjang yang ada di kamarnya.

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Nur Suropati

Nur Suropati

yg anehnya tidurnya terpisah terus kok bisa punya anak terus itu ceritanya macam mana

2024-05-01

2

Harman LokeST

Harman LokeST

seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss Deon

2023-09-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!